MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 24 Januari 2017 14:07
Sulitnya Pertamina Pertahankan Monumen Tanjung Puri

Tetap Pertahankan Obor Meski hanya Seperti Lilin

PADAM - Monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor Mabuun saat padam.

PROKAL.CO, Pertamina Tanjung Field di Kabupaten Tabalong semakin kesulitan menemukan gas bumi, karena cadangan semakin menipis. Satu sisi mereka diminta mempertahankan ikon kebanggaan daerah setempat, berupa api obor tak kunjung padam berbahan bakar gas tersebut.

IBNU DWI WAHYUDI, Tanjung

Pertamina Tanjung Field sudah berdiri sejak lama sekali di Kabupaten Tabalong. Mereka hadir sebagai penambang minyak bumi dengan mengebor perut bumi. Sejalan pencarian sumber daya alam tersebut, diperoleh gas bumi yang cukup lumayan.

Membanggakan daerah. Begitulah penilaian yang disematkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut saat jaya-jayanya. Keberadaannya menjadi penopang perekonomian, dan menyebabkan nama daerah terkenal di kancah dunia luar.

Hal itu pun diabadikan dalam bentuk monumen yang disebut Tanjung Puri. Bentuk obor layaknya Tugu Monas di Jakarta, dengan jilatan api asli menjadi bagian utamanya. Dan ditetapkan menjadi api semangat warga Tabalong yang tak kunjung padam. Api disuplai langsung dari sumur bor minyak bumi Pertamina.

Informasinya, setiap konstruksi bangunan monumen memiliki serangkaian makna. Bagian dasar berbentuk mangkuk atau wadah melambangkan kesejahteraan dan kecukupan hidup. Puncak tugu terdapat kelopak bunga melati yang diartikan bunga wangi dan senantiasa melengkapi berbagai kegiatan masyarakat Tabalong yang mayoritas Suku Banjar.

Pada bagian bawahnya terdapat tulisan Banua Saraba Kawa yang masing-masing kata juga bermakna berbeda. Kawa Baucap (Sanggup Bicara), Kawa Manggawi (Sanggup Mengerjakan) dan Kawa Manyandang (Sanggup Bertanggung Jawab). Penghormatan kepada Pertamina sendiri adanya konstruksi menara pengeboran minyak di bagian tengahnya.

Perancang bangunan tersebut adalah Yusni Antemas. Ia adalah seorang wartawan, sastrawan dan sejarahwan yang sangat terkenal di Banua. Sedangkan pembuatnya terjadi pada masa Bupati Dandung Suchrowardi, tahun 1984.

Mereka pun menetapkan posisi monumen yang juga sebut Tugu Obor Mabuun itu di tengah persimpangan jalan penghubung tiga provinsi. Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur. Tepatnya di Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Atas jasa merekalah, Monumen Tanjung Puri menjadi lambang daerah. Setidaknya itulah yang disandang di setiap lengan kiri di seragam jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabalong. Selain juga bendera daerah dan benda penting lainnya.

Waktu telah berlalu. Lambat laun Pertamina sendiri semakin kesulitan cadangan gas bumi, karena cadangan menipis. Maklum, gas bumi tidak bisa didaur ulang. Ditambah, keberadaan benda itu pun hanya menjadi ikutan dari pencarian produksi perusahaan di Kelurahan Murung Pudak, Kecamatan Murung Pudak.

Masalahnya juga lantaran sumur-sumur yang mereka lubangi sudah tua. Untuk mengeluarkan minyak saja, dibutuhkan bantuan air yang disemprotkan ke dalam lubang. Berbeda dengan sebelumnya, ketika gas bumi masih ada, aliran minyak keluar terdorong tekanan gas.

Belum lagi, sekarang sumur-sumur minyak mereka juga sedang mengalami tumpang tindih lahan dengan pertambangan batubara. Sesuai aturan yang ada dan telah disepakati, mereka pun harus mengalah dan terpaksa menutup sumur tersebut. Dampaknya, stok gas di sana tidak bisa diambil.

Dampak kondisi adalah membuat nyala api ikon tidak stabil. Sesekali waktu dipadamkan, karena gas tidak mendapat suplai bahan bakar dari sumur tua Pertamina. Tidak sebentar, pernah mencapai lebih satu bulan lamanya.

Manager PT Pertamina Field Tanjung, Erwan Zuhri menjelaskan, masalah gas yang menipis juga berdampak pada sistem penyuplaian bahan bakar dari alam itu. Sebelumnya disuplai ke power plan atau alat pembangkit listrik penggerak mesin bor minyak, kini dialihkan ke satu jalur saja. Yaitu, ke monumen saja. “Saya akan terus menghidupkan api obor, meski apinya kaya lilin saja. Saya akan pertahankan ikon Tabalong,” kata Erwan Zuhri.

Sedangkan nasib power plan diubah konsumsi bahan bakarnya menggunakan solar. Walaupun sistem tersebut harus memakan biaya tinggi dan jarak yang cukup jauh, karena dibeli dari Bontang, Kalimantan Timur. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .