MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 25 Februari 2017 20:11
Suka Duka Para Pengumpul Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

Sekarang Sulit Kumpulkan Sumbangan

KUMPULKAN SUMBANGAN: Warga Lok Baintan Dalam mengumpulkan sumbangan di jalan raya. [Foto: Abdi/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kita mungkin sering bertemu deretan warga di pinggir jalan. Mengangkat tangan, tersenyum sembari menjulurkan wadah sumbangan. Sebagian kita menyumbang namun mayoritas kita memperlambat kendaraan dan berlalu.

Mendengar dari cerita warga Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Beberapa warga saat itu membentuk kelompok teroganisir untuk mengumpulkan sumbangan di tengah jalan dari pengguna jalan. Lokasi mereka sekitar 10 kilometer dari simpang empat jalan arah Jembatan Barito dan Marabahan, tepatnya di jalur Lingkar Utara.

Ami pria paruh baya yang dituakan kelompok itu bercerita, kegiatan mereka sudah dilakukan sejak tahunan lalu. Dana yang terkumpul digunakan buat pembangunan desa. Sekolah, langgar dan sebagainya. "Kalau dulu itu sekolah. Sudah selesai. Ini gasan (untuk) langgar lagi," ujarnya ramah dalam bahasa Banjar.

Ami menuturkan dari total pemasukan harian, sebanyak 25 persen disisihkan buat biaya warga selama bekerja mengumpulkan sumbangan, di bawah panas. Mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari.

Ditanya bagaimana tanggapan pengguna jalan, Ami mengaku selama ini tidak ada yang mengeluh. "Aman-aman saja. Ya kan mereka gemet (pelan) juga kalau lewat sini," akunya. Sekadar diketahui posisi mereka mengumpulkan sumbangan berada dekat jembatan, pengendara rata-rata memelankan kendaraan karena adanya jembatan melengkung ke atas.

Dulu waktu tahun 2015 ke bawah, pemasukan sehari kata Ami mencapai 2 juta per hari. Sekarang di kisaran satu juta. "Amun ha jua dapat sejuta (sejuta pun sulit didapatkan)," kata Hakim menimpali.

Pengguna kendaraan bervariatif memberikan sumbangan, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya mereka melempar saja uang ke salah satu warga yang menjulurkan wadah. Dari pengamatan saya, dalam waktu setengah jam hanya ada sekitar dua pengendara yang memberikan sumbangan.

Rafi'i mengisahkan, suka duka bekerja di sana. Jika hujan, mereka terpaksa kedinginan, hanya ada pondok kecil tempat bernaung. Juga dana sumbangan otomatis kecil. "Sedihnya itu bila hujan kada tapi kulihi (jika hujan tidak banyak pendapatan)," ujarnya dalam bahasa Banjar plesetan, yang langsung disambut tawa rekan-rekannya.

Sedangkan sukanya, kadang ada pengendara roda empat membagi makanan atau buah. "Biasa jua dapat makanan lawan buah. Orang tulak (pergi) ziarah," kata Hakim.

Warga kompak mengatakan, kegiatan mereka sudah mendapat izin dari aparat setempat. Dana dikumpulkan, jika sudah banyak baru dialokasikan untuk kegiatan pembangunan fisik. Cara itu kata mereka terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa.

Sedangkan harapan mereka kepada pemerintah, agar bisa memberikan semacam rambu atau hal lainnya. Yang nanti berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta pengumpul sumbangan. "Ya kalau ada dipasang rambu kami senang aja," kata Hakim.

Para pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengeluarkan komentar beragam. Ada yang biasa saja, mendukung dan ada pula menolak kegiatan itu. "Bagus saja, membantu orang untuk beramal," kata Nurhayani warga pengguna jalan.

Lain lagi dengan komentar Ajay pengguna jalan lainnya. Dia menyarankan agar titik mengumpul sumbangan diatur sedemikian oleh aparat berwenang. Sehingga meminimalisir resiko di jalan, atau meniadakan potensi Lakalantas. "Bagaimanapun itu jalan raya, semua bisa terjadi di jalan," sarannya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:22

Komunitas Timpakul Menguak Kuburan Leluhur

Komunitas Timpakul dari singkatan Tim Pencari Kuburan Leluhur terbentuk sejak tahun 2014 lalu. Komunitas…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:43

Tidak Diputar di Bioskop, Film Perang Banjar Akan Diputar Ditempat ini

BANJARBARU - Perang Banjar digadang-gadang menjadi film komersil pertama yang mengangkat tema lokal…

Selasa, 17 Oktober 2017 12:44

Bersiap, Banjarbaru Creative Expo 4 Hari Lagi

BANJARBARU - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Pemkot Banjarbaru kembali menggelar…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:58

Validasi Kartu Akan Diberlakukan, Penikmat Kartu Kouta Resah

BANJARMASIN – Raut muka Indah, siswi SMPN 1 Banjarmasin langsung berubah setelah diberitahu semua…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37

LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:37

Misteri Bangunan Megah dengan Arsitektur Eropa Klasik di Banjar

Sebuah bangunan dengan arsitektur Eropa klasik menjadi bahan perdebatan banyak orang yang melintasinya…

Senin, 09 Oktober 2017 14:46

Banjarmasin Bakal Jadi Tuan Rumah Gathnas

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gathering Nasional…

Senin, 09 Oktober 2017 14:41

Byurr... Jalan Santai Pilkada di Tabalong Diadang Hujan

TANJUNG – Hujan deras adang jalan santai sosialisasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten…

Senin, 02 Oktober 2017 14:00

Sepoi-sepoi Sejuk, Nonton G30S/PKI di Tepi Laut

KOTABARU - Ribuan warga memadati Siring Laut Kotabaru. Mereka nonton bareng film G30S/PKI, Sabtu (30/9)…

Senin, 02 Oktober 2017 12:31

SIAP SELFIE.. Dua Pekan Lagi Menara Taman Van Der Pijl Rampung

BANJARBARU - Perupa Sulistyono Hilda, terus menggeber pengerjaan proyek melukis menara PDAM di Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .