MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 15 Februari 2017 17:23
Kisah Mantan TKI Ilegal Asal Banua Saat Berada di Penampungan

Diberi Makan Satu Kali Sehari, Melanggar Aturan Dicambuk

MANTAN TKI: AS, 40, salah seorang ibu rumah tangga asal Banjarbaru yang menjadi TKI secara ilegal mengaku mendapatkan perlakuan tak manusiawi

PROKAL.CO, AS, 40, salah seorang ibu rumah tangga asal Banjarbaru yang menjadi TKI secara ilegal mengaku mendapatkan perlakuan tak manusiawi selama berada di penampungan Riyadh, Arab Saudi.

---------------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

---------------------------------------------
Meski mengaku masih trauma, AS terlihat lancar menceritakan kejadian demi kejadian yang telah dialaminya saat mencoba menjadi TKI ilegal kepada petugas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Banjarbaru.

Dia mengaku, bersedia menjadi TKI dengan jalur tidak resmi karena tergiur dengan janji-janji yang ditawarkan oleh seorang calo. Calo menjanjikan jika dirinya bersedia berangkat ke Arab Saudi, akan mendapatkan majikan yang baik dengan gaji Rp7 juta perbulan. "Karena saya orang tak punya, jadi saya terima tawaran orang itu. Padahal saya tidak kenal dengan dia, hanya ketemu di jalan lalu bertukar nomor telepon," katanya.

Sehari kemudian AS langsung berkoordinasi dengan calo tersebut untuk mengurus macam-macam berkas yang diperlukan, termasuk visa. Sepekan kemudian, pada tanggal 28 September 2016 dia berangkat ke Jakarta melalui Bandara Syamsudin Noor.

Di Bandara Soekarno Hatta, AS dijemput oleh seseorang yang mengaku sebagai utusan dari perusahaan agen penyalur tenaga kerja. Orang itu kemudian membawa AS ke sebuah penampungan. "Di Jakarta saya hanya sebentar, karena tiba-tiba dipindahkan di Bogor katanya ada razia," kata AS.

Di Bogor, AS lagi-lagi ditempatkan di sebuah penampungan. Dia menuturkan di penampungan tersebut, dirinya tergabung bersama 13 TKI yang datang dari berbagai daerah. "Saat berada di Bogor hati saya tak nyaman, lalu saya menelpon suami agar bisa memulangkan saya," ujarnya.

Akan tetapi, suaminya tak bisa memulangkannya. Sebab, calo yang memberangkatkannya meminta bayaran sebesar Rp18 juta. "Suami mencari alasan supaya saya dipulangkan dulu untuk menjual tanah, tapi calo itu tidak percaya," kata AS.

Tiga hari berada di Bogor, pada tanggal 1 Oktober 2016 AS kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara, AS mengaku dikumpulkan bersama puluhan TKI lainnya yang datang dari berbagai daerah. "Pagi pesawat kami berangkat, transit di Doha lalu ke Riyadh," katanya.

Tiba di Riyadh, AS bersama 50-an TKI lainnya dijemput oleh agen penyalur yang ada di sana. Kemudian diajak ke daerah terpencil. Di daerah terpencil itu seluruh TKI dibawa ke satu bangunan memiliki pintu besi besar. "Ternyata bangunan itu tempat penampungan TKI, di dalamnya ada ratusan TKI ilegal yang sedang menunggu giliran dijemput calon majikan," ujar AS.

Ia menjelaskan, penampungan tersebut memiliki banyak pintu dan kamar untuk tempat tidur para TKI. Banyak TKI terlihat menangis karena menyesal ada di sana. "Banyak TKI yang stres dan sakit, karena kami hanya diberi makan satu kali sehari," jelasnya.

Selain itu, di tempat penampungan juga sangat sulit mendapatkan air. Sehingga membuat mereka terbiasa tidak mandi. "Kami juga tidak boleh memegang HP, karena agen takut kami melaporkan kondisi penampungan ke keluarga. Jika melanggar akan dicambuk," ujarnya.

Merasa tak betah di tempat penampungan, AS memberanikan diri untuk menghubungi suaminya secara sembunyi-sembunyi. "Saya hubungi suami supaya dapat memulangkan saya, karena selain menderita di penampung banyak TKI yang juga menderita di tempat majikan," kata AS.

Mendengar kabar darinya, suaminya lalu mencari jalan agar dapat memulangkannya. Sekitar 33 hari menunggu, akhirnya ada kabar bahwa dirinya akan dipulangkan oleh pemerintah Indonesia. "Suami ternyata melapor ke BP3TKI, Alhamdulillah pada 08 November 2016 saya sampai di Kalsel," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Banjarbaru mengungkapkan, membutuhkan proses panjang untuk memulangkan AS. Mereka terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BPNP2TKI). "Mereka berintregasi dengan Kemenlu, lalu Kemenlu yang bergerak," ungkapnya.

Untungnya, saat itu AS belum mendapatkan majikan. Seandainya saja sudah ada majikan yang mempekerjakannya, kemungkinan untuk memulangkannya sangat sulit. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:45

Berawal dari Hobi, Kini Kerajinan Tangannya Bernilai Ekonomi

Kreatif. Begitulah Nur Kolipah. Dia menjadikan kerajinan tangan sederhana bernilai ekonomi. ENDANG SYARIFUDDIN,…

Rabu, 25 April 2018 15:03

Menengok Ujian Nasional di SLB Pelambuan

Darmawati boleh saja menolak. Tapi dia malah mengikutkan putranya yang autis, Gusti Muhammad  Fahreza…

Selasa, 24 April 2018 15:19

Kisah Khairani, Rela Makan tak Pakai Lauk, Asal Uang Kuliah Anak Tercukupi

Meski memiliki keterbatasan, Khairani punya keinginan tinggi untuk menyukseskan anaknya. Sebagai tuna…

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 23 April 2018 13:15
Dita Lestari

Hobi Bermusik, Tugas Tetap Oke

Musik is my life. Ungkapan bahasa Inggris itu pas ditujukan pada Dita Lestari. Polwan berpangkat Brigadir…

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .