MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 26 Februari 2017 16:18
Gara-gara Purun, Pasangan Suami Istri di Banjarbaru ini Diundang ke Iran
ETNIK TAPI TRENDI: Pujo dan Sulasiana, pemilik borneoethnic.com, berpose untuk Radar Banjarmasin bersama produk-produk unggulan kerajinan purun. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Dikenal sebagai gulma, purun paling hebat dianyam menjadi tas atau tikar. Tapi di tangan pasangan suami-istri ini, purun menjadi buruan pembelanja online dari Bali sampai Korea. Mereka bahkan sedang bersiap pameran di Iran.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

PUJO Nugroho sebenarnya sangsi. Lahir di Banjarmasin 37 tahun silam, ia sedari kecil sudah biasa melihat bakul purun. Tapi di mata sang istri, Tri Sulasiana Baiduri, purun bakal nge-hits di pasaran.

"Istri lahir di Jakarta, jadi purun baginya hal baru. Dia yang meyakinkan saya bakal laku. Sampai sekarang masih sulit percaya," ujarnya, Sabtu (25/2) pagi di rumahnya Griya Mawar Asri, Guntung Manggis.

Menggeluti dunia e-commerce sejak 2009, laman situs borneoethnic.com miliknya sempat vakum pada 2013. Pujo mulai menseriusi purun sebagai jualan utama sejak November 2016 kemarin. "Dulu juga menjual batu mulia atau sasirangan, tapi setop. Sekarang fokus ke purun," imbuhnya yakin.

Keyakinan datang setelah situsnya kebanjiran order. Pemesan paling banyak datang dari Jabodetabek dan Bali. Sudah ribuan item tas dan tikar terjual. "Sasaran kami memang pasar luar Kalimantan," timpal Sulasiana.

Terakhir, pemesan datang dari Korea Selatan yang kepincut setelah memelototi akun Instagram Pujo. "Banyak yang bertanya, purun ini apa? Tekstur, warna, kelenturan, dan baunya membuat pembeli heran," imbuhnya.

Ketertarikan juga datang dari lembaga riset kerajinan Turki. Bukan untuk membeli, tapi mengundang Pujo pameran di Universitas Tabriz, kampus seni ternama di Iran. Tentu ada seleksi, peserta wajib menulis makalah.

Dalam makalahnya, Pujo menekankan tiga poin. Pertama, purun adalah gulma. Kalsel yang dikepung padang rawa, bakal menghadapi masalah jika gulma ini tak dikendalikan. Kedua, purun membantu melebarkan skala kebakaran lahan dalam bencana kabut asap 2015 lalu. Ketiga, meski bahan bakunya melimpah, jumlah perajin purun terus menyusut.

Itu ia buktikan setelah berkeliling ke pusat kerajinan di Amuntai, Margasari, dan Marabahan. "Hanya perajin tua yang mengerti anyaman klasik, padahal itu yang paling rumit dan disukai. Sementara yang muda tidak tertarik mewarisi keterampilan itu, sayang sekali," tukasnya.

Tinggal di Banjarbaru, mereka merasa punya kewajiban moral menolong perajin di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Pembagian tugas, Pujo mengurusi bisnis dan pemasaran. Sementara Sulasiana berhubungan dengan perajin dan mengendus arah tren pasar.

"Perajin punya keterampilan, tapi tak mendeteksi selera pasar. Jadi saya kasih rancangan ke perajin. Atau minta barang setengah jadi untuk diberi sentuhan akhir," jelas Sulasiana.

Sentuhan akhir berupa manik, pita, atau polesan cat bisa mengubah total...

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 10:47
Pemkab Batola

Bupati Batola Siapkan Sanksi Bagi ASN Tak Hadir

MARABAHAN - Suasana penuh akrab menghiasi hari pertama masuk kerja jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN)…

Jumat, 22 Juni 2018 10:44

Sudah Sistem Zonasi, PPDB SMP di Banjarbaru Masih Jomplang

BANJARBARU - Meski Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru telah menerapkan sistem zonasi, dalam penerimaan…

Jumat, 22 Juni 2018 10:42
Pemko Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Gelar Apel Gabungan Usai Cuti Lebaran

BANJARBARU - Usai cuti lebaran Idulfitri 1439 H, para pegawai lingkup Pemko Banjarbaru Kamis (21/6)…

Jumat, 22 Juni 2018 09:44

Galeri Foto Halalbihalal Pemkab Tanbu

Pemkab Tanbu menggelar acara halalbihalal di halaman Kantor Bupati Tanbu, kemarin. Acara tersebut dihadiri…

Kamis, 21 Juni 2018 15:52

Banyaknya Korban Berjatuhan, Saatnya Benahi Keamanan Objek Wisata

Gairah masyarakat Kalsel untuk berwisata begitu tinggi di musim libur. Sayangnya, hal ini tidak diiringi…

Kamis, 21 Juni 2018 15:40

PARAH..!! Banjir Lumpuhkan Transportasi di Angsana

BATULICIN - Antrean kendaraan mengular hingga 2 kilometer di jalan raya provinsi Desa Angsana Kecamatan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:27

Banyak Jemaah Haul Datu Kelampayan Datang dari Tempat Jauh

Hujan tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri agenda tahunan Haul Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari…

Kamis, 21 Juni 2018 14:36

Cara ini Dijamin Ampuh Cegah Wisatawan Duduk Diatas Kelotok

BANJARMASIN - Pada sejumlah objek wisata milik kabupaten tetangga, korban mulai berjatuhan. Liburan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:34

Pemko Mengaku Dilema Atur Pasar Sentra Antasari yang Semrawut

BANJARMASIN - Sederet keluhan terus disampaikan warga. Terkait kondisi kawasan Sentra Antasari yang…

Kamis, 21 Juni 2018 14:28

Puncak Arus Balik, Pelabuhan Trisakti Malah Sepi

BANJARMASIN - H+5 Idulfitri, kemarin (20/6) disebut-sebut sebagai puncaknya arus balik. Pada kenyataannya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .