MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 17 Februari 2017 16:28
Tinggal di Rumah Reot, Hujan Harus Buka Pintu Karena Takut Roboh
TAK LAYAK: Rumah reot yang ditempati Maimujah, 56.

PROKAL.CO, Maimujah, 56, bersama anaknya Maulidah dan kedua cucunya selalu hidup di dalam kecemasan. Mereka takut rumah reyot yang ditempatinya sewaktu-waktu bisa roboh, karena dihantam angin.


SUTRISNO, Martapura


Rumah Maimujah di Jalan KH Anang Syahrani Arif, Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar bisa disebut tak lagi layak huni. Rumah kayu berkonstruksi panggung tersebut dindingnya terlihat penuh dengan lubang, karena keropos.

Sebagian papan dindingnya juga ada yang terlepas, untuk menutupinya Maimujah menggunakan kardus bekas. Bukan hanya itu, lantai rumahnya juga sangat rawan sekali patah, jika tak berhati-hati kaki akan terperosok karena menginjak papan yang sudah keropos.

Bagian atap rumah juga tak kalah rusaknya, lubang-lubang sangat nampak sekali terlihat. Sehingga jika hujan turun, air akan merembes ke dalam rumah.

Maimujah terlihat berjalan perlahan-lahan saat memperlihatkan setiap sisi rumahnya yang sudah lapuk. "Hati-hati Nang, pelan-pelan," ucapnya setiap kali wartawan melangkahkan kaki untuk mengikutinya. "Lihat kayunya lapuk semua, banyak lubang," tambahnya.

Dia mengaku, menempati rumahnya sejak tahun 1984. Hingga kini rumah itu belum pernah diperbaiki, karena tak memiliki biaya. "Biaya darimana mau memperbaiki, untuk makan saja sulit," katanya.

Maimujah mengungkapkan, yang menjadi tulang punggung keluarganya saat ini ialah anak wanitanya Maulidah. Anak jandanya tersebut bekerja dengan berjualan jajanan di sekolah madrasah. "Pendapatan bersihnya dalam sehari paling Rp20 ribu. Duit begitu untuk makan dan biaya sekolah kedua anaknya," ungkapnya.

Mereka terpaksa masih bertahan di rumah reyot, karena tak memiliki tempat tinggal lain. Perbaikan sebenarnya sudah mereka rencanakan, namun hingga kini tabungan yang terkumpul masih belum cukup. "Uang yang terkumpul hanya bisa digunakan untuk membeli beberapa lembar seng," kata Maimujah.

Tahun lalu, rumah mereka sebenarnya masuk dalam program bedah rumah bantuan dari Pemkab Banjar. Namun karena kurang lengkapnya berkas surat tanah, membuat impian mereka memiliki rumah layak huni buyar. "Surat tanahnya ini sudah lama, masih atas nama bapak saya. Tahun lalu namanya mau diganti nama saya, tapi prosesnya sangat lama," ungkap Maimujah, dengan mata berkaca-kaca.

Dia berharap, pemerintah dapat segera membantu mereka. Sebab, selama ini mereka hidup dalam ketakutan. Jika angin kencang, rumah reyot mereka bergoyang seakan ingin roboh. "Kami selalu berteriak kalau rumah bergoyang," katanya.

Agar aman, setiapkali turun hujan pintu rumah tidak mereka tutup. Sebab, jika ditutup sulit untuk berlari ke luar, jika rumah roboh. "Kalau hujan pintu rumah kami buka, supaya kalau rumah roboh kami semua dapat cepat keluar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…

Jumat, 14 April 2017 18:09

Kala Gubernur Keliling Naik Sepeda Motor, Curi Kesempatan Lepas Pengawalan

Mengikuti atau mengawal Gubernur Sahbirin Noor bukan perkara mudah, ketika Gubernur melakukan kunjungan…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 15:14

Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana…

Jumat, 07 April 2017 11:22

Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 16:10

Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…

Selasa, 04 April 2017 20:56

Subhanallah.. Ada Bayi Kembar Tiga Lahir di Hari Haul Guru Sekumpul

Tangisan bayi kembar tiga menggema di Puskesmas tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Di ujung banua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .