MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 07 Maret 2017 15:34
Ini Sikap Conch Hadapi Rekomendasi Penutupan dari Tim Pansus
Gerbang PT Conch

PROKAL.CO, TANJUNG - Terbitnya sembilan poin rekomendasi dengan hasil kesimpulan menutup sementara PT Conch South Kalimantan Semen oleh Panitia Khusus (Pansus) bentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong membuat PT Conch bingung. Mereka mengaku belum pernah menerima informasi resmi apapun dari pemerintah daerah.

"Kami bingung mau bilang apa, karena kami tidak diberitahu masalah terbitnya rekomendasi tersebut," kata Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Semen, Yandri ketika diwawancarai di Mabuun, kemarin.

Terus terang, kata Yandri, kabar rekomendasi tutup sementara pabrik semen Conch itu baru diterimanya dari rekan-rekan media, namun belum berani dikomentari. "Saya harus bilang apa. Bingung menjawabnya," ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah, khususnya wakil rakyat setempat, ketika menggelar sidang Paripurna yang membahas masalah PT Conch, setidaknya dapat mengundang manajemen perusahaan. Dengan begitu, manajemen bisa mengetahui masalah apa saja yang harus diselesaikan.

Namun begitu, agar kabar tidak membias kemana-mana, Yandri pun berencana akan menggelar jumpa pers dengan sejumlah awak media di Kabupaten Tabalong. Namun tetap perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu.

Sementara itu, Ketua Pansus, Kusnadi Uwis ketika dikonfirmasi terkait undangan Conch ke sidang Paripurna menurutnya sudah tidak diperlukan lagi. Pasalnya, mereka sudah berkali-kali ditemui. Bahkan pertemuan tersebut dilakukan dalam membahas semua permasalahan. "Jadi tidak perlu Conch diundang," katanya.

Yang ingin ditekankan dalam penyampaian hasil Pansus tersebut, menurutnya, adalah sikap pemerintah dalam menindaklanjutinya, karena persoalan yang ditimbulkan perusahaan asing tersebut sudah sangat banyak. Diantaranya masalah jalan yang sudah hancur dan lahan pertambangan yang melebihi kawasan hutan lindung.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabalong H Abdul Mutalib Sangaji menjelaskan, meski belum mendapatkan rekomendasi Pansus secara resmi, karena masih harus dibahas di internal DPRD,  Pemkab Tabalong telah berupaya memenuhi apa yang ada di dalam rekomendasi tersebut.

"Kami sebelumnya sudah melakukan penekanan ke Conch agar memenuhi aturan. Kami menyampaikannya langsung ke General Manager PT Conch Wu Shi Long," ujarnya di ruangan kerja.

Ia mengakui, baru empat poin masalah yang menjadi penekanan Pemkab Tabalong ke perusahaan di Desa Sarabadang Kecamatan Haruai tersebut. Yaitu terkait muatan angkutan semen yang over kapasitas, bendungan dan pemanfaatan air permukaan di Sungai Jaing, masalah tenaga kerja asing ilegal, serta melatih warga lokal agar memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain itu, sebelumnya Pemkab juga meminta Conch agar membayar semua pajak dan retribusi daerah guna menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD). Baik pajak bumi dan bangunan, serta lainnya. “Jadi sebagian besar hasil rekomendasi pansus sudah kami laksanakan, tapi kami tetap menunggu keputusan DPRD yang ditandatangani Ketua DPRD terkait apa saja yang jadi wewenang Pemkab Tabalong,” katanya. (ibn/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 14:54

Dewan: Bekas Kantor Gubernur Pasti Dibongkar

BANJARMASIN – Gedung bekas kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) dipastikan dibongkar tahun…

Jumat, 17 November 2017 14:38

Kabar Baik, Orang Utan Kalsel Masuk SRAK

BANJARMASIN – Orang Utan Kalsel akhirnya dimasukkan dalam perencanaan strategi dan rencana aksi…

Jumat, 17 November 2017 14:35

Godok Proposal, Pembangunan PJU Trikora Dibantu CSR

BANJARBARU – Minimnya penerangan di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru membuat pengendara bermotor…

Jumat, 17 November 2017 14:28

Sambil Susur Sungai Kenalkan Cawapres

BANJARMASIN – Pemilu presiden (Pilpres) memang masih dua tahun lagi. Namun sudah bermunculan sejumlah…

Jumat, 17 November 2017 14:16

Wawali Ingatkan Perusahaan, UMP 2018 Rp2,4 Juta

BANJARBARU - Pemkot Banjarbaru Kamis (16/11) kemarin mengumpulkan para perwakilan perusahaan, baik swasta…

Jumat, 17 November 2017 14:07

Perajin di Kampung Purun Masih Gunakan Mesin Jahit Modifikasi

BANJARBARU - Kerajinan purun dari Kampung Purun, Kelurahan Palm mulai naik daun. Setiap bulannya ribuan…

Jumat, 17 November 2017 13:35

Riduansyah Gantikan Hamsiah

BATULICIN - DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Rabu (15/11), dengan agenda…

Jumat, 17 November 2017 13:35

Luncurkan Aplikasi Salam Tanbu

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanbu meluncurkan sebuah…

Jumat, 17 November 2017 13:31

Tenaga Kesehatan Teladan Diberi Penghargaan

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan berupa uang tunai Rp15.000.000…

Kamis, 16 November 2017 14:38

Gubernur Kalsel Raih Ki Hajar Dewantara Award 2017

BANJARMASIN – Usai meraih anugerah Pandu Negeri 2017, Gubernur Kalse Sahbirin Noor kembali mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .