MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 10 Februari 2017 13:21
Opini
Kunci Menjadi Guru

Oleh: Hj.Lisa Aida,S.Pd

Ilustrasi guru (pinterest)

PROKAL.CO, Banyak yang mengira bahwa semua orang bisa menjadi guru. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Dalam pengalaman saya dan melihat pengalaman dari orang-orang lain, banyak juga yang akhirnya gagal menjadi guru. Kalaupun tetap berprofesi sebagai guru tapi hatinya tidak menjiwai atau memimpikan profesi lain yang lebih santai dan tidak harus mengajar.

Setiap tahun, jumlah para pendaftar di fakultas keguruan atau tarbiyah sangat banyak. Cita-cita guru adalah cita-cita yang dianggap bisa diraih tanpa keahlian tertentu. Apalagi guru kelas yang merangkap, dianggap mudah karena hanya mengajar anak-anak kecil.

Memang, profesi sebagai guru bisa dianggap gampang jika hanya dilakukan sehari dua hari. Ada banyak program yang membuat orang menjadi guru sehari dan diaggap sukses. Padahal, banyak dimensi yang membuat seorang guru menjadi guru sejati. Waktu yang panjang dan dilakukan tanpa bosan-bosan adalah ujiannya. Bagaimana guru mengajar dan menjiwai profesinya sebagai profesi seumur hidup tentu memiliki kesulitan sendiri.
Lalu bagaimana kunci menjadi seorang guru sejati?

Sederhana. Pertama, Guru terlebih dahulu harus menguasai bahan yang hendak diajarkan. Kalau bagian ini terpenuhi, bagian lain akan menjadi lebih mudah. Masalah terbesar para pengajar seringkali mereka tidak menguasai materi. Paham, tapi hanya sebagian. Itulah sebabnya penjelasan dari para ahli biasanya mudah dicerna karena para ahli paham dan membuat orang lain paham dengan mudah.

Dewasa ini, banyak guru yang tak paham dengan materi yang ia ajarkan. Ia sekedar menjadi tukang hafal. Selebihnya, ia melafalkan materi di depan kelas, dengan hafalan, atau membaca buku teks. Ia berharap murid-muridnya ikut jadi penghafal seperti dirinya. Hal ini membuat guru juga akan frustrasi karena dia harus menghafal sebelum muridnya hafal.

Kunci kedua adalah adanya keinginan untuk berbagi. Ingat, sekali lagi, mengajar itu berbagi. Kita membagikan apa yang kita tahu. Karena ingin berbagi, ada tujuan yang hendak kita capai, yaitu sampainya pengetahuan ke orang lain. Pengajaran jadi berbeda nuansanya bila yang mengajarkan berniat memamerkan pengetahuannya, atau ingin merendahkan orang lain. Untuk menjadi guru yang baik, perasaan seperti itu harus dihilangkan. Siswa adalah murid, bukan saingan guru.

Hal berikutnya yang penting dalam pengajaran adalah, berempati pada murid-murid. Guru harus mengerti bahwa daya nalar siswa masih dalam tahap perkembangan. Dia tidak serta langsung cerdas. Ada ungkapan setengah bercanda yang mengatakan bahwa orang yang sangat cerdas sulit menjadi guru yang baik. Yang bisa jadi guru yang baik adalah orang yang tidak terlalu cerdas. Ia dulu mengalami banyak kesulitan dalam belajar, sehingga tahu bagaimana kesulitan murid-muridnya sekarang. Orang-orang cerdas tidak akan pernah memahami kesulitan itu.

Yang terpenting dalam hal ini bukan soal pintar atau tidak, tapi soal empati. Coba bayangkan bagaimana kita menjelaskan suatu hal kepada anak kecil. Apa yang kita lakukan? Kita akan mulai menjelaskan dari hal yang sudah dia pahami, memakai kosa kata sederhana, sesuai perbendaharaan kata yang sudah dia miliki. Prinsip ini berlaku bagi pengajaran di semua tingkat. Karena itu, ketika kita hendak mengajar, kita perlu mengenali siapa yang hendak kita ajar.

Semuanya ini memang melelahkan karena guru harus mengesampingkan ego-nya. Jika guru tidak berempati maka dia susah menjadi guru yang baik. Hambatan terbesar dalam pengajaran adalah ketiadaan keinginan untuk mengajarkan. Banyak orang berpengetahuan yang menganggap hanya dia yang bisa menguasai sesuatu, sehingga enggan mengajarkan pada orang lain. Orang lain dia anggap tak akan bisa menguasai pengetahuan itu. Ada pula yang takut tersaingi, orang yang dia ajari kelak menjadi lebih ahli.

Mendidik dan mengajari adalah bagian yang sangat penting dalam kepemimpinan. Kepemimpinan yang sukses salah satu ukurannya adalah keberhasilan sang pemimpin mendidik kader-kader, dengan keahlian setara dengan dirinya, atau lebih tinggi. Tidak sedikit pemimpin yang gagal memahami aspek ini. Mereka mengira, menjadi pemimpin hebat itu adalah kalau ia bisa berdiri bak menara tinggi, di tengah orang-orang yang tak mampu menyamainya, sehingga ia menjadi sangat menonjol.

Singkat kata, menjadi guru itu sebenarnya adalah soal merendahkan diri di hadapan orang-orang yang menjadi tujuan kita berbagi. Jangan menyombongkan diri dengan ilmu yang kita punya, bahkan kepada murid-murid yang notabene di bawah kita. Bicaralah dan ajarilah dengan tetap rendah hati. Nikmatilah proses setiap anak murid. Itu menurut saya kunci menuju guru sejati.


*Guru SDN Gambah Kec Barabai HST


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 15:15

Ratusan Peserta Meriahkan Baayun Maulid di Banjarbaru

BANJARBARU - Tradisi Baayun Maulid Kamis (7/12) kemarin digelar di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.…

Senin, 04 Desember 2017 15:43

Banjarbaru Bikin Nasi Kabuli Terpanjang di Indonesia

BANJARBARU - Kota Banjarbaru, Minggu (3/12) kemarin memecahkan rekor pembuatan nasi kabuli terpanjang…

Jumat, 01 Desember 2017 15:29

Makam Tua Telok Selong yang Masih Misterius

MARTAPURA - Sejak heboh ditemukan awal November lalu, belum diketahui makam siapa di kompleks makam…

Selasa, 28 November 2017 14:51

Kunjungi Auckland University of Technology, Jajal Virtual Reality

Hari ketiga Zetizen Fun Adventure Trip nggak kalah seru dari hari-hari sebelumnya. Yup, seluruh Alpha…

Senin, 27 November 2017 11:46

Pawai Budaya Meriahkan Siring

BANJARMASIN – Suasana sepanjang Siring Sudirman, Siring Tendean, serta Menara Pandang terlihat…

Senin, 27 November 2017 11:33

Tower Sasirangan di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Setelah hampir tiga bulan dilukis oleh perupa Sulistyono Hilda, tower PDAM di Taman Van…

Senin, 27 November 2017 10:09

Cantiknya Warna-Warni di Gang Kalimantan I

BANJARMASIN – Jika Banjarbaru memiliki Kampung Pelangi, kini Banjarmasin memiliki Kampung Warna-warni.…

Sabtu, 25 November 2017 16:46

Naik Truk Militer, Anak TK Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Pagi-pagi, Jumat (24/11) kemarin, dua truk militer tiba-tiba memasuki halaman gedung Biru…

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .