MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 24 Januari 2017 14:07
Sulitnya Pertamina Pertahankan Monumen Tanjung Puri

Tetap Pertahankan Obor Meski hanya Seperti Lilin

PADAM - Monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor Mabuun saat padam.

PROKAL.CO, Pertamina Tanjung Field di Kabupaten Tabalong semakin kesulitan menemukan gas bumi, karena cadangan semakin menipis. Satu sisi mereka diminta mempertahankan ikon kebanggaan daerah setempat, berupa api obor tak kunjung padam berbahan bakar gas tersebut.

IBNU DWI WAHYUDI, Tanjung

Pertamina Tanjung Field sudah berdiri sejak lama sekali di Kabupaten Tabalong. Mereka hadir sebagai penambang minyak bumi dengan mengebor perut bumi. Sejalan pencarian sumber daya alam tersebut, diperoleh gas bumi yang cukup lumayan.

Membanggakan daerah. Begitulah penilaian yang disematkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut saat jaya-jayanya. Keberadaannya menjadi penopang perekonomian, dan menyebabkan nama daerah terkenal di kancah dunia luar.

Hal itu pun diabadikan dalam bentuk monumen yang disebut Tanjung Puri. Bentuk obor layaknya Tugu Monas di Jakarta, dengan jilatan api asli menjadi bagian utamanya. Dan ditetapkan menjadi api semangat warga Tabalong yang tak kunjung padam. Api disuplai langsung dari sumur bor minyak bumi Pertamina.

Informasinya, setiap konstruksi bangunan monumen memiliki serangkaian makna. Bagian dasar berbentuk mangkuk atau wadah melambangkan kesejahteraan dan kecukupan hidup. Puncak tugu terdapat kelopak bunga melati yang diartikan bunga wangi dan senantiasa melengkapi berbagai kegiatan masyarakat Tabalong yang mayoritas Suku Banjar.

Pada bagian bawahnya terdapat tulisan Banua Saraba Kawa yang masing-masing kata juga bermakna berbeda. Kawa Baucap (Sanggup Bicara), Kawa Manggawi (Sanggup Mengerjakan) dan Kawa Manyandang (Sanggup Bertanggung Jawab). Penghormatan kepada Pertamina sendiri adanya konstruksi menara pengeboran minyak di bagian tengahnya.

Perancang bangunan tersebut adalah Yusni Antemas. Ia adalah seorang wartawan, sastrawan dan sejarahwan yang sangat terkenal di Banua. Sedangkan pembuatnya terjadi pada masa Bupati Dandung Suchrowardi, tahun 1984.

Mereka pun menetapkan posisi monumen yang juga sebut Tugu Obor Mabuun itu di tengah persimpangan jalan penghubung tiga provinsi. Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur. Tepatnya di Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Atas jasa merekalah, Monumen Tanjung Puri menjadi lambang daerah. Setidaknya itulah yang disandang di setiap lengan kiri di seragam jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabalong. Selain juga bendera daerah dan benda penting lainnya.

Waktu telah berlalu. Lambat laun Pertamina sendiri semakin kesulitan cadangan gas bumi, karena cadangan menipis. Maklum, gas bumi tidak bisa didaur ulang. Ditambah, keberadaan benda itu pun hanya menjadi ikutan dari pencarian produksi perusahaan di Kelurahan Murung Pudak, Kecamatan Murung Pudak.

Masalahnya juga lantaran sumur-sumur yang mereka lubangi sudah tua. Untuk mengeluarkan minyak saja, dibutuhkan bantuan air yang disemprotkan ke dalam lubang. Berbeda dengan sebelumnya, ketika gas bumi masih ada, aliran minyak keluar terdorong tekanan gas.

Belum lagi, sekarang sumur-sumur minyak mereka juga sedang mengalami tumpang tindih lahan dengan pertambangan batubara. Sesuai aturan yang ada dan telah disepakati, mereka pun harus mengalah dan terpaksa menutup sumur tersebut. Dampaknya, stok gas di sana tidak bisa diambil.

Dampak kondisi adalah membuat nyala api ikon tidak stabil. Sesekali waktu dipadamkan, karena gas tidak mendapat suplai bahan bakar dari sumur tua Pertamina. Tidak sebentar, pernah mencapai lebih satu bulan lamanya.

Manager PT Pertamina Field Tanjung, Erwan Zuhri menjelaskan, masalah gas yang menipis juga berdampak pada sistem penyuplaian bahan bakar dari alam itu. Sebelumnya disuplai ke power plan atau alat pembangkit listrik penggerak mesin bor minyak, kini dialihkan ke satu jalur saja. Yaitu, ke monumen saja. “Saya akan terus menghidupkan api obor, meski apinya kaya lilin saja. Saya akan pertahankan ikon Tabalong,” kata Erwan Zuhri.

Sedangkan nasib power plan diubah konsumsi bahan bakarnya menggunakan solar. Walaupun sistem tersebut harus memakan biaya tinggi dan jarak yang cukup jauh, karena dibeli dari Bontang, Kalimantan Timur. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…

Kamis, 12 April 2018 14:45

Mantan Gubernur Kalsel Terpesona Keindahan Desa Kiram

MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, HM Said, terpesona ketika berkunjung ke Desa Kiram, Kecamatan Karang…

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .