MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 10 Maret 2017 09:54
Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes
RAPAT: Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan membahas isi raperda dengan pelaku usaha. [Foto: Eka/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan kocek tebal jika ingin makan atau minum di dalam sana. DPRD Kota Banjarmasin sedang merevisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan.

Revisinya mengubah pasal 6 dalam Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Poin utama revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan adalah menyesuaikan tarif pajak. Jadi secara tidak langsung semua item pungut pajak di tempat hiburan dikenakan tarif pajak hiburan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan telah mengundang pelaku usaha hiburan di Banjarmasin. Diantaranya, perwakilan Armani, Grand, Nav, HBI, dan Lyric. Dalam rapat, GM HBI Eri Sudarisman mengatakan saat ini tempat hiburan sangat sepi, bahkan menurun. Eri juga enggan berkomentar banyak ketika dicegat wartawan usai rapat.

Ketua Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Andi Effendi, mengatakan pengusaha hiburan merasa keberatan dengan kebijakan merger (penggabungan) tarif pajak tersebut.

Jika biasanya pajak makan dan minum di tempat hiburan terpisah dan hanya dikenakan 10 persen, kedepannya jika revisi perda itu diketok akan menjadi 30 persen hingga 40 persen.

Untuk pajak hiburan karaoke dipatok 30 persen. Sementara untuk pajak hiburan seperti diskotik, club, pub, dan bar dipungut pajak sebesar 40 persen. “Itu yang memberatkan pengusaha. Alasannya pengunjung yang datang hiburan tidak banyak makan dan minum,” beber Andi.

Pengusaha juga mengeluh pendapatan tempat hiburan seperti THM, pub, karaoke dan club malam, mengalami tren penurunan setiap tahun. Padahal, kata Andi, merger pajak hiburan itu tidak terlalu berdampak terhadap pendapatan pengusaha.

Dari data pajak hiburan yang disampaikan Dinas Pendapatan, sekarang Badan Keuangan Daerah, penghasilan tempat hiburan masih menunjukkan arah positif. Tujuan merger pajak makan dan minum ke pajak hiburan itu untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena daerah lain seperti Jakarta, Manado, dan Tengerang sudah menerapkan. Bahkan di Jakarta penerapannya sebesar 26 persen ditambah tax and service sebesar 10 persen. Jadi totalnya 36 persen,” katanya.

Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah, menambahkan bahwa kebijakan itu sebagai penyesuaian dengan izin usaha yang dikeluarkan. Dasarnya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Dijelaskannya, makan dan minum yang ada di tempat hiburan sebagai pelengkap, karena tempat hiburan mendapat izin hiburan. Jadi secara otomatis makan dan minuman dikenakan pajak hiburan. “Kami masih mematok setengah dari UU. Bahkan dalam UU boleh mematok pajak sampai 75 persen,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng diĀ  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:36

PLN Merdekakan 17 Desa di Kalimantan Selatan

BANJARBARU - Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/8) hari ini, PLN Wilayah…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00

Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera

Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru.…

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05

Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar

BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan…

Selasa, 25 Juli 2017 17:34

Syihab Ponsel Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Owner Syihab Ponsel Habib Zeid Syahab bersama dengan stafnya mengunjungi Gedung Biru Radar…

Senin, 24 Juli 2017 16:11

Bisnis Tas Fashion Mulai Stabil

BANJARMASIN - Setelah sempat turun pasca lebaran lalu, kini bisnis tas fashion mulai stabil lagi. Permintaan…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:17

Polda Kalsel Bentuk Satgassus Beras

BANJARMASIN – Kesejahteraan petani masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya mereka tidak…

Jumat, 21 Juli 2017 16:58

Pemko Banjarbaru Terpaksa Nyicil Dua Tahun Anggaran

BANJARBARU - Anggaran pemko menerima pukulan bertubi-tubi. Bukan hanya menghadapi pemangkasan transfer…

Kamis, 20 Juli 2017 15:29

Bisnis Tanah Kaveling di Kalsel Lagi Naik Daun

BANJARMASIN - Mulai membaiknya perekonomian Kalsel, membuat bisnis tanah kaveling makin naik daun. Apalagi…

Selasa, 18 Juli 2017 17:22

Pegawai PLN Turun ke Jalan Promosikan Diskon Tambah Daya

BANJARBARU - Pemandangan tak biasa terlihat beberapa hari terakhir ini, beberapa petugas PLN Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .