MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 05 Maret 2017 17:49
Kabar Kabupaten Tanah Bumbu
Pantai Rindu Alam, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Tanah Bumbu
WATERBOOM: Beginilah suasana di objek wisata Pantai Rindu Alam yang terletak di Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir.

PROKAL.CO, Berwisata ke pantai sekaligus bermain di waterboom? Tentu jarang sekali ditemukan. Namun, di Pantai Rindu Alam, selain menikmati keindahan pantainya, pengunjung juga dapat bermain di waterboom.

=====================

KARYONO, Batu Licin

=====================

ANDA ingin berakhir pekan, tapi bingung mau berlibur kemana?. Jika Anda tengah berada di Kabupaten Tanah Bumbu, tak perlu bingung jika ingin menghabiskan waktu berlibur.

Di kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotabaru pada tahun 2003 ini, terdapat tempat wisata alternatif. Tempat itu adalah Pantai Rindu Alam yang terletak di Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir.

Pantai yang terletak 230 KM dari Kota Banjarmasin ini, merupakan salah satu tempat wisata favorit masyarakat Tanah Bumbu. Pantai ini banyak ditumbuhi pohon cemara sehingga menyejukan mata. Pantai Rindu Alam hampir tak pernah sepi pengunjung.

Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui pariwisata ini, Pemkab Tanah Bumbu terus melakukan pembenahan Pantai Rindu Alam.

Pihak pengelola menyediakan berbagai arena wisata, seperti kolam renang, panggung hiburan serta toko souvenir.

Di hari-hari biasa, pengunjungnya bisa mencapai ratusan orang. Sementara pada hari libur nasional seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, serta hari raya keagamaan lainnya, pengunjung bisa mencapai ribuan orang.
Di hari biasa, pengunjung dipungut biaya masuk sebesar Rp5000. Pengunjung biasanya berasal dari masyarakat Tanah Bumbu, serta masyarakat dari berbagai daerah lain seperti Kabupaten Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin.
Ada pula pengunjung yang berasal dari luar provinsi, seperti pengunjung dari Kabupaten Muara Tewe dan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk bisa menikmati waterboom di pantai ini, pengunjung dikenakan karcis sebesar Rp5000. Saat ini, waterboom yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut memang sudah dikelola dengan baik, sehingga kondisi airnya selalu bersih.

Pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 1 km dan seluas  3 hektar ini, menyerupai sebuah pulau, karena letaknya dipisahkan sebuah selat kecil yang menjurus keluar.

Sejauh mata memandang, pesisir pantai ini ditumbuhi pohon cemara yang lebat, sehingga menyejukkan mata para pengunjung.

Dinas Pariwisata Tanbu terus melakukan pembenahan fasilitas maupun sumber daya pengelolanya demi meningkatkan kenyamanan pengunjung wisata pantai.

“Khusus kolam weterboom mini yang ada di obyek wisata Pantai Rindu Alam, kami terus menekankan kepada pengelolanya untuk membersihkan kolam itu secara berkala atau setiap satu minggu sekali mengganti air yang ada didalam kolam waterboom itu,” kata Kabid Pariwisata Samsir, belum lama tadi.

Selain itu ungkap Samsir, pihaknya turut meminta kepada pengelola untuk  menambah petugas jaga di lokasi waterboom tersebut. Hal itu dilakukan untuk menambah pengawasan terhadap pengunjung yang menggunakan waterboom dengan tidak semestinya.

“Tak jarang pengunjung yang membawa anak-anak berenang dilaut pada sabtu dan minggu, setelah mandi dilaut pengunjung membilas dan mandi di kolam tersebut. Kalau ini tidak diawasi maka air di kolam itu akan berlumut hingga berwarna hijau,”ujarnya.

Berdasarkan pantauannya di lapangan, pihak pengelola waterboom itu terus membersihkan kolam dikawasan tersebut. Dan saat ini kolam itu tidak ditemukan lagi berupa lumut maupun perubahan warna di airnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .