MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 24 Januari 2017 14:07
Sulitnya Pertamina Pertahankan Monumen Tanjung Puri

Tetap Pertahankan Obor Meski hanya Seperti Lilin

PADAM - Monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor Mabuun saat padam.

PROKAL.CO, Pertamina Tanjung Field di Kabupaten Tabalong semakin kesulitan menemukan gas bumi, karena cadangan semakin menipis. Satu sisi mereka diminta mempertahankan ikon kebanggaan daerah setempat, berupa api obor tak kunjung padam berbahan bakar gas tersebut.

IBNU DWI WAHYUDI, Tanjung

Pertamina Tanjung Field sudah berdiri sejak lama sekali di Kabupaten Tabalong. Mereka hadir sebagai penambang minyak bumi dengan mengebor perut bumi. Sejalan pencarian sumber daya alam tersebut, diperoleh gas bumi yang cukup lumayan.

Membanggakan daerah. Begitulah penilaian yang disematkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut saat jaya-jayanya. Keberadaannya menjadi penopang perekonomian, dan menyebabkan nama daerah terkenal di kancah dunia luar.

Hal itu pun diabadikan dalam bentuk monumen yang disebut Tanjung Puri. Bentuk obor layaknya Tugu Monas di Jakarta, dengan jilatan api asli menjadi bagian utamanya. Dan ditetapkan menjadi api semangat warga Tabalong yang tak kunjung padam. Api disuplai langsung dari sumur bor minyak bumi Pertamina.

Informasinya, setiap konstruksi bangunan monumen memiliki serangkaian makna. Bagian dasar berbentuk mangkuk atau wadah melambangkan kesejahteraan dan kecukupan hidup. Puncak tugu terdapat kelopak bunga melati yang diartikan bunga wangi dan senantiasa melengkapi berbagai kegiatan masyarakat Tabalong yang mayoritas Suku Banjar.

Pada bagian bawahnya terdapat tulisan Banua Saraba Kawa yang masing-masing kata juga bermakna berbeda. Kawa Baucap (Sanggup Bicara), Kawa Manggawi (Sanggup Mengerjakan) dan Kawa Manyandang (Sanggup Bertanggung Jawab). Penghormatan kepada Pertamina sendiri adanya konstruksi menara pengeboran minyak di bagian tengahnya.

Perancang bangunan tersebut adalah Yusni Antemas. Ia adalah seorang wartawan, sastrawan dan sejarahwan yang sangat terkenal di Banua. Sedangkan pembuatnya terjadi pada masa Bupati Dandung Suchrowardi, tahun 1984.

Mereka pun menetapkan posisi monumen yang juga sebut Tugu Obor Mabuun itu di tengah persimpangan jalan penghubung tiga provinsi. Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur. Tepatnya di Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Atas jasa merekalah, Monumen Tanjung Puri menjadi lambang daerah. Setidaknya itulah yang disandang di setiap lengan kiri di seragam jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabalong. Selain juga bendera daerah dan benda penting lainnya.

Waktu telah berlalu. Lambat laun Pertamina sendiri semakin kesulitan cadangan gas bumi, karena cadangan menipis. Maklum, gas bumi tidak bisa didaur ulang. Ditambah, keberadaan benda itu pun hanya menjadi ikutan dari pencarian produksi perusahaan di Kelurahan Murung Pudak, Kecamatan Murung Pudak.

Masalahnya juga lantaran sumur-sumur yang mereka lubangi sudah tua. Untuk mengeluarkan minyak saja, dibutuhkan bantuan air yang disemprotkan ke dalam lubang. Berbeda dengan sebelumnya, ketika gas bumi masih ada, aliran minyak keluar terdorong tekanan gas.

Belum lagi, sekarang sumur-sumur minyak mereka juga sedang mengalami tumpang tindih lahan dengan pertambangan batubara. Sesuai aturan yang ada dan telah disepakati, mereka pun harus mengalah dan terpaksa menutup sumur tersebut. Dampaknya, stok gas di sana tidak bisa diambil.

Dampak kondisi adalah membuat nyala api ikon tidak stabil. Sesekali waktu dipadamkan, karena gas tidak mendapat suplai bahan bakar dari sumur tua Pertamina. Tidak sebentar, pernah mencapai lebih satu bulan lamanya.

Manager PT Pertamina Field Tanjung, Erwan Zuhri menjelaskan, masalah gas yang menipis juga berdampak pada sistem penyuplaian bahan bakar dari alam itu. Sebelumnya disuplai ke power plan atau alat pembangkit listrik penggerak mesin bor minyak, kini dialihkan ke satu jalur saja. Yaitu, ke monumen saja. “Saya akan terus menghidupkan api obor, meski apinya kaya lilin saja. Saya akan pertahankan ikon Tabalong,” kata Erwan Zuhri.

Sedangkan nasib power plan diubah konsumsi bahan bakarnya menggunakan solar. Walaupun sistem tersebut harus memakan biaya tinggi dan jarak yang cukup jauh, karena dibeli dari Bontang, Kalimantan Timur. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:04

Ini Dia Sosok Penjahit Pakaian Adat Presiden Jokowi di Hari Kemerdekaan

Warga Banua bangga ketika menyaksikan Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas Banjar dan tenun…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:35

Wow, Di Banjarbaru Ada Konter Puisi, Pertama di Indonesia Loh!

Biasanya konter identik dengan handphone atau permak levis. Di Banjarbaru, ada sebuah konter yang baru…

Selasa, 15 Agustus 2017 16:40

Kisah Anak-Anak Darussalam Menyiasati Pengeluaran Uang Kiriman

Menjadi anak kos yang jauh dari orangtua, tentu harus bisa mengatur uang sebaik mungkin agar jatah bulanan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21

Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan

Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus.…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .