MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Rabu, 01 Februari 2017 15:39
Opini
Tren Kejahatan, Antara Niat dan Kesempatan

Oleh: Kompol Arief Presetya, S.IK., M.Med.Kom

Kompol Arief Presetya, S.IK., M.Med.Kom

PROKAL.CO, KETIKA Anda pergi ke luar rumah di malam hari, apakah Anda merasa aman dan nyaman berjalan sendirian menggunakan sepeda motor? Apakah Anda merasa tenang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong? Kemudian saat hendak memarkir kendaraan, apakah merasa yakin sepeda motor Anda tidak menjadi incaran pelaku curanmor?

Seperti kata Bang Napi, kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Karena itu, seperti kata Bang Napi juga, kejahatan bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan. Namun, tahukah Anda, diantara niat dan kesempatan, manakah yang menjadi faktor dominan penyebab terjadinya kejahatan?

Berdasarkan pengalaman saya dalam menangani berbagai macam kasus, hampir semua pelaku terdorong melakukan aksinya karena diawali adanya niat. Ada yang dari awal berniat mencuri lalu mencari kesempatan. Ada pula yang melihat kesempatan lalu muncul niatnya untuk mencuri. Atau memang niatnya terpaksa melakukan kejahatan karena terdorong oleh keadaan.

Apapun alasannya, niat yang muncul dari dalam diri pelaku kejahatan biasanya dipicu oleh faktor eksternal. Apa saja itu? Paling banyak yang dijadikan alibi oleh pelaku ketika melakukan aksinya adalah dorongan kebutuhan ekonomi. Walaupun alasan ini terlalu klise, namun faktanya hampir rata-rata pelaku kejahatan mengaku terpaksa melakukan karena tuntutan kebutuhan hidup.

Terlepas dari motif dan alasan pelaku, sebaiknya kita yang harus selalu waspada dan berhati-hati dengan mengantisipasi setiap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan. Perlu dipahami bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, bahkan di saat yang tak pernah kita bayangkan sekalipun.

Jangan pernah merasa aman, bahkan di tempat teraman sekalipun, termasuk saat berada di dalam rumah. Karena bisa saja jendela rumah kita dibobol saat tertidur lelap, atau pintu rumah kita didobrak pelaku yang telah lama mengintai di saat lingkungan sekitarkita sunyi. Bahkan, orang yang tiba-tiba datang dan bertamu pun bisa saja merampas perhiasan yang melekat di badan. 

Atau bahkan saat Anda berjalan di pusat keramaian tiba-tiba diajak ngobrol orang yang tak Anda kenal, dan tiba-tiba orang tersebut mengajak ke mesin ATM untuk menguras isi saldo. Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, tapi bukan berarti dunia tempat kita tinggal sudah tak aman lagi. 

Maka sesungguhnya perlindungan yang pertama dari kejahatan adalah diri kita sendiri. Cara yang paling mudah untuk menjaga diri dari segala bentuk kejahatan yang bisa mengancam adalah berhati-hati dan selalu waspada. Kita tahu bahwa dalam kehidupan ada kaidah kausalitas sebab akibat. Artinya, selain ada motif dari pelaku yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan, ada juga faktor penyebab lain yang memicu pelaku berniat melakukan aksinya. 

Faktor itu adalah peluang dan kesempatan yang tercipta dari kelalaian korban yang cenderung menganggap remeh hal-hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya kejahatan. Maka, bila Anda menggunakan perhiasan yang mencolok, itu bisa menjadi penyebab munculnya niat pelaku kejahatan untuk menjambret perhiasan yang melekat di tubuh Anda.

Bila Anda memarkir sepeda motor sembarangan meski hanya sebentar, jangan kaget kalau tiba-tiba hilang dalam sekejap. Bila Anda meninggalkan tas berisi uang di dalam mobil walau sudah dikunci, jangan kaget saat hendak membuka pintu mobil kacanya sudah pecah dan uang Anda raib.

Atau saat bila meninggalkan rumah tanpa keadaan terkunci, maka dengan mudah maling akan memasuki dan menguras harta benda berharga. Itulah mengapa, prinsip kehatia-hatian menjadi penting untuk membatasi ruang gerak pelaku agar niatnya untuk beraksi tak mudah dilakukan.

Penyebab kejahatan yang dipicu dari niat pelaku, ditambah kesempatan sebagai penyebab kelalaian korbannya, maka dengan mudah mengakibatkan terjadinya tindak kejahatan yang tak diduga sebelumnya. 

Sebaliknya, meski Anda tinggalkan sepeda motor di halaman depan rumah beberapa hari, namun Anda menambahkan kunci pengaman berlapis, maka pelaku yang melihat ada kesempatan akan berpikir panjang untuk mencuri sepeda motor Anda. Pelaku berpikir tak mudah melepas semua kunci pengaman tambahan tersebut. 

Inilah mengapa tren kejahatan pencurian kendaraan bermotor di Banjarmasin cukup tinggi. Sebagian besar juga dipicu karena kelalaian korbannya yang parkir sembarangan dan tak menambah kunci pengaman tambahan. Dengan alasan repot dan menyulitkan, maka para pemilik kendaraan banyak yang sembarangan memarkir hanya dengan mengandalkan kunci stang.

Padahal, kunci stang kendaraan bermotor, terutama jenis motor matic sangat mudah dibobol hanya dalam hitungan detik. Demikian juga modus pembobolan kaca mobil sangat mudah dilakukan dengan pecahan keramik busi tanpa menimbulkan bunyi alarm mobil. Karena itu, janganlah berpikir bahwa Anda aman dari segala bentuk kejahatan. Dengan bertindak hati-hati dan bersikap waspada, setidaknya Anda sudah membentengi diri dari peluang dan kesempatan terjadinya kejahatan. Ingat pesan Bang Napi, waspadalah, waspadalah….

*) Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin


BACA JUGA

Rabu, 28 Juni 2017 16:20

Lebaran, Pasar Terapung Jadi Tempat Favorit

BANJARMASIN - Libur Lebaran banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Di Kalsel banyak destinasi…

Minggu, 25 Juni 2017 14:05
BREAKING NEWS

GEGER Lebaran, Warga Kuripan Geger Ular Sawah 2,5 Meter Berperut Buncit

BANJARMASIN - Seekor ular sawah dengan panjang lebih kurang 2,5 meter menggegerkan warga kawasan Pasar…

Selasa, 20 Juni 2017 11:17

Belajar Hidup Mandiri Lewat Kegiatan Backpacking

BANJARMASIN – Fenomena wisata beransel atau kerap dikenal dengan istilah backpacking belakangan…

Kamis, 08 Juni 2017 04:11

Komunitas Pena Blogger Banua; Rutin Kopdar, Sering Sharing

Pena Blogger Banua menjadi salah satu komunitas blog yang beredar di Banjarmasin. Banyak kegiatan positif…

Senin, 05 Juni 2017 14:31

Sahur on the Road Bersama Komunitas Travelling

BANJARMASIN – Di tengah hujan gerimis, puluhan komunitas travelling atau pegiat jalan-jalan yang…

Minggu, 28 Mei 2017 14:42

Kala Payung Gantung, Jadi Tren Tempat Wisata di Banjarbaru

Jika selama ini payung difungsikan untuk melindungi badan dari rintik hujan dan terik matahari, lain…

Jumat, 26 Mei 2017 13:29

KENALIN NIH, Komunitas Nakama Onepiece Banjarmasin

Anak 90an mana yang tidak kenal dan akrab dengan anime yang satu ini? Ya, One Piece adalah sebuah anime…

Kamis, 25 Mei 2017 14:17

Rumah Pohon Desa Beruntung Jaya Viral di Media Sosial

Rumah Pohon di Cempaka menambah daftar panjang jujugan di Banjarbaru yang ngtren berkat media sosial.…

Kamis, 25 Mei 2017 12:52

Rumah Burung Paruh Bengkok, Basecamp Pehobi Burung Banjarmasin

BANJARMASIN – Hobi Jumadiono dalam memelihara burung berkicau memberikan dampak positif. Betapa…

Selasa, 23 Mei 2017 14:14

Adik Bupati Mardani Pimpin Pemuda Pancasila

BATULICIN - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Tanbu H Rois Sunandar berkomitmen dan bertanggungjawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .