MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 17 Februari 2017 16:28
Tinggal di Rumah Reot, Hujan Harus Buka Pintu Karena Takut Roboh
TAK LAYAK: Rumah reot yang ditempati Maimujah, 56.

PROKAL.CO, Maimujah, 56, bersama anaknya Maulidah dan kedua cucunya selalu hidup di dalam kecemasan. Mereka takut rumah reyot yang ditempatinya sewaktu-waktu bisa roboh, karena dihantam angin.


SUTRISNO, Martapura


Rumah Maimujah di Jalan KH Anang Syahrani Arif, Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar bisa disebut tak lagi layak huni. Rumah kayu berkonstruksi panggung tersebut dindingnya terlihat penuh dengan lubang, karena keropos.

Sebagian papan dindingnya juga ada yang terlepas, untuk menutupinya Maimujah menggunakan kardus bekas. Bukan hanya itu, lantai rumahnya juga sangat rawan sekali patah, jika tak berhati-hati kaki akan terperosok karena menginjak papan yang sudah keropos.

Bagian atap rumah juga tak kalah rusaknya, lubang-lubang sangat nampak sekali terlihat. Sehingga jika hujan turun, air akan merembes ke dalam rumah.

Maimujah terlihat berjalan perlahan-lahan saat memperlihatkan setiap sisi rumahnya yang sudah lapuk. "Hati-hati Nang, pelan-pelan," ucapnya setiap kali wartawan melangkahkan kaki untuk mengikutinya. "Lihat kayunya lapuk semua, banyak lubang," tambahnya.

Dia mengaku, menempati rumahnya sejak tahun 1984. Hingga kini rumah itu belum pernah diperbaiki, karena tak memiliki biaya. "Biaya darimana mau memperbaiki, untuk makan saja sulit," katanya.

Maimujah mengungkapkan, yang menjadi tulang punggung keluarganya saat ini ialah anak wanitanya Maulidah. Anak jandanya tersebut bekerja dengan berjualan jajanan di sekolah madrasah. "Pendapatan bersihnya dalam sehari paling Rp20 ribu. Duit begitu untuk makan dan biaya sekolah kedua anaknya," ungkapnya.

Mereka terpaksa masih bertahan di rumah reyot, karena tak memiliki tempat tinggal lain. Perbaikan sebenarnya sudah mereka rencanakan, namun hingga kini tabungan yang terkumpul masih belum cukup. "Uang yang terkumpul hanya bisa digunakan untuk membeli beberapa lembar seng," kata Maimujah.

Tahun lalu, rumah mereka sebenarnya masuk dalam program bedah rumah bantuan dari Pemkab Banjar. Namun karena kurang lengkapnya berkas surat tanah, membuat impian mereka memiliki rumah layak huni buyar. "Surat tanahnya ini sudah lama, masih atas nama bapak saya. Tahun lalu namanya mau diganti nama saya, tapi prosesnya sangat lama," ungkap Maimujah, dengan mata berkaca-kaca.

Dia berharap, pemerintah dapat segera membantu mereka. Sebab, selama ini mereka hidup dalam ketakutan. Jika angin kencang, rumah reyot mereka bergoyang seakan ingin roboh. "Kami selalu berteriak kalau rumah bergoyang," katanya.

Agar aman, setiapkali turun hujan pintu rumah tidak mereka tutup. Sebab, jika ditutup sulit untuk berlari ke luar, jika rumah roboh. "Kalau hujan pintu rumah kami buka, supaya kalau rumah roboh kami semua dapat cepat keluar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .