MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 22 Februari 2017 16:18
Unik..! Usaha Pencucian Mobil H Edwar Pekerjakan Para Tuna Wicara

Cuci Mobil tanpa Saling Bicara

RAMAI: Pencucian mobil H Edwar. [Foto: Akbar/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Usaha pencucian mobil dan motor milik H Edwar di Kelurahan Paliwara di Kota Amuntai ini patut diberi apresiasi. Dia mempekerjakan banyak para tunawicara.

--------------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

--------------------------------------------------

Pencucian mobil dan sepeda motor itu berada di Jalan Candi Kelurahan Paliwara Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sepintas, tak ada yang aneh dengan usaha pencucian ini. Keunikan hanya akan diketahui jika kita mencuci mobil atau motor di sana.

Bagaimana tidak pencucian sederhana itu, memiliki tenaga (pekerja) yang tuna wicara. Enam dari tujuh pekerjanya merupakan orang berkebutuhan khusus tuna wicara dan tuna rungu. Tak heran, para pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan para pencuci, bisa melalui bahasa isyarat.

Pencucian yang telah berdiri sejak tahun 2007 itu. Pelanggan banyak berasal dari pegawai, sopir truk bahkan travel. Saat wartawan koran ini berkunjung kelokasi Jumat (27/1) sekitar pukul 10.00 wita, aktivitas pencucian sedang ramai.

 Saking ramainya, H Edwar sang pemilik terlihat membantu para kerjanya yang berkutat dengan selang semprotan, sabun dan debu. Para pekerja yang rata-rata tuna wicara terlihat asik menggeluti pekerjaannya.  Aktivitas pencucian juga semakin unik kala si pencuci tuna wicara berkomunikasi dengan rekan-rekannya menggunakan bahasa tubuh.

"Saya senang melakukan kegiatan ini. Ada pengunjung datang mencuci mobil, motor dan karpet mereka d isini," sebut salah satu pencuci tuna wicara diartikan oleh pemilik yang mengerti bahasa isyarat kaum khusus tuna wicara.

Sementara itu, Edwar begitu pemilik disapa, mengaku senang mempekerjakan para tuna wicara di tempatnya. Meskipun sebelumnya para pekerja awal pendirian pencucian mobil miliknya tidak bisu.

"Dulu yang bekerja tidak bisu. Lalu keluar, tak lama ada pekerja bisu yang datang, lambat laun mereka bertambah banyak. Dari tujuh tenaga yang saya miliki, cuma satu yang tidak bisu. Sisanya tuna wicara semua," sebut  pensiunan karyawan di Amuntai itu.

Kelebihan mereka, tentu ulet dan tidak neko-neko alias rajin saat bekerja. Kedua mereka jujur, hampir sejak para tuna wicara ini tidak ada laporan kehilangan barang pemilik kendaraan. Semua lengkap saat pemilik mengambil kendaraannya. "Dalam bisnis kejujuran yang utama. Itu prinsipnya," ungkapnya.    Selain itu, ini  memberikan peluang kerja kepada kaum terbatas seperti tuna wicara khususnya di HSU untuk bisa bekerja.

Salah satu pelanggan setia pencucian di tempat itu, Yusril, mengaku senang mencuci mobil di tempat ini, sebab di samping murah juga pekerjanya juga unik karena mereka bisu.

"Mencuci ditempat ini ada kesan peduli antar sesama. Sebab saudara yang 'kurang' dapat mencari nafkah di lokasi ini. Pemiliknya juga keren, sebab mempekerjakan tuna wicara di pencucian mobil ini," sebut pria yang berdiam di Kecamatan Banjang tersebut. (mar/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .