MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 09 Februari 2017 15:13
Kerenn Coyy..! Tiwadak Masuk ke Final ISPO
MEMBUAT MANDAI: Anak-anak saat praktik membuat mandai cumi yang membawa mereka ke final ISPO.

PROKAL.CO, PARINGIN - Cempedak adalah salah satu buah asli Indonesia yang cukup dikenal. Sekilas penampilan dan rasa buah ini mirip buah nangka, wajar karena cempedak masih berkerabat (satu genus) dengan nangka. Namun aroma cempedak lebih menusuk layaknya buah durian.

Cempedak dikenal juga sebagai campadak atau cempeda. Di beberapa daerah di Indonesia, disebut dengan beberapa nama lokal seperti nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), cubadak hutan (Minangkabau) dan oleh masyarakat Banjar biasa disebut dengan tiwadak.

Umumnya yang bisa dimanfaatkan dari buah tiwadak yaitu isinya yang bisa dikonsumsi baik secara langsung (dalam keadaan segar), ataupun dijadikan makanan olahan seperti tiwadak goreng, layaknya pisang goreng (bagian dami), dibuat selai, ataupun sebagai campuran kolak.

Sedangkan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayur. Biji cempedak dapat dimasak dan dikonsumsi. Daun muda cempedak juga banyak digunakan sebagai sayuran.

Bagi masyarakat Banjar, kulit bagian dalam dari tiwadak juga bisa diolah untuk dikonsumsi, yaitu biasa dikenal dengan mandai. Sedangkan kulit bagian luarnya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja.

Namun di tangan anak-anak tim KIR MAN2 Paringin, semua bagian dari buah tiwadak bisa dimanfaatkan, termasuk juga kulit bagian luarnya.

Penelitian ini pula yang membawa Tim KIR MAN 2 Paringin ke putaran final Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tingkat nasional kategori kimia dan biologi, yang bakal digelar di Tangerang Selatan.

Pembina tim KIR MAN 2 Paringin Zulfa Magdalena mengungkapkan, persaingan untuk menembus final pada ajang ini cukup berat, karena peserta diharuskan membuat karya tulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saat presentasi final pada 24-26 Februari 2017 nanti.

“Berkat kegigihan anak-anak, kami berhasil mengirim dua tim menjadi finalis di kategori kimia dan biologi, dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalsel,” ujarnya.

Topik yang diangkat untuk kategori kimia, yakni tentang pengolahan kulit cempedak menjadi mandai cumi (Macu) sebagai makanan alternatif yang bernilai ekonomis.

Penelitian ini lanjutnya dilakukan anak-anak dengan prosedur kerja sederhana, tapi manfaatnya sangat besar buat masyarakat.

Diungkapkannya, ide untuk mengangkat topik ini didapat anak-anak saat melihat kondisi lingkungan sekitar Kecamatan Batumandi yang banyak ditemukan limbah kulit cempedak berupa tumpukan sampah, sehingga mengganggu lingkungan.

Kulit bagian luar dari cempedak dimanfaatkan menjadi briket yang bisa digunakan untuk memasak, dan kulit bagian dalam diolah menjadi mandai seperti umumnya namun dengan proses fermentasi menggunakan takaran garam yang pas, sehingga tidak keasinan dan juga tidak hambar, serta membuat mandai menjadi sehat dan higienis.

“Selain dibuat menjadi mandai, kulit tiwadak bagian dalam ini juga dibuat menjadi snack untuk cemilan serta lauk yamg mereka beri nama mandai cumi (Macu),” ungkapnya.

Sedangkan penelitian bidang biologi mengangkat tentang pengaruh bahan alam sebagai kogulan terhadap hasil karet masyarakat, yaitu pemanfaatan kogulan latek yang diekstrak dengan perbandingan tertentu untuk digunakan menjadi bahan pembeku karet.

Karena tidak ada  laboratorium kata Zulfa, maka anak-anak menggunakan peralatan sederhana seperti takaran, perhitungan, pengulangan percobaan, dan gelas kimia diganti dengan gelas minuman bekas. “Jadi walau tidak ada laboratorium tapi anak-anak tetap semangat menggunakan peralatan yang ada untuk berkarya dan mengukir prestasi,” tukasnya. (why/yn/ram)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…

Jumat, 24 November 2017 11:02

Atasi Genangan dan Sampah Kiriman, ini yang Dilakukan Pemko

BANJARMASIN – Hujan sering mengguyur Banjarmasin dalam waktu satu bulan terakhir. Mulai dari intensitas…

Kamis, 23 November 2017 15:08

Meski Sudah Ditutup, Pembatuan Masih Hidup

BANJARBARU - Bisnis esek-esek di Pembatuan nampaknya kembali menggeliat. Satpol PP Banjarbaru, Rabu…

Kamis, 23 November 2017 14:58

KRITIS..! 31 Daerah Aliran Sungai di Kalsel Harus Dipulihkan

BANJARMASIN – Kondisi alam rusak karena ulah manusia. Ini pula yang dialami Daerah Aliran Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .