MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:11
Suami Istri Penjual Elektronik Bekas ini Raup Untung Jutaan Rupiah Tiap Hari
RAUP UNTUNG: Tuyani menunjukkan koleksi barang bekas elektronik yang siap dijualnya. [Foto: Salahudin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Pekerjaan jual-beli barang bekas kerap dipandang sebelah mata. Tapi tak disangka, dengan bermodal ketekunan, sepasang suami istri asal Bondowoso dan Malang, Jatim bernama Tuyani (36) dan Eko Saputra (40) yang sekarang bermukim di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mampu hidup berkecukupan.

------------------------------------------------

Salahudin, Kandangan

------------------------------------------------

SUDAH sekitar tiga tahun Tuyani dan Eko hidup merantau di Kota Kandangan, sebagai pengumpul barang bekas dan penjual barang bekas elektronik.

Awal merantau ke Kota Kandangan sepasang suami istri langsung bekerja sebagai pengumpul barang bekas, mulai dari besi sampai dari berbahan plastik bekas.

Pertama mereka menyewa salah satu tempat di kawasan Tinggiran, Kandangan sebagai tempat mengumpulkan barang bekas. Setelah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan barulah keduanya melebarkan sayapnya ke usaha penjualan barang bekas elektronik.

Diceritakan Tuyani, memulai usaha demi bisa menyambung hidup. “Meski penghasilan tidak tetap, tapi Alhamdulillah cukup untuk keluarga,” ucapnya.

Saat di kawasan Tinggiran, Kandangan, barang bekas yang didapatkan dari membeli dari masyarakat atau langsung mendatangi rumah sewaannya hanya kipas angin bekas yang sudah diperbaiki yang dijual.

“Kipas bekas yang didapatkan diperbaiki suami dibantu dan diajari teman orang di sini (Kandangan). Setelah baik baru dipajang depan rumah. Kalau ada yang membeli langsung dijual,” ujarnya.

Hampir sekitar satu tahun lebih berada di Tinggiran, keduanya pun kemudian berpindah lokasi ke kawasan Jalan Kenanga, Kandangan. Di tempat yang baru ini usaha keduanya makin berkembang pesat.

Tidak hanya mengumpulkan barang bekas sampai menjual kipas angin bekas saja. Tetapi juga menjual lemari es atau kulkas bekas. “Jual kulkas bekas ini baru sekitar satu tahun lebih. Setelah dibeli diperbaiki sama teman suami saya baru dijual kalau ada yang beli,” tuturnya.

Diungkapkannya, kipas angin berbagai ukuran dan merk serta kulkas yang dijual kepada masyarakat pun bervariasi. “Untuk kipas angin dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan kulkas dari ratusan ribu sampai Rp1 juta,” ucapnya.

Dikatakan Tuyani, dalam sehari barang bekas elektronik memang penjualannya tidak menentu. Sehari bisa beberapa barang terjual, kadang bisa juga tak ada yang laku. “Ya untungnya sehari bisa puluhan ribu sampai Rp1 juta kalau banyak barang laku terjual,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sekarang peminat barang bekas elektronik yang dijual suami istri ini tidak hanya dari kalangan masyarakat saja. Tapi, instansi swasta dan pemerintah juga sudah sering membeli barang bekas elektroniknya.  “Ya alhamdulillah, semakin banyak. Mulai masyarakat, polisi, instansi pemerintah juga sering ngambil barang di tempat kami,” pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 19 Maret 2017 13:02

Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang

  DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah…

Rabu, 15 Maret 2017 15:19

Tak Ada Anggaran, Halaman Kantor Gubernur Lama yang Terendam Dibiarkan

BANJARMASIN – Kepala Biro Umum Setdaprov Kalsel M Rusli mengatakan, tergenangnya halaman perkantoran…

Selasa, 14 Maret 2017 12:57
Berita Tanah Bumbu

Saat Bupati Tanbu Mardani H Maming Membiayai Operasi Warganya

Sugra Noor Mappatunru (60) hidup bersama anak dan cucunya di rumah kontrakan yang beralamat di Jalan…

Jumat, 10 Maret 2017 10:49

Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru. ------------------------------------------------------…

Senin, 06 Maret 2017 16:19
Berita HSU

Kala Ribuan Biker Berkumpul di Satu Kota, Jauh dari Kesan Anarkis

Ribuan pengendara motor dari berbagai komunitas berkumpul tentu hal langka. Di Amuntai, pesta para biker…

Minggu, 05 Maret 2017 17:49
Kabar Kabupaten Tanah Bumbu

Pantai Rindu Alam, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Tanah Bumbu

Berwisata ke pantai sekaligus bermain di waterboom? Tentu jarang sekali ditemukan. Namun, di Pantai…

Jumat, 03 Maret 2017 11:50

Menjenguk Lilik Suryati, Penderita Tumor Dampingan RBP

Lilik Suryati, perempuan 40 tahun yang menderita tumor leher itu tersenyum sumringah. Dengan suara yang…

Selasa, 28 Februari 2017 15:37

Kisah Pesantren Darussana yang Pernah Dipandang sebagai “Ponpes ISIS”

Pondok Pesantren Darussana Desa Sungai Cuka, Kecamatan Kintap   Tanah Laut (Tala) pernah mendapat…

Senin, 27 Februari 2017 15:10

Bincang Santai dengan Yeningsih, Kalapas Perempuan Pertama di Kalsel

Siapa juga yang mau berada dibalik jeruji besi yang dikelilingi tingginya tembok penjara, tapi kalau…

Sabtu, 25 Februari 2017 19:16

Nasib Memprihatinkan Objek Wisata Tanjung Puri di Tabalong

Banyak fasilitas yang rusak di Objek Wisata Tanjung Puri Kabupaten Tabalong. Tempat reakreasi danau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .