MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 09 Februari 2017 15:13
Kerenn Coyy..! Tiwadak Masuk ke Final ISPO
MEMBUAT MANDAI: Anak-anak saat praktik membuat mandai cumi yang membawa mereka ke final ISPO.

PROKAL.CO, PARINGIN - Cempedak adalah salah satu buah asli Indonesia yang cukup dikenal. Sekilas penampilan dan rasa buah ini mirip buah nangka, wajar karena cempedak masih berkerabat (satu genus) dengan nangka. Namun aroma cempedak lebih menusuk layaknya buah durian.

Cempedak dikenal juga sebagai campadak atau cempeda. Di beberapa daerah di Indonesia, disebut dengan beberapa nama lokal seperti nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), cubadak hutan (Minangkabau) dan oleh masyarakat Banjar biasa disebut dengan tiwadak.

Umumnya yang bisa dimanfaatkan dari buah tiwadak yaitu isinya yang bisa dikonsumsi baik secara langsung (dalam keadaan segar), ataupun dijadikan makanan olahan seperti tiwadak goreng, layaknya pisang goreng (bagian dami), dibuat selai, ataupun sebagai campuran kolak.

Sedangkan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayur. Biji cempedak dapat dimasak dan dikonsumsi. Daun muda cempedak juga banyak digunakan sebagai sayuran.

Bagi masyarakat Banjar, kulit bagian dalam dari tiwadak juga bisa diolah untuk dikonsumsi, yaitu biasa dikenal dengan mandai. Sedangkan kulit bagian luarnya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja.

Namun di tangan anak-anak tim KIR MAN2 Paringin, semua bagian dari buah tiwadak bisa dimanfaatkan, termasuk juga kulit bagian luarnya.

Penelitian ini pula yang membawa Tim KIR MAN 2 Paringin ke putaran final Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tingkat nasional kategori kimia dan biologi, yang bakal digelar di Tangerang Selatan.

Pembina tim KIR MAN 2 Paringin Zulfa Magdalena mengungkapkan, persaingan untuk menembus final pada ajang ini cukup berat, karena peserta diharuskan membuat karya tulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saat presentasi final pada 24-26 Februari 2017 nanti.

“Berkat kegigihan anak-anak, kami berhasil mengirim dua tim menjadi finalis di kategori kimia dan biologi, dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalsel,” ujarnya.

Topik yang diangkat untuk kategori kimia, yakni tentang pengolahan kulit cempedak menjadi mandai cumi (Macu) sebagai makanan alternatif yang bernilai ekonomis.

Penelitian ini lanjutnya dilakukan anak-anak dengan prosedur kerja sederhana, tapi manfaatnya sangat besar buat masyarakat.

Diungkapkannya, ide untuk mengangkat topik ini didapat anak-anak saat melihat kondisi lingkungan sekitar Kecamatan Batumandi yang banyak ditemukan limbah kulit cempedak berupa tumpukan sampah, sehingga mengganggu lingkungan.

Kulit bagian luar dari cempedak dimanfaatkan menjadi briket yang bisa digunakan untuk memasak, dan kulit bagian dalam diolah menjadi mandai seperti umumnya namun dengan proses fermentasi menggunakan takaran garam yang pas, sehingga tidak keasinan dan juga tidak hambar, serta membuat mandai menjadi sehat dan higienis.

“Selain dibuat menjadi mandai, kulit tiwadak bagian dalam ini juga dibuat menjadi snack untuk cemilan serta lauk yamg mereka beri nama mandai cumi (Macu),” ungkapnya.

Sedangkan penelitian bidang biologi mengangkat tentang pengaruh bahan alam sebagai kogulan terhadap hasil karet masyarakat, yaitu pemanfaatan kogulan latek yang diekstrak dengan perbandingan tertentu untuk digunakan menjadi bahan pembeku karet.

Karena tidak ada  laboratorium kata Zulfa, maka anak-anak menggunakan peralatan sederhana seperti takaran, perhitungan, pengulangan percobaan, dan gelas kimia diganti dengan gelas minuman bekas. “Jadi walau tidak ada laboratorium tapi anak-anak tetap semangat menggunakan peralatan yang ada untuk berkarya dan mengukir prestasi,” tukasnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:49

Ramah Tamah, Paman Biri Sambut Hangat Kedatangan Unsur Forkopimda

BANJAR - Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto terkesan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:35

Karyawan 15 Bulan Belum Terima Gaji, PT BIM Juga Diincar Kejaksaan Banjar

MARTAPURA – Perseroan Terbatas Banjar Intan Mandiri atau PT BIM…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Dulunya Fan, Sekarang Dia Menjadi Bagian Penting Dalam Tim Barito

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:43

Serius, Atlet Dayung PODSI Ketika Jalani Sesi Latihan Jelang POPDA

BANJARMASIN – Atlet dayung Persatuan Olahraga Dayung seluruh Indonesia (PODSI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:16

Pastikan Tidak Ganggu Masyarakat, Polsek Banjarbaru Datangi Peternakan

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, anggota Polsek Banjarbaru Timur gencar…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:05

Nadjmi Kukuhkan Brigade Bebas Nafza Cempaka

BANJARBARU - Sadar akan maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:28

Target Retribusi Sampah Naik, DLH Jamin Retribusi Sampah Tidak Dinaikkan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin menaikkan target PAD (Pendapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .