MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 05 Februari 2017 15:24
GIMANA MAU KAPOK.. Salon Plus-plus itu Cuma Disanksi Rp500 Ribu
TANGKAP BASAH : Tiga karyawati Salon Wahyu di Jalan RO Ulin saat diperiksa petugas Satpol PP, akhir Januari tadi. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masih ingat dengan penggerebekan Salon Wahyu di Jalan RO Ulin pada akhir Januari kemarin? Dua karyawati salon yang tertangkap basah di siang bolong sedang memberi layanan 'plus-plus' itu akhirnya disidangkan.

Kedua perempuan muda berinisial NH dan IR itu dikenai tipiring (tindak pidana ringan). Hakim akhirnya menjatuhkan denda Rp500 ribu, total Rp1 juta untuk keduanya.

Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman mengakui denda itu kelewat ringan. "Kami menuntut denda maksimal sesuai yang dituliskan Perda. Denda Rp50 juta, jika tak sanggup membayar penjara enam bulan," ujarnya.

NH mengaku memasang tarif Rp150 ribu untuk pijat. Jika kliennya meminta tambahan layanan esek-esek, harus menambah Rp350 ribu. Dalam sebulan, ia bisa mengantongi keuntungan sampai Rp4 juta. "Kalau cuma setengah juta, seberapa sih, sekali pelayanan juga sudah terganti," imbuhnya.

Ia berharap untuk tangkapan berikutnya hakim memberi sanksi yang jauh lebih berat. Agar menimbulkan efek jera dan menjadi pelajaran bagi pelakon bisnis prostitusi lainnya. "Tapi tetap kami menghormati pertimbangan dan keputusan hakim," tukasnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib salon di kawasan Loktabat Utara tersebut? Satpol PP tidak menutup atau mencabut izin operasional, salon itu kembali membuka usaha seperti biasa. Alasannya, si pemilik salon bersikeras fasilitas esek-esek tersebut merupakan inisiatif karyawatinya. "Pemilik bersikeras mengaku tidak tahu," ujarnya.

Satpol PP memaksa pemilik salon untuk meneken surat pernyataan. Sebagai jaminan tidak ada lagi bisnis prostitusi terselubung di salon kecantikan tersebut. Termasuk juga janji untuk memecat NH dan IR. "Dia ngotot tidak mau tanda tangan, jadi kami minta bantu kejaksaan untuk pendampingan," jelasnya.

Mengenai salon-salon plus-plus lainnya di Banjarbaru, Marhain memastikan sudah ada beberapa salon yang ditandai dan diincar. "Satpol PP kan punya intelijen juga. Masih dipantau, tunggu saja kabarnya," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 16:05

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…

Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot…

Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya…

Selasa, 12 Desember 2017 12:30

Dua Pengedar Sabu Kena Jebak Polisi

BANJARMASIN - Dua sekawan Zainal Aqli alias Dhana dan Maulana alias Lana,   memang bernasib…

Selasa, 12 Desember 2017 12:26

Bawa Sajam, Warga Sungai Jingah ini Terciduk Operasi Pekat

BANJARMASIN - Gara-gara bawa senjata tajam (sajam) kesayangan, Ahmad Saibani alias Bani (48), …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .