MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 28 Januari 2017 20:21
Ketika Warga Tionghoa Banjarmasin Diserbu Barongsai

Anggaran Khusus Angpau, Warga Sekitar Senang

TRADISI - Barongsai berkeliling Kota Banjarmasin menyinggahi rumah dan toko milik warga Tionghoa untuk memeriahkan Imlek, tahun lalu. Foto dokumen : Fauzan Ridhani/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Perayaan tahun baru Cina alias Imlek disambut dengan penuh suka cita oleh para warga Tionghoa di Banjarmasin. Bahkan anggaran khusus juga disiapkan. Sewaktu-waktu Barongsai menyambangi tiap rumah dan toko milik warga Tionghoa.

-----------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-----------------------------------------

Aneka dekorasi khas Imlek terpajang di depan rumah atau toko milik warga Tionghoa di Banjarmasin. Dominan berwarna merah menyala. Mulai dari lampion, ukiran, pita, bunga, dan lainnya.

Abraham, salah satu warga Tionghoa yang bermukim di kawasan Jalan Veteran Banjarmasin tak menampik aktivitasnya sedikit bertambah ketika menjelang dan setelah Imlek.

Ini merupakan rutinitas tahunan bagi bapak empat anak tersebut. Mulai dari mendekorasi rumah, mempersiapkan aneka hidangan, hingga mempersiapkan anggaran khusus berupa pecahan uang mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu selama Imlek. Uang tersebut lantas dimasukkan ke dalam angpau, alias amplop khas Tionghoa berwarna merah.

“Kalau setiap Imlek, saya biasa sediakan uang pecahan hingga Rp 1 juta. Nanti banyak barongsai lewat, saya kasih dua angpau per satu tim barongsai yang mampir ke rumah,” ujarnya.

Abraham tidak terganggu dengan mampirnya rombongan barongsai tersebut. Baginya, kehadiran barongsai ke depan rumah layaknya hiburan yang tak bisa dipisahkan setiap kali Imlek datang. “Lagipula sekadar kasih angpau saja kok, anak-anak yang melihat juga senang. Adanya barongsai cuma setahun sekali, ya ketika Imlek ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Abraham berkeyakinan dengan memberikan angpau kepada Barongsai maka bisnisnya akan semakin lancar. “Barongsai itu bagi warga Tionghoa merupakan lambang keberuntungan dan kemakmuran. Kalau datang jangan diusir, harus disambut dan diberi angpau ala kadarnya,” ujarnya.

Setiap momen Imlek, dalam sehari di depan rumahnya bisa disambangi barongsai hingga puluhan kali. Mulai pagi hingga menjelang malam, tak putus-putus tim barongsai berdatangan. “Itulah menariknya Imlek, pasti selalu meriah dan ramai. Mereka tidak hanya menghibur yang punya rumah, juga menghibur warga sekitar,” sambung pria yang juga pedagang kelontongan ini.

Cintya, warga Tionghoa yang bermukim di kawasan Pal 1 Banjarmasin, juga mengaku senang kedatangan barongsai. “Justru saya dan keluarga senang, apalagi ini cuma momen sekali setahun. Jadi, tidak masalah kalau saya kasih angpau buat mereka,” ujar pemilik toko swalayan tersebut.

Cintya tak menganggarkan dana khusus untuk menyambut tim barongsai yang mampir ke depan tokonya. “Pokoknya asal kasih saja. Biasanya, saya kumpulkan stok pecahan Rp20 ribuan dan saya bungkus dalam angpau. Jadi, kalau ada tim barongsai yang mampir, saya tinggal kasihkan saja angpaunya,” tuturnya.

Fendy yang ikut rombongan barongsai keliling di Banjarmasin mengaku senang dengan momen Imlek. “Kami hanya mempertahankan tradisi, ketika Imlek mengunjungi warga Tionghoa dan menghibur mereka dengan tarian barongsai. Jadi, tujuan kami bukan cari angpau, namun menyambung silaturahmi,” tegasnya.

Kalaupun ada yang memberi angpau, tentu diterima. “Karena itu rezeki,” ujarnya.
Berapa jumlah angpau yang pernah dikumpulkan dari hasil kunjungan dari rumah dan toko itu? Fendy mengaku tak pasti. Kalau sedang mujur, bisa dapat hingga Rp 500 ribu sehari.

Uangnya digunakan untuk makan-makan. “Kalaupun ada sisa uang, kami bagi-bagi dengan tim yang berjumlah hingga 15 orang,” ujarnya pria yang sudah lima tahun membentuk tim barongsai itu.

Anggota tim barongsai yang dibentuknya memang didominasi oleh warga Tionghoa berusia remaja. Namun, ada juga beberapa yang merupakan warga lokal. “Mereka tetap bagian dalam tim, walaupun tugasnya tidak menjadi pemain barongsai atau penabuh tambur,” tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .