MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 10:30
Berkenalan dengan Pasutri Atlet Atletik Difabel M Syahid Yudha-Desi Ratnasari

Sepakat Tunda Momongan Demi Prestasi di PON Papua

ROMANTIS – Pasangan atlet atletik difabel Kalsel, Desi Ratnasari dan M Syahid Yudha di sela-sela latihan atletik di Stadion 17 Mei Banjarmasin, belum lama tadi. [Foto: FAUZAN RIDHANI/RADAR BANJARMASIN]

PROKAL.CO, Bagi kalangan difabel, kekurangan fisik bukan jadi penghalang untuk berprestasi. Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri (pasutri) atlet atletik difabel Kalsel, M Syahid Yudha dan Desi Ratnasari. Dibalik kekurangan fisik yang mereka miliki, ternyata ada segudang prestasi olahraga atletik yang berhasil mereka torehkan.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Sudah dua tahun pasutri atlet difabel Kalsel Yudha-Desi berumah tangga. Namun, hingga kini mereka belum punya momongan. Rupanya, ini memang jadi kesepakatan antara keduanya. Yakni, memprogramkan menunda punya anak, supaya fokus meraih prestasi. Target mereka adalah usai ikutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, baru mereka akan memprogramkan untuk punya momongan.

"Target mereka dapat emas di PON Papua. Baru, nanti sepulang PON Papua mereka programkan punya anak," ujar Ruri, rekan sesama atlet atletik Kota Banjarmasin yang menterjemahkan kata-kata Yudha dan Desi kepada Radar Banjarmasin lewat bahasa isyarat.

Desi menuturkan posisinya sebagai atlet atletik bersama sang suami memang harus dituntut selalu tampil prima. Apalagi, jadwal latihan mereka terbilang padat.

Terbayang betapa susahnya membagi waktu apabila mereka memiliki anak. “Untuk latihan reguler saja, sudah banyak menyita waktu. Kami lebih banyak berada di lapangan daripada kumpul-kumpul dengan keluarga di rumah. Selain itu, jadwal pertandingan dan kejuaraan juga menanti,” ujar Desi.

Ditambahkan Desi, program menunda momongan tersebut juga sudah diseujui oleh orangtua masing-masing. Walaupun sudah sangat menginginkan kehadiran bakal cucu, kedua belah pihak keluarga Desi dan Yudha sama-sama bisa memahami.

“Mereka bahkan mendukung supaya kami memaksimalkan diri meraih prestasi dulu, baru punya anak. Target kami ke PON Papua juga bisa mereka pahami, walaupun rentang waktunya lumayan lama, sekitar tiga tahun lagi,” ujar pasangan yang sudah menjalin kasih sejak bangku SMA ini.

Bicara prestasi, baik Yudha maupun Desi punya catatan masing-masing. Yang terbaru, keduanya sempat berlaga di ajang pekan Paralympian Nasional (Peparnas) XV 2016 di Jawa Barat. Kala itu, Desi lebih beruntung.

Yakni, mendapatkan satu medali perak di nomor lari 100 meter, satu medali perunggu di nomor lari 400 meter, dan medali perunggu di nomor pertandingan lompat jauh. “Yudha tidak dapat medali, soalnya dia hanya finish di urutan ke empat,” ujar Desi setengah mengolok manja kepada sang suami.

Namun demikian, di ajang Peparnas XIV 2013 Riau, Yudha sempat dapat medali emas di nomor lari 100 meter. Berkat prestasinya, Yudha diguyur bergepok bonus dari Pemprov Kalsel dan KONI Kalsel. “Uang bonus kami gunakan jalan-jalan ke Yogyakarta dan Bali. Selebihnya dijadikan modal usaha,” ungkap pasutri yang punya usaha cuci motor di kawasan Jalan Veteran tersebut.

Di masa depan, baik Yudha dan Desi sama-sama ingin terus berkiprah di dunia atletik. “Kalau bisa kami ingin jadi pelatih atletik. Sehingga, bisa melatih dan mengarahkan anak sendiri untuk menjadi atlet. Kami harap anak-anak kami lahir dalam keadaan normal,” harapnya.

Di sisi lain, Fatmawati, pelatih atletik Kota Banjarmasin yang membina Desi dan Yudha mengaku senang dengan semangat mereka berdua. “Upaya dan kerjasama mereka patut diteladani. Dua pasutri ini memang layak diacungi jempol dan jadi teladan bagi atlet difabel maupun atlet normal,” tandasnya.(az/arh)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .