MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 10:30
Berkenalan dengan Pasutri Atlet Atletik Difabel M Syahid Yudha-Desi Ratnasari

Sepakat Tunda Momongan Demi Prestasi di PON Papua

ROMANTIS – Pasangan atlet atletik difabel Kalsel, Desi Ratnasari dan M Syahid Yudha di sela-sela latihan atletik di Stadion 17 Mei Banjarmasin, belum lama tadi. [Foto: FAUZAN RIDHANI/RADAR BANJARMASIN]

PROKAL.CO, Bagi kalangan difabel, kekurangan fisik bukan jadi penghalang untuk berprestasi. Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri (pasutri) atlet atletik difabel Kalsel, M Syahid Yudha dan Desi Ratnasari. Dibalik kekurangan fisik yang mereka miliki, ternyata ada segudang prestasi olahraga atletik yang berhasil mereka torehkan.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Sudah dua tahun pasutri atlet difabel Kalsel Yudha-Desi berumah tangga. Namun, hingga kini mereka belum punya momongan. Rupanya, ini memang jadi kesepakatan antara keduanya. Yakni, memprogramkan menunda punya anak, supaya fokus meraih prestasi. Target mereka adalah usai ikutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, baru mereka akan memprogramkan untuk punya momongan.

"Target mereka dapat emas di PON Papua. Baru, nanti sepulang PON Papua mereka programkan punya anak," ujar Ruri, rekan sesama atlet atletik Kota Banjarmasin yang menterjemahkan kata-kata Yudha dan Desi kepada Radar Banjarmasin lewat bahasa isyarat.

Desi menuturkan posisinya sebagai atlet atletik bersama sang suami memang harus dituntut selalu tampil prima. Apalagi, jadwal latihan mereka terbilang padat.

Terbayang betapa susahnya membagi waktu apabila mereka memiliki anak. “Untuk latihan reguler saja, sudah banyak menyita waktu. Kami lebih banyak berada di lapangan daripada kumpul-kumpul dengan keluarga di rumah. Selain itu, jadwal pertandingan dan kejuaraan juga menanti,” ujar Desi.

Ditambahkan Desi, program menunda momongan tersebut juga sudah diseujui oleh orangtua masing-masing. Walaupun sudah sangat menginginkan kehadiran bakal cucu, kedua belah pihak keluarga Desi dan Yudha sama-sama bisa memahami.

“Mereka bahkan mendukung supaya kami memaksimalkan diri meraih prestasi dulu, baru punya anak. Target kami ke PON Papua juga bisa mereka pahami, walaupun rentang waktunya lumayan lama, sekitar tiga tahun lagi,” ujar pasangan yang sudah menjalin kasih sejak bangku SMA ini.

Bicara prestasi, baik Yudha maupun Desi punya catatan masing-masing. Yang terbaru, keduanya sempat berlaga di ajang pekan Paralympian Nasional (Peparnas) XV 2016 di Jawa Barat. Kala itu, Desi lebih beruntung.

Yakni, mendapatkan satu medali perak di nomor lari 100 meter, satu medali perunggu di nomor lari 400 meter, dan medali perunggu di nomor pertandingan lompat jauh. “Yudha tidak dapat medali, soalnya dia hanya finish di urutan ke empat,” ujar Desi setengah mengolok manja kepada sang suami.

Namun demikian, di ajang Peparnas XIV 2013 Riau, Yudha sempat dapat medali emas di nomor lari 100 meter. Berkat prestasinya, Yudha diguyur bergepok bonus dari Pemprov Kalsel dan KONI Kalsel. “Uang bonus kami gunakan jalan-jalan ke Yogyakarta dan Bali. Selebihnya dijadikan modal usaha,” ungkap pasutri yang punya usaha cuci motor di kawasan Jalan Veteran tersebut.

Di masa depan, baik Yudha dan Desi sama-sama ingin terus berkiprah di dunia atletik. “Kalau bisa kami ingin jadi pelatih atletik. Sehingga, bisa melatih dan mengarahkan anak sendiri untuk menjadi atlet. Kami harap anak-anak kami lahir dalam keadaan normal,” harapnya.

Di sisi lain, Fatmawati, pelatih atletik Kota Banjarmasin yang membina Desi dan Yudha mengaku senang dengan semangat mereka berdua. “Upaya dan kerjasama mereka patut diteladani. Dua pasutri ini memang layak diacungi jempol dan jadi teladan bagi atlet difabel maupun atlet normal,” tandasnya.(az/arh)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .