MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:11
Suami Istri Penjual Elektronik Bekas ini Raup Untung Jutaan Rupiah Tiap Hari
RAUP UNTUNG: Tuyani menunjukkan koleksi barang bekas elektronik yang siap dijualnya. [Foto: Salahudin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Pekerjaan jual-beli barang bekas kerap dipandang sebelah mata. Tapi tak disangka, dengan bermodal ketekunan, sepasang suami istri asal Bondowoso dan Malang, Jatim bernama Tuyani (36) dan Eko Saputra (40) yang sekarang bermukim di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mampu hidup berkecukupan.

------------------------------------------------

Salahudin, Kandangan

------------------------------------------------

SUDAH sekitar tiga tahun Tuyani dan Eko hidup merantau di Kota Kandangan, sebagai pengumpul barang bekas dan penjual barang bekas elektronik.

Awal merantau ke Kota Kandangan sepasang suami istri langsung bekerja sebagai pengumpul barang bekas, mulai dari besi sampai dari berbahan plastik bekas.

Pertama mereka menyewa salah satu tempat di kawasan Tinggiran, Kandangan sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Setelah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan barulah keduanya melebarkan sayapnya ke usaha penjualan barang bekas elektronik.

Diceritakan Tuyani, memulai usaha demi bisa menyambung hidup. “Meski penghasilan tidak tetap, tapi Alhamdulillah cukup untuk keluarga,” ucapnya.

Saat di kawasan Tinggiran, Kandangan, barang bekas yang didapatkan dari membeli dari masyarakat atau langsung mendatangi rumah sewaannya hanya kipas angin bekas yang sudah diperbaiki yang dijual.

“Kipas bekas yang didapatkan diperbaiki suami dibantu dan diajari teman orang di sini (Kandangan). Setelah baik baru dipajang depan rumah. Kalau ada yang membeli langsung dijual,” ujarnya.

Hampir sekitar satu tahun lebih berada di Tinggiran, keduanya pun kemudian berpindah lokasi ke kawasan Jalan Kenanga, Kandangan. Di tempat yang baru ini usaha keduanya makin berkembang pesat.

Tidak hanya mengumpulkan barang bekas sampai menjual kipas angin bekas saja. Tetapi juga menjual lemari es atau kulkas bekas. “Jual kulkas bekas ini baru sekitar satu tahun lebih. Setelah dibeli diperbaiki sama teman suami saya baru dijual kalau ada yang beli,” tuturnya.

Diungkapkannya, kipas angin berbagai ukuran dan merk serta kulkas yang dijual kepada masyarakat pun bervariasi. “Untuk kipas angin dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan kulkas dari ratusan ribu sampai Rp1 juta,” ucapnya.

Dikatakan Tuyani, dalam sehari barang bekas elektronik memang penjualannya tidak menentu. Sehari bisa beberapa barang terjual, kadang bisa juga tak ada yang laku. “Ya untungnya sehari bisa puluhan ribu sampai Rp1 juta kalau banyak barang laku terjual,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sekarang peminat barang bekas elektronik yang dijual suami istri ini tidak hanya dari kalangan masyarakat saja. Tapi, instansi swasta dan pemerintah juga sudah sering membeli barang bekas elektroniknya.  “Ya alhamdulillah, semakin banyak. Mulai masyarakat, polisi, instansi pemerintah juga sering ngambil barang di tempat kami,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…

Kamis, 09 November 2017 11:31

Kala Anak Punk Memilih Berkontribusi untuk Lingkungan Sekitar

Anak punk acap kali dicap sebagai kumpulan orang yang tak punya tujuan hidup dan sering bikin cemas…

Rabu, 08 November 2017 13:38

Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter

Pembuatan film dokumenter ternyata juga bisa membawa berkah prestasi. Ini dialami empat siswa SMKN 1…

Rabu, 08 November 2017 13:09

Dekati Masyarakat, Dua Polisi Menyamar Jadi Super Hero

Beberapa orang pelajar SD sempat kaget ketika melihat mobil polisi masuk halaman sekolah. Mereka awalnya…

Selasa, 07 November 2017 13:23

Kurung-Kurung, Tradisi Dayak Piani Sambut Tanam

Kurung-kurung mulai dipukulkan ke tanah yang keras. Suaranya memunculkan harmoni yang begitu khas. Inilah…

Senin, 06 November 2017 15:04

Pelajar SMAN 2 Kotabaru Beraksi Seperti di Film Mission Impossible

Angin berembus, satu-satu remaja naik dan turun dari ketinggian pohon. Hanya menggunakan tali mereka…

Minggu, 05 November 2017 12:30

Bincang Santai di Sela-Sela Pengerjaan Rumah Jomblo Reborn

Roboh diterjang angin puting beliung, Rumah Jomblo di Gunung Kupang kembali dibangun. Tukang kayu yang…

Kamis, 02 November 2017 16:50

Ketika Listrik Masuk di Pulau Terpencil, Kerayaan Kotabaru

Pulau Kerayaan merupakan sebuah pulau atau desa terpencil yang berada di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan,…

Kamis, 02 November 2017 14:13

Taufik Noor, Guru Muda Desa yang Produktif Menulis

Sempat kesulitan menyambung pendidikannya,   Taufik Noor (33) akhirnya berhasil menjadi guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .