MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 15 Februari 2017 17:23
Kisah Mantan TKI Ilegal Asal Banua Saat Berada di Penampungan

Diberi Makan Satu Kali Sehari, Melanggar Aturan Dicambuk

MANTAN TKI: AS, 40, salah seorang ibu rumah tangga asal Banjarbaru yang menjadi TKI secara ilegal mengaku mendapatkan perlakuan tak manusiawi

PROKAL.CO, AS, 40, salah seorang ibu rumah tangga asal Banjarbaru yang menjadi TKI secara ilegal mengaku mendapatkan perlakuan tak manusiawi selama berada di penampungan Riyadh, Arab Saudi.

---------------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

---------------------------------------------
Meski mengaku masih trauma, AS terlihat lancar menceritakan kejadian demi kejadian yang telah dialaminya saat mencoba menjadi TKI ilegal kepada petugas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Banjarbaru.

Dia mengaku, bersedia menjadi TKI dengan jalur tidak resmi karena tergiur dengan janji-janji yang ditawarkan oleh seorang calo. Calo menjanjikan jika dirinya bersedia berangkat ke Arab Saudi, akan mendapatkan majikan yang baik dengan gaji Rp7 juta perbulan. "Karena saya orang tak punya, jadi saya terima tawaran orang itu. Padahal saya tidak kenal dengan dia, hanya ketemu di jalan lalu bertukar nomor telepon," katanya.

Sehari kemudian AS langsung berkoordinasi dengan calo tersebut untuk mengurus macam-macam berkas yang diperlukan, termasuk visa. Sepekan kemudian, pada tanggal 28 September 2016 dia berangkat ke Jakarta melalui Bandara Syamsudin Noor.

Di Bandara Soekarno Hatta, AS dijemput oleh seseorang yang mengaku sebagai utusan dari perusahaan agen penyalur tenaga kerja. Orang itu kemudian membawa AS ke sebuah penampungan. "Di Jakarta saya hanya sebentar, karena tiba-tiba dipindahkan di Bogor katanya ada razia," kata AS.

Di Bogor, AS lagi-lagi ditempatkan di sebuah penampungan. Dia menuturkan di penampungan tersebut, dirinya tergabung bersama 13 TKI yang datang dari berbagai daerah. "Saat berada di Bogor hati saya tak nyaman, lalu saya menelpon suami agar bisa memulangkan saya," ujarnya.

Akan tetapi, suaminya tak bisa memulangkannya. Sebab, calo yang memberangkatkannya meminta bayaran sebesar Rp18 juta. "Suami mencari alasan supaya saya dipulangkan dulu untuk menjual tanah, tapi calo itu tidak percaya," kata AS.

Tiga hari berada di Bogor, pada tanggal 1 Oktober 2016 AS kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara, AS mengaku dikumpulkan bersama puluhan TKI lainnya yang datang dari berbagai daerah. "Pagi pesawat kami berangkat, transit di Doha lalu ke Riyadh," katanya.

Tiba di Riyadh, AS bersama 50-an TKI lainnya dijemput oleh agen penyalur yang ada di sana. Kemudian diajak ke daerah terpencil. Di daerah terpencil itu seluruh TKI dibawa ke satu bangunan memiliki pintu besi besar. "Ternyata bangunan itu tempat penampungan TKI, di dalamnya ada ratusan TKI ilegal yang sedang menunggu giliran dijemput calon majikan," ujar AS.

Ia menjelaskan, penampungan tersebut memiliki banyak pintu dan kamar untuk tempat tidur para TKI. Banyak TKI terlihat menangis karena menyesal ada di sana. "Banyak TKI yang stres dan sakit, karena kami hanya diberi makan satu kali sehari," jelasnya.

Selain itu, di tempat penampungan juga sangat sulit mendapatkan air. Sehingga membuat mereka terbiasa tidak mandi. "Kami juga tidak boleh memegang HP, karena agen takut kami melaporkan kondisi penampungan ke keluarga. Jika melanggar akan dicambuk," ujarnya.

Merasa tak betah di tempat penampungan, AS memberanikan diri untuk menghubungi suaminya secara sembunyi-sembunyi. "Saya hubungi suami supaya dapat memulangkan saya, karena selain menderita di penampung banyak TKI yang juga menderita di tempat majikan," kata AS.

Mendengar kabar darinya, suaminya lalu mencari jalan agar dapat memulangkannya. Sekitar 33 hari menunggu, akhirnya ada kabar bahwa dirinya akan dipulangkan oleh pemerintah Indonesia. "Suami ternyata melapor ke BP3TKI, Alhamdulillah pada 08 November 2016 saya sampai di Kalsel," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Banjarbaru mengungkapkan, membutuhkan proses panjang untuk memulangkan AS. Mereka terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BPNP2TKI). "Mereka berintregasi dengan Kemenlu, lalu Kemenlu yang bergerak," ungkapnya.

Untungnya, saat itu AS belum mendapatkan majikan. Seandainya saja sudah ada majikan yang mempekerjakannya, kemungkinan untuk memulangkannya sangat sulit. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…

Jumat, 14 April 2017 18:09

Kala Gubernur Keliling Naik Sepeda Motor, Curi Kesempatan Lepas Pengawalan

Mengikuti atau mengawal Gubernur Sahbirin Noor bukan perkara mudah, ketika Gubernur melakukan kunjungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .