MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 28 Februari 2017 15:37
Kisah Pesantren Darussana yang Pernah Dipandang sebagai “Ponpes ISIS”

Santri Malah Bertambah karena Sarana Lebih Baik

ASRI-Keberadaan Saung yang tidak hanya diperuntukkan saat belajar, juga untuk tidur santri Ponpes Darussana.

PROKAL.CO, Pondok Pesantren Darussana Desa Sungai Cuka, Kecamatan Kintap   Tanah Laut (Tala) pernah mendapat stigma yang tak sedap beberapa waktu lalu. Pesantren ini dituduh berafiliasi dengan organisasi teroris Islamic State Of Iraq n Syria (ISIS). Bagaimana keadaanya sekarang?

------------------------------------------------------------------

ARDIANSYAH HAIRIYADI, Pelaihari

------------------------------------------------------------------

Peristiwa yang melahirkan anggapan radikal terhadap pesantren Darussanaa itu berawal dari dideportasinya dua santri dari Malaysia, beberapa waktu lalu. Imigrasi Kalsel memulangkan dua santri itu karena masa aktif passport mereka telah habis.

Nah, pendeportasian santri negara luar ini kemudian menimbulkan banyak spekulasi dari masyarakat. Beredar isu pelajaran yang diajarkan adalah pelajaran agama yang radikal, yang dianggap ada hubungannya dengan organisasi ISIS.  Beberapa orang kemudian mendatangi pesantren Darussanaa.

Sang pengasuih Ustadz Mahfuz Zulwafie akhirnya menjelaskan fakta yang sebenarnya tentang materi pelajaran di pesantren yang sebenarnya tak jauh beda dengan pesantren-pesantren lainnya di Kalimantan Selatan.  

"InsyaAllah habis lebaran ini, mereka datang lagi untuk menimba ilmu disini setelah selesai mengurus paspor,” ucap Mahfuz Zulwafie. Orang-orang yang protes itu pun akhirnya pergi.

Pesantren Darussana sendiri sekarang sudah berkembang pesat.  Jika sebelumnya, jalan menuju pesantren terlebih dahulu melintasi pasar dan  lahan kebun karet milik warga, kini tidak lagi. .   Pemerintah Kabupaten Tala  telah memperbaiki akses menuju pesantren.

Sarana di pesantren juga mengalami perubahan. Ada musala yang cukup besar untuk menampung santri.    Hal ini jauh berbeda dibandingkan dulu ketika penulis menginjakkan kaki pertama kali pada awal tahun 2013. Meski demikian, saung yang menjadi khas pesantren yang digunakan santri untuk tidur, masih ada.  

Mahfuz Zulwafie mengatakan, sejak adanya pemberitaan yang ditulis  tentang keberadaan pesantren ini, perlahan  masyarakat tidak lagi menstigmakan negatif. "Banyak kemajuan Ponpes ini sejak ditulis di media, terimakasih," terangnya.

 Dia mengatakan sejatinya pelajaran yang diberikan kepada santri sama dengan pesantren lainnya. Ada   fiqih, nahu syorof, Tafsir hadis, tareh dan pelajaran lain. Bahkan, sekarang ini untuk sekolah mendapat izin dari Kantor Kemenag Tala untuk melaksanakan pendidikan Wustho atau sederajat dengan Tsanawiyah. sedangkan Aliyah belajar bersama dengan Ponpes lain.

Mahfuz juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tala, karena banyak membantu terhadap keberadaan pesantren.  Mulai dari pembangunan musala yang terbuat dari kayu ulin bekas bongkaran bangunan dan jembatan hingga pengerasan jalan dan penmgadaan  sumur dan listrik. Bahkan, ada hibah lahan secara pribadi dari Bupati Tala H Bambang Alamsyah.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati dan Wakil serta Camat, dan Kemenag Tala, saya titip salam," ungkap pria asal Bogor ini.

Jumlah santri pun sekarang bertambah. Tadinya hanya 40  kini sudah mencapai 101 santri. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti dari Aceh, Bogor, Banjarmasin, Tala, hingga Kota Sampit yang merupakan suku dayak.

Mahfuz berharap, keberadaan pesantrennya dapat diterima. Belajar di pesantren ini bisa lebih tenang karena   berada di alam terbuka dengan suasana peohonan yang asri. Tidak ada gangguan atau aktivitas suara bising kendaraan bermotor maupun mesin industri. (ard/ay/ran) 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .