MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 10 Maret 2017 09:54
Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes
RAPAT: Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan membahas isi raperda dengan pelaku usaha. [Foto: Eka/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan kocek tebal jika ingin makan atau minum di dalam sana. DPRD Kota Banjarmasin sedang merevisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan.

Revisinya mengubah pasal 6 dalam Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Poin utama revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan adalah menyesuaikan tarif pajak. Jadi secara tidak langsung semua item pungut pajak di tempat hiburan dikenakan tarif pajak hiburan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan telah mengundang pelaku usaha hiburan di Banjarmasin. Diantaranya, perwakilan Armani, Grand, Nav, HBI, dan Lyric. Dalam rapat, GM HBI Eri Sudarisman mengatakan saat ini tempat hiburan sangat sepi, bahkan menurun. Eri juga enggan berkomentar banyak ketika dicegat wartawan usai rapat.

Ketua Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Andi Effendi, mengatakan pengusaha hiburan merasa keberatan dengan kebijakan merger (penggabungan) tarif pajak tersebut.

Jika biasanya pajak makan dan minum di tempat hiburan terpisah dan hanya dikenakan 10 persen, kedepannya jika revisi perda itu diketok akan menjadi 30 persen hingga 40 persen.

Untuk pajak hiburan karaoke dipatok 30 persen. Sementara untuk pajak hiburan seperti diskotik, club, pub, dan bar dipungut pajak sebesar 40 persen. “Itu yang memberatkan pengusaha. Alasannya pengunjung yang datang hiburan tidak banyak makan dan minum,” beber Andi.

Pengusaha juga mengeluh pendapatan tempat hiburan seperti THM, pub, karaoke dan club malam, mengalami tren penurunan setiap tahun. Padahal, kata Andi, merger pajak hiburan itu tidak terlalu berdampak terhadap pendapatan pengusaha.

Dari data pajak hiburan yang disampaikan Dinas Pendapatan, sekarang Badan Keuangan Daerah, penghasilan tempat hiburan masih menunjukkan arah positif. Tujuan merger pajak makan dan minum ke pajak hiburan itu untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena daerah lain seperti Jakarta, Manado, dan Tengerang sudah menerapkan. Bahkan di Jakarta penerapannya sebesar 26 persen ditambah tax and service sebesar 10 persen. Jadi totalnya 36 persen,” katanya.

Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah, menambahkan bahwa kebijakan itu sebagai penyesuaian dengan izin usaha yang dikeluarkan. Dasarnya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Dijelaskannya, makan dan minum yang ada di tempat hiburan sebagai pelengkap, karena tempat hiburan mendapat izin hiburan. Jadi secara otomatis makan dan minuman dikenakan pajak hiburan. “Kami masih mematok setengah dari UU. Bahkan dalam UU boleh mematok pajak sampai 75 persen,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 13:16

Ekspor Batu Bara Kalsel Turun

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada April tadi mencapai 718,89 juta US dolar…

Rabu, 23 Mei 2018 15:32

Untuk Ramadan dan Lebaran, BI Siapkan Rp3,6 T Uang Baru

BANJARMASIN - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalsel menyiapkan uang baru sebanyak Rp3,6 triliun…

Kamis, 17 Mei 2018 12:14

Harga Ayam Beserta Telurnya Ikutan Naik

BANJARMASIN - Sehari menjelang Ramadan, kemarin (16/5) pagi, Pemko Banjarmasin menggelar inspeksi mendadak.…

Minggu, 13 Mei 2018 06:08

Telur Ayam di Banjarbaru Mulai Naik

BANJARBARU - Harga telur ayam ras di Martapura mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Seiring…

Selasa, 08 Mei 2018 16:34
Berita Tabalong

MURAH..! Harga Tiket Pesawat Tabalong - Jakarta Hanya Rp1.670.000

TANJUNG - Akhirnya Bandara Warukin di Kabupaten Tabalong kembali beroperasi, Senin (7/5). Harga tiket…

Selasa, 08 Mei 2018 15:08

Stok Sembako Aman Jelang Hari Raya

BANJARMASIN - Ramadan tidak lama lagi. Jelang puasa harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Untuk…

Kamis, 03 Mei 2018 12:34

Bisnis Alkah Kini Lebih Menguntungkan Dibanding Bisnis Perumahan

Lahan untuk orang mati ternyata memang lebih menguntungkan dari sisi bisnis dibanding untuk yang hidup.…

Rabu, 25 April 2018 15:24

Jelang Ramadan Harga Sembako Mulai Melonjak, Segini Naiknya

Harga bawang merah akhir-akhir ini terus merangkak naik. Tak tanggung-tanggung, tak sampai satu bulan…

Rabu, 18 April 2018 12:29

Bawang Merah Merangkak Naik, Paman Birin Langsung Sidak ke Pasar

BANJARMASIN - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, harga dan stok barang mestinya terpantau stabil.…

Selasa, 17 April 2018 15:59

Tak Berizin, Usaha Pertamini Makin Menjamur di Banjarbaru

BANJARBARU - Ramai-ramai membuka usaha bensin eceran ala pom bensin mini, Pemko Banjarbaru menyebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .