MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 25 Februari 2017 20:11
Suka Duka Para Pengumpul Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

Sekarang Sulit Kumpulkan Sumbangan

KUMPULKAN SUMBANGAN: Warga Lok Baintan Dalam mengumpulkan sumbangan di jalan raya. [Foto: Abdi/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kita mungkin sering bertemu deretan warga di pinggir jalan. Mengangkat tangan, tersenyum sembari menjulurkan wadah sumbangan. Sebagian kita menyumbang namun mayoritas kita memperlambat kendaraan dan berlalu.

Mendengar dari cerita warga Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Beberapa warga saat itu membentuk kelompok teroganisir untuk mengumpulkan sumbangan di tengah jalan dari pengguna jalan. Lokasi mereka sekitar 10 kilometer dari simpang empat jalan arah Jembatan Barito dan Marabahan, tepatnya di jalur Lingkar Utara.

Ami pria paruh baya yang dituakan kelompok itu bercerita, kegiatan mereka sudah dilakukan sejak tahunan lalu. Dana yang terkumpul digunakan buat pembangunan desa. Sekolah, langgar dan sebagainya. "Kalau dulu itu sekolah. Sudah selesai. Ini gasan (untuk) langgar lagi," ujarnya ramah dalam bahasa Banjar.

Ami menuturkan dari total pemasukan harian, sebanyak 25 persen disisihkan buat biaya warga selama bekerja mengumpulkan sumbangan, di bawah panas. Mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari.

Ditanya bagaimana tanggapan pengguna jalan, Ami mengaku selama ini tidak ada yang mengeluh. "Aman-aman saja. Ya kan mereka gemet (pelan) juga kalau lewat sini," akunya. Sekadar diketahui posisi mereka mengumpulkan sumbangan berada dekat jembatan, pengendara rata-rata memelankan kendaraan karena adanya jembatan melengkung ke atas.

Dulu waktu tahun 2015 ke bawah, pemasukan sehari kata Ami mencapai 2 juta per hari. Sekarang di kisaran satu juta. "Amun ha jua dapat sejuta (sejuta pun sulit didapatkan)," kata Hakim menimpali.

Pengguna kendaraan bervariatif memberikan sumbangan, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya mereka melempar saja uang ke salah satu warga yang menjulurkan wadah. Dari pengamatan saya, dalam waktu setengah jam hanya ada sekitar dua pengendara yang memberikan sumbangan.

Rafi'i mengisahkan, suka duka bekerja di sana. Jika hujan, mereka terpaksa kedinginan, hanya ada pondok kecil tempat bernaung. Juga dana sumbangan otomatis kecil. "Sedihnya itu bila hujan kada tapi kulihi (jika hujan tidak banyak pendapatan)," ujarnya dalam bahasa Banjar plesetan, yang langsung disambut tawa rekan-rekannya.

Sedangkan sukanya, kadang ada pengendara roda empat membagi makanan atau buah. "Biasa jua dapat makanan lawan buah. Orang tulak (pergi) ziarah," kata Hakim.

Warga kompak mengatakan, kegiatan mereka sudah mendapat izin dari aparat setempat. Dana dikumpulkan, jika sudah banyak baru dialokasikan untuk kegiatan pembangunan fisik. Cara itu kata mereka terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa.

Sedangkan harapan mereka kepada pemerintah, agar bisa memberikan semacam rambu atau hal lainnya. Yang nanti berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta pengumpul sumbangan. "Ya kalau ada dipasang rambu kami senang aja," kata Hakim.

Para pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengeluarkan komentar beragam. Ada yang biasa saja, mendukung dan ada pula menolak kegiatan itu. "Bagus saja, membantu orang untuk beramal," kata Nurhayani warga pengguna jalan.

Lain lagi dengan komentar Ajay pengguna jalan lainnya. Dia menyarankan agar titik mengumpul sumbangan diatur sedemikian oleh aparat berwenang. Sehingga meminimalisir resiko di jalan, atau meniadakan potensi Lakalantas. "Bagaimanapun itu jalan raya, semua bisa terjadi di jalan," sarannya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 15:38

Banjarbaru Fair 2017 Ditutup Nasyider dan Hafidz

BANJARBARU - Banjarbaru Fair 2017 ditutup lewat lantunan nasyid. Lewat penampilan grup nasyid asal Pondok…

Minggu, 23 April 2017 15:23
Kabar Banjarbaru

Kampung Pejabat Banjarbaru, Sebagian Besar Warganya Pedagang Jamu

Banjarbaru memiliki destinasi baru dengan nama Kampung Pejabat. Namun, nama pejabat diambil bukan karena…

Jumat, 21 April 2017 09:25

Dahlan Iskan dan "Musuh Besarnya"

Di media ini saya pernah menulis kolom tentang para pemimpin yang “gila”. Misalnya, ada…

Rabu, 19 April 2017 22:13

Cihuy.. Amuntai Bakal Miliki Destinasi Wisata Baru

AMUNTAI – Tahun depan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bakal memiliki destinasi wisata baru.…

Senin, 17 April 2017 15:56

Penggemar Motor Besar Masuk Barabai

BARABAI – Dunia otomotif terus bergeliat di Barabai. Kali ini hadir pecinta motor besar yang tergabung…

Selasa, 11 April 2017 16:53

Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa

BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di…

Senin, 10 April 2017 12:09

Kang Abik Sapa Penggemar di Kalsel Book Fair 2017

BANJARBARU - Pada hari puncak Kalsel Book Fair 2017, Minggu (9/4) kemarin Dinas Pustarda dan Kearsipan…

Sabtu, 08 April 2017 18:31

Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya

SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa…

Rabu, 05 April 2017 15:41
Berita Balangan

Seru Nih..! Hari Jadi Balangan Bakal Hadirkan Ragam Budaya

PARINGIN – Kurang dari sepekan lagi Balangan genap berusia 14 tahun. Berbagai rangkaian acara…

Jumat, 31 Maret 2017 14:46

Dampak Video Viral Ular Telan Buruh, Pekerja Sawit Lain Dibuat Takut

KOTABARU - Tewasnya buruh perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Sulbar belum lama tadi, ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .