MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 11:45
Menengok Aktivitas ‘Bombing’ Graffiti di Banjarmasin

Tak Takut Ditegur, Orang Jerman Ikut Menggambar

BOMBING: Big Jeff dan Tobi sedang melakukan aktivitas bombing di kawasan Pelabuhan Lama Banjarmasin. [Foto: Donny/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Seni graffiti mulai marak di Banjarmasin. Tembok-tembok itu dilukis anak-anak dari South Bomber Crew dengan gambaran yang unik. Bagaimana aktivitasnya?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------

Berisiknya lalu lalang kendaraan serta panasnya terik matahari tak menghalangi dua pemuda ini untuk melakukan aktivitas ‘bombing’ graffiti di tembok sekitar kawasan Pelabuhan Lama kota Banjarmasin. Beberapa warga keheranan melihat aktivitas mereka berdua. Dari anak-anak dan dewasa matanya tertuju pada aktivitas ini.

Mereka tampak serius menggambar, sesekali mereka meninjau karya yang masih setengah jadi tersebut. “Man, it’s looks so bad,” tutur Tobi menggumam hasil gambarannya sendiri.

Kemudian dia menyuruh Big Jeff untuk melanjutkan hasil gambarannya. “You are more professional,” lanjut Tobi memuji Big Jeff.

Tobi adalah bomber (sebutan untuk seniman graffiti) dari komunitas Blitzkrieg, Jerman. Ia ditemani oleh Big Jeff, salah satu bomber dari kota Banjarmasin untuk melakukan aktivitas bombing tersebut. “Dia stay di Palangka beberapa hari, tapi main ke Banjarmasin,” ujar Jeff.

Big Jeff menuturkan aktivitas ini sudah dimulainya sejak tahun 2008. “Awalnya memang suka menggambar,” ujarnya. Lalu, karena terus mengasah bakatnya, dia menemukan pilihan untuk melakukan aktivitas bombing ini. “Biasanya lebih suka gambar-gambar yang sifatnya human interest, kaya gambar anak-anak, seorang ibu, dan lain-lain,” ujarnya.

Sesekali, Big Jeff juga meluapkan bentuk protes kepada pemerintahan lewat seni graffiti ini. “Tapi kita mainnya dengan cara yang halus, nggak frontal,” jelasnya.

Beberapa titik di kota Banjarmasin sudah digambarinya. “Paling banyak di rooftop depan Swiss belHotel Borneo,” ujarnya.

Big Jeff mempunyai argumen jika aktivitas ini ditegur. “Selama kita nggak merusak keindahan, ngapain takut,” tegasnya. Dia menuturkan seni graffiti justru harus ditengok oleh pemerintah. “Selama ini kita kurang mendapat apresiasi, ya harapannya kedepan pemerintah bisa melirik kita,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Banjarmasin, Big Jeff beserta teman-temannya juga sudah menggambar di beberapa kota di Kalsel, bahkan di luar daerah. “Amuntai pernah, Jakarta pernah, banyak lah,” ujarnya.

Kedepannya, South Bomber Crew akan melaksanakan beberapa proyek dengan menggaet Nanang Galuh Provinsi Kalsel. “Kemungkinan kita gambar di taman PKK, temanya tentang kearifan lokal daerah kita,” ujarnya. Lalu ada beberapa aktivitas ‘bombing’ gabungan di Samarinda dengan bomber yang lainnya.

Bagaimana dengan Tobi? Ia menuturkan sangat beruntung datang ke Banjarmasin. Tidak ada hukuman seperti di negaranya ketika melakukan aktivitas bombing ini. Di Jerman, ia mengatakan sangat kesulitan untuk meluapkan ekspresinya lewat seni graffiti. Sekali mereka menggambar di tembok, jeruji sel akan menanti. “That’s why i love Banjarmasin. I love the people, nice, i love it,” jelasnya.

Tobi juga mengatakan menyukai budaya hip-hop yang ada di Indonesia. “It’s fantastic!” ujarnya.(az/dye)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .