MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:49
Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Hujan Pergi ke Luar Kelas, Teduh Masuk Lagi ke Dalam

TAUNGKAP: Meja ini rusak akibat dimakan usia, paku-pakunya tidak berfungsi merapatkan papan. [Foto: Amin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru.

------------------------------------------------------

MUHAMMAD AMIN, Sungai Tabuk

------------------------------------------------------

Celotehan puluhan bocah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Huda, Jalan Handil 2, Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk jadi gambaran keseharian anak didik setingkat sekolah dasar itu.

Salah satunya Arman, bocah berusia 12 tahun duduk di kelas 6 ini mengaku tiada hari tanpa bermain. Saling ledek dengan goyunan menurut mereka lucu jadi hiburan bahwa belajar di kelas dengan kondis buruk tidak jadi soal.

Pasalnya, si anak tidak memiliki perbandingan mana bangunan baik dan tidak, ia merasa, kelas 6 ini sangat baik kendati di sana sini mengalami kerusakan, mulai ventilasi, pintu kelas, lemari, meja dan kursi.

“Neh pak coba lihat, kayu meja belajar ini bisa diangkat, coba foto saja, kursi saya juga hilang sandaranya,” ucap Arman spontan menunjukan meja berlaci namun kayu bagian atas bisa diangkat-angkat.

Arman bercita-cita mondok setelah lulus dari MIS Nurul Huda merasa nyaman saja belajar di kelas 6. Selama tiga tahun dari kelas 1 sampai 3, kondisi bangunan kelasnya lebih mengenaskan.

”Bangunan kelas ini kan baru, coba kalau masih belajar di ruang kelas 1 dan 3 lebih buruk lagi kan,” timpalnya sambil menunjuk bangunan memprihatinkan bekas kelasnya sewaktu diawal bersekolah.

“Pian tahukan Tampias, nah paling itu yang kami takutkan kalau hujan. Airnya masuk ke ruang kelas. buku pelajaran harus diamankan, dan berbagi tempat duduk,” tambahnya.

Teman sekelas Arman yang biasa dipanggil Lukman atau Luluk juga tak mau kalah bercerita. Ia mengundang penulis ke sekolah kalau hujan lagi lebat dan merasakan sendiri rasa belajar di kelas 1 dan 3. Nekad bertahan di dalam kelas saat hujan, dijamin basah kuyup, ratusan loban di atap menghiasi bagian atas kelas tanpa plafon itu.

“Di sini beda pak, kalau hujan, kami lari ke luar kelas dan berteduh. Orang kan bila hujan masuk ke dalam. Itulah hebatnya kami, terbalik,” terangya sambil tersenyum.

Ruang bekas perpustakaan yang kondisiya lebih parah sering dijadikan tempat bermain, dinding kusam keropos dan bolong-bolong jadi tempat favorit untuk mengintip teman sedang belajar di kelas 1 dan 2. Ruang perpustakaan ini letaknya menyatu ditengah kelas 1 dan 2.

Jainab dari kelas 4 juga tidak terganggu kurang nyamannya wadah belajar. Anak cewek ini asyik bermain kartu bergambar superhero bersama Lindawati, Mina Farida, dan Siti Salbiah setelah bel jam istirahat berdering. Dipojok belakang kelas, bergerombol melantai, sambil nyemil jajanan, asyik mengadu hebat-hebatan kartu.

“Kemana lagi kami bisa main, bangunan kelas 4 dan 6 ini kan tinggi, dan tidak ada halaman, jadi main di dalam kelas saja setelah belajar,” tutur Jainab.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .