MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 25 Februari 2017 19:16
Nasib Memprihatinkan Objek Wisata Tanjung Puri di Tabalong

Tak Kokoh Diinjak, Harus Dikelola Profesional

AWAS ROBOH: Seorang pengujung Objjek Wisata Tanjung Puri menyebrang di jembatan yang sudah rusak. [Foto: Ibnu/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Banyak fasilitas yang rusak di Objek Wisata Tanjung Puri Kabupaten Tabalong. Tempat reakreasi danau buatan dengan sajian joglo di atasnya itu sudah mulai ditinggalkan pengunjungnya.

------------------------------------------------

IBNU DWI WAHYUDI, Tabalong

------------------------------------------------

Terik matahari siang sedang panas-panasnya. Tidak untuk di Objek Wisata Tanjung Puri di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, banyak pohon peneduh yang melindungi sorotan matahari langsung ke kulit.

Terlihat joglo santai sebanyak enam buah di sana, tepatnya berada di atas danau. Satu diantaranya merupakan joglo utama, yang dibangun lebih besar dan lebih tinggi dari lainnya.

Danaunya cukup jernih dan nyaman dipandang mata. Apalagi ada banyak tumbuhan air menghiasinya. Sekitar lahan pun dilengkapi pepohonan rindang.

Tempat itu berada 15 kilometer dari pusat Kota Tanjung melalui jalan trans Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Timur. Paling tidak sekitar setengah jam untuk menempuhnya menggunakan kendaraan bermotor.

Sungguh sangat disayangkan, pemandangan apik di sana tidak sebaiknya fasilitas yang tersedia. Banyak yang sudah rusak. Kalau dilihat secara kasat mata, kerusakan karena termakan usia, atau dibiarkan tanpa adanya perawatan.

Paling parah kerusakan pada bagian kamar mandi dan WC umum yang disediakan. Dari empat ruang, hanya satu yang tersisa. Itu pun kondisinya sangat memprihatinkan. Baik dinding, maupun atapnya.

Sebagian beratapkan spanduk plastik, dan sebagian lainnya atap berkarat. Jembatan yang menjadi lintasan menyeberangi danau juga bernasib sama. Rangka kayu ulin berukuran 10 sentimeter persegi sebagai penyangga utama lantai sudah patah. Papan lantai banyak yang lepas dan menimbulkan lubang.

Joglo yang biasa tempat bersantai juga seolah dibiarkan keropos. Jembatan penghubung joglo ada yang bergoyang dan tidak lagi kokoh untuk diinjak. Bagian pagar sebagai upaya keamanan bagi pengunjung banyak yang hilang. Terlebih pada bagian joglo utama.

Penjaga objek wisata itu mengaku di sana tidak ada tempat pembuangan sampah. Pengunjung yang datang hanya diminta kesadarannya agar tidak membuang sampah sembarangan.

Padahal objek wisata ini sudah lama ada, dan menjadi ikon di daerah tersebut lantaran hanya sedikit lokasi hiburan di sana. Informasinya, kepemilikannya adalah aset Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong, Zain Ramali, membenarkan terkait kerusakan itu. "Semuanya rusak. Rusaknya sudah lama karena tidak dipugar," terangnya.

Lama tidak dipugar lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Tabalong untuk merehab belum diadakan.

Dia memastikan tahun ini akan direhap sebagian besar fasilitas di sana. Setidaknya tidak lama lagi, akan dilakukan proses lelang dan dilanjutkan pengerjaannya. "Insya Allah bulan Mei sudah selesai pengerjaanya. Sebelum Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) selesai," janjinya.

Rencananya, pengelolaan objek wisata tersebut akan diserahkan ke pihak ketiga. Zain Ramali memastikan pengelolaan dilakukan orang yang profesional. Baik pada restoran dan areal lainnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .