MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 25 Februari 2017 20:11
Suka Duka Para Pengumpul Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

Sekarang Sulit Kumpulkan Sumbangan

KUMPULKAN SUMBANGAN: Warga Lok Baintan Dalam mengumpulkan sumbangan di jalan raya. [Foto: Abdi/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kita mungkin sering bertemu deretan warga di pinggir jalan. Mengangkat tangan, tersenyum sembari menjulurkan wadah sumbangan. Sebagian kita menyumbang namun mayoritas kita memperlambat kendaraan dan berlalu.

Mendengar dari cerita warga Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Beberapa warga saat itu membentuk kelompok teroganisir untuk mengumpulkan sumbangan di tengah jalan dari pengguna jalan. Lokasi mereka sekitar 10 kilometer dari simpang empat jalan arah Jembatan Barito dan Marabahan, tepatnya di jalur Lingkar Utara.

Ami pria paruh baya yang dituakan kelompok itu bercerita, kegiatan mereka sudah dilakukan sejak tahunan lalu. Dana yang terkumpul digunakan buat pembangunan desa. Sekolah, langgar dan sebagainya. "Kalau dulu itu sekolah. Sudah selesai. Ini gasan (untuk) langgar lagi," ujarnya ramah dalam bahasa Banjar.

Ami menuturkan dari total pemasukan harian, sebanyak 25 persen disisihkan buat biaya warga selama bekerja mengumpulkan sumbangan, di bawah panas. Mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari.

Ditanya bagaimana tanggapan pengguna jalan, Ami mengaku selama ini tidak ada yang mengeluh. "Aman-aman saja. Ya kan mereka gemet (pelan) juga kalau lewat sini," akunya. Sekadar diketahui posisi mereka mengumpulkan sumbangan berada dekat jembatan, pengendara rata-rata memelankan kendaraan karena adanya jembatan melengkung ke atas.

Dulu waktu tahun 2015 ke bawah, pemasukan sehari kata Ami mencapai 2 juta per hari. Sekarang di kisaran satu juta. "Amun ha jua dapat sejuta (sejuta pun sulit didapatkan)," kata Hakim menimpali.

Pengguna kendaraan bervariatif memberikan sumbangan, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya mereka melempar saja uang ke salah satu warga yang menjulurkan wadah. Dari pengamatan saya, dalam waktu setengah jam hanya ada sekitar dua pengendara yang memberikan sumbangan.

Rafi'i mengisahkan, suka duka bekerja di sana. Jika hujan, mereka terpaksa kedinginan, hanya ada pondok kecil tempat bernaung. Juga dana sumbangan otomatis kecil. "Sedihnya itu bila hujan kada tapi kulihi (jika hujan tidak banyak pendapatan)," ujarnya dalam bahasa Banjar plesetan, yang langsung disambut tawa rekan-rekannya.

Sedangkan sukanya, kadang ada pengendara roda empat membagi makanan atau buah. "Biasa jua dapat makanan lawan buah. Orang tulak (pergi) ziarah," kata Hakim.

Warga kompak mengatakan, kegiatan mereka sudah mendapat izin dari aparat setempat. Dana dikumpulkan, jika sudah banyak baru dialokasikan untuk kegiatan pembangunan fisik. Cara itu kata mereka terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa.

Sedangkan harapan mereka kepada pemerintah, agar bisa memberikan semacam rambu atau hal lainnya. Yang nanti berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta pengumpul sumbangan. "Ya kalau ada dipasang rambu kami senang aja," kata Hakim.

Para pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengeluarkan komentar beragam. Ada yang biasa saja, mendukung dan ada pula menolak kegiatan itu. "Bagus saja, membantu orang untuk beramal," kata Nurhayani warga pengguna jalan.

Lain lagi dengan komentar Ajay pengguna jalan lainnya. Dia menyarankan agar titik mengumpul sumbangan diatur sedemikian oleh aparat berwenang. Sehingga meminimalisir resiko di jalan, atau meniadakan potensi Lakalantas. "Bagaimanapun itu jalan raya, semua bisa terjadi di jalan," sarannya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 15:15

Ratusan Peserta Meriahkan Baayun Maulid di Banjarbaru

BANJARBARU - Tradisi Baayun Maulid Kamis (7/12) kemarin digelar di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.…

Senin, 04 Desember 2017 15:43

Banjarbaru Bikin Nasi Kabuli Terpanjang di Indonesia

BANJARBARU - Kota Banjarbaru, Minggu (3/12) kemarin memecahkan rekor pembuatan nasi kabuli terpanjang…

Jumat, 01 Desember 2017 15:29

Makam Tua Telok Selong yang Masih Misterius

MARTAPURA - Sejak heboh ditemukan awal November lalu, belum diketahui makam siapa di kompleks makam…

Selasa, 28 November 2017 14:51

Kunjungi Auckland University of Technology, Jajal Virtual Reality

Hari ketiga Zetizen Fun Adventure Trip nggak kalah seru dari hari-hari sebelumnya. Yup, seluruh Alpha…

Senin, 27 November 2017 11:46

Pawai Budaya Meriahkan Siring

BANJARMASIN – Suasana sepanjang Siring Sudirman, Siring Tendean, serta Menara Pandang terlihat…

Senin, 27 November 2017 11:33

Tower Sasirangan di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Setelah hampir tiga bulan dilukis oleh perupa Sulistyono Hilda, tower PDAM di Taman Van…

Senin, 27 November 2017 10:09

Cantiknya Warna-Warni di Gang Kalimantan I

BANJARMASIN – Jika Banjarbaru memiliki Kampung Pelangi, kini Banjarmasin memiliki Kampung Warna-warni.…

Sabtu, 25 November 2017 16:46

Naik Truk Militer, Anak TK Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Pagi-pagi, Jumat (24/11) kemarin, dua truk militer tiba-tiba memasuki halaman gedung Biru…

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .