MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 26 Februari 2017 16:18
Gara-gara Purun, Pasangan Suami Istri di Banjarbaru ini Diundang ke Iran
ETNIK TAPI TRENDI: Pujo dan Sulasiana, pemilik borneoethnic.com, berpose untuk Radar Banjarmasin bersama produk-produk unggulan kerajinan purun. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Dikenal sebagai gulma, purun paling hebat dianyam menjadi tas atau tikar. Tapi di tangan pasangan suami-istri ini, purun menjadi buruan pembelanja online dari Bali sampai Korea. Mereka bahkan sedang bersiap pameran di Iran.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

PUJO Nugroho sebenarnya sangsi. Lahir di Banjarmasin 37 tahun silam, ia sedari kecil sudah biasa melihat bakul purun. Tapi di mata sang istri, Tri Sulasiana Baiduri, purun bakal nge-hits di pasaran.

"Istri lahir di Jakarta, jadi purun baginya hal baru. Dia yang meyakinkan saya bakal laku. Sampai sekarang masih sulit percaya," ujarnya, Sabtu (25/2) pagi di rumahnya Griya Mawar Asri, Guntung Manggis.

Menggeluti dunia e-commerce sejak 2009, laman situs borneoethnic.com miliknya sempat vakum pada 2013. Pujo mulai menseriusi purun sebagai jualan utama sejak November 2016 kemarin. "Dulu juga menjual batu mulia atau sasirangan, tapi setop. Sekarang fokus ke purun," imbuhnya yakin.

Keyakinan datang setelah situsnya kebanjiran order. Pemesan paling banyak datang dari Jabodetabek dan Bali. Sudah ribuan item tas dan tikar terjual. "Sasaran kami memang pasar luar Kalimantan," timpal Sulasiana.

Terakhir, pemesan datang dari Korea Selatan yang kepincut setelah memelototi akun Instagram Pujo. "Banyak yang bertanya, purun ini apa? Tekstur, warna, kelenturan, dan baunya membuat pembeli heran," imbuhnya.

Ketertarikan juga datang dari lembaga riset kerajinan Turki. Bukan untuk membeli, tapi mengundang Pujo pameran di Universitas Tabriz, kampus seni ternama di Iran. Tentu ada seleksi, peserta wajib menulis makalah.

Dalam makalahnya, Pujo menekankan tiga poin. Pertama, purun adalah gulma. Kalsel yang dikepung padang rawa, bakal menghadapi masalah jika gulma ini tak dikendalikan. Kedua, purun membantu melebarkan skala kebakaran lahan dalam bencana kabut asap 2015 lalu. Ketiga, meski bahan bakunya melimpah, jumlah perajin purun terus menyusut.

Itu ia buktikan setelah berkeliling ke pusat kerajinan di Amuntai, Margasari, dan Marabahan. "Hanya perajin tua yang mengerti anyaman klasik, padahal itu yang paling rumit dan disukai. Sementara yang muda tidak tertarik mewarisi keterampilan itu, sayang sekali," tukasnya.

Tinggal di Banjarbaru, mereka merasa punya kewajiban moral menolong perajin di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Pembagian tugas, Pujo mengurusi bisnis dan pemasaran. Sementara Sulasiana berhubungan dengan perajin dan mengendus arah tren pasar.

"Perajin punya keterampilan, tapi tak mendeteksi selera pasar. Jadi saya kasih rancangan ke perajin. Atau minta barang setengah jadi untuk diberi sentuhan akhir," jelas Sulasiana.

Sentuhan akhir berupa manik, pita, atau polesan cat bisa mengubah total...

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:38

Tak Ketinggalan, Jemaah Haji Kalsel Upacara Bendera di Mekkah

BANJARMASIN – Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kalsel ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak,…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:12

Warga Banua Bangga, Pakaian Adat Presiden Berasal Dari Kalsel

Penampilan Presiden Joko Widodo dalam Upacara HUT Proklamasi RI ke-72 di Jakarta, Kamis (17/8) kemarin…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42

PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal

KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Peringatan Hari Kemerdekaan Pemprov, Hanya 16 Wakil Rakyat Terlihat

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang dilaksanakan Pemerintah…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:08

Di HSS, Tiga Anak Lahir di Hari Istimewa

KANDANGAN – Tanggal 17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momen apapun…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:16

Pawai Obor Peringati HUT RI

BATULICIN - Ratusan peserta mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:12

Bangga Mengabdi di Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Wabup Tanbu H Sudian Noor memberikan ucapan selamat kepada…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:08

HUT NKRI Diwarnai Hujan Rintik

BATULICIN - Rintik-rintik hujan membasahi lapangan upacara di Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin pagi.…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:21
Parlementaria Banjarbaru

Dalam Hitungan Hari Giliran Rancangan APBD 2018 Dibahas

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru bergerak cepat. Selepas nota kesepakatan KUA-PPA APBD Perubahan 2017 diteken…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:19
Kabar Banjarbaru

Walikota Kukuhkan Anggota Paskibra 2017

BANJARBARU - Pasukan pengibar bendera (Paskibra) Banjarbaru tahun 2017, dikukuhkan Walikota Banjarbaru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .