MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 28 Januari 2017 20:21
Ketika Warga Tionghoa Banjarmasin Diserbu Barongsai

Anggaran Khusus Angpau, Warga Sekitar Senang

TRADISI - Barongsai berkeliling Kota Banjarmasin menyinggahi rumah dan toko milik warga Tionghoa untuk memeriahkan Imlek, tahun lalu. Foto dokumen : Fauzan Ridhani/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Perayaan tahun baru Cina alias Imlek disambut dengan penuh suka cita oleh para warga Tionghoa di Banjarmasin. Bahkan anggaran khusus juga disiapkan. Sewaktu-waktu Barongsai menyambangi tiap rumah dan toko milik warga Tionghoa.

-----------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-----------------------------------------

Aneka dekorasi khas Imlek terpajang di depan rumah atau toko milik warga Tionghoa di Banjarmasin. Dominan berwarna merah menyala. Mulai dari lampion, ukiran, pita, bunga, dan lainnya.

Abraham, salah satu warga Tionghoa yang bermukim di kawasan Jalan Veteran Banjarmasin tak menampik aktivitasnya sedikit bertambah ketika menjelang dan setelah Imlek.

Ini merupakan rutinitas tahunan bagi bapak empat anak tersebut. Mulai dari mendekorasi rumah, mempersiapkan aneka hidangan, hingga mempersiapkan anggaran khusus berupa pecahan uang mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu selama Imlek. Uang tersebut lantas dimasukkan ke dalam angpau, alias amplop khas Tionghoa berwarna merah.

“Kalau setiap Imlek, saya biasa sediakan uang pecahan hingga Rp 1 juta. Nanti banyak barongsai lewat, saya kasih dua angpau per satu tim barongsai yang mampir ke rumah,” ujarnya.

Abraham tidak terganggu dengan mampirnya rombongan barongsai tersebut. Baginya, kehadiran barongsai ke depan rumah layaknya hiburan yang tak bisa dipisahkan setiap kali Imlek datang. “Lagipula sekadar kasih angpau saja kok, anak-anak yang melihat juga senang. Adanya barongsai cuma setahun sekali, ya ketika Imlek ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Abraham berkeyakinan dengan memberikan angpau kepada Barongsai maka bisnisnya akan semakin lancar. “Barongsai itu bagi warga Tionghoa merupakan lambang keberuntungan dan kemakmuran. Kalau datang jangan diusir, harus disambut dan diberi angpau ala kadarnya,” ujarnya.

Setiap momen Imlek, dalam sehari di depan rumahnya bisa disambangi barongsai hingga puluhan kali. Mulai pagi hingga menjelang malam, tak putus-putus tim barongsai berdatangan. “Itulah menariknya Imlek, pasti selalu meriah dan ramai. Mereka tidak hanya menghibur yang punya rumah, juga menghibur warga sekitar,” sambung pria yang juga pedagang kelontongan ini.

Cintya, warga Tionghoa yang bermukim di kawasan Pal 1 Banjarmasin, juga mengaku senang kedatangan barongsai. “Justru saya dan keluarga senang, apalagi ini cuma momen sekali setahun. Jadi, tidak masalah kalau saya kasih angpau buat mereka,” ujar pemilik toko swalayan tersebut.

Cintya tak menganggarkan dana khusus untuk menyambut tim barongsai yang mampir ke depan tokonya. “Pokoknya asal kasih saja. Biasanya, saya kumpulkan stok pecahan Rp20 ribuan dan saya bungkus dalam angpau. Jadi, kalau ada tim barongsai yang mampir, saya tinggal kasihkan saja angpaunya,” tuturnya.

Fendy yang ikut rombongan barongsai keliling di Banjarmasin mengaku senang dengan momen Imlek. “Kami hanya mempertahankan tradisi, ketika Imlek mengunjungi warga Tionghoa dan menghibur mereka dengan tarian barongsai. Jadi, tujuan kami bukan cari angpau, namun menyambung silaturahmi,” tegasnya.

Kalaupun ada yang memberi angpau, tentu diterima. “Karena itu rezeki,” ujarnya.
Berapa jumlah angpau yang pernah dikumpulkan dari hasil kunjungan dari rumah dan toko itu? Fendy mengaku tak pasti. Kalau sedang mujur, bisa dapat hingga Rp 500 ribu sehari.

Uangnya digunakan untuk makan-makan. “Kalaupun ada sisa uang, kami bagi-bagi dengan tim yang berjumlah hingga 15 orang,” ujarnya pria yang sudah lima tahun membentuk tim barongsai itu.

Anggota tim barongsai yang dibentuknya memang didominasi oleh warga Tionghoa berusia remaja. Namun, ada juga beberapa yang merupakan warga lokal. “Mereka tetap bagian dalam tim, walaupun tugasnya tidak menjadi pemain barongsai atau penabuh tambur,” tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Senin, 04 Desember 2017 15:30

Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan.…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.…

Selasa, 28 November 2017 15:00

Melihat dari Dekat Kehidupan Padang Rawa di Paminggir

Selusin remaja Paminggir pergi kuliah. Aksi itu menyentak padang rawa Paminggir yang damai. Mereka coba…

Selasa, 28 November 2017 14:35

Pangeran Hidayatullah, Sultan Banjar yang Diasingkan Belanda

Kalimat pembuka undangan haul ke-133 wafatnya Pangeran Hidayatullah berbunyi “Tertipu dan tertawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .