MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:11
Suami Istri Penjual Elektronik Bekas ini Raup Untung Jutaan Rupiah Tiap Hari
RAUP UNTUNG: Tuyani menunjukkan koleksi barang bekas elektronik yang siap dijualnya. [Foto: Salahudin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Pekerjaan jual-beli barang bekas kerap dipandang sebelah mata. Tapi tak disangka, dengan bermodal ketekunan, sepasang suami istri asal Bondowoso dan Malang, Jatim bernama Tuyani (36) dan Eko Saputra (40) yang sekarang bermukim di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mampu hidup berkecukupan.

------------------------------------------------

Salahudin, Kandangan

------------------------------------------------

SUDAH sekitar tiga tahun Tuyani dan Eko hidup merantau di Kota Kandangan, sebagai pengumpul barang bekas dan penjual barang bekas elektronik.

Awal merantau ke Kota Kandangan sepasang suami istri langsung bekerja sebagai pengumpul barang bekas, mulai dari besi sampai dari berbahan plastik bekas.

Pertama mereka menyewa salah satu tempat di kawasan Tinggiran, Kandangan sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Setelah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan barulah keduanya melebarkan sayapnya ke usaha penjualan barang bekas elektronik.

Diceritakan Tuyani, memulai usaha demi bisa menyambung hidup. “Meski penghasilan tidak tetap, tapi Alhamdulillah cukup untuk keluarga,” ucapnya.

Saat di kawasan Tinggiran, Kandangan, barang bekas yang didapatkan dari membeli dari masyarakat atau langsung mendatangi rumah sewaannya hanya kipas angin bekas yang sudah diperbaiki yang dijual.

“Kipas bekas yang didapatkan diperbaiki suami dibantu dan diajari teman orang di sini (Kandangan). Setelah baik baru dipajang depan rumah. Kalau ada yang membeli langsung dijual,” ujarnya.

Hampir sekitar satu tahun lebih berada di Tinggiran, keduanya pun kemudian berpindah lokasi ke kawasan Jalan Kenanga, Kandangan. Di tempat yang baru ini usaha keduanya makin berkembang pesat.

Tidak hanya mengumpulkan barang bekas sampai menjual kipas angin bekas saja. Tetapi juga menjual lemari es atau kulkas bekas. “Jual kulkas bekas ini baru sekitar satu tahun lebih. Setelah dibeli diperbaiki sama teman suami saya baru dijual kalau ada yang beli,” tuturnya.

Diungkapkannya, kipas angin berbagai ukuran dan merk serta kulkas yang dijual kepada masyarakat pun bervariasi. “Untuk kipas angin dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan kulkas dari ratusan ribu sampai Rp1 juta,” ucapnya.

Dikatakan Tuyani, dalam sehari barang bekas elektronik memang penjualannya tidak menentu. Sehari bisa beberapa barang terjual, kadang bisa juga tak ada yang laku. “Ya untungnya sehari bisa puluhan ribu sampai Rp1 juta kalau banyak barang laku terjual,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sekarang peminat barang bekas elektronik yang dijual suami istri ini tidak hanya dari kalangan masyarakat saja. Tapi, instansi swasta dan pemerintah juga sudah sering membeli barang bekas elektroniknya.  “Ya alhamdulillah, semakin banyak. Mulai masyarakat, polisi, instansi pemerintah juga sering ngambil barang di tempat kami,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 13:35

Ekspedisi Islam Jilid III; Bubur Legenda Masjid Sultan Suriansyah (Bagian 2)

Bubur Ayam Khas Banjar yang acap kali jadi santapan khas buka di Masjid Sultan Suriansyah mempunyai…

Sabtu, 27 Mei 2017 08:48

Ekspedisi Islam Jilid III; Tradisi Rumpi Jelang Berbuka di Tanah “Merdeka” (Bagian 1)

Setelah sukses melakukan Ekspedisi Islam di Kawasan Pesisir pada Ramadan lalu, kini Ekspedisi Islam…

Jumat, 26 Mei 2017 18:01

Nonton Film "Bara di Bongkahan Batu" Kisah Nasib Warga di Sekitar Tambang

Debu berterbangan mengurangi jarak pandang, truk-truk besar lalu-lalang. Lubang-lubang menganga di tengah-tengah…

Minggu, 14 Mei 2017 17:31

EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri

Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .