MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 30 Januari 2017 17:26
Pemkot Banjarmasin Tambah Lagi Satu Rumah Budaya
RUMAH BANJAR PALIMBANGAN: Bangunan bernilai budaya ini berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean Banjarmasin. FOTO: M Oscar Fraby.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Dua bangunan bernilai budaya berdiri kokoh di Jalan Piere Tendean, tepatnya di pinggir Sungai Martapura Banjarmasin. Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dalam melestarikan dan mempertahankan bentuk keaslian rumah terus dilakukan.

Tak tanggung-tanggung, untuk tetap menjaga keaslian, Pemkot Banjarmasin tak sedikit menyuntikkan anggaran untuk pelestarian bangunan bernilai budaya tersebut. Khusus Rumah Anno, tiap bulan, Pemkot mengeluarkan uang sekitar Rp4 juta. Pengeluaran tersebut meliputi untuk pembayaran listrik, air hingga perawatan lain.

Jika rumah Anno sudah mulai dioperasikan sejak setahun lalu. Rumah Banjar Hijau yang berada persis di sampingnya tahun ini direncanakan akan dioperasionalkan pula. Pemkot Banjarmasin, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Khuzaimi menyebutkan, pelestarian rumah bernilai budaya ini merupakan upaya untuk menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota pusaka.

Bahkan, Kota Banjarmasin akan menambah kepemilikan satu bangunan bernilai budaya kembali. Yakni satu bangunan rumah Banjar dengan jenis Palimbangan. Yang menarik rumah Banjar jenis Palimbagan yang ditemukan Pemkot Banjarmasin ini, berada persis di pinggir Sungai Martapura. Bahkan posisinya menghadap ke sungai. Tepatnya di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan.

Khuzaimi menuturkan, posisi rumah Palimbangan ini sangat strategis. Apalagi, di area tersebut nantinya akan dihiasi siring Sungai Martapura yang saat ini dilakukan lanjutan pekerjaan. Apalagi, posisinya berseberangan sungai dengan Balai Kota Banjarmasin. “Kami terus menginventarisasi rumah-rumah Banjar yang ada di Banjarmasin, dan yang terbaru, pemiliknya mau menjual kepada Pemkot,” terang Khuzai.

Radar Banjarmasin secara khusus mendatangi ke rumah ini kemarin, memang kondisi rumah sudah banyak yang mengalami lapuk karena dimakan usia. Namun, arsitektur bangunan masih terjaga dan tetap terlihat keasliannya.

Menurut anak sang empunya rumah, Syarifuddin Noor, rumah ini adalah milik orangtuanya yang sudah wafat beberapa tahun lalu. Dia bercerita, rumah ini dibeli oleh orangtuanya dari saudagar Tionghoa yang memiliki usaha perdagangan pada tahun 1953 silam. “Ayah saya juga seorang pedagang. Rumah ini dijual pemilik asal karena adanya ikatan emosional antara pemilik terdahulu dengan ayah saya,” terangnya.

Dikisahkannya, sebelum dibeli dari pemilik asal atas nama Toke Sehat, ayah Syarifuddin Noor, H Basiruddin yang asli Kalimantan Tengah melakukan perjalanan sungai dengan membawa dagangan ke Banjarmasin. Di tengah perjalanan, dia menemukan kapal pedagang yang penumpangnya sudah tak bernyawa. Kala itu cerita Syafruddin, gerombolan marak di sungai. Disinyalir, penumpang kapal tersebut dibunuh oleh para gerombolan.

Nah, karena tak ada yang berani menolong, H Basruddin pun memberanikan diri untuk menolong dan membawa mayat beserta kapal tersebut ke Banjarmasin. Ketika itu terang Syarifuddin, saudagar asal Banjarmasin tak banyak, dan sangat mudah dikenali kapal niaganya.

“Ayah saya memberanikan diri menolong ketika itu, dan dibawalah ke Banjarmasin. Setelah dicari kemana-mana ternyata korban adalah, anak dari pemilik rumah ini,” cerita Syafruddin panjang lebar.

Nah, jual beli rumah dengan ornamen Banjar ini terjadi diawali ketika, sang pemilik rumah, Toke Sehat pindah ke pulau Jawa. Karena teringat jasa yang dilakukan oleh H Basruddin, rumah pun dijual kepada yang bersangkutan dengan harga kekeluargaan.

Syafruddin mengungkapkan, Almarhum beramanah, rumah ini jangan sampai dijual. Namun, ketika akhir tahun 2016 tadi Pemkot Banjarmasin berencana membeli dengan tujuan untuk melestarikan rumah Banjar yang memiliki nilai budaya, akhirnya dengan kesepakatan pihak keluarga, akhirnya dijual.

“Kami sebelumnya tak ingin menjual. Namun, karena ini untuk kepentingan pelestarian budaya, kami setuju saja, asalkan rumah ini tetap berdiri dengan dilengkapi berbagai kultur budaya Banjar,” ujar Syafruddin.

Meski demikian, Syafruddin yang masih memiliki rumah di samping bangunan rumah Banjar ini menginginkan, dirinya tetap dilibatkan dalam merawat dan menjaga, meskipun sudah sepenuhnya dibeli oleh Pemkot. “Yang tahu sejarahnya ‘kan saya, saya berharap masih dilibatkan dalam perawatan,” tandasnya.

Meski sejak tahun 1953 silam mendiami rumah tersebut. Namun, Syafruddin tak mengetahui tahun berapa rumah ini mulai dibangun. Memang, jika dibandingkan dengan rumah-rumah Banjar lain, biasanya ada tahun pembuatan di posisi atas depan rumah. Rumah Banjar dengan jenis Palimbangan ini malah tak tertera. “Rumah ini sudah pernah saya cat ulang. Saya pun lupa, apakah ketika itu ada tahun pembuatan rumah, seingat saya tak pernah tertera,” tandasnya. (mof/yn/ram)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:38

Semarak, Aceh pun Ikuti Banjarbaru Creative Expo 

BANJARBARU – Banjarbaru Creative Expo 2017 meraih sambutan positif. Pemilik stan tak hanya Urang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:37

2 November, Terminal Tipe A Gambut Barakat Akan Beroperasi

BANJARMASIN – Plang rambu lalu lintas dengan tanda dilarang melintas bagi angkutan kota antarprovinsi…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30

Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus

MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20

Bedah Rumah Bagi Warga Miskin

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa bedah rumah untuk warga kurang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:19

Sebanyak 50 Nelayan Dapat Rumah Gratis

BATULICIN - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) Nelayan Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui akan mendapatkan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:18

Tim Penilai LSS Kalsel Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Propinsi Kalsel tahun 2017 telah berjalan. Penilaian mengarah …

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:15

Kewalahan Urusi PJU di Banjarbaru, Swasta Akan Diizinkan Masuk

BANJARBARU - Yang terang hanya di pusat kota, selebihnya di pinggiran dan pelosok masih gelap. Belum…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:04

PPP Masih Rahasiakan Balon di Pilkada Tabalong

BANJARMASIN – Di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada empat kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:56

Mantap, Polisi dan Linmas Bergabung Amankan Pilkada HSS

KANDANGAN – Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) HSS 2018 nanti,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:53

Cari Itik Luar untuk Pemurnian Bibit Itik Alabio

AMUNTAI – Itik Alabio yang sekarang banyak ditemukan di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .