MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 01 Februari 2017 16:19
Menengok Rumah Banjar yang Berusia Ratusan Tahun di Lawahan

Tak Berani Perbaiki karena Ahli Waris Banyak

BUBUNGAN TINGGI: Rumah Banjar di Lawahan. Kondisinya sudah memprihatinkan karena tak ada yang mau memperbaiki.

PROKAL.CO, Di Desa Lawahan RT 06 RW Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin ada sebuah rumah bubungan tinggi atau Rumah Banjar yang sudah berusia ratusan tahun.

SUNARTI, Rantau

Namun sayang, karena sudah tidak ditempati lagi, Rumah Banjar ini jadi kurang terawat dan mulai rusak di beberapa bagian rumahnya.

Menurut generasi keempat dari pemilik Rumah Banjar Supian Suri (42) Rumah Banjar ini merupakan milik Sugagau, orang tua dari Datu mereka yang dibangun sekitar 170 tahun yang lalu.

“Orang tua dari Datu kami dikenal memiliki banyak tanah di desa ini, dan rumah yang kami bangun bersama sanak-saudara dan keponakan kamipun adalah peninggalan dari orang tua Datu Sugagau,” ujar Supian membuka kisah.

Dikisahkan Supian, dia pun mendapatkan kisah tentang Rumah Banjar ini dari sang ibu yang sudah berusia 90 tahun lebih saat meninggal dunia di tahun 2000 lalu. Waktu kecil, Supian bersama kedua orang tua dan 6 saudaranya pernah menempati Rumah Banjar ini. Namun karena sudah mampu membangun rumah sendiri di sampingnya, Rumah Banjar inipun ditinggalkannya.

Rumah Banjar ini dibangun dengan tinggi mencapai 20 meter atap bumbungan tingginya, sedangkan tinggi dari tanah mencapai 3 meter. Luas bangunan mencapai 5 dikali 25 meter panjangnya, dengan dua kamar tidur di sayap kanan dan kiri rumah dengan ukuran 4 dikali 4 meter.

Kalau dilihat dari luar, rumah ini terkesan kecil, tapi setelah kita masuk ke dalam, kesan itu hilang, yang ada malah terkesan sangat luas dan tinggi. Bahkan tiang utamanya terbuat dari kayu ulin berukuran 20 sampai 30 meter dengan ketebalan 10 centimeter.

Kalau mau masuk ke dalam rumah, pengunjung harus naik tangga setinggi 2 meter dari kayu ulin, disusul teras dan masuk ke ruang tengah yang besar, tanpa sekat. Begitu juga di bagian dalam dan dapurnya, ukurannya justru lebih besar dan luas lagi dari ruang tengah, tetap tanpa sekat.

Di bagian pintu masuk, kusen pintu dan jendelanya terlihat ukiran kayu begitu juga di bagian atapnya terlihat ukiran bunga. Sebagian besar rumah ini terbuat dari kayu ulin, kecuali lantainya saja yang berasal dari kayu lurus, kata Supian.

Rumah Banjar ini hanya mempunyai 4 jendela besar dengan tinggi 2 meter dan lebarnya 1 meter. Pintu rumah di bagian depan tingginya mencapai 4 meter, sedangkan pintu yang menghubungkan bagian ruang tengah dan belakang seperti pintu di bar-bar yang ada di luar negeri, tetap dengan ukiran bunga.

Meskipun mempunyai atap yang sangat tinggi, namun rumah ini tidak ada plaponnya, sehingga terlihat kayu sirap yang menjadi atapnya yang sebagian besar mulai lapuk di makan usia.

“Lantai kayu rumah ini sudah pernah diganti, sedangkan yang lainnya masih asli sejak dibikin dulu,” terangnya.

Dulu kata Supian, di rumah ini masih banyak terdapat barang antik, seperti piring, mangkuk melamin, benggol, lampu antik, dan peti besi, peninggalan almarhum orang tua datunya. Tapi lama-kelamaan barang-barang antik tersebut dibawa oleh saudara yang datang bertamu ke rumah, tanpa ada tersisa satupun saat ini.

“Saya pernah berniat memperbaiki rumah ini, tapi karena ahli warisnya banyak, jadi saya tidak berani merehab atau memperbaikinya sedikit demi sedikit, makanya saya lebih baik membangun rumah sendiri di sebelahnya,” ujar Supian.

Sejak kepindahannya itulah, rumah bubungan tinggi ini mulai rusak sedikit demi sedikit. “saat ini Rumah Banjar ini kerap didatangi pelajar yang ingin melihat bangunan Rumah Banjar. Tapi ya itu harus berhati-hati kalau masuk ke dalam rumah, karena sebagian besar lantainya bolong karena dimakan rayap. Hanya bagian teras dan bagian tengah saja yang tersisa lantainya, sedangkan bagian belakang dan dua kamar sudah tanpa lantai. Sedangkan bagian atap rumah masih utuh berdiri tegak.

“Kalau ada yang mau berkunjung atau sekedar melihat-lihat kami persilahkan dan gratis saja, tapi ya beginilah keadaannya,” ujar anak keenam ini.

Supian berharap pihak pemerintah bisa menjadikan Rumah Banjar ini sebagai cagar budaya yang tetap dilestarikan, karena hanya rumah inilah satu-satunya yang tersisa di Tapin. (by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:04

Ini Dia Sosok Penjahit Pakaian Adat Presiden Jokowi di Hari Kemerdekaan

Warga Banua bangga ketika menyaksikan Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas Banjar dan tenun…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:35

Wow, Di Banjarbaru Ada Konter Puisi, Pertama di Indonesia Loh!

Biasanya konter identik dengan handphone atau permak levis. Di Banjarbaru, ada sebuah konter yang baru…

Selasa, 15 Agustus 2017 16:40

Kisah Anak-Anak Darussalam Menyiasati Pengeluaran Uang Kiriman

Menjadi anak kos yang jauh dari orangtua, tentu harus bisa mengatur uang sebaik mungkin agar jatah bulanan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21

Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan

Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus.…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .