MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Sabtu, 25 Februari 2017 20:11
Suka Duka Para Pengumpul Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan

Sekarang Sulit Kumpulkan Sumbangan

KUMPULKAN SUMBANGAN: Warga Lok Baintan Dalam mengumpulkan sumbangan di jalan raya. [Foto: Abdi/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kita mungkin sering bertemu deretan warga di pinggir jalan. Mengangkat tangan, tersenyum sembari menjulurkan wadah sumbangan. Sebagian kita menyumbang namun mayoritas kita memperlambat kendaraan dan berlalu.

Mendengar dari cerita warga Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Beberapa warga saat itu membentuk kelompok teroganisir untuk mengumpulkan sumbangan di tengah jalan dari pengguna jalan. Lokasi mereka sekitar 10 kilometer dari simpang empat jalan arah Jembatan Barito dan Marabahan, tepatnya di jalur Lingkar Utara.

Ami pria paruh baya yang dituakan kelompok itu bercerita, kegiatan mereka sudah dilakukan sejak tahunan lalu. Dana yang terkumpul digunakan buat pembangunan desa. Sekolah, langgar dan sebagainya. "Kalau dulu itu sekolah. Sudah selesai. Ini gasan (untuk) langgar lagi," ujarnya ramah dalam bahasa Banjar.

Ami menuturkan dari total pemasukan harian, sebanyak 25 persen disisihkan buat biaya warga selama bekerja mengumpulkan sumbangan, di bawah panas. Mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari.

Ditanya bagaimana tanggapan pengguna jalan, Ami mengaku selama ini tidak ada yang mengeluh. "Aman-aman saja. Ya kan mereka gemet (pelan) juga kalau lewat sini," akunya. Sekadar diketahui posisi mereka mengumpulkan sumbangan berada dekat jembatan, pengendara rata-rata memelankan kendaraan karena adanya jembatan melengkung ke atas.

Dulu waktu tahun 2015 ke bawah, pemasukan sehari kata Ami mencapai 2 juta per hari. Sekarang di kisaran satu juta. "Amun ha jua dapat sejuta (sejuta pun sulit didapatkan)," kata Hakim menimpali.

Pengguna kendaraan bervariatif memberikan sumbangan, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya mereka melempar saja uang ke salah satu warga yang menjulurkan wadah. Dari pengamatan saya, dalam waktu setengah jam hanya ada sekitar dua pengendara yang memberikan sumbangan.

Rafi'i mengisahkan, suka duka bekerja di sana. Jika hujan, mereka terpaksa kedinginan, hanya ada pondok kecil tempat bernaung. Juga dana sumbangan otomatis kecil. "Sedihnya itu bila hujan kada tapi kulihi (jika hujan tidak banyak pendapatan)," ujarnya dalam bahasa Banjar plesetan, yang langsung disambut tawa rekan-rekannya.

Sedangkan sukanya, kadang ada pengendara roda empat membagi makanan atau buah. "Biasa jua dapat makanan lawan buah. Orang tulak (pergi) ziarah," kata Hakim.

Warga kompak mengatakan, kegiatan mereka sudah mendapat izin dari aparat setempat. Dana dikumpulkan, jika sudah banyak baru dialokasikan untuk kegiatan pembangunan fisik. Cara itu kata mereka terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa.

Sedangkan harapan mereka kepada pemerintah, agar bisa memberikan semacam rambu atau hal lainnya. Yang nanti berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta pengumpul sumbangan. "Ya kalau ada dipasang rambu kami senang aja," kata Hakim.

Para pengguna jalan yang dimintai tanggapannya mengeluarkan komentar beragam. Ada yang biasa saja, mendukung dan ada pula menolak kegiatan itu. "Bagus saja, membantu orang untuk beramal," kata Nurhayani warga pengguna jalan.

Lain lagi dengan komentar Ajay pengguna jalan lainnya. Dia menyarankan agar titik mengumpul sumbangan diatur sedemikian oleh aparat berwenang. Sehingga meminimalisir resiko di jalan, atau meniadakan potensi Lakalantas. "Bagaimanapun itu jalan raya, semua bisa terjadi di jalan," sarannya. (zal/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 Maret 2017 17:14

PT Pelindo III Banjarmasin Serahkan Penghargaan Kepada Radar Banjarmasin

GRESIK - Radar Banjarmasin menerima penghargaan dari Pelindo III Banjarmasin, Kamis (23/3). Penghargaan…

Rabu, 22 Maret 2017 16:06

Peringati Hari Air Sedunia, Mapala Fisipioneer Gelar Teatrikal

BANJARMASIN – Tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Mapala Fisipioneer menggelar…

Senin, 20 Maret 2017 15:03

Lah.. Jadi Ambassador, Ian Kasela Kok Malah Gak Pake Sasirangan

BANJARMASIN – Dekranasda Kota Banjarmasin melantik empat Brand Ambassador (Duta) Sasirangan Kota…

Minggu, 19 Maret 2017 16:35

Second Day Dijamin Makin Seru

Pecah ! Ya itulah kata singkat yang mewakili keseruan acar Zetizen NEwz Room First Class 2017 pada hari…

Jumat, 17 Maret 2017 14:32
Berita Kotabaru

Kala Burung Dara jadi Anugerah Bagi Para Nelayan

KOTABARU - Kahar, 46 tahun, terlihat tersenyum sumringah. Lelaki yang memiliki dua anak dan penduduk…

Minggu, 05 Maret 2017 17:55

Sanggar Titian Barantai Uniska Pentaskan Tragedi Cinta Terbesar Tiongkok

Legenda kisah tragedi cinta terbesar daratan Tiongkok dipentaskan di Taman Budaya Kalimantan Selatan.…

Minggu, 05 Maret 2017 17:28

Paguyuban Warga Batak Marga Simbolon Kalsel Dikukuhkan di Batola

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan memang kaya akan budaya.  Beragam suku dan budaya ada di daerah…

Sabtu, 04 Maret 2017 08:12

Mengaku "Bawa Bom", Cewe Cantik ini Batal Berlibur ke Bali

BANJARBARU - Rencana berlibur ke pulau Dewata, Bali bersama temannya terpaksa harus diurungkan oleh…

Jumat, 03 Maret 2017 15:16

Indahnya Tarian Cahaya dari Bukit Lentera Banjarbaru

BANJARBARU - Masyarakat selalu punya cara baru untuk menikmati keindahan alam. Tempat yang sebelumnya…

Jumat, 03 Maret 2017 11:56

Hebat.. Siswa SMPN 1 Binuang Buat Pupuk Guano

RANTAU  –  Apa yang dilakukan sekolah SMPN 1 Binuang ini patut ditiru. Banyaknya limbah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .