MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 23 Januari 2017 15:41
Menengok Ragam Tradisi Kawinan Ala Balangan

Tiap Kecamatan Punya Tradisi Berbeda

RESEPSI MALAM HARI – Balawang Tujuh Bagunung Api merupakan tradisi perkawinan bagi pasangan pengantin yang berstatus duda atau janda.

PROKAL.CO, Bausung pengantin ternyata hanya satu dari sekian banyak tradisi dalam resepsi perkawinan. Tradisi-tradisi serupa dapat ditemui di daerah pahuluan Kalsel.

-----------------------------

WAHYUDI, Balangan.

-----------------------------

UNTUK tradisi saat perkawinan, Balangan tidak hanya memiliki satu, namun beberapa, bahkan berbeda-beda di setiap kecamatannya.

Balawang Tujuh Bagunung Api merupakan satu dari beragam tradisi saat perkawinan di masyarakat Balangan. Tradisi ini dilakukan khusus oleh pasangan pengantin yang berstatus duda atau janda.

Berbeda dengan bausung, tradisi ini dilaksanakan pada malam hari. Karena menurut budaya warga sekitar, apabila janda atau duda menikah, maka resepsinya dilakukan di waktu malam.

Menurut salah seorang warga sekitar, Hj Asanah (53), dinamakan Balawang Tujuh Bagunung Api, karena ada tujuh pintu masuk yang dibuat dari sarung atau tali di halaman rumah mempelai.

Sementara istilah bagunung api diambil dari obor yang ditancapkan dirangka menyerupai atap rumah atau gunung, mengelilingi tujuh pintu. Selain juga untuk penerangan.

Perjalanan sepasang penganten dalam melewati ketujuh pintu itu sebelum duduk di pelaminan yang berada di dalam rumah, dilengkapi dengan iringan alunan musik panting dari penabuh.

Selain sebagai hiburan karena resepsi perkawinan dilakukan di malam hari, tradisi ini kata dia juga menyimpan filosofi bahwa bersama-sama memasuki tujuh pintu itu diibaratkan dengan bersama-sama mengambil pelajaran dari pengalaman, untuk mengatasi berbagai permasalahan di keluarga.

“Dulu tradisi ini dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Balangan, tapi sekarang hanya bisa dilihat di Kecamatan Lampihong dan di desa-desa tertentu pula,” ujarnya.

“Pung pung halu, gara gicak giyang-giyang, takumpul sama pada balu jangan bahiri nang bujang, Pung pung halu gara gicak giyang-giyang, asal jangan Bamadu dihadangi siang malam. Naik malam, baliliukan balawang tujuh, Bagunung Api”.

Itulah sepenggal syair yang biasa dinyanyikan untuk mengiring sepasang mempelai mengarungi tujuh pintu dengan diiringi gunungan api.

Serupa namun tak sama, tradisi perkawinan lainnya di Balangan yaitu Jalan Liuk yang hingga kini masih dilestarikan oleh warga Desa Marias Kecamatan Juai.

Kedua tradisi ini sama-sama dilaksanakan pada malam hari dan di tanah lapang. Namun ini tidak untuk duda ataupun janda, melainkan semua pasangan yang melangsungkan resepsi perkawinan.

Dalam tradisi ini, kedua mempelai harus masuk lewat pintu berbeda, dan memecahkan teka-teki jalan berliku (Liuk, Red) menyerupai labirin supaya bisa bertemu di tengah-tengahnya.

Menurut salah satu tokoh warga sekitar yang juga pelaku seni tradisi ini H Syarpani mengungkapkan, Jalan Liuk ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat Juai dan hingga kini masih dilestarikan.

“Pesan yang tersirat di dalamnya yaitu bahwasanya dalam mengarungi rumah tangga pasti mengalami berbagai masalah, tidak lurus-lurus saja, namun berlika-liku,” terangnya. (al/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .