MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 10 Maret 2017 09:54
Pajak THM di Banjarmasin Bakal Naik, Pengusaha Protes
RAPAT: Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan membahas isi raperda dengan pelaku usaha. [Foto: Eka/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Bagi masyarakat yang suka ke pub, club, bar, ataupun di karaoke, harus mempersiapkan kocek tebal jika ingin makan atau minum di dalam sana. DPRD Kota Banjarmasin sedang merevisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan.

Revisinya mengubah pasal 6 dalam Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. Poin utama revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan adalah menyesuaikan tarif pajak. Jadi secara tidak langsung semua item pungut pajak di tempat hiburan dikenakan tarif pajak hiburan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan telah mengundang pelaku usaha hiburan di Banjarmasin. Diantaranya, perwakilan Armani, Grand, Nav, HBI, dan Lyric. Dalam rapat, GM HBI Eri Sudarisman mengatakan saat ini tempat hiburan sangat sepi, bahkan menurun. Eri juga enggan berkomentar banyak ketika dicegat wartawan usai rapat.

Ketua Pansus Raperda Revisi Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Andi Effendi, mengatakan pengusaha hiburan merasa keberatan dengan kebijakan merger (penggabungan) tarif pajak tersebut.

Jika biasanya pajak makan dan minum di tempat hiburan terpisah dan hanya dikenakan 10 persen, kedepannya jika revisi perda itu diketok akan menjadi 30 persen hingga 40 persen.

Untuk pajak hiburan karaoke dipatok 30 persen. Sementara untuk pajak hiburan seperti diskotik, club, pub, dan bar dipungut pajak sebesar 40 persen. “Itu yang memberatkan pengusaha. Alasannya pengunjung yang datang hiburan tidak banyak makan dan minum,” beber Andi.

Pengusaha juga mengeluh pendapatan tempat hiburan seperti THM, pub, karaoke dan club malam, mengalami tren penurunan setiap tahun. Padahal, kata Andi, merger pajak hiburan itu tidak terlalu berdampak terhadap pendapatan pengusaha.

Dari data pajak hiburan yang disampaikan Dinas Pendapatan, sekarang Badan Keuangan Daerah, penghasilan tempat hiburan masih menunjukkan arah positif. Tujuan merger pajak makan dan minum ke pajak hiburan itu untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena daerah lain seperti Jakarta, Manado, dan Tengerang sudah menerapkan. Bahkan di Jakarta penerapannya sebesar 26 persen ditambah tax and service sebesar 10 persen. Jadi totalnya 36 persen,” katanya.

Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah, menambahkan bahwa kebijakan itu sebagai penyesuaian dengan izin usaha yang dikeluarkan. Dasarnya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Dijelaskannya, makan dan minum yang ada di tempat hiburan sebagai pelengkap, karena tempat hiburan mendapat izin hiburan. Jadi secara otomatis makan dan minuman dikenakan pajak hiburan. “Kami masih mematok setengah dari UU. Bahkan dalam UU boleh mematok pajak sampai 75 persen,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Rabu, 10 Januari 2018 16:02

Ternyata Daging Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi

BANJARBARU - Di bulan Desember 2017 lalu, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Minggu, 17 Desember 2017 13:48

Dua Minggu Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

KANDANGAN — Dua minggu menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 harga kebutuhan pokok di Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .