MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
Elpiji 3 Kilogram Bahkan Tembus Rp50 Ribu

PROKAL.CO, Yuliati, terlihat tergesa-gesa turun dari motornya. Dia mendatangi pangkalan gas LPG Aida di Jalan Kemuning Ujung, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru untuk menanyakan stok elpiji 3 kilogram. Rasa kecewa langsung terpancar dari wajahnya, usai mengetahui stok elpiji sedang kosong.

Ia mengaku sudah mencari kemana-mana, mulai dari Loktabat. Lalu ke Cempaka hingga ke Kemuning namun belum juga dia dapatkan gas elpiji 3 kilogram. "Padahal cuma mencari satu saja untuk masak, tapi susah sekali," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Elpiji 3 kilogram sebenarnya ada di eceran, namun harganya selangit. Yuliati mengungkapkan, di Loktabat Utara dirinya ditawari oleh salah seorang pengecer dengan harga Rp50 ribu pertabung. "Mahal-mahal kalau di eceran, mentang-mentang gas elpiji langka. Mana sanggup kami membelinya," kesalnya.

Selain di eceran, warga Banjarbaru ini mengungkapkan beberapa pangkalan juga ada yang bermain harga. Diam-diam mereka menaikan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). "Di pangkalan ada yang Rp22 ribu, padahal sesuai aturan HET-nya kan Rp17.500," ujarnya.

Aida, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kemuning Ujung membenarkan jika stok elpiji 3 kilogram di tempatnya kosong. "Kosong Mas, biasanya agen mengirim ke sini empat kali dalam sebulan, sekarang hanya dua kali itu pun kuotanya dikurangi," tuturnya.

Ia menambahkan, biasanya dalam sebulan pangkalan miliknya mendapatkan jatah 2.250 tabung dalam sebulan. Sekarang hanya 560 tabung dalam perbulan. "Stok dari agen berkurang sejak satu bulan terakhir ini," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, pengurangan stok terjadi akibat tersendatnya pendistribusian elpiji dari luar Kalsel ke Depot Pertamina. Lantaran, buruknya cuaca dan tingginya gelombang. "Kata agen sih karena gelombang tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru melalui Kabid Perdagangan Gusti Ardiansyah mengaku akan menyurati Pertamina jika kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih terjadi. "Kalau terus seperti ini kasihan masyarakat, kami akan menyurati Pertamina untuk mengajak menggelar operasi pasar," katanya.

Dia menduga, ada dua faktor yang menyebabkan elpiji langka. Pertama lantaran buruknya kondisi cuaca hingga mengakibatkan pendistribusian terganggu. Kedua, kemungkinan pemerintah sengaja mengurangi kuota elpiji bersubsidi, karena anggaran subsidi pada tahun 2016 sudah habis. "Tapi dugaan paling kuat karena buruknya cuaca," ujarnya.

Kelangkaan gas melon bukan hanya terjadi di Banjarbaru. Di Martapura, Kabupaten Banjar juga sangat sulit mencari elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada hanya di toko-toko dengan harga yang sangat tinggi.

Hj Faridah, salah seorang warga Jalan Sekumpul Ujung, Martapura mengungkapkan, sulitnya mencari elpiji 3 kilogram membuat dirinya terpaksa membeli di eceran dengan harga Rp40 ribu pertabung. "Kalau tidak saya beli, saya mau masak pakai apa? Karena gas di rumah sudah habis," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Banjar M Ramlan
melalui Kabid Perdagangan Ferryansyah mengaku sudah menyurati Pertamina terkait kelangkaan elpiji. "Kami juga sudah bertemu dengan pihak Pertamina, kata mereka kelangkaan terjadi karena kapal pendistribusi elpiji tidak bisa menepi ke Pelabuhan Trisakti. Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena cuaca," katanya.

Ia mengungkapkan, Pertamina meminta waktu selama satu minggu. Jika kelangkaan masih terjadi, mereka akan menggelar operasi pasar murah di sekitaran Martapura. "Nanti tempatnya mereka yang menentukan," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 14:57
Berita HSS

Alhamdulillah.. Harga Cabai Sudah Mulai Turun

KANDANGAN – Selama dua pekan berturut-turut, harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Kamis, 16 Maret 2017 11:32

DJP Kalselteng Kejar Target Rp900 Miliar Tax Amnesty di Akhir Bulan ini

BANJARMASIN – Sejak ditetapkannya program pengampunan pajak (tax amesty) tahun lalu, Kantor Wilayah…

Kamis, 16 Maret 2017 11:29

Nasib Usaha Transportasi Air Kian Sepi, Jauh Dekat Tetap Berangkat

Kelotok dan speedboat dulunya merupakan alat transportasi andalan di Banjarmasin. Maklum saja, Banjarmasin…

Kamis, 16 Maret 2017 11:27

Cabai Rawit dan Bawang Masih Mahal, Pengusaha Rumah Makan Makin Gigit Jari

BANJARMASIN - Saat ini, harga cabe rawit di Banjarmasin masih mahal, yakni di kisaran Rp120 ribu per…

Sabtu, 11 Maret 2017 14:19

Banjarmasin Masih Andalkan Pasokan Bawang dari Jawa

BANJARMASIN - Kebutuhan bawang merah di Banjarmasin cukup tinggi, sayang mayoritas pasokan masih dari…

Jumat, 10 Maret 2017 10:34

Nilai Ekspor Kalsel Turun Ratusan US Dollar

BANJARMASIN – Lesunya perekonomian global berdampak pada sektor perdagangan di Kalsel. Dalam dua…

Jumat, 10 Maret 2017 09:54

Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes

BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan…

Kamis, 09 Maret 2017 14:31
Berita Tanah Bumbu

Harga Elpiji 3 Kg Kembali Meroket di Tanbu

BATULICIN – Harga eceran gas elpiji 3 kilogram di Batulicin mengalami kenaikan yang cukup tinggi…

Rabu, 08 Maret 2017 16:05

Banyaknya Jumlah SPBU di Kalsel, Hiswanamigas Ambil Sikap

BANJARMASIN - Jumlah SPBU di Kalsel dinilai Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kalsel…

Selasa, 28 Februari 2017 13:03

Nasib PKL Baiman, Diperkirakan Ramai Malah Sepi Pembeli

BANJARMASIN – Baru saja diresmikan, Pedagang Kaki Lima (PKL) Pusat Kuliner Baiman mengeluh sepinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .