MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 30 Januari 2017 17:26
Pemkot Banjarmasin Tambah Lagi Satu Rumah Budaya
RUMAH BANJAR PALIMBANGAN: Bangunan bernilai budaya ini berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean Banjarmasin. FOTO: M Oscar Fraby.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Dua bangunan bernilai budaya berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean, tepatnya di pinggir Sungai Martapura Banjarmasin. Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dalam melestarikan dan mempertahankan bentuk keaslian rumah terus dilakukan.

Tak tanggung-tanggung, untuk tetap menjaga keaslian, Pemkot Banjarmasin tak sedikit menyuntikkan anggaran untuk pelestarian bangunan bernilai budaya tersebut. Khusus Rumah Anno, tiap bulan, Pemkot mengeluarkan uang sekitar Rp4 juta. Pengeluaran tersebut meliputi untuk pembayaran listrik, air hingga perawatan lain.

Jika rumah Anno sudah mulai dioperasikan sejak setahun lalu. Rumah Banjar Hijau yang berada persis di sampingnya tahun ini direncanakan akan dioperasionalkan pula. Pemkot Banjarmasin, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Khuzaimi menyebutkan, pelestarian rumah bernilai budaya ini merupakan upaya untuk menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota pusaka.

Bahkan, Kota Banjarmasin akan menambah kepemilikan satu bangunan bernilai budaya kembali. Yakni satu bangunan rumah Banjar dengan jenis Palimbangan. Yang menarik rumah Banjar jenis Palimbagan yang ditemukan Pemkot Banjarmasin ini, berada persis di pinggir Sungai Martapura. Bahkan posisinya menghadap ke sungai. Tepatnya di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan.

Khuzaimi menuturkan, posisi rumah Palimbangan ini sangat strategis. Apalagi, di area tersebut nantinya akan dihiasi siring Sungai Martapura yang saat ini dilakukan lanjutan pekerjaan. Apalagi, posisinya berseberangan sungai dengan Balai Kota Banjarmasin. “Kami terus menginventarisasi rumah-rumah Banjar yang ada di Banjarmasin, dan yang terbaru, pemiliknya mau menjual kepada Pemkot,” terang Khuzai.

Radar Banjarmasin secara khusus mendatangi ke rumah ini kemarin, memang kondisi rumah sudah banyak yang mengalami lapuk karena dimakan usia. Namun, arsitektur bangunan masih terjaga dan tetap terlihat keasliannya.

Menurut anak sang empunya rumah, Syarifuddin Noor, rumah ini adalah milik orangtuanya yang sudah wafat beberapa tahun lalu. Dia bercerita, rumah ini dibeli oleh orangtuanya dari saudagar Tionghoa yang memiliki usaha perdagangan pada tahun 1953 silam. “Ayah saya juga seorang pedagang. Rumah ini dijual pemilik asal karena adanya ikatan emosional antara pemilik terdahulu dengan ayah saya,” terangnya.

Dikisahkannya, sebelum dibeli dari pemilik asal atas nama Toke Sehat, ayah Syarifuddin Noor, H Basiruddin yang asli Kalimantan Tengah melakukan perjalanan sungai dengan membawa dagangan ke Banjarmasin. Di tengah perjalanan, dia menemukan kapal pedagang yang penumpangnya sudah tak bernyawa. Kala itu cerita Syafruddin, gerombolan marak di sungai. Disinyalir, penumpang kapal tersebut dibunuh oleh para gerombolan.

Nah, karena tak ada yang berani menolong, H Basruddin pun memberanikan diri untuk menolong dan membawa mayat beserta kapal tersebut ke Banjarmasin. Ketika itu terang Syarifuddin, saudagar asal Banjarmasin tak banyak, dan sangat mudah dikenali kapal niaganya.

“Ayah saya memberanikan diri menolong ketika itu, dan dibawalah ke Banjarmasin. Setelah dicari kemana-mana ternyata korban adalah, anak dari pemilik rumah ini,” cerita Syafruddin panjang lebar.

Nah, jual beli rumah dengan ornamen Banjar ini terjadi diawali ketika, sang pemilik rumah, Toke Sehat pindah ke pulau Jawa. Karena teringat jasa yang dilakukan oleh H Basruddin, rumah pun dijual kepada yang bersangkutan dengan harga kekeluargaan.

Syafruddin mengungkapkan, Almarhum beramanah, rumah ini jangan sampai dijual. Namun, ketika akhir tahun 2016 tadi Pemkot Banjarmasin berencana membeli dengan tujuan untuk melestarikan rumah Banjar yang memiliki nilai budaya, akhirnya dengan kesepakatan pihak keluarga, akhirnya dijual.

“Kami sebelumnya tak ingin menjual. Namun, karena ini untuk kepentingan pelestarian budaya, kami setuju saja, asalkan rumah ini tetap berdiri dengan dilengkapi berbagai kultur budaya Banjar,” ujar Syafruddin.

Meski demikian, Syafruddin yang masih memiliki rumah di samping bangunan rumah Banjar ini menginginkan, dirinya tetap dilibatkan dalam merawat dan menjaga, meskipun sudah sepenuhnya dibeli oleh Pemkot. “Yang tahu sejarahnya ‘kan saya, saya berharap masih dilibatkan dalam perawatan,” tandasnya.

Meski sejak tahun 1953 silam mendiami rumah tersebut. Namun, Syafruddin tak mengetahui tahun berapa rumah ini mulai dibangun. Memang, jika dibandingkan dengan rumah-rumah Banjar lain, biasanya ada tahun pembuatan di posisi atas depan rumah. Rumah Banjar dengan jenis Palimbangan ini malah tak tertera. “Rumah ini sudah pernah saya cat ulang. Saya pun lupa, apakah ketika itu ada tahun pembuatan rumah, seingat saya tak pernah tertera,” tandasnya. (mof/yn/ram)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:13

Penyandang Disabilitas Berat Terima Bantuan

BATULICIN - Penyandang disabilitas berat di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian penuh dari pemerintah.…

Kamis, 14 Desember 2017 16:00

Marasnya..!! Pariwisata Kalsel Tak Dilirik Kemenpar

BANJARMASIN – Tak ada pariwisata Kalsel dalam 18 tujuan wisata unggulan 2018 yang dirilis Kementerian…

Kamis, 14 Desember 2017 15:58

Walikota Banjarmasin Membantah Akan Bangun Jembatan Kaca

BANJARMASIN - Jika Anda sudah membayangkan Banjarmasin bakal memiliki jembatan kaca, maka bersiaplah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .