MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 07 Maret 2017 15:39
Berita Kotabaru
Berburu Satwa Langka bersama Para Fotografer Satwa Liar di Kotabaru

Rela Berendam Lumpur Demi Abadikan Objek

Burung trinil kaki merah

PROKAL.CO, Di Kotabaru yang lansekap alamnya pesisir dan hutan menjadi surga bagi satwa liar. Para fotografer satwa liar pun  lokal pun bertumbuh.

 -----------------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Kotabaru

------------------------------------------------------

Sang surya masih belum menampakan sinarnya.  Dua fotografer asal Kotabaru yaitu Ahyadi Hasyim dan Rizkani, yang hobi memotret satwa liar sudah terlihat sibuk menyiapkan peralatan 'tempur' berupa kamera beserta pernak perniknya.

Perkenalan kedua bapak si penghobi foto burung itu, memang belum terlalu lama. Tak sampai tujuh tahun. Tapi, karya yang dihasilkan keduanya tergolong luar biasa. Menurut mereka, pengalaman serta tantangan dalam memotret burung tak kalah jauh mendebarkan dibandingkan aliran fotografi lainnya.

"Ada kepuasan tersendiri di situ," ujar Rizkani, seraya tersenyum kemudian menyalakan tembakau yang terselip di antara bibirnya.

Kotabaru, meski berada di pulau tersebdiri  masih termasuk dalam provinsi Kalsel. Pulau yang bergelar dengan Bumi Sa-Ijaan ini, terkenal dengan puluhan bahkan sampai lebih dari 100 objek wisata. Itulah yang membuatnya sarat akan objek foto yang lengkap. Mulai dari lansekap hingga satwa liar seperti burung.

Memotret burung, penuh dengan ketidak pastian. Selain dibutuhkan kejelian mata, waktu yang tepat, juga dibutuhkan survei tempat. Di mana letak burung yang diinginkan biasa berada. Seperti halnya yang dilakukan fotografer pada Sabtu (4/3) lalu. Objek foto yang dicari adalah salah satu satwa endemik yaitu burung Enggang, atau juga sering disebut Anggang,  yang berjenis Rangkong Badak.

Menurut penuturan warga sekitar, yang tinggal di kawasan hutan Meranti, burung tersebut seringkali menampakan diri. Hal itu diperkuat oleh hasil survei Rizkani yang beberapa waktu sebelumnya pernah melihat Rangkong Badak    bertengger di sebuah pohon jenis beringin di kawasan hutan Meranti.

Perjalanan dimulai. Dengan mengendarai 3 unit sepeda motor, kami pun menuju kawasan hutan yang letaknya hanya berjarak sekitar 20 KM dari pusat Kotabaru itu. Sepanjang jalan, mata Ahyadi Hasyim dan Rizkani, selalu mengamati kawasan hutan. Melihat-lihat barangkali ada burung yang asik dan masuk dalam daftar foto yang burung yang mereka berdua cari.

"Sambil menyelam minum air. Tujuan utama burung Enggang, tapi bukan berarti menutup keinginan untuk memotret burung lain," ujar Ahyadi Hasyim, kemudian tertawa.

Puncak kawasan pegunungan hutan Meranti, mulai disinari matahari ketika kami tiba. Rizkani serta Ahyadi Hasyim, langsung mengganti kostumnya. Ya, pakaian yang mereka kenakan kali ini hampir mirip dengan yang dipakai oleh pasukan khusus TNI, untuk berkamuflase dengan keadaan sekitar.

Sambil sesekali mengaduk-aduk ilalang, masing-masing dari kami benar-benar mencoba menajamkan panca indra. Penglihatan dan pendengaran lebih kami maksimalkan.  Sangat disayangkan, beberapa jam mengitari kawasan serta tempat biasa Rangkong Badak terlihat, tak kunjung kami temukan. Meski begitu, beberapa spesies burung sempat terekam sempurna dalam memori kamera.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .