MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 06 Maret 2017 10:48
Parlementaria Banjarbaru
DPRD HST Belajar Jamkesda ke DPRD Banjarbaru
STUDI BANDING: Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah didampingi sejumlah Ketua Komisi menerima kunjungan studi banding DPRD HST.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Rombongan Anggota DPRD Hulu Sungai Tengah mengunjungi Gedung DPRD Banjarbaru, Kamis (2/3) tadi. Kunjungan untuk studi banding, terkait usulan Pemkab HST mencabut Perda Jamkesda.

Rombongan berisi para Ketua Komisi I, II dan III. Total ada 17 anggota dewan dari Barabai yang datang. Mereka disambut hangat oleh Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah.

Agar dialog bisa memenuhi kebutuhan para tamu, Iwansyah mempertemukan mereka dengan Komisi I dan III DPRD Banjarbaru. Dialog dipimpin oleh Ketua Komisi, Iriansyah Ganie. Ikut menyimak Ketua Komisi III, Muhammad Subakhi.

Peran Jamkesda atau Jaminan Kesehatan Daerah, memang sengaja dihapuskan untuk memaksimalkan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) milik BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Sejak itu, ramai-ramai daerah menghapus Jamkesda. Keuntungan lain, pencabutan Jamkesda juga bisa memberi ruang tambahan bagi fiskal daerah.

Masalahnya, banyak warga kurang mampu yang sudah terbiasa menggunakan Jamkesda. Alhasil, pencabutan Jamkesda tanpa antisipasi yang cukup, sudah pasti menimbulkan gejolak di tengah masyarakat miskin.

Lantaran Banjarbaru lebih dulu menghapus Jamkesda, DPRD HST punya kepentingan untuk menanyakan latar belakang, regulasi, dan teknisnya.

Iriansyah lalu memaparkan, meskipun Jamkesda sudah dihapus, JKN tetap mendapat pendampingan dari anggaran daerah. Agar warga miskin yang belum ter-cover JKN bisa tetap berobat. Syaratnya, cukup membawa SKTM (Surat Keterangan Tak Mampu). Agar tepat sasaran, SKTM telah diverifikasi oleh Ketua Rukun Tetangga dan Kelurahan warga bersangkutan.

Ini penting, mengingat segelintir warga tergolong sangat miskin. Sehingga membayar iuran JKN yang nominalnya terbilang terjangkau pun tak sanggup.

Komitmen Pemko dan DPRD Banjarbaru pada kesehatan ini tampak dari terpenuhinya amanah undang-undang terhadap penyusunan pos belanja daerah. Bahwa alokasi anggaran kesehatan, minimal mencapai 10 persen dan pendidikan mencapai 20 persen. Keduanya sudah mampu dipenuhi Banjarbaru. (fud/ema)


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 18:07

Rakyat Kotabaru Siapkan Class Action Izin Tambang

KOTABARU - Guru besar sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Dr Syaiful Bakhri…

Senin, 21 Agustus 2017 17:20

Wabup Ziarah Makam Pahlawan

BATULICIN - Wabup Tanbu H Sudian Noor melaksanakan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Mattone Kecamatan…

Senin, 21 Agustus 2017 17:16

Rintik Hujan Warnai Upacara Penurunan Bendera

BATULICIN - Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) angkatan XIV Kabupaten Tanah Bumbu, menurunkan bendera…

Senin, 21 Agustus 2017 17:12

Paskibra Tanbu Sukses Jalankan Tugas

BATULICIN - Resepsi kenegaraan dan malam ramah tamah HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang dilaksanakan di Perkantoran…

Senin, 21 Agustus 2017 16:51

Hasil Survey, Penduduk Kalsel Lebih Bahagia Ketimbang di Jakarta

BANJARMASIN - DKI Jakarta, selama ini memang populer. Menjadi lokasi ibukota negara, infrastrukturnya…

Senin, 21 Agustus 2017 16:06

Sanitasi Jadi Persoalan Akreditasi di Sekolah

BANJARMASIN –  Sanitasi, ketersediaan air bersih, dan kebersihan lingkungan menjadi aspek…

Senin, 21 Agustus 2017 16:02

Ke Banjarmasin, Presiden Akan Kenakan Baju Adat Banjar

BANJARMASIN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengenakan pakaian adat kerajaan Banjar…

Minggu, 20 Agustus 2017 14:05

Melihat Kesungguhan Pemprov Membangun Landmark Km 0: Belum Apa-apa, Sudah Begini...

Membangun tugu 0 Km dengan desain megah dipastikan memakan anggaran tak sedikit. Karena itu, pemerintah…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57

Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000

BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:21

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Semakin Dikenal Masyarakat Luar

BANJARMASIN – Kepercayaan suku Banjar terhadap makna di balik warna kain ini merupakan keberlanjutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .