MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 10:30
Berkenalan dengan Pasutri Atlet Atletik Difabel M Syahid Yudha-Desi Ratnasari

Sepakat Tunda Momongan Demi Prestasi di PON Papua

ROMANTIS – Pasangan atlet atletik difabel Kalsel, Desi Ratnasari dan M Syahid Yudha di sela-sela latihan atletik di Stadion 17 Mei Banjarmasin, belum lama tadi. [Foto: FAUZAN RIDHANI/RADAR BANJARMASIN]

PROKAL.CO, Bagi kalangan difabel, kekurangan fisik bukan jadi penghalang untuk berprestasi. Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri (pasutri) atlet atletik difabel Kalsel, M Syahid Yudha dan Desi Ratnasari. Dibalik kekurangan fisik yang mereka miliki, ternyata ada segudang prestasi olahraga atletik yang berhasil mereka torehkan.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Sudah dua tahun pasutri atlet difabel Kalsel Yudha-Desi berumah tangga. Namun, hingga kini mereka belum punya momongan. Rupanya, ini memang jadi kesepakatan antara keduanya. Yakni, memprogramkan menunda punya anak, supaya fokus meraih prestasi. Target mereka adalah usai ikutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, baru mereka akan memprogramkan untuk punya momongan.

"Target mereka dapat emas di PON Papua. Baru, nanti sepulang PON Papua mereka programkan punya anak," ujar Ruri, rekan sesama atlet atletik Kota Banjarmasin yang menterjemahkan kata-kata Yudha dan Desi kepada Radar Banjarmasin lewat bahasa isyarat.

Desi menuturkan posisinya sebagai atlet atletik bersama sang suami memang harus dituntut selalu tampil prima. Apalagi, jadwal latihan mereka terbilang padat.

Terbayang betapa susahnya membagi waktu apabila mereka memiliki anak. “Untuk latihan reguler saja, sudah banyak menyita waktu. Kami lebih banyak berada di lapangan daripada kumpul-kumpul dengan keluarga di rumah. Selain itu, jadwal pertandingan dan kejuaraan juga menanti,” ujar Desi.

Ditambahkan Desi, program menunda momongan tersebut juga sudah diseujui oleh orangtua masing-masing. Walaupun sudah sangat menginginkan kehadiran bakal cucu, kedua belah pihak keluarga Desi dan Yudha sama-sama bisa memahami.

“Mereka bahkan mendukung supaya kami memaksimalkan diri meraih prestasi dulu, baru punya anak. Target kami ke PON Papua juga bisa mereka pahami, walaupun rentang waktunya lumayan lama, sekitar tiga tahun lagi,” ujar pasangan yang sudah menjalin kasih sejak bangku SMA ini.

Bicara prestasi, baik Yudha maupun Desi punya catatan masing-masing. Yang terbaru, keduanya sempat berlaga di ajang pekan Paralympian Nasional (Peparnas) XV 2016 di Jawa Barat. Kala itu, Desi lebih beruntung.

Yakni, mendapatkan satu medali perak di nomor lari 100 meter, satu medali perunggu di nomor lari 400 meter, dan medali perunggu di nomor pertandingan lompat jauh. “Yudha tidak dapat medali, soalnya dia hanya finish di urutan ke empat,” ujar Desi setengah mengolok manja kepada sang suami.

Namun demikian, di ajang Peparnas XIV 2013 Riau, Yudha sempat dapat medali emas di nomor lari 100 meter. Berkat prestasinya, Yudha diguyur bergepok bonus dari Pemprov Kalsel dan KONI Kalsel. “Uang bonus kami gunakan jalan-jalan ke Yogyakarta dan Bali. Selebihnya dijadikan modal usaha,” ungkap pasutri yang punya usaha cuci motor di kawasan Jalan Veteran tersebut.

Di masa depan, baik Yudha dan Desi sama-sama ingin terus berkiprah di dunia atletik. “Kalau bisa kami ingin jadi pelatih atletik. Sehingga, bisa melatih dan mengarahkan anak sendiri untuk menjadi atlet. Kami harap anak-anak kami lahir dalam keadaan normal,” harapnya.

Di sisi lain, Fatmawati, pelatih atletik Kota Banjarmasin yang membina Desi dan Yudha mengaku senang dengan semangat mereka berdua. “Upaya dan kerjasama mereka patut diteladani. Dua pasutri ini memang layak diacungi jempol dan jadi teladan bagi atlet difabel maupun atlet normal,” tandasnya.(az/arh)


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 15:14

Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana…

Jumat, 07 April 2017 11:22

Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 16:10

Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…

Selasa, 04 April 2017 20:56

Subhanallah.. Ada Bayi Kembar Tiga Lahir di Hari Haul Guru Sekumpul

Tangisan bayi kembar tiga menggema di Puskesmas tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Di ujung banua…

Selasa, 04 April 2017 18:46

Menikmati Keindahan Pantai Indah Lestari Tanjung Batu

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal akan objek wisata pantainya. Diantaranya adalah Pantai Rindu Alam dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .