MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 01 Februari 2017 15:30
Ada apa..? Banyak Travel Tak Mau Lagi Jual Tiket Garuda
TAK JUAL: Spanduk yang dipasang di depan usaha travel.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sejumlah travel yang tergabung dalam organisasi Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kalsel melakukan boikot terhadap maskapai penerbangan Garuda. Per 30 Januari 2017 mereka tidak mau lagi menjual tiket Garuda Indonesia.

Gerakan boikot tiket Garuda ini, terkait kebijakan Garuda Indonesia yang menurunkan komisi tiket dari 3 persen menjadi 2 persen per 30 Januari 2017.

Siti Aisyah owner PT Cahaya Mega Angkasa membenarkan aksi boikot ini. Semua anggota Asita tidak menjual lagi tiket Garuda per 30 Januari 2017 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Garuda yang mengurangi komisi travel dari 3 persen menjadi 2 persen saja.

“Boikot ini sudah menjadi kesepakatan bersama Asita Kalsel, pengurangan komisi jelas berdampak dari keuntungan bisnis yang kami jalankan. Pasalnya komisi 3 persen itu sudah sangat kecil dibanding komisi yang diberikan maskapai lain, malah sekarang mau dikurangi,”ucap Sekretaris Asita Kalsel ini.

Ia pun melanjutkan, memang ada pemberian insentif yang dijanjikan oleh Garuda, namun pemberian insentif ini juga harus memenuhi syarat yang ditentukan Garuda, terutama target-target yang diinginkan Garuda. Sementara maskapai lain selain memberikan komisi juga memberikan insentif saat issued tiket, sehingga travel nyaman untuk menjualnya.

“Sekarang ini yang banyak menggunakan tiket Garuda adalah pemerintahan dan wakil rakyat, itupun mereka tidak banyak kontan, sehingga komisi 2 persen itu kami nilai tidak menguntungkan bagi travel,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Hj Armistyani onwner Barito Perkasa, menurutnya penurunan komisi sangat merugikan travel, apalagi saat ini biaya operasional perusahaan terus saja membengkak karena kebijakan pemerintah. Kalau dikurangi lagi komisi yang didapat, bagaimana mungkin usaha travel yang dirintis ini bisa bertahan.

“Kami berharap pihak Garuda membatalkan kebijakan ini, sehingga travel akan bisa nyaman untuk menjual tiket Garuda,” harapnya.

Sementara itu, GM BO Banjarmasin Cecep Budiman saat dikonfirmasi mengaku, kebijakan baru tersebut adalah kebijakan dari pusat dan pihaknya hanya melanjutkan kebijakan tersebut di daerah.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap kebijakan ini kepada anggota Asita di Kalsel, kalaupun mereka melakukan boikot maka mereka sendiri yang rugi dan kami merasa tidak banyak dirugikan karena penjualan dari travel hanya berkisar 10 hingga 15 persen dari total penjualan tiket kami,” tegasnya.

Iapun berharap pihak Asita memahami kebijakan ini, apalagi pihaknya juga memberikan insentif untuk travel yang mampu mempertahankan penjualannya per bulan. Pihaknya pun merencanakan akan kembali mengundang Asita Kalsel untuk membicarakan persoalan ini.

“Kami masih menunggu ketua Asita Kalsel Ady Chairuddin yang lagi ke luar daerah, rencananya besok atau lusa kami akan mengundang Asita untuk membicarakan masalah ini lagi,” pungkasnya.(sya/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*