MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 14 Februari 2017 16:13
Kisah Cinta Atlet Difabel Kalsel, Ahmad Firdaus-Warmia

Merangkak dari Nol, Bersyukur Dikaruniai Anak Normal

BERPRESTASI: Ahmad Firdaus saat mengalungkan medali emas kepada sang istri.

PROKAL.CO, Terlahir dalam keadaan fisik kurang normal, tak membuat pasangan Ahmad Firdaus dan Warmia merasa minder. Justru dengan semangat, kerjasama, dan harmonisasi keduanya mampu membuktikan diri juga bisa berkarya dan hidup sukses layaknya orang normal.

--------------------------------------- 

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

---------------------------------------

Pria yang akrab disapa Daus ini mengaku suka senyum-senyum sendiri jika diminta menceritakan suka duka masa lalunya yang penuh perjuangan. Apalagi, mengingat kilas balik kisah cintanya dengan sang istri, Warmia. Di masa-masa itu, kata Daus merupakan asal mula dirinya menapaki kehidupan. Daus mengaku bersyukur, menurutnya menemukan Warmia adalah sebuah anugerah terindah yang diperolehnya dari Yang Maha Kuasa.

Diceritakan pria yang juga Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel tersebut, pertemuannya dengan Warmia berawal pada tahun 2000 silam. Kala itu, dirinya diikutsertakan oleh Pemerintah Kalsel mengikuti latihan keterampilan di Solo yang diperuntukkan oleh warga difabel. Daus mengambil konsentrasi pelatihan keahlian elektronika. Sebelumnya, Daus bercita-cita ingin menjadi seorang teknisi elektronik andal. “Kebetulan saya pelatihan di Solo selama enam bulan lebih. Ketika saya sudah mau selesai, Warmia baru masuk ke pelatihan. Perkenalan singkat saya dengan Warmia kemudian berlanjut ke arah yang lebih serius,” ujar pria yang kini bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel bagian Keolahragaan.

Kenal lama dengan Warmia yang juga merupakan penyandang disabilitas, Daus tak bisa menyangkal ada benih-benih cinta yang tumbuh di hatinya. Tak mau berlama-lama pacaran, Daus memberanikan diri melamar Warmia. Pedih, lamaran yang diajukan Daus sempat ditolak oleh orangtua Warmia. “Alasannya, saya ini orang jauh, pekerjaan masih belum jelas. Wajar orangtua Warmia khawatir akan masa depan anak gadisnya,” kenangnya.

Namun, Daus tidak patah semangat. Pengajuan lamaran terus dilakukan. Beruntung, Daus juga dikenal suka berteman. Di Yogyakarta dan Solo, teman-temannya sesama Urang Banjar bahkan bersedia mendampinginya untuk lamaran. “Akhirnya, mertua saya luluh dan mengizinkan saya menyunting Warmia. Pada 23 Juni 2002 kami menikah,” sambung peraih dua medali emas cabang olahraga (Cabor) renang Pekan Paralympian Nasional (Peparnas) Kaltim 2008 silam itu.

Pun sudah resmi menyandang gelar sebagai suami Warmia, Daus masih belum dapat izin untuk memboyong Warmia pulang ke Banjarmasin. Alhasil, selama beberapa bulan, Daus seperti hidup membujang sepulang dari Solo. Namun, berkat lobi lihai ala Daus, Warmia kemudian bisa diboyongnya ke Banjarmasin. “Cuma waktu mau melahirkan anak pertama, Warmia memang diminta kembali ke Solo untuk melahirkan di sana. Saya juga ikut ke solo. Sekarang saya sudah punya dua anak laki-laki yang ganteng-ganteng dan Alhamdulillah normal, tidak seperti ayah ibunya,” ujar ayahanda dari Adam Alamsyah (13 tahun) dan M Akbar (6 tahun).

Daus menjelaskan juga sangat tertarik dengan olahraga. Oleh Daus, Warmia kemudian diarahkan ke cabang olahraga atletik. Mulai 2004 Warmia serius latihan atletik. Hasilnya luar biasa, pada ajang Peparnas 2012 di Riau dan Peparnas 2016 Jabar, Warmia bisa mendulang prestasi gemilang. “Di Riau dapat dua emas dan satu perunggu. Kalau di Bandung dapat tiga emas, masing-masing dari nomor lempar cakram, lempar lembing, dan tolak peluru,” ujarnya.

Dari hasil prestasi tersebutlah, Daus dan Warmia bisa mendapatkan tambahan rezeki, yakni berupa bonus prestasi dari pemerintah. “Alhamdulillah, secara ekonomi kami cukup,” ujarnya.

Kendatipun demikian, ada satu hal yang membuat Daus merasa sedih. Yakni, kerap ditinggal sang istri latihan di Pelatnas Solo. “Dalam sebulan, paling lama cuma sepuluh hari di rumah. Akibatnya, saya jadi bapak rumah tangga. Namun, tidak apa-apa. Inilah perjuangan saya selanjutnya. Istri Saya harus latihan intensif di Pelatnas soalnya dia bakal tampil di ajang Asian Para Games 2017 di Kuala Lumpur membela Indonesia,” tandasnya.(oza/by/ran)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .