MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 03 Februari 2017 16:07
Serunya..!! Musim Layangan di Daerah Pesisir

Tarik Ulur, Bebas Terbangkan di Mana Saja

MUSIM LAYANG - LAYANG TIBA: Anak-anak Kotabaru bermain layang-layang di dermaga.

PROKAL.CO, Langit di kawasan pesisir Kotabaru, mendadak semarak dengan warna-warni layangan. Bulan ini, anak-anak bahkan sampai orang tua setiap sore hari terlihat asyik memainkan laying-layang.

-------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Kotabaru

-------------------------------------------

"Eh ada yang putus," teriak salah seorang anak yang langsung saja berlari. Diiringi sejumlah anak lainnya di belakangnya. Semua anak yang berlari, mendongakan kepalanya mengarah ke atas. Mata mereka terus menatap kemana arah layangan terbang melayang dibawa angin. Kadang, mereka menabrak sesama anak bahkan orang tua, karena saking kencangnya berlari dan jarang memandang ke arah depan jalan.

Salah seorang anak, dengan sigap melepas seluruh pakaiannya. Dan tak lama kemudian menceburkan diri ke permukaan laut. Sambil tergopoh-gopoh, Iwan, berusaha menjangkau layangan berwarna kuning yang jatuh ke air. "Wuih dapat," ujar salah seorang anak lainnya, seraya membantu Iwan naik ke jalan.

Hampir semua anak-anak di desa Hilir Muara, Kec Pulau Laut Utara, setiap sorenya terlihat memainkan layangan. Layangan dibeli mereka di kios-kios. Harga yang ditawarkan bervariatif, mulai dengan Rp 2ribu hinga Rp 5ribu. Salah seorang pedagang yaitu Anwari, mengaku bisa menjual puluhan layangan setiap harinya.

"Ini sudah mulai masuk musim layangan, jadi hampir rata-rata anak-anak daerah pesisir asyik bermain layangan," ungkapnya.

Layangan, sangat populer di tengah masyarakat. Bahkan, tak hanya anak-anak, para orang tua pun terkadang masih suka memainkannya.

"Murah meriah dan seru. Cara memainkannya pun sangat mudah, hanya mengandalkan arah mata angin dengan mengulurkan seutas benang yang panjang. Kemudian mengayuhkan tangan, menarik ulur benang, hingga layangan menjulang tinggi," jelas Bahran, salah seorang pemuda di Desa Hilir Muara.

Serunya memainkan layangan, tak hanya terletak pada berhasil menaikan layangan dengan tinggi. Tapi, ketika layangan beradu kuat di udara. Pada tahap ini, si pemain layangan tak hanya dituntut hebat dalam menarik ulur benang. Tapi, para pemain layangan juga harus mempersiapkan benang khusus agar layangan tak cepat putus. Harga benang bisa lebih mahal daripada harga layangannya sendiri. Mulai dari belasan, puluhan, hingga ratusan ribu.

"Benangnya yang sedikit mahal. Semakin mahal harga benang, maka benangnya semakin awet dan kuat, bukan benang nilon biasa. Meski begitu, benang khusus ini hanya pendukung, tergantung yang memainkan layangan serta ditambah dengan faktor keberuntungan," ungkap Bahran seraya tertawa sambil membeberkan beberapa teknik.

Ya, Menurut Bahran, ada dua teknik yang biasa digunakan, yaitu teknik ulur dan teknik tarik benang layangan apa bila layangan satu sama lain sudah berhadapan.

“Untuk bemain memakai teknik ulur, kita harus mengenai benang layangan lawan dari atas. Teknik ini kemungkinan menangnya cukup besar. Sementara untuk teknik tarik, yaitu menarik layangan sekuat tenaga agar benang layangan lawan putus. Namun, hal tersebut dilakukan dari bawah layangan lawan. Dan yang paling penting, ketika ingin melakukan teknik ini, kondisi benang di udara harus lebih panjang dari benang lawan.” jelasnya.

Kepuasan bermain layangan tak hanya sampai di situ. Di desa lain, Arman, warga desa Rampa Lama kec Pulau Laut Utara mengungkapkan bahwa bermain layangan akan lebih puas apabila layangan dibikin sendiri.

Membuat layangan, menurutnya salah satu cara untuk menumbuhkan kreatifitas dalam diri. Bahkan, juga membuat para pengolahnya untuk belajar ketelatenan serta ketelitian.

"Membuatnya pun sangat mudah dan murah. Alat dan bahan diambil dari alam yang ada, salah satunya adalah bambu sebagai bahan utama kerangka," jelas Arman.

Untuk mendapatkan bambu, di Kotabaru cukup mudah. Karena menurutnya, masih banyak tumbuh liar di kawasan hutan atau pegunungan. Selain itu, bambu yang dibutuhkan juga tak terlalu banyak dan panjang.

"Mencari bambu juga dibutuhkan ketelatenan. Salah satunya dalam memilih bambu yang sudah siap panen agar enak dibentuk. Cirinya, bambu memasuki umur beberapa bulan, dan sudah sebesar lengan tangan orang dewasa. Ambil secukupnya saja kira-kira satu atau dua meter. Itu sudah cukup untuk bahan membuat layang-layang sederhana," ujarnya.

Setelah mendapatkan bambu yang diinginkan, bambu kemudian dipotong sesuai ukuran, dengan panjang dan lebar yang diperlukan. Cara memotongnya pun menurut Arman tak bisa sembarangan.

"Bambu dipotong menjadi dua bagian memanjang. Kemudian, pipihkan bambu agar mudah dibentuk untuk membuat rangka lekukan layangan," ucapnya.

Setelah itu, bambu yang dipotong, diikat menggunakan seutas benang jahit menjadi satu dengan membentuk simbol tambah. Setelah selesai menyatukan bambu, beri benang disamping layangan hingga mengelilingi bentuk layangan.

"Setelah itu, cari keseimbangan layang-layang, agar saat diterbangkan layang- layang tidak berat ke kiri atau ke kanan.  Dalam proses pembuatan, layangan nantinya harus bisa diterbangkan dengan keseimbangan yang pas di udara," katanya.

Ketika proses pembentukan rangka selesai, dilanjutkan dengan proses akhir. Yaitu dengan memasang kertas warna. Biasanya kertas yang dipakai disebut dengan kertas minyak. Dalam tahap ini, penempelan kertas di rangka layang-layang, harus benar-benar kuat dan rapi.

"Gunakan lem kertas secukupnya, kemudian dikeringkan sampai betul-betul menempel. Setelah kering, tinggal memasang benang nilon dan layangan siap untuk diterbangkan," pungkasnya.

Di daerah pedesaan, memainkan layangan cukup dengan mencari tempat yang mempunyai panjang dan lebar seperti lapangan sepak bola. Atau, minimal tak ada tiang listrik dan pohon besar agar layang-layang bisa diterbangkan dengan bebas tanpa harus khawatir untuk tersangkut di ranting atau kabel tiang listrik.

Namun, di daerah pesisir Kotabaru, hal tersebut tak terlalu berlaku. Di mana pun, anak-anak merasa bebas menerbangkan layangan. Mulai dari jalanan gang-gang sempit, sampai di atas kapal nelayan.

"Lapangan luas sangat jarang adanya. Main di pantai, anginnya terlalu kencang, jadi tak ada pilihan selain di desa saja. Selain itu, ini juga menjadi salah satu tontonan yang mampu menghibur masyarakat, setelah sibuk melaut. Melihat anak-anak bermain layangan, seperti kembali ke masa lalu," tutup Jailani, salah seorang warga lainnya. (war/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 14:57

Bagandut Lumpuhkan Penjajah Belanda

BANJARMASIN - Meski sempat ditentang sang ayah. Melalui Tarian Bagandut, sosok Bariyah yang diperankan…

Selasa, 15 Agustus 2017 14:57

Seru dan Kreatif, Lomba Layang-layang Berbahan 3R di Tapin

Angin memang sedang bagus hari itu. Satu persatu layang-layang mengangkasa, menghias langit Hutan Kota…

Senin, 14 Agustus 2017 13:16

Pocil Arjuna dan Srikandi Disuka Anak

MARTAPURA – Akhir pekan biasanya diisi sebagian warga Martapura, termasuk anak-anak dengan berolahraga…

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28

Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau

BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar.…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:07

Serunya Melukis Pemandangan di Pot Trotoar

RANTAU – Berbagai gambar pemandangan dilukis pelajar. Kanvas yang digunakan kali ini bukanlah…

Sabtu, 12 Agustus 2017 13:42

Asyiknya Memelihara Landak Mini, Imut-Imut Berduri

BANJARMASIN - Bagi sebagian orang landak adalah hewan yang berbahaya dan harus dihindari. Lantarannya,…

Selasa, 08 Agustus 2017 14:27

Malam Ini Zikir dan Salawatan Akbar Bersama Gus Anom

Jemaah pengajian di Banua malam ini akan segera terobati rasa rindunya terhadap sosok Gus Anom. Pendakwah…

Senin, 31 Juli 2017 07:52

Penuaan Dini, Faktor Penyebab dan Cara Menangkalnya

Penuaan dini memang menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Apalagi, bagi mereka yang masih…

Senin, 24 Juli 2017 08:07

Balap Katir di Teluk Aru Kotabaru

KOTABARU – Bagi Anda penikmat tradisi maritim, datang saja ke Kotabaru pada 26 - 27 Juli nanti.…

Jumat, 21 Juli 2017 16:54

So Sweett..! Ada Big Love di Cempaka

BANJARBARU - Setelah menjadi viral di Instagram, Rumah Pohon Cempaka di Desa Beruntung Jaya Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .