MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 10 Maret 2017 09:54
Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes
RAPAT: Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan membahas isi raperda dengan pelaku usaha. [Foto: Eka/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan kocek tebal jika ingin makan atau minum di dalam sana. DPRD Kota Banjarmasin sedang merevisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan.

Revisinya mengubah pasal 6 dalam Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Poin utama revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan adalah menyesuaikan tarif pajak. Jadi secara tidak langsung semua item pungut pajak di tempat hiburan dikenakan tarif pajak hiburan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan telah mengundang pelaku usaha hiburan di Banjarmasin. Diantaranya, perwakilan Armani, Grand, Nav, HBI, dan Lyric. Dalam rapat, GM HBI Eri Sudarisman mengatakan saat ini tempat hiburan sangat sepi, bahkan menurun. Eri juga enggan berkomentar banyak ketika dicegat wartawan usai rapat.

Ketua Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Andi Effendi, mengatakan pengusaha hiburan merasa keberatan dengan kebijakan merger (penggabungan) tarif pajak tersebut.

Jika biasanya pajak makan dan minum di tempat hiburan terpisah dan hanya dikenakan 10 persen, kedepannya jika revisi perda itu diketok akan menjadi 30 persen hingga 40 persen.

Untuk pajak hiburan karaoke dipatok 30 persen. Sementara untuk pajak hiburan seperti diskotik, club, pub, dan bar dipungut pajak sebesar 40 persen. “Itu yang memberatkan pengusaha. Alasannya pengunjung yang datang hiburan tidak banyak makan dan minum,” beber Andi.

Pengusaha juga mengeluh pendapatan tempat hiburan seperti THM, pub, karaoke dan club malam, mengalami tren penurunan setiap tahun. Padahal, kata Andi, merger pajak hiburan itu tidak terlalu berdampak terhadap pendapatan pengusaha.

Dari data pajak hiburan yang disampaikan Dinas Pendapatan, sekarang Badan Keuangan Daerah, penghasilan tempat hiburan masih menunjukkan arah positif. Tujuan merger pajak makan dan minum ke pajak hiburan itu untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena daerah lain seperti Jakarta, Manado, dan Tengerang sudah menerapkan. Bahkan di Jakarta penerapannya sebesar 26 persen ditambah tax and service sebesar 10 persen. Jadi totalnya 36 persen,” katanya.

Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah, menambahkan bahwa kebijakan itu sebagai penyesuaian dengan izin usaha yang dikeluarkan. Dasarnya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Dijelaskannya, makan dan minum yang ada di tempat hiburan sebagai pelengkap, karena tempat hiburan mendapat izin hiburan. Jadi secara otomatis makan dan minuman dikenakan pajak hiburan. “Kami masih mematok setengah dari UU. Bahkan dalam UU boleh mematok pajak sampai 75 persen,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 19:47

Minat Belanja di DM Meningkat, Hari Raya Buka Pukul 12.00 Wita

BANJARMASIN - Peraturan jam operasional restoran selama bulan Ramadan yang diatur oleh Pemko Banjarmasin…

Kamis, 22 Juni 2017 19:21

Sembilan Desa Dapat Kado Lebaran PLN

BANJARBARU - Menyambut hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, PLN Wilayah Kalimantan Selatan…

Rabu, 21 Juni 2017 13:30

Dukung Proyek 35.000 MW

BANJARBARU – Dalam proyek nasional 35.000 Mega Watt (MW) , selain harus membangun pembangkit ,…

Rabu, 21 Juni 2017 12:40

PLN Tak Khawatir dengan Idul Fitri

BANJARBARU - General Manager PT PLN Area Kalsel-Teng, Purnomo mengklaim pasokan listrik hingga Idul…

Senin, 19 Juni 2017 15:56

SANGAR, Lihat nih Tampang Honda CMX500 Rebel

BANJARMASIN - Honda terus memperkuat pasar big bikenya di Indonesia, tak terkecuali di Kalimantan Selatan…

Senin, 19 Juni 2017 15:51

Peluang Rp18 Juta Pasca Lebaran

  KOTABARU - Pasca Ramadan jika nasib baik, petani jagung di Desa Sungup Pulau Laut Tengah akan…

Minggu, 18 Juni 2017 19:33

PLN Berikan Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya

JAKARTA - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, PLN memberikan kado spesial bagi pelanggan setia PLN…

Selasa, 13 Juni 2017 12:45

Harga Sayuran Merangkak Naik

BATULICIN – Dua pekan sebelum lebaran, harga sayuran di Pasar Harian Batulicin, terus merangkak…

Rabu, 07 Juni 2017 03:35

LIHAT, Trio Motor Kenalkan Scoopy eSP

BANJARMASIN - PT Trio Motor selaku main dealer Honda untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan…

Jumat, 02 Juni 2017 13:16

Canon EOS M10 di Borneo Digital jadi Primadona

BANJARMASIN – Canon EOS M10 menjadi kamera best seller belakangan ini di Banjarmasin. Ini dialami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .