MANAGED BY:
RABU
29 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 26 Februari 2017 16:18
Gara-gara Purun, Pasangan Suami Istri di Banjarbaru ini Diundang ke Iran
ETNIK TAPI TRENDI: Pujo dan Sulasiana, pemilik borneoethnic.com, berpose untuk Radar Banjarmasin bersama produk-produk unggulan kerajinan purun. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Dikenal sebagai gulma, purun paling hebat dianyam menjadi tas atau tikar. Tapi di tangan pasangan suami-istri ini, purun menjadi buruan pembelanja online dari Bali sampai Korea. Mereka bahkan sedang bersiap pameran di Iran.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

PUJO Nugroho sebenarnya sangsi. Lahir di Banjarmasin 37 tahun silam, ia sedari kecil sudah biasa melihat bakul purun. Tapi di mata sang istri, Tri Sulasiana Baiduri, purun bakal nge-hits di pasaran.

"Istri lahir di Jakarta, jadi purun baginya hal baru. Dia yang meyakinkan saya bakal laku. Sampai sekarang masih sulit percaya," ujarnya, Sabtu (25/2) pagi di rumahnya Griya Mawar Asri, Guntung Manggis.

Menggeluti dunia e-commerce sejak 2009, laman situs borneoethnic.com miliknya sempat vakum pada 2013. Pujo mulai menseriusi purun sebagai jualan utama sejak November 2016 kemarin. "Dulu juga menjual batu mulia atau sasirangan, tapi setop. Sekarang fokus ke purun," imbuhnya yakin.

Keyakinan datang setelah situsnya kebanjiran order. Pemesan paling banyak datang dari Jabodetabek dan Bali. Sudah ribuan item tas dan tikar terjual. "Sasaran kami memang pasar luar Kalimantan," timpal Sulasiana.

Terakhir, pemesan datang dari Korea Selatan yang kepincut setelah memelototi akun Instagram Pujo. "Banyak yang bertanya, purun ini apa? Tekstur, warna, kelenturan, dan baunya membuat pembeli heran," imbuhnya.

Ketertarikan juga datang dari lembaga riset kerajinan Turki. Bukan untuk membeli, tapi mengundang Pujo pameran di Universitas Tabriz, kampus seni ternama di Iran. Tentu ada seleksi, peserta wajib menulis makalah.

Dalam makalahnya, Pujo menekankan tiga poin. Pertama, purun adalah gulma. Kalsel yang dikepung padang rawa, bakal menghadapi masalah jika gulma ini tak dikendalikan. Kedua, purun membantu melebarkan skala kebakaran lahan dalam bencana kabut asap 2015 lalu. Ketiga, meski bahan bakunya melimpah, jumlah perajin purun terus menyusut.

Itu ia buktikan setelah berkeliling ke pusat kerajinan di Amuntai, Margasari, dan Marabahan. "Hanya perajin tua yang mengerti anyaman klasik, padahal itu yang paling rumit dan disukai. Sementara yang muda tidak tertarik mewarisi keterampilan itu, sayang sekali," tukasnya.

Tinggal di Banjarbaru, mereka merasa punya kewajiban moral menolong perajin di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Pembagian tugas, Pujo mengurusi bisnis dan pemasaran. Sementara Sulasiana berhubungan dengan perajin dan mengendus arah tren pasar.

"Perajin punya keterampilan, tapi tak mendeteksi selera pasar. Jadi saya kasih rancangan ke perajin. Atau minta barang setengah jadi untuk diberi sentuhan akhir," jelas Sulasiana.

Sentuhan akhir berupa manik, pita, atau polesan cat bisa mengubah total...

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 28 Maret 2017 21:00

Persiapan Posko untuk Haul Akbar Sudah 90 Persen

MARTAPURA - Kurang dari sepekan puncak Haul ke-12 Guru Sekumpul akan digelar. Relawan di setiap posko…

Selasa, 28 Maret 2017 19:35

Hmm... Ternyata Hanya Pemkab Banjar yang Peduli Honorer

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong dan kabupaten lainnya yang belum mendaftarkan honorer…

Selasa, 28 Maret 2017 17:59

Diperbaiki Waktu Jokowi Berkunjung, Jalan Menuju Tahura Kembali Rusak

BANJARMASIN – Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, di Kabupaten Banjar diakui Kepala…

Selasa, 28 Maret 2017 17:46
Berita Tanah Bumbu

Umat Hindu Tiga Kabupaten Gelar Melasti

BATULICIN - Umat Hindu yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru menggelar upacara…

Selasa, 28 Maret 2017 17:44
Berita Tanah Bumbu

Warga Giat Bergotong Royong

BATULICIN - Warga Desa Pulau Pulau Panjang Kecamatan Simpang Empat melaksanakan kegiatan gotong royong…

Selasa, 28 Maret 2017 17:43
Berita Tanah Bumbu

Bank Kalsel Tanbu Salurkan Dana ZIS Rp70 juta

BATULICIN - Bank Kalsel memasuki usianya yang ke-53. Di hari ulang tahunnya, bank urang banua ini menyalurkan…

Senin, 27 Maret 2017 21:35

Ratusan Umat Hindu Banjarmasin Padati Pura Agung Jagat Natha

BANJARMASIN - Pura Agung Jagat Natha, di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur dipenuhi ratusan umat…

Senin, 27 Maret 2017 19:04

Polsek Banjarmasin Timur Siap Amankan Perayaan Nyepi

BANJARMASIN - Umat Hindu di Banjarmasin, Senin (27/3) malam akan melaksanakan sembayang di Pura Agung…

Senin, 27 Maret 2017 13:23

Suka Duka Guru Honorer di Banua, Harus Nyambi demi Nafkah

Menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Tapi, tak semua guru hidup dengan sejahtera. Mereka yang berstatus…

Senin, 27 Maret 2017 13:02
Jelang Haul Guru Sekumpul ke-12

Para Relawan Haul Guru Sekumpul Mulai Buat Garis Shaf

MARTAPURA - Agar para jemaah mengetahui arah kiblat saat menunaikan Salat berjemaah pada puncak haul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .