MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 04 Maret 2017 17:57
Sepak Terjang Joko Susilo Mengamankan Wilayah Keras Alalak Tengah

Sering Dicibir Warga, Bertekad Buat Koperasi

BERBAUR: Joko Susilo menjalankan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Alalak Tengah. [Foto: for Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Sering turun ke masyarakat, namun kurang begitu diketahui keberadaannya. Begitulah pengalaman Joko Susilo menjadi seorang Bhabinkamtibmas atau “Polisi Kelurahan” di Alalak Tengah.

------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

------------------------------------------------

Ruang tamu Joko Susilo sangat sederhana di kawasan HKSN AMD Permai. Tidak ada sofa. Tamu hanya duduk lesehan. Namun, dua cangkir teh hangat menemani selama perbincangan.

Sesekali ia memperlihatkan dokumentasi selama menjadi polisi kelurahan ini. Tidak hanya pengalaman menyenangkan dirasakannya, juga menyedihkan. “Alalak itu keras dan penuh dinamika” ujarnya.

Februari 2016 menjadi titik awal Joko menjalani profesi di kelurahan Alalak Tengah. “Setelah masuk ke masyarakat, ternyata begitu kompleks situasinya,” nilainya. Joko mengaku kesulitan untuk mengubah pandangan masyarakat yang berada di wilayahnya. “Namun itu yang jadi tantangannya,” tambahnya.

Selama menjadi polisi kelurahan, Joko tak hanya bertugas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Itu hanya tugas pokok,” tegasnya. Selain itu, menjadi seorang polisi kelurahan menurutnya harus menguasai segala hal. “Seperti misalnya menjadi tukang atur lalu lintas, mengajar, menjadi tukang pijat dadakan untuk orang stroke juga pernah,” kenangnya.

Soal jam kerja, Joko harus siap siaga selama 24 jam untuk mengabdi kepada masyarakat. “Pernah kemarin jam dua malam saya harus keluar rumah untuk mengamankan perkelahian keluarga,” tuturnya. Ini sudah menjadi tanggung jawab polisi kelurahan untuk siap siaga apapun kondisinya.

Bicara soal pengalaman pahit, banyak sekali yang dapatkan. “Yang paling sering itu mendapat perlawanan dari masyarakat,” katanya. Cibiran secara langsung maupun tidak langsung seringkali didapatkan.

Pernah suatu kali, Joko ditanyai oleh masyarakat setempat tentang praktik pungutan liar yang dilakukan oknum kepolisian. “Ya aku jawab itu hanya oknum,” ungkapnya.

Meskipun bertugas sebagai polisi kelurahan, masyarakat seringkali mengabaikan keberadaannya. “Jadi kalau ada masalah, biasanya masyarakat langsung lapor ke polsek. Padahal kan ada Bhabin di daerahnya,” ungkapnya.

Namun hal tersebut tak menjadikannya patah arang. Joko tetap sering turun ke masyarakat melakukan pendekatan. Ini sudah tanggung jawabnya mengamankan dan menertibkan daerahnya.

Joko menyadari bahwa masyarakat di daerahnya masih banyak yang berada di lingkaran kemiskinan. Situasi tersebut membuatku terpikir untuk membuat koperasi masyarakat.

Dengan penuh semangat, ia mencorat-coret kertas untuk mengolah konsep dari koperasi ini. Lalu, ia sampaikan kepada masyarakat mengenai gagasan ini. Hasilnya? Masyarakat ternyata kurang menerima hal tersebut karena harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu.

Padahal impiannya, koperasi ini akan menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat agar tidak terus berada di lingkaran kemiskinan. “Dari koperasi tersebut bisa lahir warung, bengkel, serta usaha-usaha lain dari masyarakat. Semuanya dari masyarakat,” ulasnya.

Joko berharap antara masyarakat, pemerintah, dan dirinya bisa lebih bersinergi dalam mewujudkan gagasan-gagasan untuk memajukan lingkungan sekitar. “Sulit, namun masih ada kemungkinan,” yakinnya.(dye)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .