MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 17 Februari 2017 16:28
Tinggal di Rumah Reot, Hujan Harus Buka Pintu Karena Takut Roboh
TAK LAYAK: Rumah reot yang ditempati Maimujah, 56.

PROKAL.CO, Maimujah, 56, bersama anaknya Maulidah dan kedua cucunya selalu hidup di dalam kecemasan. Mereka takut rumah reyot yang ditempatinya sewaktu-waktu bisa roboh, karena dihantam angin.


SUTRISNO, Martapura


Rumah Maimujah di Jalan KH Anang Syahrani Arif, Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar bisa disebut tak lagi layak huni. Rumah kayu berkonstruksi panggung tersebut dindingnya terlihat penuh dengan lubang, karena keropos.

Sebagian papan dindingnya juga ada yang terlepas, untuk menutupinya Maimujah menggunakan kardus bekas. Bukan hanya itu, lantai rumahnya juga sangat rawan sekali patah, jika tak berhati-hati kaki akan terperosok karena menginjak papan yang sudah keropos.

Bagian atap rumah juga tak kalah rusaknya, lubang-lubang sangat nampak sekali terlihat. Sehingga jika hujan turun, air akan merembes ke dalam rumah.

Maimujah terlihat berjalan perlahan-lahan saat memperlihatkan setiap sisi rumahnya yang sudah lapuk. "Hati-hati Nang, pelan-pelan," ucapnya setiap kali wartawan melangkahkan kaki untuk mengikutinya. "Lihat kayunya lapuk semua, banyak lubang," tambahnya.

Dia mengaku, menempati rumahnya sejak tahun 1984. Hingga kini rumah itu belum pernah diperbaiki, karena tak memiliki biaya. "Biaya darimana mau memperbaiki, untuk makan saja sulit," katanya.

Maimujah mengungkapkan, yang menjadi tulang punggung keluarganya saat ini ialah anak wanitanya Maulidah. Anak jandanya tersebut bekerja dengan berjualan jajanan di sekolah madrasah. "Pendapatan bersihnya dalam sehari paling Rp20 ribu. Duit begitu untuk makan dan biaya sekolah kedua anaknya," ungkapnya.

Mereka terpaksa masih bertahan di rumah reyot, karena tak memiliki tempat tinggal lain. Perbaikan sebenarnya sudah mereka rencanakan, namun hingga kini tabungan yang terkumpul masih belum cukup. "Uang yang terkumpul hanya bisa digunakan untuk membeli beberapa lembar seng," kata Maimujah.

Tahun lalu, rumah mereka sebenarnya masuk dalam program bedah rumah bantuan dari Pemkab Banjar. Namun karena kurang lengkapnya berkas surat tanah, membuat impian mereka memiliki rumah layak huni buyar. "Surat tanahnya ini sudah lama, masih atas nama bapak saya. Tahun lalu namanya mau diganti nama saya, tapi prosesnya sangat lama," ungkap Maimujah, dengan mata berkaca-kaca.

Dia berharap, pemerintah dapat segera membantu mereka. Sebab, selama ini mereka hidup dalam ketakutan. Jika angin kencang, rumah reyot mereka bergoyang seakan ingin roboh. "Kami selalu berteriak kalau rumah bergoyang," katanya.

Agar aman, setiapkali turun hujan pintu rumah tidak mereka tutup. Sebab, jika ditutup sulit untuk berlari ke luar, jika rumah roboh. "Kalau hujan pintu rumah kami buka, supaya kalau rumah roboh kami semua dapat cepat keluar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:19

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Hasil Bertapa Patih Lambung Mangkurat 40 Hari 40 Malam

Seperti kain nusantara umumnya, kain sasirangan punya banyak cerita. Kain khas Kalsel ini dipercaya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Kamis, 03 Agustus 2017 15:46

Kisah Ahmad Sofyan, Tukang Urut yang Akhirnya Naik Haji

Kisah perjuangan yang luar biasa dari orang biasa, untuk pergi berhaji mampu memotivasi siapapun. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .