MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 26 Februari 2017 16:18
Gara-gara Purun, Pasangan Suami Istri di Banjarbaru ini Diundang ke Iran
ETNIK TAPI TRENDI: Pujo dan Sulasiana, pemilik borneoethnic.com, berpose untuk Radar Banjarmasin bersama produk-produk unggulan kerajinan purun. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Dikenal sebagai gulma, purun paling hebat dianyam menjadi tas atau tikar. Tapi di tangan pasangan suami-istri ini, purun menjadi buruan pembelanja online dari Bali sampai Korea. Mereka bahkan sedang bersiap pameran di Iran.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

PUJO Nugroho sebenarnya sangsi. Lahir di Banjarmasin 37 tahun silam, ia sedari kecil sudah biasa melihat bakul purun. Tapi di mata sang istri, Tri Sulasiana Baiduri, purun bakal nge-hits di pasaran.

"Istri lahir di Jakarta, jadi purun baginya hal baru. Dia yang meyakinkan saya bakal laku. Sampai sekarang masih sulit percaya," ujarnya, Sabtu (25/2) pagi di rumahnya Griya Mawar Asri, Guntung Manggis.

Menggeluti dunia e-commerce sejak 2009, laman situs borneoethnic.com miliknya sempat vakum pada 2013. Pujo mulai menseriusi purun sebagai jualan utama sejak November 2016 kemarin. "Dulu juga menjual batu mulia atau sasirangan, tapi setop. Sekarang fokus ke purun," imbuhnya yakin.

Keyakinan datang setelah situsnya kebanjiran order. Pemesan paling banyak datang dari Jabodetabek dan Bali. Sudah ribuan item tas dan tikar terjual. "Sasaran kami memang pasar luar Kalimantan," timpal Sulasiana.

Terakhir, pemesan datang dari Korea Selatan yang kepincut setelah memelototi akun Instagram Pujo. "Banyak yang bertanya, purun ini apa? Tekstur, warna, kelenturan, dan baunya membuat pembeli heran," imbuhnya.

Ketertarikan juga datang dari lembaga riset kerajinan Turki. Bukan untuk membeli, tapi mengundang Pujo pameran di Universitas Tabriz, kampus seni ternama di Iran. Tentu ada seleksi, peserta wajib menulis makalah.

Dalam makalahnya, Pujo menekankan tiga poin. Pertama, purun adalah gulma. Kalsel yang dikepung padang rawa, bakal menghadapi masalah jika gulma ini tak dikendalikan. Kedua, purun membantu melebarkan skala kebakaran lahan dalam bencana kabut asap 2015 lalu. Ketiga, meski bahan bakunya melimpah, jumlah perajin purun terus menyusut.

Itu ia buktikan setelah berkeliling ke pusat kerajinan di Amuntai, Margasari, dan Marabahan. "Hanya perajin tua yang mengerti anyaman klasik, padahal itu yang paling rumit dan disukai. Sementara yang muda tidak tertarik mewarisi keterampilan itu, sayang sekali," tukasnya.

Tinggal di Banjarbaru, mereka merasa punya kewajiban moral menolong perajin di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Pembagian tugas, Pujo mengurusi bisnis dan pemasaran. Sementara Sulasiana berhubungan dengan perajin dan mengendus arah tren pasar.

"Perajin punya keterampilan, tapi tak mendeteksi selera pasar. Jadi saya kasih rancangan ke perajin. Atau minta barang setengah jadi untuk diberi sentuhan akhir," jelas Sulasiana.

Sentuhan akhir berupa manik, pita, atau polesan cat bisa mengubah total...

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 16:07

Buntut Susi Izinkan Cantrang, Nelayan Kotabaru Minta Kepastian

Walaupun Menteri Susi Pudjiastuti sudah mengizinkan alat tangkap cantrang, tapi nelayan di Banua khususnya…

Jumat, 19 Januari 2018 16:00

Menggiurkan! Pemko Incar Pajak Danau Seran dan Caramin

BANJARBARU - Sejak dibuka pada tahun 2016, destinasi wisata Danau Seran dan Danau Caramin hingga kini…

Jumat, 19 Januari 2018 15:52
Parlementaria

Dewan Minta Pemko Dukung Kegiatan Kepemudaan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun bidang…

Jumat, 19 Januari 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

Bunda PAUD Hadiri Sosialisasi Permenkes

BANJARBARU - Bunda PAUD Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru…

Jumat, 19 Januari 2018 15:44

Stop Melanggar Lalu Lintas! Anda Diawasi CCTV

BANJARMASIN – Yang terbiasa melanggar mesti buru-buru tobat.  Sebab, ada kamera pengintai…

Jumat, 19 Januari 2018 15:39

WAW..!! Rp30 M Hanya untuk Kunker DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN - APBD 2018 sedang defisit. Wajar jika semua SKPD dituntut ngirit. Namun, aturan itu tak…

Jumat, 19 Januari 2018 15:34

Tolak Tambang, Aksi Demo Berlangsung Panas di Kotabaru

KOTABARU - Gelombang penolakan terhadap tambang terjadi di mana-mana. Di Kotabaru, penolakan tambang…

Jumat, 19 Januari 2018 15:14

Aksi Tolak Tambang, Pendemo Kirim Paket Recehan ke Menteri ESDM

BANJARMASIN - Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta bakal dikejutkan paket cantik…

Jumat, 19 Januari 2018 15:04

Ada Parade Jukung Hari Ini di Siring Pierre Tendean

Bagaimana jadinya jika ada parade jukung. Pastinya bakal asyik untuk disaksikan. Pemandangan itulah…

Jumat, 19 Januari 2018 14:53

Soal Meratus, DPRD HST Sepakat Melawan Pusat

BARABAI – Perlawanan terhadap kebijakan pemerintah pusat terus mengalir. Penolakan terhadap pertambangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .