MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:11
Suami Istri Penjual Elektronik Bekas ini Raup Untung Jutaan Rupiah Tiap Hari
RAUP UNTUNG: Tuyani menunjukkan koleksi barang bekas elektronik yang siap dijualnya. [Foto: Salahudin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Pekerjaan jual-beli barang bekas kerap dipandang sebelah mata. Tapi tak disangka, dengan bermodal ketekunan, sepasang suami istri asal Bondowoso dan Malang, Jatim bernama Tuyani (36) dan Eko Saputra (40) yang sekarang bermukim di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mampu hidup berkecukupan.

------------------------------------------------

Salahudin, Kandangan

------------------------------------------------

SUDAH sekitar tiga tahun Tuyani dan Eko hidup merantau di Kota Kandangan, sebagai pengumpul barang bekas dan penjual barang bekas elektronik.

Awal merantau ke Kota Kandangan sepasang suami istri langsung bekerja sebagai pengumpul barang bekas, mulai dari besi sampai dari berbahan plastik bekas.

Pertama mereka menyewa salah satu tempat di kawasan Tinggiran, Kandangan sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Setelah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan barulah keduanya melebarkan sayapnya ke usaha penjualan barang bekas elektronik.

Diceritakan Tuyani, memulai usaha demi bisa menyambung hidup. “Meski penghasilan tidak tetap, tapi Alhamdulillah cukup untuk keluarga,” ucapnya.

Saat di kawasan Tinggiran, Kandangan, barang bekas yang didapatkan dari membeli dari masyarakat atau langsung mendatangi rumah sewaannya hanya kipas angin bekas yang sudah diperbaiki yang dijual.

“Kipas bekas yang didapatkan diperbaiki suami dibantu dan diajari teman orang di sini (Kandangan). Setelah baik baru dipajang depan rumah. Kalau ada yang membeli langsung dijual,” ujarnya.

Hampir sekitar satu tahun lebih berada di Tinggiran, keduanya pun kemudian berpindah lokasi ke kawasan Jalan Kenanga, Kandangan. Di tempat yang baru ini usaha keduanya makin berkembang pesat.

Tidak hanya mengumpulkan barang bekas sampai menjual kipas angin bekas saja. Tetapi juga menjual lemari es atau kulkas bekas. “Jual kulkas bekas ini baru sekitar satu tahun lebih. Setelah dibeli diperbaiki sama teman suami saya baru dijual kalau ada yang beli,” tuturnya.

Diungkapkannya, kipas angin berbagai ukuran dan merk serta kulkas yang dijual kepada masyarakat pun bervariasi. “Untuk kipas angin dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan kulkas dari ratusan ribu sampai Rp1 juta,” ucapnya.

Dikatakan Tuyani, dalam sehari barang bekas elektronik memang penjualannya tidak menentu. Sehari bisa beberapa barang terjual, kadang bisa juga tak ada yang laku. “Ya untungnya sehari bisa puluhan ribu sampai Rp1 juta kalau banyak barang laku terjual,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sekarang peminat barang bekas elektronik yang dijual suami istri ini tidak hanya dari kalangan masyarakat saja. Tapi, instansi swasta dan pemerintah juga sudah sering membeli barang bekas elektroniknya.  “Ya alhamdulillah, semakin banyak. Mulai masyarakat, polisi, instansi pemerintah juga sering ngambil barang di tempat kami,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 11:22

Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 16:10

Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…

Selasa, 04 April 2017 20:56

Subhanallah.. Ada Bayi Kembar Tiga Lahir di Hari Haul Guru Sekumpul

Tangisan bayi kembar tiga menggema di Puskesmas tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Di ujung banua…

Selasa, 04 April 2017 18:46

Menikmati Keindahan Pantai Indah Lestari Tanjung Batu

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal akan objek wisata pantainya. Diantaranya adalah Pantai Rindu Alam dan…

Minggu, 02 April 2017 12:43

Melihat Industri Kopiah Hulu Pasar Hulu Sungai Utara

Kopiah merupakan sebuah penutup kepala yang identik dengan Muslim. Semua negara punya kopiah berbeda-beda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .