MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 17 Februari 2017 16:48
Elpiji 3 Kilogram Bahkan Tembus Rp50 Ribu

PROKAL.CO, Yuliati, terlihat tergesa-gesa turun dari motornya. Dia mendatangi pangkalan gas LPG Aida di Jalan Kemuning Ujung, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru untuk menanyakan stok elpiji 3 kilogram. Rasa kecewa langsung terpancar dari wajahnya, usai mengetahui stok elpiji sedang kosong.

Ia mengaku sudah mencari kemana-mana, mulai dari Loktabat. Lalu ke Cempaka hingga ke Kemuning namun belum juga dia dapatkan gas elpiji 3 kilogram. "Padahal cuma mencari satu saja untuk masak, tapi susah sekali," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Elpiji 3 kilogram sebenarnya ada di eceran, namun harganya selangit. Yuliati mengungkapkan, di Loktabat Utara dirinya ditawari oleh salah seorang pengecer dengan harga Rp50 ribu pertabung. "Mahal-mahal kalau di eceran, mentang-mentang gas elpiji langka. Mana sanggup kami membelinya," kesalnya.

Selain di eceran, warga Banjarbaru ini mengungkapkan beberapa pangkalan juga ada yang bermain harga. Diam-diam mereka menaikan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). "Di pangkalan ada yang Rp22 ribu, padahal sesuai aturan HET-nya kan Rp17.500," ujarnya.

Aida, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kemuning Ujung membenarkan jika stok elpiji 3 kilogram di tempatnya kosong. "Kosong Mas, biasanya agen mengirim ke sini empat kali dalam sebulan, sekarang hanya dua kali itu pun kuotanya dikurangi," tuturnya.

Ia menambahkan, biasanya dalam sebulan pangkalan miliknya mendapatkan jatah 2.250 tabung dalam sebulan. Sekarang hanya 560 tabung dalam perbulan. "Stok dari agen berkurang sejak satu bulan terakhir ini," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, pengurangan stok terjadi akibat tersendatnya pendistribusian elpiji dari luar Kalsel ke Depot Pertamina. Lantaran, buruknya cuaca dan tingginya gelombang. "Kata agen sih karena gelombang tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru melalui Kabid Perdagangan Gusti Ardiansyah mengaku akan menyurati Pertamina jika kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih terjadi. "Kalau terus seperti ini kasihan masyarakat, kami akan menyurati Pertamina untuk mengajak menggelar operasi pasar," katanya.

Dia menduga, ada dua faktor yang menyebabkan elpiji langka. Pertama lantaran buruknya kondisi cuaca hingga mengakibatkan pendistribusian terganggu. Kedua, kemungkinan pemerintah sengaja mengurangi kuota elpiji bersubsidi, karena anggaran subsidi pada tahun 2016 sudah habis. "Tapi dugaan paling kuat karena buruknya cuaca," ujarnya.

Kelangkaan gas melon bukan hanya terjadi di Banjarbaru. Di Martapura, Kabupaten Banjar juga sangat sulit mencari elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada hanya di toko-toko dengan harga yang sangat tinggi.

Hj Faridah, salah seorang warga Jalan Sekumpul Ujung, Martapura mengungkapkan, sulitnya mencari elpiji 3 kilogram membuat dirinya terpaksa membeli di eceran dengan harga Rp40 ribu pertabung. "Kalau tidak saya beli, saya mau masak pakai apa? Karena gas di rumah sudah habis," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Banjar M Ramlan
melalui Kabid Perdagangan Ferryansyah mengaku sudah menyurati Pertamina terkait kelangkaan elpiji. "Kami juga sudah bertemu dengan pihak Pertamina, kata mereka kelangkaan terjadi karena kapal pendistribusi elpiji tidak bisa menepi ke Pelabuhan Trisakti. Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena cuaca," katanya.

Ia mengungkapkan, Pertamina meminta waktu selama satu minggu. Jika kelangkaan masih terjadi, mereka akan menggelar operasi pasar murah di sekitaran Martapura. "Nanti tempatnya mereka yang menentukan," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:51

Eks Pelabuhan Lama Bakal Jadi Kawasan Properti

BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, kawasan Eks Pelabuhan Martapura Lama tampak berbeda. Pasalnya,…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:25

HADOH.. Harga Daging Sapi dan Cabai Naik Lagi

KANDANGAN – Curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membuat…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Senin, 25 September 2017 12:15

Dinas Pertanian Tapin Cek Bantuan Bibit ke Petani Bawang

RANTAU – Tidak ingin penyaluran bantuan bibit bawang salah sasaran, Dinas Pertanian Kabupaten…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…

Jumat, 22 September 2017 15:54

Dewan: Hati-hati Beli Bibit Kelapa Sawit Palsu

BANJARMASIN – Untuk memperoleh hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit terbaik, tidak hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .