MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 11:45
Menengok Aktivitas ‘Bombing’ Graffiti di Banjarmasin

Tak Takut Ditegur, Orang Jerman Ikut Menggambar

BOMBING: Big Jeff dan Tobi sedang melakukan aktivitas bombing di kawasan Pelabuhan Lama Banjarmasin. [Foto: Donny/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Seni graffiti mulai marak di Banjarmasin. Tembok-tembok itu dilukis anak-anak dari South Bomber Crew dengan gambaran yang unik. Bagaimana aktivitasnya?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------

Berisiknya lalu lalang kendaraan serta panasnya terik matahari tak menghalangi dua pemuda ini untuk melakukan aktivitas ‘bombing’ graffiti di tembok sekitar kawasan Pelabuhan Lama kota Banjarmasin. Beberapa warga keheranan melihat aktivitas mereka berdua. Dari anak-anak dan dewasa matanya tertuju pada aktivitas ini.

Mereka tampak serius menggambar, sesekali mereka meninjau karya yang masih setengah jadi tersebut. “Man, it’s looks so bad,” tutur Tobi menggumam hasil gambarannya sendiri.

Kemudian dia menyuruh Big Jeff untuk melanjutkan hasil gambarannya. “You are more professional,” lanjut Tobi memuji Big Jeff.

Tobi adalah bomber (sebutan untuk seniman graffiti) dari komunitas Blitzkrieg, Jerman. Ia ditemani oleh Big Jeff, salah satu bomber dari kota Banjarmasin untuk melakukan aktivitas bombing tersebut. “Dia stay di Palangka beberapa hari, tapi main ke Banjarmasin,” ujar Jeff.

Big Jeff menuturkan aktivitas ini sudah dimulainya sejak tahun 2008. “Awalnya memang suka menggambar,” ujarnya. Lalu, karena terus mengasah bakatnya, dia menemukan pilihan untuk melakukan aktivitas bombing ini. “Biasanya lebih suka gambar-gambar yang sifatnya human interest, kaya gambar anak-anak, seorang ibu, dan lain-lain,” ujarnya.

Sesekali, Big Jeff juga meluapkan bentuk protes kepada pemerintahan lewat seni graffiti ini. “Tapi kita mainnya dengan cara yang halus, nggak frontal,” jelasnya.

Beberapa titik di kota Banjarmasin sudah digambarinya. “Paling banyak di rooftop depan Swiss belHotel Borneo,” ujarnya.

Big Jeff mempunyai argumen jika aktivitas ini ditegur. “Selama kita nggak merusak keindahan, ngapain takut,” tegasnya. Dia menuturkan seni graffiti justru harus ditengok oleh pemerintah. “Selama ini kita kurang mendapat apresiasi, ya harapannya kedepan pemerintah bisa melirik kita,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Banjarmasin, Big Jeff beserta teman-temannya juga sudah menggambar di beberapa kota di Kalsel, bahkan di luar daerah. “Amuntai pernah, Jakarta pernah, banyak lah,” ujarnya.

Kedepannya, South Bomber Crew akan melaksanakan beberapa proyek dengan menggaet Nanang Galuh Provinsi Kalsel. “Kemungkinan kita gambar di taman PKK, temanya tentang kearifan lokal daerah kita,” ujarnya. Lalu ada beberapa aktivitas ‘bombing’ gabungan di Samarinda dengan bomber yang lainnya.

Bagaimana dengan Tobi? Ia menuturkan sangat beruntung datang ke Banjarmasin. Tidak ada hukuman seperti di negaranya ketika melakukan aktivitas bombing ini. Di Jerman, ia mengatakan sangat kesulitan untuk meluapkan ekspresinya lewat seni graffiti. Sekali mereka menggambar di tembok, jeruji sel akan menanti. “That’s why i love Banjarmasin. I love the people, nice, i love it,” jelasnya.

Tobi juga mengatakan menyukai budaya hip-hop yang ada di Indonesia. “It’s fantastic!” ujarnya.(az/dye)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 15:19

Kisah Khairani, Rela Makan tak Pakai Lauk, Asal Uang Kuliah Anak Tercukupi

Meski memiliki keterbatasan, Khairani punya keinginan tinggi untuk menyukseskan anaknya. Sebagai tuna…

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 23 April 2018 13:15
Dita Lestari

Hobi Bermusik, Tugas Tetap Oke

Musik is my life. Ungkapan bahasa Inggris itu pas ditujukan pada Dita Lestari. Polwan berpangkat Brigadir…

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .