MANAGED BY:
RABU
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 08 Februari 2017 15:58
Siap-siap..!! yang Punya Tanah "Menganggur" Bakal Kena Pajak Progresif
DIRUMUSKAN: Pemerintah masih merumuskan penggunaan pajak progresif untuk tanah yang menganggur.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menyebut saat ini pemerintah masih merumuskan pengenaan pajak progresif untuk tanah yang menganggur. Tujuannya untuk menghilangkan spekulasi terhadap tanah yang tidak produktif sehingga harganya tetap terkontrol.

Dosen Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Syahrituah Siregar berpendapat lahan atau tanah sebenarnya sumber daya, bagian dari faktor produksi yang harus digunakan untuk pembangunan. Baik itu masyarakat atau pemerintah.

Nah, dikaitkan dengan fenomena yang terjadi, yaitu lahan atau tanah yang menganggur karena pemiliknya tidak memanfaatkan. "Tanah tersebut ternyata milik orang-orang yang menyimpan aset dengan bentuk tanah, sehingga menjadi kapasitas menganggur. Ini satu hal yang negatif bagi pertumbuhan ekonomi," sebutnya.

Syahrituah sangat setuju dengan dirumuskannya pajak progresif terhadap tanah yang menganggur. Dengan harapan pemilik tanah berpikir untuk memanfaatkan lahannya. "Bisa saja pemilik lahan menanami tanah tersebut. Kalau ditanami sesuatu, artinya perlu sumber daya, maka lapangan pekerjaan terbuka dan terjadi perputaran ekonomi," ujar Syahrituah yang juga menjabat sebagai salah satu Komisaris di Bank Kalsel.

Lalu apakah ada kelemahan jika pajak tersebut diterapkan? Syahrituah menjawab kelemahannya ada pada penegakan hukum. Kendala yang dihadapi nantinya kejelasan data-data informasi. Apakah sistem informasi atau pendataan bisa menelusuri.

"Tanah itu milik siapa, ukurannya berapa, apakah sudah balik nama dan yang lainnya. Kalau di kota tidak masalah, nah bagaimana kalau tanah tersebut berada di pelosok. Siapa yang akan mendata, kalau itu tidak didata dan terdeteksi, penegakan hukum sulit. Sehingga nantinya timbul ketidakadilan. Ada yang terdeteksi, ada yang tidak, ada yang dikenakan pajak, ada yang tidak," jelasnya.

Syahrituah membeberkan bagaimanapun kelemahan tersebut masih bisa diperbaiki. Yang jelas, ia sangat setuju dengan penerapan pajak progresif terhadap tanah menganggur. "Karena itu bisa mengurangi perilaku masyarakat yang cenderung menganggurkan tanah sebagai simpanan, sehingga menghilangkan fungsi tanah tersebut," tambahnya. (rzy/yn/mat)


BACA JUGA

Jumat, 17 Februari 2017 16:48

Elpiji 3 Kilogram Bahkan Tembus Rp50 Ribu

Yuliati, terlihat tergesa-gesa turun dari motornya. Dia mendatangi pangkalan gas LPG Aida di Jalan Kemuning…

Jumat, 17 Februari 2017 16:46

Parah..!! Gas 3 Kg Semakin Susah Didapat

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, membuat warga berbondong-bondong mendatangi pangkalan yang memiliki…

Jumat, 10 Februari 2017 12:59

SERU..! Games Cari Pasangan Valentine di Novotel Khusus Jomblo

BANJARBARU - Jika Hari Valentine identik dengan sepasang kekasih, kali ini Hotel Novotel Banjarbaru…

Rabu, 08 Februari 2017 15:48

Persaingan Bisnis Wisata Air di Kalsel Makin Sengit

BANJARMASIN – Ditengah lesunya sektor pertambangan, sektor pariwisata menjadi sektor yang mulai…

Sabtu, 04 Februari 2017 09:59

JANGAN LEWATKAN..! Pasar Malam Arabian Dibuka Hari Ini

BANJARBARU - Malam ini, Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru akan launching promo terbaru. Promo tersebut…

Sabtu, 04 Februari 2017 09:47
Ekonomi Bisnis Kalsel

Pemerintah Berencana Tetapkan HET Gula, Serius Berani Mensubsidi?

BANJARMASIN - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia berencana untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi…

Rabu, 01 Februari 2017 16:16

Pelaku Ekspedisi Masih Merugi, Meski Intensitas Barang Tinggi

BANJARMASIN - Di awal tahun 2017 ini, pengusaha ekspedisi mengaku masih mengalami kerugian. Pasalnya…

Rabu, 01 Februari 2017 15:30

Ada apa..? Banyak Travel Tak Mau Lagi Jual Tiket Garuda

BANJARMASIN - Sejumlah travel yang tergabung dalam organisasi Association of Indonesian Tours and Travel…

Senin, 16 Januari 2017 20:35

Operasi Pasar, Gula Lebih Laku dari Cabai

MARTAPURA - Harga cabai meroket di semua daerah termasuk di Kabupaten Banjar. Dari pantauan, sepekan…

Jumat, 13 Januari 2017 21:32

Radar Banjarmasin Terima Award Best Support Hotel Roditha Banjarbaru

BANJARBARU - Dukungan Koran harian umum Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) pada dunia bisnis khususnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .