MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 09 Februari 2017 15:13
Kerenn Coyy..! Tiwadak Masuk ke Final ISPO
MEMBUAT MANDAI: Anak-anak saat praktik membuat mandai cumi yang membawa mereka ke final ISPO.

PROKAL.CO, PARINGIN - Cempedak adalah salah satu buah asli Indonesia yang cukup dikenal. Sekilas penampilan dan rasa buah ini mirip buah nangka, wajar karena cempedak masih berkerabat (satu genus) dengan nangka. Namun aroma cempedak lebih menusuk layaknya buah durian.

Cempedak dikenal juga sebagai campadak atau cempeda. Di beberapa daerah di Indonesia, disebut dengan beberapa nama lokal seperti nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), cubadak hutan (Minangkabau) dan oleh masyarakat Banjar biasa disebut dengan tiwadak.

Umumnya yang bisa dimanfaatkan dari buah tiwadak yaitu isinya yang bisa dikonsumsi baik secara langsung (dalam keadaan segar), ataupun dijadikan makanan olahan seperti tiwadak goreng, layaknya pisang goreng (bagian dami), dibuat selai, ataupun sebagai campuran kolak.

Sedangkan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayur. Biji cempedak dapat dimasak dan dikonsumsi. Daun muda cempedak juga banyak digunakan sebagai sayuran.

Bagi masyarakat Banjar, kulit bagian dalam dari tiwadak juga bisa diolah untuk dikonsumsi, yaitu biasa dikenal dengan mandai. Sedangkan kulit bagian luarnya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja.

Namun di tangan anak-anak tim KIR MAN2 Paringin, semua bagian dari buah tiwadak bisa dimanfaatkan, termasuk juga kulit bagian luarnya.

Penelitian ini pula yang membawa Tim KIR MAN 2 Paringin ke putaran final Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tingkat nasional kategori kimia dan biologi, yang bakal digelar di Tangerang Selatan.

Pembina tim KIR MAN 2 Paringin Zulfa Magdalena mengungkapkan, persaingan untuk menembus final pada ajang ini cukup berat, karena peserta diharuskan membuat karya tulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saat presentasi final pada 24-26 Februari 2017 nanti.

“Berkat kegigihan anak-anak, kami berhasil mengirim dua tim menjadi finalis di kategori kimia dan biologi, dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalsel,” ujarnya.

Topik yang diangkat untuk kategori kimia, yakni tentang pengolahan kulit cempedak menjadi mandai cumi (Macu) sebagai makanan alternatif yang bernilai ekonomis.

Penelitian ini lanjutnya dilakukan anak-anak dengan prosedur kerja sederhana, tapi manfaatnya sangat besar buat masyarakat.

Diungkapkannya, ide untuk mengangkat topik ini didapat anak-anak saat melihat kondisi lingkungan sekitar Kecamatan Batumandi yang banyak ditemukan limbah kulit cempedak berupa tumpukan sampah, sehingga mengganggu lingkungan.

Kulit bagian luar dari cempedak dimanfaatkan menjadi briket yang bisa digunakan untuk memasak, dan kulit bagian dalam diolah menjadi mandai seperti umumnya namun dengan proses fermentasi menggunakan takaran garam yang pas, sehingga tidak keasinan dan juga tidak hambar, serta membuat mandai menjadi sehat dan higienis.

“Selain dibuat menjadi mandai, kulit tiwadak bagian dalam ini juga dibuat menjadi snack untuk cemilan serta lauk yamg mereka beri nama mandai cumi (Macu),” ungkapnya.

Sedangkan penelitian bidang biologi mengangkat tentang pengaruh bahan alam sebagai kogulan terhadap hasil karet masyarakat, yaitu pemanfaatan kogulan latek yang diekstrak dengan perbandingan tertentu untuk digunakan menjadi bahan pembeku karet.

Karena tidak ada  laboratorium kata Zulfa, maka anak-anak menggunakan peralatan sederhana seperti takaran, perhitungan, pengulangan percobaan, dan gelas kimia diganti dengan gelas minuman bekas. “Jadi walau tidak ada laboratorium tapi anak-anak tetap semangat menggunakan peralatan yang ada untuk berkarya dan mengukir prestasi,” tukasnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:04

Berkat Kapal Sapu-sapu, Invasi Eceng Gondok Digagalkan

BANJARMASIN - Eceng gondok kembali menyerang kota. Kemarin (20/2), tanaman yang tumbuh di permukaan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

50 Guru Berprestasi di Tanbu Ikuti Diklat OSM

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming kembali memberangkatkan guru berprestasi untuk mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .