MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 27 Februari 2017 15:18
AWAS..!! Permainan Harga Elpiji, Banyak Pangkalan Tak Jual Harga HET
NAIK: Salah satu pangkalan yang menjual elpiji 3 Kg

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemerintah sepertinya perlu memantau harga tabung gas elpiji 3 Kg sesering mungkin. Pasalnya, fluktuasi harga kerap dijadikan peluang para agen nakal untuk menjual harga tabung gas di atas harga eceran tertinggi (HET).

Radar Banjarmasin yang melakukan pemantauan menemukan banyak pangkalan memasang harga di atas HET. Hal ini menyusahkan warga utanya yang berekonomi lemah.

Amin salah seorang penjual pentol gerobak, mengaku jengkel dengan kondisi itu. "Nggak ada itu namanya harga HET. Naik terus," keluhnya yang dalam lihari jualan pentol menghabiskan minimal 11 tabung.

Beberapa pangkalan resmi memang ditemukan menjual gas tabung hijau dengan harga bervariasi. Ada Rp18 ribu, ada Rp20 ribu per tabung. Salah seorang pemilik pangkalan yang menjual Rp20 ribu mengaku hanya ikut-ikutan harga pangkalan lain yang naik.

"Hehe yang ini umpat-umpatan (ikut-ikutan menaikkan harga) aja. Hehe. Kena ngalih kelo (nanti susah kalau harga rendah sendiri)," kata seorang ibu yang di rumahnya tergantung spanduk bertulisan pangkalan resmi.

Padahal di depan pangkalan masih ada harga yang tercantum HET Rp17.500. "Lawas dah kita 17.500 itu, hanyar aja ini," tambahnya, dia pernah menjual paling tinggi Rp20 ribu per tabung.

Pangkalan resmi lainnya yang berada tak jauh dari sana memasang harga Rp18.000. Dia membenarkan, saat terjadi kelangkaan LPG 3 Kg beberapa waktu lalu, hukum dagang berlaku. "Ya sistem dagang kan kaitu. Kadang-kadang kan kalau barang kadada kan, ada barang pasti harga naik." Dia mengaku dalam seminggu biasa dikirim oleh Pertamina sebanyak 200 tabung.

Di tingkatpengecer, harga bisa lebih naik lagi. Abah Siti salah satu pengecer mengatakan dia biasa menarik keuntungan antara seribu sampai dua ribu rupiah. Itu baru pengecer ring satu. Pengecer ring dua dan ring tiga akan menaikkan lagi harganya. Jika ring dua juga menaikkan harga dua ribu, maka pembeli terpaksa merogoh kocek Rp22 ribu satu tabung.

Azmi, salah satu warga Banjarmasin mengatakan, Pertamina kurang ketat mengawasi harga di pangkalan resmi. Dia mengaku tidak sulit menemukan pangkalan yang menjual dengan harga tinggi. "Ya kalau datang mencek pakai baju dinas ya pangkalan pasti bilang harga HET," kritiknya.

Di Banjarbaru dan Martapura, setelah sempat mengalami kelangkaan hingga menyebabkan harganya melonjak, kini stok elpiji 3 kilogram di Banjarbaru dan Martapura berangsur normal. Harganya di eceran pun mulai menurun, di mana sebelumnya mencapai Rp50 ribu. Minggu (26) kemarin 'hanya' berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu pertabungnya.

Lisa, salah seorang pedagang gas elpiji eceran di kawasan Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru mengatakan, stok elpiji 3 kilogram mulai normal sekitar sepekan terakhir. "Sekarang di warung-warung sudah banyak, karena stok di pangkalan selalu ada," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Mulai normalnya stok membuat dirinya menurunkan harga elpiji yang dijualnya, di mana sebelumnya di atas Rp30 ribu sekarang dia jual dengan harga Rp25 ribu. "Kalau dijual mahal tidak laku, karena gas di toko lain ada. Kecuali waktu langka, banyak yang mencari jadi semahal apapun pasti ada yang beli," ujarnya.

Normalnya stok elpiji 3 kilogram dibenarkan Aida, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kemuning Ujung, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru tersebut mengungkapkan, pendistribusian elpiji dari agen ke pangkalan mulai normal sejak dua pekan terakhir. "Sekarang elpiji selalu datang setiap hari Jumat, sebelumnya datangnya tak menentu," ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 16:04

Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru Ajak Anak Menabung Pohon

BANJARBARU - Banyak cara mengedukasi generasi mencintai lingkungan sejak dini. Salah satunya seperti…

Senin, 23 Oktober 2017 09:27

Siswa Berprestasi dapat Perlengkapan Sekolah

BATULICIN - Dinas Sosial Propinsi Kalsel menyerahkan paket bantuan sosial berupa perlengkapan sekolah…

Minggu, 22 Oktober 2017 19:24

Warga Resah, Gas 3 Kg di Tanbu Langka

BATULICIN - Sejak beberapa minggu ini, masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, yang sebagian merupakan warga…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:51

Eks Pelabuhan Lama Bakal Jadi Kawasan Properti

BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, kawasan Eks Pelabuhan Martapura Lama tampak berbeda. Pasalnya,…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .