MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 27 Februari 2017 15:18
AWAS..!! Permainan Harga Elpiji, Banyak Pangkalan Tak Jual Harga HET
NAIK: Salah satu pangkalan yang menjual elpiji 3 Kg

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemerintah sepertinya perlu memantau harga tabung gas elpiji 3 Kg sesering mungkin. Pasalnya, fluktuasi harga kerap dijadikan peluang para agen nakal untuk menjual harga tabung gas di atas harga eceran tertinggi (HET).

Radar Banjarmasin yang melakukan pemantauan menemukan banyak pangkalan memasang harga di atas HET. Hal ini menyusahkan warga utanya yang berekonomi lemah.

Amin salah seorang penjual pentol gerobak, mengaku jengkel dengan kondisi itu. "Nggak ada itu namanya harga HET. Naik terus," keluhnya yang dalam lihari jualan pentol menghabiskan minimal 11 tabung.

Beberapa pangkalan resmi memang ditemukan menjual gas tabung hijau dengan harga bervariasi. Ada Rp18 ribu, ada Rp20 ribu per tabung. Salah seorang pemilik pangkalan yang menjual Rp20 ribu mengaku hanya ikut-ikutan harga pangkalan lain yang naik.

"Hehe yang ini umpat-umpatan (ikut-ikutan menaikkan harga) aja. Hehe. Kena ngalih kelo (nanti susah kalau harga rendah sendiri)," kata seorang ibu yang di rumahnya tergantung spanduk bertulisan pangkalan resmi.

Padahal di depan pangkalan masih ada harga yang tercantum HET Rp17.500. "Lawas dah kita 17.500 itu, hanyar aja ini," tambahnya, dia pernah menjual paling tinggi Rp20 ribu per tabung.

Pangkalan resmi lainnya yang berada tak jauh dari sana memasang harga Rp18.000. Dia membenarkan, saat terjadi kelangkaan LPG 3 Kg beberapa waktu lalu, hukum dagang berlaku. "Ya sistem dagang kan kaitu. Kadang-kadang kan kalau barang kadada kan, ada barang pasti harga naik." Dia mengaku dalam seminggu biasa dikirim oleh Pertamina sebanyak 200 tabung.

Di tingkatpengecer, harga bisa lebih naik lagi. Abah Siti salah satu pengecer mengatakan dia biasa menarik keuntungan antara seribu sampai dua ribu rupiah. Itu baru pengecer ring satu. Pengecer ring dua dan ring tiga akan menaikkan lagi harganya. Jika ring dua juga menaikkan harga dua ribu, maka pembeli terpaksa merogoh kocek Rp22 ribu satu tabung.

Azmi, salah satu warga Banjarmasin mengatakan, Pertamina kurang ketat mengawasi harga di pangkalan resmi. Dia mengaku tidak sulit menemukan pangkalan yang menjual dengan harga tinggi. "Ya kalau datang mencek pakai baju dinas ya pangkalan pasti bilang harga HET," kritiknya.

Di Banjarbaru dan Martapura, setelah sempat mengalami kelangkaan hingga menyebabkan harganya melonjak, kini stok elpiji 3 kilogram di Banjarbaru dan Martapura berangsur normal. Harganya di eceran pun mulai menurun, di mana sebelumnya mencapai Rp50 ribu. Minggu (26) kemarin 'hanya' berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu pertabungnya.

Lisa, salah seorang pedagang gas elpiji eceran di kawasan Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru mengatakan, stok elpiji 3 kilogram mulai normal sekitar sepekan terakhir. "Sekarang di warung-warung sudah banyak, karena stok di pangkalan selalu ada," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Mulai normalnya stok membuat dirinya menurunkan harga elpiji yang dijualnya, di mana sebelumnya di atas Rp30 ribu sekarang dia jual dengan harga Rp25 ribu. "Kalau dijual mahal tidak laku, karena gas di toko lain ada. Kecuali waktu langka, banyak yang mencari jadi semahal apapun pasti ada yang beli," ujarnya.

Normalnya stok elpiji 3 kilogram dibenarkan Aida, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kemuning Ujung, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru tersebut mengungkapkan, pendistribusian elpiji dari agen ke pangkalan mulai normal sejak dua pekan terakhir. "Sekarang elpiji selalu datang setiap hari Jumat, sebelumnya datangnya tak menentu," ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng diĀ  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:36

PLN Merdekakan 17 Desa di Kalimantan Selatan

BANJARBARU - Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/8) hari ini, PLN Wilayah…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00

Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera

Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru.…

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05

Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar

BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan…

Selasa, 25 Juli 2017 17:34

Syihab Ponsel Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Owner Syihab Ponsel Habib Zeid Syahab bersama dengan stafnya mengunjungi Gedung Biru Radar…

Senin, 24 Juli 2017 16:11

Bisnis Tas Fashion Mulai Stabil

BANJARMASIN - Setelah sempat turun pasca lebaran lalu, kini bisnis tas fashion mulai stabil lagi. Permintaan…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:17

Polda Kalsel Bentuk Satgassus Beras

BANJARMASIN – Kesejahteraan petani masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya mereka tidak…

Jumat, 21 Juli 2017 16:58

Pemko Banjarbaru Terpaksa Nyicil Dua Tahun Anggaran

BANJARBARU - Anggaran pemko menerima pukulan bertubi-tubi. Bukan hanya menghadapi pemangkasan transfer…

Kamis, 20 Juli 2017 15:29

Bisnis Tanah Kaveling di Kalsel Lagi Naik Daun

BANJARMASIN - Mulai membaiknya perekonomian Kalsel, membuat bisnis tanah kaveling makin naik daun. Apalagi…

Selasa, 18 Juli 2017 17:22

Pegawai PLN Turun ke Jalan Promosikan Diskon Tambah Daya

BANJARBARU - Pemandangan tak biasa terlihat beberapa hari terakhir ini, beberapa petugas PLN Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .