MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 17 Februari 2017 16:28
Tinggal di Rumah Reot, Hujan Harus Buka Pintu Karena Takut Roboh
TAK LAYAK: Rumah reot yang ditempati Maimujah, 56.

PROKAL.CO, Maimujah, 56, bersama anaknya Maulidah dan kedua cucunya selalu hidup di dalam kecemasan. Mereka takut rumah reyot yang ditempatinya sewaktu-waktu bisa roboh, karena dihantam angin.


SUTRISNO, Martapura


Rumah Maimujah di Jalan KH Anang Syahrani Arif, Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar bisa disebut tak lagi layak huni. Rumah kayu berkonstruksi panggung tersebut dindingnya terlihat penuh dengan lubang, karena keropos.

Sebagian papan dindingnya juga ada yang terlepas, untuk menutupinya Maimujah menggunakan kardus bekas. Bukan hanya itu, lantai rumahnya juga sangat rawan sekali patah, jika tak berhati-hati kaki akan terperosok karena menginjak papan yang sudah keropos.

Bagian atap rumah juga tak kalah rusaknya, lubang-lubang sangat nampak sekali terlihat. Sehingga jika hujan turun, air akan merembes ke dalam rumah.

Maimujah terlihat berjalan perlahan-lahan saat memperlihatkan setiap sisi rumahnya yang sudah lapuk. "Hati-hati Nang, pelan-pelan," ucapnya setiap kali wartawan melangkahkan kaki untuk mengikutinya. "Lihat kayunya lapuk semua, banyak lubang," tambahnya.

Dia mengaku, menempati rumahnya sejak tahun 1984. Hingga kini rumah itu belum pernah diperbaiki, karena tak memiliki biaya. "Biaya darimana mau memperbaiki, untuk makan saja sulit," katanya.

Maimujah mengungkapkan, yang menjadi tulang punggung keluarganya saat ini ialah anak wanitanya Maulidah. Anak jandanya tersebut bekerja dengan berjualan jajanan di sekolah madrasah. "Pendapatan bersihnya dalam sehari paling Rp20 ribu. Duit begitu untuk makan dan biaya sekolah kedua anaknya," ungkapnya.

Mereka terpaksa masih bertahan di rumah reyot, karena tak memiliki tempat tinggal lain. Perbaikan sebenarnya sudah mereka rencanakan, namun hingga kini tabungan yang terkumpul masih belum cukup. "Uang yang terkumpul hanya bisa digunakan untuk membeli beberapa lembar seng," kata Maimujah.

Tahun lalu, rumah mereka sebenarnya masuk dalam program bedah rumah bantuan dari Pemkab Banjar. Namun karena kurang lengkapnya berkas surat tanah, membuat impian mereka memiliki rumah layak huni buyar. "Surat tanahnya ini sudah lama, masih atas nama bapak saya. Tahun lalu namanya mau diganti nama saya, tapi prosesnya sangat lama," ungkap Maimujah, dengan mata berkaca-kaca.

Dia berharap, pemerintah dapat segera membantu mereka. Sebab, selama ini mereka hidup dalam ketakutan. Jika angin kencang, rumah reyot mereka bergoyang seakan ingin roboh. "Kami selalu berteriak kalau rumah bergoyang," katanya.

Agar aman, setiapkali turun hujan pintu rumah tidak mereka tutup. Sebab, jika ditutup sulit untuk berlari ke luar, jika rumah roboh. "Kalau hujan pintu rumah kami buka, supaya kalau rumah roboh kami semua dapat cepat keluar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…

Senin, 02 April 2018 16:15

Kisah Perjuangan Kakek Nenek Mengasuh Cucu Yatim Piatu

Di usia senja, Jafar dan Nurbayah harus kehilangan anak satu-satunya dan menantu. Mereka kini mesti…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:13

Mengikuti Sebagian Penggarapan Film Dokumenter Hidden Of Tapin

Tak banyak yang tahu tentang Kabupaten Tapin, kecuali soal batu bara. Nah, beberapa pemuda mencoba memperkenalkannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .