MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
Elpiji 3 Kilogram Bahkan Tembus Rp50 Ribu

PROKAL.CO, Yuliati, terlihat tergesa-gesa turun dari motornya. Dia mendatangi pangkalan gas LPG Aida di Jalan Kemuning Ujung, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru untuk menanyakan stok elpiji 3 kilogram. Rasa kecewa langsung terpancar dari wajahnya, usai mengetahui stok elpiji sedang kosong.

Ia mengaku sudah mencari kemana-mana, mulai dari Loktabat. Lalu ke Cempaka hingga ke Kemuning namun belum juga dia dapatkan gas elpiji 3 kilogram. "Padahal cuma mencari satu saja untuk masak, tapi susah sekali," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Elpiji 3 kilogram sebenarnya ada di eceran, namun harganya selangit. Yuliati mengungkapkan, di Loktabat Utara dirinya ditawari oleh salah seorang pengecer dengan harga Rp50 ribu pertabung. "Mahal-mahal kalau di eceran, mentang-mentang gas elpiji langka. Mana sanggup kami membelinya," kesalnya.

Selain di eceran, warga Banjarbaru ini mengungkapkan beberapa pangkalan juga ada yang bermain harga. Diam-diam mereka menaikan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). "Di pangkalan ada yang Rp22 ribu, padahal sesuai aturan HET-nya kan Rp17.500," ujarnya.

Aida, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kemuning Ujung membenarkan jika stok elpiji 3 kilogram di tempatnya kosong. "Kosong Mas, biasanya agen mengirim ke sini empat kali dalam sebulan, sekarang hanya dua kali itu pun kuotanya dikurangi," tuturnya.

Ia menambahkan, biasanya dalam sebulan pangkalan miliknya mendapatkan jatah 2.250 tabung dalam sebulan. Sekarang hanya 560 tabung dalam perbulan. "Stok dari agen berkurang sejak satu bulan terakhir ini," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, pengurangan stok terjadi akibat tersendatnya pendistribusian elpiji dari luar Kalsel ke Depot Pertamina. Lantaran, buruknya cuaca dan tingginya gelombang. "Kata agen sih karena gelombang tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru melalui Kabid Perdagangan Gusti Ardiansyah mengaku akan menyurati Pertamina jika kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih terjadi. "Kalau terus seperti ini kasihan masyarakat, kami akan menyurati Pertamina untuk mengajak menggelar operasi pasar," katanya.

Dia menduga, ada dua faktor yang menyebabkan elpiji langka. Pertama lantaran buruknya kondisi cuaca hingga mengakibatkan pendistribusian terganggu. Kedua, kemungkinan pemerintah sengaja mengurangi kuota elpiji bersubsidi, karena anggaran subsidi pada tahun 2016 sudah habis. "Tapi dugaan paling kuat karena buruknya cuaca," ujarnya.

Kelangkaan gas melon bukan hanya terjadi di Banjarbaru. Di Martapura, Kabupaten Banjar juga sangat sulit mencari elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada hanya di toko-toko dengan harga yang sangat tinggi.

Hj Faridah, salah seorang warga Jalan Sekumpul Ujung, Martapura mengungkapkan, sulitnya mencari elpiji 3 kilogram membuat dirinya terpaksa membeli di eceran dengan harga Rp40 ribu pertabung. "Kalau tidak saya beli, saya mau masak pakai apa? Karena gas di rumah sudah habis," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Banjar M Ramlan
melalui Kabid Perdagangan Ferryansyah mengaku sudah menyurati Pertamina terkait kelangkaan elpiji. "Kami juga sudah bertemu dengan pihak Pertamina, kata mereka kelangkaan terjadi karena kapal pendistribusi elpiji tidak bisa menepi ke Pelabuhan Trisakti. Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena cuaca," katanya.

Ia mengungkapkan, Pertamina meminta waktu selama satu minggu. Jika kelangkaan masih terjadi, mereka akan menggelar operasi pasar murah di sekitaran Martapura. "Nanti tempatnya mereka yang menentukan," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 19:47

Minat Belanja di DM Meningkat, Hari Raya Buka Pukul 12.00 Wita

BANJARMASIN - Peraturan jam operasional restoran selama bulan Ramadan yang diatur oleh Pemko Banjarmasin…

Kamis, 22 Juni 2017 19:21

Sembilan Desa Dapat Kado Lebaran PLN

BANJARBARU - Menyambut hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, PLN Wilayah Kalimantan Selatan…

Rabu, 21 Juni 2017 13:30

Dukung Proyek 35.000 MW

BANJARBARU – Dalam proyek nasional 35.000 Mega Watt (MW) , selain harus membangun pembangkit ,…

Rabu, 21 Juni 2017 12:40

PLN Tak Khawatir dengan Idul Fitri

BANJARBARU - General Manager PT PLN Area Kalsel-Teng, Purnomo mengklaim pasokan listrik hingga Idul…

Senin, 19 Juni 2017 15:56

SANGAR, Lihat nih Tampang Honda CMX500 Rebel

BANJARMASIN - Honda terus memperkuat pasar big bikenya di Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Selatan…

Senin, 19 Juni 2017 15:51

Peluang Rp18 Juta Pasca Lebaran

  KOTABARU - Pasca Ramadan jika nasib baik, petani jagung di Desa Sungup Pulau Laut Tengah akan…

Minggu, 18 Juni 2017 19:33

PLN Berikan Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya

JAKARTA - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, PLN memberikan kado spesial bagi pelanggan setia PLN…

Selasa, 13 Juni 2017 12:45

Harga Sayuran Merangkak Naik

BATULICIN – Dua pekan sebelum lebaran, harga sayuran di Pasar Harian Batulicin, terus merangkak…

Rabu, 07 Juni 2017 03:35

LIHAT, Trio Motor Kenalkan Scoopy eSP

BANJARMASIN - PT Trio Motor selaku main dealer Honda untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan…

Jumat, 02 Juni 2017 13:16

Canon EOS M10 di Borneo Digital jadi Primadona

BANJARMASIN – Canon EOS M10 menjadi kamera best seller belakangan ini di Banjarmasin. Ini dialami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .