MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 20 Februari 2017 11:45
Menengok Aktivitas ‘Bombing’ Graffiti di Banjarmasin

Tak Takut Ditegur, Orang Jerman Ikut Menggambar

BOMBING: Big Jeff dan Tobi sedang melakukan aktivitas bombing di kawasan Pelabuhan Lama Banjarmasin. [Foto: Donny/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Seni graffiti mulai marak di Banjarmasin. Tembok-tembok itu dilukis anak-anak dari South Bomber Crew dengan gambaran yang unik. Bagaimana aktivitasnya?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------

Berisiknya lalu lalang kendaraan serta panasnya terik matahari tak menghalangi dua pemuda ini untuk melakukan aktivitas ‘bombing’ graffiti di tembok sekitar kawasan Pelabuhan Lama kota Banjarmasin. Beberapa warga keheranan melihat aktivitas mereka berdua. Dari anak-anak dan dewasa matanya tertuju pada aktivitas ini.

Mereka tampak serius menggambar, sesekali mereka meninjau karya yang masih setengah jadi tersebut. “Man, it’s looks so bad,” tutur Tobi menggumam hasil gambarannya sendiri.

Kemudian dia menyuruh Big Jeff untuk melanjutkan hasil gambarannya. “You are more professional,” lanjut Tobi memuji Big Jeff.

Tobi adalah bomber (sebutan untuk seniman graffiti) dari komunitas Blitzkrieg, Jerman. Ia ditemani oleh Big Jeff, salah satu bomber dari kota Banjarmasin untuk melakukan aktivitas bombing tersebut. “Dia stay di Palangka beberapa hari, tapi main ke Banjarmasin,” ujar Jeff.

Big Jeff menuturkan aktivitas ini sudah dimulainya sejak tahun 2008. “Awalnya memang suka menggambar,” ujarnya. Lalu, karena terus mengasah bakatnya, dia menemukan pilihan untuk melakukan aktivitas bombing ini. “Biasanya lebih suka gambar-gambar yang sifatnya human interest, kaya gambar anak-anak, seorang ibu, dan lain-lain,” ujarnya.

Sesekali, Big Jeff juga meluapkan bentuk protes kepada pemerintahan lewat seni graffiti ini. “Tapi kita mainnya dengan cara yang halus, nggak frontal,” jelasnya.

Beberapa titik di kota Banjarmasin sudah digambarinya. “Paling banyak di rooftop depan Swiss belHotel Borneo,” ujarnya.

Big Jeff mempunyai argumen jika aktivitas ini ditegur. “Selama kita nggak merusak keindahan, ngapain takut,” tegasnya. Dia menuturkan seni graffiti justru harus ditengok oleh pemerintah. “Selama ini kita kurang mendapat apresiasi, ya harapannya kedepan pemerintah bisa melirik kita,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Banjarmasin, Big Jeff beserta teman-temannya juga sudah menggambar di beberapa kota di Kalsel, bahkan di luar daerah. “Amuntai pernah, Jakarta pernah, banyak lah,” ujarnya.

Kedepannya, South Bomber Crew akan melaksanakan beberapa proyek dengan menggaet Nanang Galuh Provinsi Kalsel. “Kemungkinan kita gambar di taman PKK, temanya tentang kearifan lokal daerah kita,” ujarnya. Lalu ada beberapa aktivitas ‘bombing’ gabungan di Samarinda dengan bomber yang lainnya.

Bagaimana dengan Tobi? Ia menuturkan sangat beruntung datang ke Banjarmasin. Tidak ada hukuman seperti di negaranya ketika melakukan aktivitas bombing ini. Di Jerman, ia mengatakan sangat kesulitan untuk meluapkan ekspresinya lewat seni graffiti. Sekali mereka menggambar di tembok, jeruji sel akan menanti. “That’s why i love Banjarmasin. I love the people, nice, i love it,” jelasnya.

Tobi juga mengatakan menyukai budaya hip-hop yang ada di Indonesia. “It’s fantastic!” ujarnya.(az/dye)


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .