MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 25 Februari 2017 20:11
Suka Duka Para Pengumpul Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

Sekarang Sulit Kumpulkan Sumbangan

KUMPULKAN SUMBANGAN: Warga Lok Baintan Dalam mengumpulkan sumbangan di jalan raya. [Foto: Abdi/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kita mungkin sering bertemu deretan warga di pinggir jalan. Mengangkat tangan, tersenyum sembari menjulurkan wadah sumbangan. Sebagian kita menyumbang namun mayoritas kita memperlambat kendaraan dan berlalu.

Mendengar dari cerita warga Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Beberapa warga saat itu membentuk kelompok teroganisir untuk mengumpulkan sumbangan di tengah jalan dari pengguna jalan. Lokasi mereka sekitar 10 kilometer dari simpang empat jalan arah Jembatan Barito dan Marabahan, tepatnya di jalur Lingkar Utara.

Ami pria paruh baya yang dituakan kelompok itu bercerita, kegiatan mereka sudah dilakukan sejak tahunan lalu. Dana yang terkumpul digunakan buat pembangunan desa. Sekolah, langgar dan sebagainya. "Kalau dulu itu sekolah. Sudah selesai. Ini gasan (untuk) langgar lagi," ujarnya ramah dalam bahasa Banjar.

Ami menuturkan dari total pemasukan harian, sebanyak 25 persen disisihkan buat biaya warga selama bekerja mengumpulkan sumbangan, di bawah panas. Mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari.

Ditanya bagaimana tanggapan pengguna jalan, Ami mengaku selama ini tidak ada yang mengeluh. "Aman-aman saja. Ya kan mereka gemet (pelan) juga kalau lewat sini," akunya. Sekadar diketahui posisi mereka mengumpulkan sumbangan berada dekat jembatan, pengendara rata-rata memelankan kendaraan karena adanya jembatan melengkung ke atas.

Dulu waktu tahun 2015 ke bawah, pemasukan sehari kata Ami mencapai 2 juta per hari. Sekarang di kisaran satu juta. "Amun ha jua dapat sejuta (sejuta pun sulit didapatkan)," kata Hakim menimpali.

Pengguna kendaraan bervariatif memberikan sumbangan, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya mereka melempar saja uang ke salah satu warga yang menjulurkan wadah. Dari pengamatan saya, dalam waktu setengah jam hanya ada sekitar dua pengendara yang memberikan sumbangan.

Rafi'i mengisahkan, suka duka bekerja di sana. Jika hujan, mereka terpaksa kedinginan, hanya ada pondok kecil tempat bernaung. Juga dana sumbangan otomatis kecil. "Sedihnya itu bila hujan kada tapi kulihi (jika hujan tidak banyak pendapatan)," ujarnya dalam bahasa Banjar plesetan, yang langsung disambut tawa rekan-rekannya.

Sedangkan sukanya, kadang ada pengendara roda empat membagi makanan atau buah. "Biasa jua dapat makanan lawan buah. Orang tulak (pergi) ziarah," kata Hakim.

Warga kompak mengatakan, kegiatan mereka sudah mendapat izin dari aparat setempat. Dana dikumpulkan, jika sudah banyak baru dialokasikan untuk kegiatan pembangunan fisik. Cara itu kata mereka terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa.

Sedangkan harapan mereka kepada pemerintah, agar bisa memberikan semacam rambu atau hal lainnya. Yang nanti berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta pengumpul sumbangan. "Ya kalau ada dipasang rambu kami senang aja," kata Hakim.

Para pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengeluarkan komentar beragam. Ada yang biasa saja, mendukung dan ada pula menolak kegiatan itu. "Bagus saja, membantu orang untuk beramal," kata Nurhayani warga pengguna jalan.

Lain lagi dengan komentar Ajay pengguna jalan lainnya. Dia menyarankan agar titik mengumpul sumbangan diatur sedemikian oleh aparat berwenang. Sehingga meminimalisir resiko di jalan, atau meniadakan potensi Lakalantas. "Bagaimanapun itu jalan raya, semua bisa terjadi di jalan," sarannya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 14:05
BREAKING NEWS

GEGER Lebaran, Warga Kuripan Geger Ular Sawah 2,5 Meter Berperut Buncit

BANJARMASIN - Seekor ular sawah dengan panjang lebih kurang 2,5 meter menggegerkan warga kawasan Pasar…

Selasa, 20 Juni 2017 11:17

Belajar Hidup Mandiri Lewat Kegiatan Backpacking

BANJARMASIN – Fenomena wisata beransel atau kerap dikenal dengan istilah backpacking belakangan…

Kamis, 08 Juni 2017 04:11

Komunitas Pena Blogger Banua; Rutin Kopdar, Sering Sharing

Pena Blogger Banua menjadi salah satu komunitas blog yang beredar di Banjarmasin. Banyak kegiatan positif…

Senin, 05 Juni 2017 14:31

Sahur on the Road Bersama Komunitas Travelling

BANJARMASIN – Di tengah hujan gerimis, puluhan komunitas travelling atau pegiat jalan-jalan yang…

Minggu, 28 Mei 2017 14:42

Kala Payung Gantung, Jadi Tren Tempat Wisata di Banjarbaru

Jika selama ini payung difungsikan untuk melindungi badan dari rintik hujan dan terik matahari, lain…

Jumat, 26 Mei 2017 13:29

KENALIN NIH, Komunitas Nakama Onepiece Banjarmasin

Anak 90an mana yang tidak kenal dan akrab dengan anime yang satu ini? Ya, One Piece adalah sebuah anime…

Kamis, 25 Mei 2017 14:17

Rumah Pohon Desa Beruntung Jaya Viral di Media Sosial

Rumah Pohon di Cempaka menambah daftar panjang jujugan di Banjarbaru yang ngtren berkat media sosial.…

Kamis, 25 Mei 2017 12:52

Rumah Burung Paruh Bengkok, Basecamp Pehobi Burung Banjarmasin

BANJARMASIN – Hobi Jumadiono dalam memelihara burung berkicau memberikan dampak positif. Betapa…

Selasa, 23 Mei 2017 14:14

Adik Bupati Mardani Pimpin Pemuda Pancasila

BATULICIN - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Tanbu H Rois Sunandar berkomitmen dan bertanggungjawab…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:47

EKSOTIS, Pantai Berpasir Putih dengan Hamparan Terumbu Karang

Meski baru diresmikan, Pantai Indah Lestari Tanjung Batu yang berada di Desa Sungai Loban Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .