MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 30 Januari 2017 17:26
Pemkot Banjarmasin Tambah Lagi Satu Rumah Budaya
RUMAH BANJAR PALIMBANGAN: Bangunan bernilai budaya ini berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean Banjarmasin. FOTO: M Oscar Fraby.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Dua bangunan bernilai budaya berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean, tepatnya di pinggir Sungai Martapura Banjarmasin. Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dalam melestarikan dan mempertahankan bentuk keaslian rumah terus dilakukan.

Tak tanggung-tanggung, untuk tetap menjaga keaslian, Pemkot Banjarmasin tak sedikit menyuntikkan anggaran untuk pelestarian bangunan bernilai budaya tersebut. Khusus Rumah Anno, tiap bulan, Pemkot mengeluarkan uang sekitar Rp4 juta. Pengeluaran tersebut meliputi untuk pembayaran listrik, air hingga perawatan lain.

Jika rumah Anno sudah mulai dioperasikan sejak setahun lalu. Rumah Banjar Hijau yang berada persis di sampingnya tahun ini direncanakan akan dioperasionalkan pula. Pemkot Banjarmasin, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Khuzaimi menyebutkan, pelestarian rumah bernilai budaya ini merupakan upaya untuk menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota pusaka.

Bahkan, Kota Banjarmasin akan menambah kepemilikan satu bangunan bernilai budaya kembali. Yakni satu bangunan rumah Banjar dengan jenis Palimbangan. Yang menarik rumah Banjar jenis Palimbagan yang ditemukan Pemkot Banjarmasin ini, berada persis di pinggir Sungai Martapura. Bahkan posisinya menghadap ke sungai. Tepatnya di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan.

Khuzaimi menuturkan, posisi rumah Palimbangan ini sangat strategis. Apalagi, di area tersebut nantinya akan dihiasi siring Sungai Martapura yang saat ini dilakukan lanjutan pekerjaan. Apalagi, posisinya berseberangan sungai dengan Balai Kota Banjarmasin. “Kami terus menginventarisasi rumah-rumah Banjar yang ada di Banjarmasin, dan yang terbaru, pemiliknya mau menjual kepada Pemkot,” terang Khuzai.

Radar Banjarmasin secara khusus mendatangi ke rumah ini kemarin, memang kondisi rumah sudah banyak yang mengalami lapuk karena dimakan usia. Namun, arsitektur bangunan masih terjaga dan tetap terlihat keasliannya.

Menurut anak sang empunya rumah, Syarifuddin Noor, rumah ini adalah milik orangtuanya yang sudah wafat beberapa tahun lalu. Dia bercerita, rumah ini dibeli oleh orangtuanya dari saudagar Tionghoa yang memiliki usaha perdagangan pada tahun 1953 silam. “Ayah saya juga seorang pedagang. Rumah ini dijual pemilik asal karena adanya ikatan emosional antara pemilik terdahulu dengan ayah saya,” terangnya.

Dikisahkannya, sebelum dibeli dari pemilik asal atas nama Toke Sehat, ayah Syarifuddin Noor, H Basiruddin yang asli Kalimantan Tengah melakukan perjalanan sungai dengan membawa dagangan ke Banjarmasin. Di tengah perjalanan, dia menemukan kapal pedagang yang penumpangnya sudah tak bernyawa. Kala itu cerita Syafruddin, gerombolan marak di sungai. Disinyalir, penumpang kapal tersebut dibunuh oleh para gerombolan.

Nah, karena tak ada yang berani menolong, H Basruddin pun memberanikan diri untuk menolong dan membawa mayat beserta kapal tersebut ke Banjarmasin. Ketika itu terang Syarifuddin, saudagar asal Banjarmasin tak banyak, dan sangat mudah dikenali kapal niaganya.

“Ayah saya memberanikan diri menolong ketika itu, dan dibawalah ke Banjarmasin. Setelah dicari kemana-mana ternyata korban adalah, anak dari pemilik rumah ini,” cerita Syafruddin panjang lebar.

Nah, jual beli rumah dengan ornamen Banjar ini terjadi diawali ketika, sang pemilik rumah, Toke Sehat pindah ke pulau Jawa. Karena teringat jasa yang dilakukan oleh H Basruddin, rumah pun dijual kepada yang bersangkutan dengan harga kekeluargaan.

Syafruddin mengungkapkan, Almarhum beramanah, rumah ini jangan sampai dijual. Namun, ketika akhir tahun 2016 tadi Pemkot Banjarmasin berencana membeli dengan tujuan untuk melestarikan rumah Banjar yang memiliki nilai budaya, akhirnya dengan kesepakatan pihak keluarga, akhirnya dijual.

“Kami sebelumnya tak ingin menjual. Namun, karena ini untuk kepentingan pelestarian budaya, kami setuju saja, asalkan rumah ini tetap berdiri dengan dilengkapi berbagai kultur budaya Banjar,” ujar Syafruddin.

Meski demikian, Syafruddin yang masih memiliki rumah di samping bangunan rumah Banjar ini menginginkan, dirinya tetap dilibatkan dalam merawat dan menjaga, meskipun sudah sepenuhnya dibeli oleh Pemkot. “Yang tahu sejarahnya ‘kan saya, saya berharap masih dilibatkan dalam perawatan,” tandasnya.

Meski sejak tahun 1953 silam mendiami rumah tersebut. Namun, Syafruddin tak mengetahui tahun berapa rumah ini mulai dibangun. Memang, jika dibandingkan dengan rumah-rumah Banjar lain, biasanya ada tahun pembuatan di posisi atas depan rumah. Rumah Banjar dengan jenis Palimbangan ini malah tak tertera. “Rumah ini sudah pernah saya cat ulang. Saya pun lupa, apakah ketika itu ada tahun pembuatan rumah, seingat saya tak pernah tertera,” tandasnya. (mof/yn/ram)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 14:05

Melihat Kesungguhan Pemprov Membangun Landmark Km 0: Belum Apa-apa, Sudah Begini...

Membangun tugu 0 Km dengan desain megah dipastikan memakan anggaran tak sedikit. Karena itu, pemerintah…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57

Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000

BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:21

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Semakin Dikenal Masyarakat Luar

BANJARMASIN – Kepercayaan suku Banjar terhadap makna di balik warna kain ini merupakan keberlanjutan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:24

Kapolda Kalsel Bakal Beri Hadiah Pengunggah Video Polisi Pungli

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana akan memberikan reward dan penghargaan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:17

Izin Tambang Pulau Laut Batal Demi Hukum

KOTABARU – Kisruh perizinan tambang di Pulau Laut memantik reaksi hingga ke ibukota. Guru Besar…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:11

Pemerintah Didesak Bentuk Tim, Selidiki Ambruknya Jembatan

MARABAHAN –  Ambruknya jembatan Mandastana-Tanipah menimbulkan pelbagai spekulasi. Berhembus…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:07

Bangga, Santri Darul Hijrah Jadi Paskibraka Istana

MARTAPURA - Seorang santri Darul Hijrah mendapat kehormatan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka…

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:01

Satpol PP Banjarbaru Razia PKL Lagi, Disini Sasarannya

BANJARBARU - Satpol PP Banjarbaru kembali merazia pedagang kaki lima (PKL). Kali ini razia digelar malam…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:50

Anggaran Cekak, Premi BPJS untuk Honorer Ditunda

BANJARBARU - Pegawai honor pemko masih harus bersabar. Rencana menanggung premi asuransi ketenagakerjaan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:28

Gelar Syukuran HUT Kemerdekaan RI

BATULICIN - Kapolsek Sungai Loban Iptu H Tony Haryono SE bersama Satgas Baintelkam Polri memprakarsai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .