MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 08 Maret 2017 16:22
Kala Bupati Tabalong Mulai Gemar Bagi-bagi Buku dan Uang

Tepis Anggapan demi Kepentingan Politik

BAGI BUKU - Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat membagi buku bergambar dirinya di Desa Pamarangan Kanan dan Desa Juai.

PROKAL.CO, Hampir setiap kali menghadiri acara dengan peserta masyarakat umum di pedesaan, di akhir kegiatan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani selalu bagi-bagi buku dan uang. Ada apa dan kenapa?

IBNU DWI WAHYUDI, Tabalong

Sejumlah anak-anak tiba-tiba berlarian dari arah belakang kerumunan orang dewasa untuk maju ke depan usai acara peresmian Jembatan Tebing Siring di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong, Senin (5/3) kemarin. Tanpa sungkan mereka pun menghampiri Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani.  

Anak-anak usia sekolah dasar (SD) tersebut kemudian mengacungkan tangannya di hadapan sang kepala daerah dan meminta sesuatu darinya. “Saya pak belum,” kata mereka, antusias, seolah takut tidak kebagian barang bawaan dari tamu kehormatan di acara itu.

Ya, bupati sedang membagikan buku tulis bergambar dirinya bersama sang istri Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani. Tidak ada tulisan nama bupati di sampul buku tersebut. Hanya gambar mereka berdua, serta tulisan visi dan misi Pemkab Tabalong. Bagian belakangnya terdapat untaian kata doa berbahasa Arab dan Indonesia.
Wajah senang pun langsung terpancar pada para bocah-bocah tersebut kala buku sudah berada di genggaman mereka. Para orang tua pun tidak kalah senangnya atas pemberian bupati.

Pemandangan yang sama pun juga terjadi kala kehadiran bupati di acara panen dan tanam padi di Desa Pamarangan Kanan pekan kemarin. Anak-anak dan orang tua turut senang mendapatkan hadiah buku tulis yang sama.

“Senang dapat buku,” ujar, Rafika dan Siva, para bocah Desa Pamarangan Kanan, ketika diwawancara Radar Banjarmasin setelah menerima buku tulis baru dari orang nomor satu di Tabalong, sambil tersenyum malu dan menjauh.

Meski suasana sama, namun saat di acara penyerahan dana Program Keluarga Harapan (PKH) gelaran Dinas Sosial setempat di Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Bintang Ara beberapa waktu lalu, hadiah yang dibagikan bupati tampak berbeda. Yaitu uang senilai Rp20ribu.

Hobi bagi-bagi buku dan uang ini kemudian membuat warga yang menonton merasa janggal. Sejumlah warga  sempat berceletuk bahwa bupati sedang berkampanye untuk menghadapi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) mendatang.  

Anggapan ini sedikit banyak ada benarnya.  Mengingat kepemimpinan Anang Syakhfiani tidak lama lagi usai. Setidaknya dua tahun lagi. Bahkan, informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, pelaksanaan pesta rakyat itu dimajukan dari jadwal sebelumnya.  “Kemungkinan Juni 2018,” terang Ketua KPU Kabupaten Tabalong, Agus Musdianor, beberapa waktu lalu.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani sendiri menanggapi santai anggapan tentang hobi barunya itu. Dikatakannya itu bukan untuk kepentingan menghadapi Pilkada. “Tergantung niat dan prasangka yang menentukan. Kalau niat untuk kepentingan politik tidak sampai ke atas,” katanya.

Niat tersebut pun, ditegaskannya, sebagaimana gambar dan tulisan yang ada di buku. Yaitu gambar dirinya, doa serta visi dan misi pembangunan saja. “Dulu doa itu saya amalkan sejak SD sampai perguruan tinggi, dan doa itu yang menyebabkan saya sampai sekarang. Ini menjadi kewajiban moral bagi saya. Sehingga kita harapkan, mudahan anak-anak kita menjadi kebanggaan dan mau terus sekolah. Bahkan ada yang jadi bupati,” imbuhnya.
Bupati mengatakan buku yang dibagi dari dana pribadinya sudah tidak terhitung jumlahnya. Jika tidak dibagikan di acara-acara sebelumnya, dia mengaku karena tidak membawanya saja.

Akademisi STIA Tabalong, yang juga mantan anggota KPU Kabupaten Tabalong, Jauhar Arifin menilai apa yang dilakukan bupati itu tidak ada unsur politik, jika bersandarkan pada peraturan. "Berdasar perundang-undangan, kalau masih belum ditetapkan sebagai calon kandidat Pilkada belum bisa dikatakan berkampanye," katanya.

Penjelasan itu dipertegasnya, ketika buku yang dibagikan pun tidak ada muatan politik. Seperti meminta dukungan, menyebutkan agar dicoblos atau lainnya. Sehingga bisa dianggap sebagai pemberian biasa.
Pun begitu, jika ada maksud dibalik pemberian tersebut, dia tidak bisa memastikan. "Kalau terselip sesuatu, kita tidak tahu," imbuhnya. (ibn/ay/ran)  


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:28

Gelar Syukuran HUT Kemerdekaan RI

BATULICIN - Kapolsek Sungai Loban Iptu H Tony Haryono SE bersama Satgas Baintelkam Polri memprakarsai…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:27

Plt Sekda Tanbu: ASN Harus Berkarya

BATULICIN - Pada dasarnya tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya semata bekerja, namun pada idealnya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:23

JCH Plus Asal Tanbu Dilepas Wabup

BATULICIN - Sebanyak 38 Jemaah Calon Haji (JCH) Plus asal Kabupaten Tanah Bumbu dilepas keberangkatannya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:38

Tak Ketinggalan, Jemaah Haji Kalsel Upacara Bendera di Mekkah

BANJARMASIN – Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kalsel ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:34

Lima Hari Irigasi Riam Kanan Dibersihkan

BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel bakal kembali melakukan pemeliharaan rutin saluran…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:12

Warga Banua Bangga, Pakaian Adat Presiden Berasal Dari Kalsel

Penampilan Presiden Joko Widodo dalam Upacara HUT Proklamasi RI ke-72 di Jakarta, Kamis (17/8) kemarin…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:01

Meneroka Konstelasi Politik Pilkada 2018: Bisa Melawan Kotak Kosong

Konstelasi politik lokal menyongsong pemilihan kepala daerah di 4 kabupaten di Kalsel mulai mengerucut.…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42

PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal

KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Peringatan Hari Kemerdekaan Pemprov, Hanya 16 Wakil Rakyat Terlihat

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 yang dilaksanakan Pemerintah…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:08

Di HSS, Tiga Anak Lahir di Hari Istimewa

KANDANGAN – Tanggal 17 Agustus menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Momen apapun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .