MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 07 Maret 2017 15:39
Berita Kotabaru
Berburu Satwa Langka bersama Para Fotografer Satwa Liar di Kotabaru

Rela Berendam Lumpur Demi Abadikan Objek

Burung trinil kaki merah

PROKAL.CO, Di Kotabaru yang lansekap alamnya pesisir dan hutan menjadi surga bagi satwa liar. Para fotografer satwa liar pun  lokal pun bertumbuh.

 -----------------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Kotabaru

------------------------------------------------------

Sang surya masih belum menampakan sinarnya.  Dua fotografer asal Kotabaru yaitu Ahyadi Hasyim dan Rizkani, yang hobi memotret satwa liar sudah terlihat sibuk menyiapkan peralatan 'tempur' berupa kamera beserta pernak perniknya.

Perkenalan kedua bapak si penghobi foto burung itu, memang belum terlalu lama. Tak sampai tujuh tahun. Tapi, karya yang dihasilkan keduanya tergolong luar biasa. Menurut mereka, pengalaman serta tantangan dalam memotret burung tak kalah jauh mendebarkan dibandingkan aliran fotografi lainnya.

"Ada kepuasan tersendiri di situ," ujar Rizkani, seraya tersenyum kemudian menyalakan tembakau yang terselip di antara bibirnya.

Kotabaru, meski berada di pulau tersebdiri  masih termasuk dalam provinsi Kalsel. Pulau yang bergelar dengan Bumi Sa-Ijaan ini, terkenal dengan puluhan bahkan sampai lebih dari 100 objek wisata. Itulah yang membuatnya sarat akan objek foto yang lengkap. Mulai dari lansekap hingga satwa liar seperti burung.

Memotret burung, penuh dengan ketidak pastian. Selain dibutuhkan kejelian mata, waktu yang tepat, juga dibutuhkan survei tempat. Di mana letak burung yang diinginkan biasa berada. Seperti halnya yang dilakukan fotografer pada Sabtu (4/3) lalu. Objek foto yang dicari adalah salah satu satwa endemik yaitu burung Enggang, atau juga sering disebut Anggang,  yang berjenis Rangkong Badak.

Menurut penuturan warga sekitar, yang tinggal di kawasan hutan Meranti, burung tersebut seringkali menampakan diri. Hal itu diperkuat oleh hasil survei Rizkani yang beberapa waktu sebelumnya pernah melihat Rangkong Badak    bertengger di sebuah pohon jenis beringin di kawasan hutan Meranti.

Perjalanan dimulai. Dengan mengendarai 3 unit sepeda motor, kami pun menuju kawasan hutan yang letaknya hanya berjarak sekitar 20 KM dari pusat Kotabaru itu. Sepanjang jalan, mata Ahyadi Hasyim dan Rizkani, selalu mengamati kawasan hutan. Melihat-lihat barangkali ada burung yang asik dan masuk dalam daftar foto yang burung yang mereka berdua cari.

"Sambil menyelam minum air. Tujuan utama burung Enggang, tapi bukan berarti menutup keinginan untuk memotret burung lain," ujar Ahyadi Hasyim, kemudian tertawa.

Puncak kawasan pegunungan hutan Meranti, mulai disinari matahari ketika kami tiba. Rizkani serta Ahyadi Hasyim, langsung mengganti kostumnya. Ya, pakaian yang mereka kenakan kali ini hampir mirip dengan yang dipakai oleh pasukan khusus TNI, untuk berkamuflase dengan keadaan sekitar.

Sambil sesekali mengaduk-aduk ilalang, masing-masing dari kami benar-benar mencoba menajamkan panca indra. Penglihatan dan pendengaran lebih kami maksimalkan.  Sangat disayangkan, beberapa jam mengitari kawasan serta tempat biasa Rangkong Badak terlihat, tak kunjung kami temukan. Meski begitu, beberapa spesies burung sempat terekam sempurna dalam memori kamera.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .