MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 24 Januari 2017 14:07
Sulitnya Pertamina Pertahankan Monumen Tanjung Puri

Tetap Pertahankan Obor Meski hanya Seperti Lilin

PADAM - Monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor Mabuun saat padam.

PROKAL.CO, Pertamina Tanjung Field di Kabupaten Tabalong semakin kesulitan menemukan gas bumi, karena cadangan semakin menipis. Satu sisi mereka diminta mempertahankan ikon kebanggaan daerah setempat, berupa api obor tak kunjung padam berbahan bakar gas tersebut.

IBNU DWI WAHYUDI, Tanjung

Pertamina Tanjung Field sudah berdiri sejak lama sekali di Kabupaten Tabalong. Mereka hadir sebagai penambang minyak bumi dengan mengebor perut bumi. Sejalan pencarian sumber daya alam tersebut, diperoleh gas bumi yang cukup lumayan.

Membanggakan daerah. Begitulah penilaian yang disematkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut saat jaya-jayanya. Keberadaannya menjadi penopang perekonomian, dan menyebabkan nama daerah terkenal di kancah dunia luar.

Hal itu pun diabadikan dalam bentuk monumen yang disebut Tanjung Puri. Bentuk obor layaknya Tugu Monas di Jakarta, dengan jilatan api asli menjadi bagian utamanya. Dan ditetapkan menjadi api semangat warga Tabalong yang tak kunjung padam. Api disuplai langsung dari sumur bor minyak bumi Pertamina.

Informasinya, setiap konstruksi bangunan monumen memiliki serangkaian makna. Bagian dasar berbentuk mangkuk atau wadah melambangkan kesejahteraan dan kecukupan hidup. Puncak tugu terdapat kelopak bunga melati yang diartikan bunga wangi dan senantiasa melengkapi berbagai kegiatan masyarakat Tabalong yang mayoritas Suku Banjar.

Pada bagian bawahnya terdapat tulisan Banua Saraba Kawa yang masing-masing kata juga bermakna berbeda. Kawa Baucap (Sanggup Bicara), Kawa Manggawi (Sanggup Mengerjakan) dan Kawa Manyandang (Sanggup Bertanggung Jawab). Penghormatan kepada Pertamina sendiri adanya konstruksi menara pengeboran minyak di bagian tengahnya.

Perancang bangunan tersebut adalah Yusni Antemas. Ia adalah seorang wartawan, sastrawan dan sejarahwan yang sangat terkenal di Banua. Sedangkan pembuatnya terjadi pada masa Bupati Dandung Suchrowardi, tahun 1984.

Mereka pun menetapkan posisi monumen yang juga sebut Tugu Obor Mabuun itu di tengah persimpangan jalan penghubung tiga provinsi. Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur. Tepatnya di Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Atas jasa merekalah, Monumen Tanjung Puri menjadi lambang daerah. Setidaknya itulah yang disandang di setiap lengan kiri di seragam jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabalong. Selain juga bendera daerah dan benda penting lainnya.

Waktu telah berlalu. Lambat laun Pertamina sendiri semakin kesulitan cadangan gas bumi, karena cadangan menipis. Maklum, gas bumi tidak bisa didaur ulang. Ditambah, keberadaan benda itu pun hanya menjadi ikutan dari pencarian produksi perusahaan di Kelurahan Murung Pudak, Kecamatan Murung Pudak.

Masalahnya juga lantaran sumur-sumur yang mereka lubangi sudah tua. Untuk mengeluarkan minyak saja, dibutuhkan bantuan air yang disemprotkan ke dalam lubang. Berbeda dengan sebelumnya, ketika gas bumi masih ada, aliran minyak keluar terdorong tekanan gas.

Belum lagi, sekarang sumur-sumur minyak mereka juga sedang mengalami tumpang tindih lahan dengan pertambangan batubara. Sesuai aturan yang ada dan telah disepakati, mereka pun harus mengalah dan terpaksa menutup sumur tersebut. Dampaknya, stok gas di sana tidak bisa diambil.

Dampak kondisi adalah membuat nyala api ikon tidak stabil. Sesekali waktu dipadamkan, karena gas tidak mendapat suplai bahan bakar dari sumur tua Pertamina. Tidak sebentar, pernah mencapai lebih satu bulan lamanya.

Manager PT Pertamina Field Tanjung, Erwan Zuhri menjelaskan, masalah gas yang menipis juga berdampak pada sistem penyuplaian bahan bakar dari alam itu. Sebelumnya disuplai ke power plan atau alat pembangkit listrik penggerak mesin bor minyak, kini dialihkan ke satu jalur saja. Yaitu, ke monumen saja. “Saya akan terus menghidupkan api obor, meski apinya kaya lilin saja. Saya akan pertahankan ikon Tabalong,” kata Erwan Zuhri.

Sedangkan nasib power plan diubah konsumsi bahan bakarnya menggunakan solar. Walaupun sistem tersebut harus memakan biaya tinggi dan jarak yang cukup jauh, karena dibeli dari Bontang, Kalimantan Timur. (yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:10

Kisah Bengkel Asal Banua Anyar yang Mereplika Supercar

Lamborghini Aventador dibandrol Rp11,8 miliar. Agus Cahyo mereplikasi supercar itu hanya dengan Rp350…

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .