MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:49
Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Hujan Pergi ke Luar Kelas, Teduh Masuk Lagi ke Dalam

TAUNGKAP: Meja ini rusak akibat dimakan usia, paku-pakunya tidak berfungsi merapatkan papan. [Foto: Amin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru.

------------------------------------------------------

MUHAMMAD AMIN, Sungai Tabuk

------------------------------------------------------

Celotehan puluhan bocah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Huda, Jalan Handil 2, Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk jadi gambaran keseharian anak didik setingkat sekolah dasar itu.

Salah satunya Arman, bocah berusia 12 tahun duduk di kelas 6 ini mengaku tiada hari tanpa bermain. Saling ledek dengan goyunan menurut mereka lucu jadi hiburan bahwa belajar di kelas dengan kondis buruk tidak jadi soal.

Pasalnya, si anak tidak memiliki perbandingan mana bangunan baik dan tidak, ia merasa, kelas 6 ini sangat baik kendati di sana sini mengalami kerusakan, mulai ventilasi, pintu kelas, lemari, meja dan kursi.

“Neh pak coba lihat, kayu meja belajar ini bisa diangkat, coba foto saja, kursi saya juga hilang sandaranya,” ucap Arman spontan menunjukan meja berlaci namun kayu bagian atas bisa diangkat-angkat.

Arman bercita-cita mondok setelah lulus dari MIS Nurul Huda merasa nyaman saja belajar di kelas 6. Selama tiga tahun dari kelas 1 sampai 3, kondisi bangunan kelasnya lebih mengenaskan.

”Bangunan kelas ini kan baru, coba kalau masih belajar di ruang kelas 1 dan 3 lebih buruk lagi kan,” timpalnya sambil menunjuk bangunan memprihatinkan bekas kelasnya sewaktu diawal bersekolah.

“Pian tahukan Tampias, nah paling itu yang kami takutkan kalau hujan. Airnya masuk ke ruang kelas. buku pelajaran harus diamankan, dan berbagi tempat duduk,” tambahnya.

Teman sekelas Arman yang biasa dipanggil Lukman atau Luluk juga tak mau kalah bercerita. Ia mengundang penulis ke sekolah kalau hujan lagi lebat dan merasakan sendiri rasa belajar di kelas 1 dan 3. Nekad bertahan di dalam kelas saat hujan, dijamin basah kuyup, ratusan loban di atap menghiasi bagian atas kelas tanpa plafon itu.

“Di sini beda pak, kalau hujan, kami lari ke luar kelas dan berteduh. Orang kan bila hujan masuk ke dalam. Itulah hebatnya kami, terbalik,” terangya sambil tersenyum.

Ruang bekas perpustakaan yang kondisiya lebih parah sering dijadikan tempat bermain, dinding kusam keropos dan bolong-bolong jadi tempat favorit untuk mengintip teman sedang belajar di kelas 1 dan 2. Ruang perpustakaan ini letaknya menyatu ditengah kelas 1 dan 2.

Jainab dari kelas 4 juga tidak terganggu kurang nyamannya wadah belajar. Anak cewek ini asyik bermain kartu bergambar superhero bersama Lindawati, Mina Farida, dan Siti Salbiah setelah bel jam istirahat berdering. Dipojok belakang kelas, bergerombol melantai, sambil nyemil jajanan, asyik mengadu hebat-hebatan kartu.

“Kemana lagi kami bisa main, bangunan kelas 4 dan 6 ini kan tinggi, dan tidak ada halaman, jadi main di dalam kelas saja setelah belajar,” tutur Jainab.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Kisah Perajin Tajau yang Hanya Tersisa Satu di Banjarmasin

Gentong penampungan air yang terbuat dari pasir dan campuran semen atau biasa disebut dengan tajau masih…

Kamis, 22 Februari 2018 12:55

Khairil Azhar, Pendonor Darah 112 Kali, Diungdang Presiden ke Istana Negara

Khairil Azhar tak menyangka bisa bertemu presiden. Dia diungdang ke Istana Negara Bogor, Desember 2017…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Kala Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir Pulang Kampung

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kedatangan tamu tak biasa. Kemarin (20/2) kampus tertua di Banua…

Rabu, 21 Februari 2018 11:10

Kisah Bengkel Asal Banua Anyar yang Mereplika Supercar

Lamborghini Aventador dibandrol Rp11,8 miliar. Agus Cahyo mereplikasi supercar itu hanya dengan Rp350…

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .