MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 10:30
Berkenalan dengan Pasutri Atlet Atletik Difabel M Syahid Yudha-Desi Ratnasari

Sepakat Tunda Momongan Demi Prestasi di PON Papua

ROMANTIS – Pasangan atlet atletik difabel Kalsel, Desi Ratnasari dan M Syahid Yudha di sela-sela latihan atletik di Stadion 17 Mei Banjarmasin, belum lama tadi. [Foto: FAUZAN RIDHANI/RADAR BANJARMASIN]

PROKAL.CO, Bagi kalangan difabel, kekurangan fisik bukan jadi penghalang untuk berprestasi. Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri (pasutri) atlet atletik difabel Kalsel, M Syahid Yudha dan Desi Ratnasari. Dibalik kekurangan fisik yang mereka miliki, ternyata ada segudang prestasi olahraga atletik yang berhasil mereka torehkan.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Sudah dua tahun pasutri atlet difabel Kalsel Yudha-Desi berumah tangga. Namun, hingga kini mereka belum punya momongan. Rupanya, ini memang jadi kesepakatan antara keduanya. Yakni, memprogramkan menunda punya anak, supaya fokus meraih prestasi. Target mereka adalah usai ikutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, baru mereka akan memprogramkan untuk punya momongan.

"Target mereka dapat emas di PON Papua. Baru, nanti sepulang PON Papua mereka programkan punya anak," ujar Ruri, rekan sesama atlet atletik Kota Banjarmasin yang menterjemahkan kata-kata Yudha dan Desi kepada Radar Banjarmasin lewat bahasa isyarat.

Desi menuturkan posisinya sebagai atlet atletik bersama sang suami memang harus dituntut selalu tampil prima. Apalagi, jadwal latihan mereka terbilang padat.

Terbayang betapa susahnya membagi waktu apabila mereka memiliki anak. “Untuk latihan reguler saja, sudah banyak menyita waktu. Kami lebih banyak berada di lapangan daripada kumpul-kumpul dengan keluarga di rumah. Selain itu, jadwal pertandingan dan kejuaraan juga menanti,” ujar Desi.

Ditambahkan Desi, program menunda momongan tersebut juga sudah diseujui oleh orangtua masing-masing. Walaupun sudah sangat menginginkan kehadiran bakal cucu, kedua belah pihak keluarga Desi dan Yudha sama-sama bisa memahami.

“Mereka bahkan mendukung supaya kami memaksimalkan diri meraih prestasi dulu, baru punya anak. Target kami ke PON Papua juga bisa mereka pahami, walaupun rentang waktunya lumayan lama, sekitar tiga tahun lagi,” ujar pasangan yang sudah menjalin kasih sejak bangku SMA ini.

Bicara prestasi, baik Yudha maupun Desi punya catatan masing-masing. Yang terbaru, keduanya sempat berlaga di ajang pekan Paralympian Nasional (Peparnas) XV 2016 di Jawa Barat. Kala itu, Desi lebih beruntung.

Yakni, mendapatkan satu medali perak di nomor lari 100 meter, satu medali perunggu di nomor lari 400 meter, dan medali perunggu di nomor pertandingan lompat jauh. “Yudha tidak dapat medali, soalnya dia hanya finish di urutan ke empat,” ujar Desi setengah mengolok manja kepada sang suami.

Namun demikian, di ajang Peparnas XIV 2013 Riau, Yudha sempat dapat medali emas di nomor lari 100 meter. Berkat prestasinya, Yudha diguyur bergepok bonus dari Pemprov Kalsel dan KONI Kalsel. “Uang bonus kami gunakan jalan-jalan ke Yogyakarta dan Bali. Selebihnya dijadikan modal usaha,” ungkap pasutri yang punya usaha cuci motor di kawasan Jalan Veteran tersebut.

Di masa depan, baik Yudha dan Desi sama-sama ingin terus berkiprah di dunia atletik. “Kalau bisa kami ingin jadi pelatih atletik. Sehingga, bisa melatih dan mengarahkan anak sendiri untuk menjadi atlet. Kami harap anak-anak kami lahir dalam keadaan normal,” harapnya.

Di sisi lain, Fatmawati, pelatih atletik Kota Banjarmasin yang membina Desi dan Yudha mengaku senang dengan semangat mereka berdua. “Upaya dan kerjasama mereka patut diteladani. Dua pasutri ini memang layak diacungi jempol dan jadi teladan bagi atlet difabel maupun atlet normal,” tandasnya.(az/arh)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .