MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 04 Maret 2017 17:57
Sepak Terjang Joko Susilo Mengamankan Wilayah Keras Alalak Tengah

Sering Dicibir Warga, Bertekad Buat Koperasi

BERBAUR: Joko Susilo menjalankan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Alalak Tengah. [Foto: for Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Sering turun ke masyarakat, namun kurang begitu diketahui keberadaannya. Begitulah pengalaman Joko Susilo menjadi seorang Bhabinkamtibmas atau “Polisi Kelurahan” di Alalak Tengah.

------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

------------------------------------------------

Ruang tamu Joko Susilo sangat sederhana di kawasan HKSN AMD Permai. Tidak ada sofa. Tamu hanya duduk lesehan. Namun, dua cangkir teh hangat menemani selama perbincangan.

Sesekali ia memperlihatkan dokumentasi selama menjadi polisi kelurahan ini. Tidak hanya pengalaman menyenangkan dirasakannya, juga menyedihkan. “Alalak itu keras dan penuh dinamika” ujarnya.

Februari 2016 menjadi titik awal Joko menjalani profesi di kelurahan Alalak Tengah. “Setelah masuk ke masyarakat, ternyata begitu kompleks situasinya,” nilainya. Joko mengaku kesulitan untuk mengubah pandangan masyarakat yang berada di wilayahnya. “Namun itu yang jadi tantangannya,” tambahnya.

Selama menjadi polisi kelurahan, Joko tak hanya bertugas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Itu hanya tugas pokok,” tegasnya. Selain itu, menjadi seorang polisi kelurahan menurutnya harus menguasai segala hal. “Seperti misalnya menjadi tukang atur lalu lintas, mengajar, menjadi tukang pijat dadakan untuk orang stroke juga pernah,” kenangnya.

Soal jam kerja, Joko harus siap siaga selama 24 jam untuk mengabdi kepada masyarakat. “Pernah kemarin jam dua malam saya harus keluar rumah untuk mengamankan perkelahian keluarga,” tuturnya. Ini sudah menjadi tanggung jawab polisi kelurahan untuk siap siaga apapun kondisinya.

Bicara soal pengalaman pahit, banyak sekali yang dapatkan. “Yang paling sering itu mendapat perlawanan dari masyarakat,” katanya. Cibiran secara langsung maupun tidak langsung seringkali didapatkan.

Pernah suatu kali, Joko ditanyai oleh masyarakat setempat tentang praktik pungutan liar yang dilakukan oknum kepolisian. “Ya aku jawab itu hanya oknum,” ungkapnya.

Meskipun bertugas sebagai polisi kelurahan, masyarakat seringkali mengabaikan keberadaannya. “Jadi kalau ada masalah, biasanya masyarakat langsung lapor ke polsek. Padahal kan ada Bhabin di daerahnya,” ungkapnya.

Namun hal tersebut tak menjadikannya patah arang. Joko tetap sering turun ke masyarakat melakukan pendekatan. Ini sudah tanggung jawabnya mengamankan dan menertibkan daerahnya.

Joko menyadari bahwa masyarakat di daerahnya masih banyak yang berada di lingkaran kemiskinan. Situasi tersebut membuatku terpikir untuk membuat koperasi masyarakat.

Dengan penuh semangat, ia mencorat-coret kertas untuk mengolah konsep dari koperasi ini. Lalu, ia sampaikan kepada masyarakat mengenai gagasan ini. Hasilnya? Masyarakat ternyata kurang menerima hal tersebut karena harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu.

Padahal impiannya, koperasi ini akan menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat agar tidak terus berada di lingkaran kemiskinan. “Dari koperasi tersebut bisa lahir warung, bengkel, serta usaha-usaha lain dari masyarakat. Semuanya dari masyarakat,” ulasnya.

Joko berharap antara masyarakat, pemerintah, dan dirinya bisa lebih bersinergi dalam mewujudkan gagasan-gagasan untuk memajukan lingkungan sekitar. “Sulit, namun masih ada kemungkinan,” yakinnya.(dye)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…

Selasa, 02 Januari 2018 14:36

Cerita Sukses Psikolog Muda, Sekolah Psikolog Untuk Bantu Orang Sakit

Untuk mencapai kesuksesan tak harus menunggu tua. Kerja keras! Itu menjadi kunci utama. Hal itulah yang…

Jumat, 29 Desember 2017 15:40

Kisah-Kisah di Balik Penerjemahan Alquran Berbahasa Banjar

Bolehkah memakai kata ganti sidin untuk Allah? Apakah maha punya padanan kata dalam Bahasa Banjar? Pertanyaan-pertanyaan…

Jumat, 29 Desember 2017 15:23

Ini Pesan Buya Yahya di Masjid Agung Al Munawwarah

Masjid Agung Al Munawwarah, Kamis (28/12) kemarin dipadati ratusan jemaah. Kedatangan mereka untuk mendengarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .