MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 23 Februari 2017 12:00
Miris..!! Bakal Dikelola Swasta, Pembangunan RS Suriansyah Tak Pernah Dibantu Pemprov
TERKENDALA ANGGARAN: Inilah kondisi RS Sultan Suriansyah milik Pemerintah Kota Banjarmasin. [Foto: Eka/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Target pembangunan RS Sultan Suriansyah yang digadang bakal selesai pada 2017 nanti, nampaknya harus tertunda. Ini merupakan dampak dari alokasi anggaran yang tidak mencukupi untuk pembangunan RS milik kota Banjarmasin tersebut.

RS yang diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp240 miliar, hingga saat ini pembangunan RS sudah menghabiskan anggaran Rp72 miliar. Untuk penyelesaian, Dinas PU memperkirakan bakal menghabiskan anggaran Rp180 miliar. Namun, pemko Banjarmasin hanya menganggarkan sebesar Rp38 miliar.

Pada 2015 lalu, pemko sempat meminta bantuan dari pemerintah provinsi, namun gagal. Pemko membangun fisik RS dengan anggaran Rp38 miliar pada 2015. Tahun selanjutnya, pemko kembali menganggarkan Rp34 miliar.

Hingga saat ini, pembangunan fisik RS Sultan Suriansyah masih mengandalkan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Banjarmasin.

Parahnya, sampai saat ini, Pemko Banjarmasin masih belum punya rumah sakit daerah sendiri. Dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Banjarmasin, RSUD Ulin dan RSUD Anshari Saleh merupakan milik pemerintah provinsi.

Target penyelesaian fisik RS Sultan Suriansyah pada tahun ini pun terancam molor. Akibat peraturan baru tentang Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) baru, pengerjaan dilanjutkan oleh Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

Anggaran untuk Dinas PU dan Penataan Ruang sendiri hanya Rp160 miliar. Anggaran itu harus dibagi-bagi untuk beberapa bidang di Dinas PU seperti Bidang Bina Marga, Bidang Cipta Karya, Bidang Tata Ruang, serta Bidang Sumber Daya Air dan Drainase. Padahal bidang-bidang ini sebelumnya merupakan SKPD terpisah.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Gusti Ridwan Sofyani menjelaskan, kelanjutan proyek RSUD Sultan Suriansyah sendiri dikerjakan secara multiyears selama 3 tahun anggaran hanya tersedia Rp38 miliar.

“Saat ini memang masih disiapkan lelang konsultan manajemen konstruksi dulu. Insyaallah di bulan ini,” ujarnya belum lama.

“Dari konsultan nantinya baru bisa tahu apa-apa saja yang dibangun di tahun 2017 ini dengan anggaran yang ada,” lanjutnya.

Pihaknya pun masih berusaha menggaet dana dari pemerintah pusat agar bisa melancarkan proses pembangunan RSUD Sultan Suriansyah.

Sementara itu, Sekdako Banjarmasin Hamli, mengatakan, pihaknya bersama dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Penataan Ruang serta lainnya melakukan ekspose RSUD Sultan Suriansyah ke pihak Dirjen Bangda (Pembangunan Daerah) Kemendagri dan Bappenas beberapa waktu lalu.

“Kami ke sana untuk mencari pendanaan. Karena memang dananya sangat besar. Pembangunan RSUD Sultan Suriansyah sendiri sudah masuk program pemerintah pusat. Target kita tahun 2019 harus selesai,” bebernya.

Untuk itu pihaknya meminta solusi kepada Bappenas dan Dirjen Bangda Kemendagri agar pembangunan rumah sakit yang sudah jadi kebutuhan Pemerintah Kota Banjarmasin bisa dibantu. “Responnya diberi beberapa pilihan. Salah satunya nanti ada keterlibatan pihak swasta dalam mengelola dan lainnya. Masih kami usahakan terus untuk membantu pendanaannya,” bebernya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah meminta semua dinas terus kreatif untuk bisa menarik dana pusat sebagai sumber dana pembangunan di daerah, termasuk pembangunan RSUD Sultan Suriansyah.

“Semalam sudah ekspos di Dirjen Bangda dan Bappenas. Kami punya target 2019 harus sudah selesai,” tegasnya.

Pilihan lainnya untuk diserahkan kepada pihak ketiga bisa menjadi pilihan. Apalagi, Kebutuhan RSUD Sultan Suriansyah, kata Hermansyah sudah sangat mendesak.

“Pengelolaannya. Peralatan, SDM dan lainnya bisa saja pihak ke tiga. Biar kita tinggal pakai dan lebih cepat membangun. Jadi Pemko bisa fokus mengerjakan bangunannya, tidak mikir yang lain. Selain itu biar lebih profesional nantinya pengelolaannya dan bagus pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Saya tidak mau lagi dengar ada masyarakat Kota Banjarmasin yang ditolak rumah sakit nantinya. Kalau punya rumah sakit sendiri kan enak, bisa gratiskan buat warga,” tuntasnya. (eka)


BACA JUGA

Sabtu, 27 Mei 2017 08:54

Dukung Ekspedisi Islam Jilid III, Ini Hadiah Dari TiKi

BANJARBARU – Banyak pihak yang ingin menyukseskan Ekspedisi Islam Jilid 3. Direktur Tiki Banjarmasin…

Sabtu, 27 Mei 2017 08:53

NGERI, Makanan yang Sering Dimakan ini Ternyata Berbahaya Dijual Bebas di Sentra Antasari

BANJARMASIN – Bahan makanan berbahaya ditemukan di Sentra Antasari, kemarin pagi. Mulai dari opak,…

Jumat, 26 Mei 2017 17:57

AWAS, Kehabisan Tiket Mudik

BANJARMASIN - Bagi yang mudik tahun ini lekas-lekaslah memesan tiket. Pasalnya, bahkan sebelum Ramadan…

Jumat, 26 Mei 2017 17:24

Di Tapin, Ratusan Wanita Menjanda Setiap Tahunnya

RANTAU – Berbagai macam penyebab kasus perceraian di Kabupaten Tapin, tercatat sepanjang tahun…

Jumat, 26 Mei 2017 17:14
Kabar Tanah Bumbu

Ini Ternyata Tugas Utama Putera Puteri Tenun Terpilih

BATULICIN - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tanbu menggelar malam Grand Final Pemilihan Putra Putri…

Jumat, 26 Mei 2017 17:12
Kabar Tanah Bumbu

MULAI SEKARANG, Tamu Datang ke Tanbu Bakal Disuguhi Kuliner ini

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming meminta menu pangan serba ikan harus menjadi suguhan…

Jumat, 26 Mei 2017 17:10
Kabar Tanah Bumbu

Targetkan 350 Kantong Darah Selama Ramadan

BATULICIN - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tanah Bumbu terus  berupaya mengantisipasi…

Jumat, 26 Mei 2017 17:06

Pusat Kuliner Tandingan Jadi Pasar Ramadan

BANJARMASIN – Lahan di seberang Pusat Kuliner Baiman Jalan Lingkar Dalam kini bakal dijadikan…

Kamis, 25 Mei 2017 14:22

Demo di Bawah Guntur dan Hujan, Bupati Kotabaru Diserbu Banyak Tuntutan

KOTABARU - Ditingkahi suara guntur dan hujan deras, ratusan orang berunjukrasa di depan Kantor Bupati…

Kamis, 25 Mei 2017 14:15
Parlementaria Banjarbaru

Agar Kota Sehat Tak Sekadar Slogan, Ini yang Dilakukan Dewan

BANJARBARU - Raperda tentang Kota Sehat sedang digodok. Agar produk hukum usulan pemko itu tak terjebak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .