MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 08 Februari 2017 15:58
Siap-siap..!! yang Punya Tanah "Menganggur" Bakal Kena Pajak Progresif
DIRUMUSKAN: Pemerintah masih merumuskan penggunaan pajak progresif untuk tanah yang menganggur.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menyebut saat ini pemerintah masih merumuskan pengenaan pajak progresif untuk tanah yang menganggur. Tujuannya untuk menghilangkan spekulasi terhadap tanah yang tidak produktif sehingga harganya tetap terkontrol.

Dosen Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Syahrituah Siregar berpendapat lahan atau tanah sebenarnya sumber daya, bagian dari faktor produksi yang harus digunakan untuk pembangunan. Baik itu masyarakat atau pemerintah.

Nah, dikaitkan dengan fenomena yang terjadi, yaitu lahan atau tanah yang menganggur karena pemiliknya tidak memanfaatkan. "Tanah tersebut ternyata milik orang-orang yang menyimpan aset dengan bentuk tanah, sehingga menjadi kapasitas menganggur. Ini satu hal yang negatif bagi pertumbuhan ekonomi," sebutnya.

Syahrituah sangat setuju dengan dirumuskannya pajak progresif terhadap tanah yang menganggur. Dengan harapan pemilik tanah berpikir untuk memanfaatkan lahannya. "Bisa saja pemilik lahan menanami tanah tersebut. Kalau ditanami sesuatu, artinya perlu sumber daya, maka lapangan pekerjaan terbuka dan terjadi perputaran ekonomi," ujar Syahrituah yang juga menjabat sebagai salah satu Komisaris di Bank Kalsel.

Lalu apakah ada kelemahan jika pajak tersebut diterapkan? Syahrituah menjawab kelemahannya ada pada penegakan hukum. Kendala yang dihadapi nantinya kejelasan data-data informasi. Apakah sistem informasi atau pendataan bisa menelusuri.

"Tanah itu milik siapa, ukurannya berapa, apakah sudah balik nama dan yang lainnya. Kalau di kota tidak masalah, nah bagaimana kalau tanah tersebut berada di pelosok. Siapa yang akan mendata, kalau itu tidak didata dan terdeteksi, penegakan hukum sulit. Sehingga nantinya timbul ketidakadilan. Ada yang terdeteksi, ada yang tidak, ada yang dikenakan pajak, ada yang tidak," jelasnya.

Syahrituah membeberkan bagaimanapun kelemahan tersebut masih bisa diperbaiki. Yang jelas, ia sangat setuju dengan penerapan pajak progresif terhadap tanah menganggur. "Karena itu bisa mengurangi perilaku masyarakat yang cenderung menganggurkan tanah sebagai simpanan, sehingga menghilangkan fungsi tanah tersebut," tambahnya. (rzy/yn/mat)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 15:44

Ritel Modern Lagi Menjamur, Lah.. yang ini Malah Tutup

Disaat beberapa toko modern sedang semangat-semangatnya beroperasi, meski belum memiliki izin. Ternyata…

Selasa, 11 April 2017 16:00

Waspada..!! 80 Perusahaan Bodong Diindikasi Hadir di Kalsel

BANJARMASIN - Masyarakat Kalsel diminta lebih hati-hati saat berinvestasi, sebab Otoritas Jasa Keuangan…

Jumat, 07 April 2017 14:04

Sekdako Banjarbaru Pastikan Tak Ada Lagi Tambahan Ritel

BANJARBARU - Munculnya tiga ritel pasca moratorium membuat Sekdako Banjarbaru Said Abdullah jengah.…

Rabu, 05 April 2017 15:52

Tenang, Stok Gula Aman Hingga Lebaran

BANJARMASIN - Ramadan tinggal 2 bulan lagi, pemerintah melalui distributor mulai mengantisipasi pasokan…

Selasa, 28 Maret 2017 20:11

Kok Bisa.. Tiap Bulan Hotel ini Merugi Rp30 Juta

BANJARMASIN – Lesunya perekonomian global ditambah tingginya persaingan usaha, turut berdampak…

Jumat, 24 Maret 2017 14:57
Berita HSS

Alhamdulillah.. Harga Cabai Sudah Mulai Turun

KANDANGAN – Selama dua pekan berturut-turut, harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Kamis, 16 Maret 2017 11:29

Nasib Usaha Transportasi Air Kian Sepi, Jauh Dekat Tetap Berangkat

Kelotok dan speedboat dulunya merupakan alat transportasi andalan di Banjarmasin. Maklum saja, Banjarmasin…

Kamis, 16 Maret 2017 11:27

Cabai Rawit dan Bawang Masih Mahal, Pengusaha Rumah Makan Makin Gigit Jari

BANJARMASIN - Saat ini, harga cabe rawit di Banjarmasin masih mahal, yakni di kisaran Rp120 ribu per…

Sabtu, 11 Maret 2017 14:19

Banjarmasin Masih Andalkan Pasokan Bawang dari Jawa

BANJARMASIN - Kebutuhan bawang merah di Banjarmasin cukup tinggi, sayang mayoritas pasokan masih dari…

Jumat, 10 Maret 2017 10:34

Nilai Ekspor Kalsel Turun Ratusan US Dollar

BANJARMASIN – Lesunya perekonomian global berdampak pada sektor perdagangan di Kalsel. Dalam dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .