MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

SOCIETY

Rabu, 08 Februari 2017 18:31
Radar School
Seribu Talenta dari Balik Dinding Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura
NYAMAN: Suasana di Pesantren Darul Hijrah Puteri di Cindai Alus Martapura. Dibalik nama besarnya, Ponpes ini memiliki segudang prestasi yang ditorehkan santriwatinya.

Kegiatan yang padat dan waktu yang sedikit tidak membuat para santriwati patah seamangat, dalam membuktikan bahwasanya pondok pesantren bukan hanya sebuah penjara suci seperti apa yang beberapa orang katakan. Tapi, pondok pesantren adalah ladang ilmu bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Oleh karena itu untuk membangun kepercayaan diri yang ada di dalam setiap jiwa santriwati, Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri membuat sebuah wadah untuk menyalurkan bakat karya ilmiah Para santriwatinya dalam sebuah ekstrakulikuler karya ilmiah remaja. Atau di sebut dengan KIR.

Menurut perkembangan sejarah, KIR Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri di mulai pada tahun 2012, seiring berjalannya waktu, ekstrakulikuler KIR memiliki pembimbing yang tetap. Sehingga ekstrakulikuler ini semakin berkembang dengan pesat dan semakin banyak peminatnya. Maka banyak prestasi yang telah diukir oleh santriwati pada bidang tersebut.

Santriwati pondok pesantren Darul Hijrah Puteri pernah menghasilkan beberapa karya ilmiah seperti kunci otomatis yang di buat dari limbah CD elektronik, lemari pengering dari limbah lemari bekas, pendeteksi banjir, alarm infus, Bahan Bakar Etanol dari nasi basi, Jemuran Anti Maling, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tahun 2016 lalu pondok pesantren Darul hijrah Puteri telah mencetak Prestasi di beberapa perlombaan. Yaitu Lolos ke dalam tingkat Nasional dan berhasil merebut Medali Perak dalam LPSN.

Salah satu satriwati yang berprestasi dalam bidang KIR adalah Rohma Toyibah dan Suaibatul Aslamiah yang telah mengikuti LKIR tingkat nasional untuk  tingkat SMA dan SMA/MA dengan tema “Islam Rahmatan Lilalamin” yang di selenggarakan di  Podok Pesantren Terpadu Darul Ulil Albab, Ngajuk, Jawa timur. Mereka berhasil menyabet Juara 1 dan 2 dalam bidang sosial. Lomba tersebut diadakan untuk mencari pemuda/pemudi kader bangsa yang dapat melakukan penelitian empat bahasa.

Kiat-kiat yang diterapkan oleh pondok Pesantren Darul hijrah Putri agar dapat mencapai tingkat nasional adalah  judul karyanya yang bersifat global, bermanfaat, di pakai dan di kenal oleh masyarakat umum, data yang lengkap dan dapat dibuktikan secara ilmiah, dan pastinya harus memiliki kesabaran, keuletan dan keunikan dari karya tersebut.

Dalam persaingan dalam perlombaan, santriwati memiliki perbedaan yang kontras dengan siswi yang bersekolah di sekolah yang tidak berbasis pondok. Di pondok, bmbingan  oleh ustadz dan ustadzah di lakukan selama 24 jam penuh. Jadi mereka lebih aktif dan bekerja keras dalam melakukan penelitian tersebut, proses pembibingan pun lebih intensif di banding sekolah yang tidak berbasis pondok, karena pembimbing dan para siswanya pasti memiliki kesibukan masing-masing. Berbeda dengan santriwati yang harus berpikir se kreatif mungkin seperti yang terdapat pada panca jiwa pondok yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah islamiyah, dan Kebebasan.

Sebenarnya kegiatan di pondok yang di jalankan oleh santri dari bangun tidur sampai tidur kembali semua itu merupakan proses dalam membangun proses jati diri santri dan proses dalam memajukan pondok. Menurut pendapat kepala bagian pendidikan dan pengajaran pondok pesantren Darul Hijrah Puteri, Ustadz M Irsyad DPAL-BA SPdI bahwa semua ekstrakulikuler dan kegiatan yang di lakukan di pondok bertujuan untuk memajukan pondok dan mengasah minat juga bakat santriwati, karena setiap gerakan yang dilakukan adalah berkah. Harapan dari salah satu pembimbing dari ekstrakuliler KIR yaitu M Bakarudin TS atau yang kerap di sapa Om Udin terhadap Ekstrakulikuler adalah agar santriwati bisa lebih semangat berkarya dan berguna bagi masyarakat. (bin/ema)

Tim Peliput Kelompok 4 (Kelas XI SMA Darul Hijrah Puteri) : Fatrah Wahyu Rofi, Hayatun Nisa, Izzati Daifina, Lia Safitri Galuh P, Nadia Tiara Dilla, Nur Luthfia, Nur Amalia Ridha, Salsabilla Hanifa, Rahma Febrianti, Siti Nor Azizah, dan Ulfah Hasanah.

 

Empat Hari Di Kota Gudeg

Sesuai dengan undangan yang dikirim oleh Rumah KIR Indonesia kepada Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri dan beberapa sekolah di seluruh Indonesia yang tergabung dalam kemitraan, maka berangkatlah dua puluh satu santriwati dari SMP dan SMA Darul Hijrah Puteri menuju Yogyakarta.

Undangan tersebut berisi permintaan untuk ikut serta dalam sebuah pelatihan. Acara ini berlangsung selama empat hari dari tanggal 24-28 Desember 2016. Mengambil fokus di Alun-alun Malioboro dan Bantul. Pelatihan ini bersifat sukarela tanpa ada paksaan. Dari delapan puluh orang anggota ektrakulikuler KIR di Pesantren Darul Hijrah Puteri terdapat dua puluh satu orang yang mendaftarkan diri. Tentunya, disambut dengan baik oleh pihak sekolah karena pelatihan ini dianggap mampu memberikan pengetahuan dan menambah wawasan mereka tentang KIR.

Banyak materi yang disampaikan pada hari pertam pelatihan. Para peserta menerima dan memahami materi tersebut dengan baik. Sesi pertama adalah pembukaan, penyampaian materi dan pemberian motivasi. Sesi kedua adalah pelaksanaan praktek secara berkelompok. Setiap kelompok, terdiri 5 orang yang berasal dari berbagai sekolah. Tujuan dicampurkannya para peserta ini adalah agar mereka dapat menjalin pertemanan dan memahami karakter orang lain.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 17 Juni 2017 10:09
Banjarbaru Rumah Kita

AR Iwansyah Bersyukur Bisa Buka Puasa Bersama Anak Yatim

BANJARBARU – Sebanyak 25 orang anak yatim dari  Panti Sosial Budi Mulia didampingi oleh para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .