MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:49
Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Hujan Pergi ke Luar Kelas, Teduh Masuk Lagi ke Dalam

TAUNGKAP: Meja ini rusak akibat dimakan usia, paku-pakunya tidak berfungsi merapatkan papan. [Foto: Amin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru.

------------------------------------------------------

MUHAMMAD AMIN, Sungai Tabuk

------------------------------------------------------

Celotehan puluhan bocah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Huda, Jalan Handil 2, Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk jadi gambaran keseharian anak didik setingkat sekolah dasar itu.

Salah satunya Arman, bocah berusia 12 tahun duduk di kelas 6 ini mengaku tiada hari tanpa bermain. Saling ledek dengan goyunan menurut mereka lucu jadi hiburan bahwa belajar di kelas dengan kondis buruk tidak jadi soal.

Pasalnya, si anak tidak memiliki perbandingan mana bangunan baik dan tidak, ia merasa, kelas 6 ini sangat baik kendati di sana sini mengalami kerusakan, mulai ventilasi, pintu kelas, lemari, meja dan kursi.

“Neh pak coba lihat, kayu meja belajar ini bisa diangkat, coba foto saja, kursi saya juga hilang sandaranya,” ucap Arman spontan menunjukan meja berlaci namun kayu bagian atas bisa diangkat-angkat.

Arman bercita-cita mondok setelah lulus dari MIS Nurul Huda merasa nyaman saja belajar di kelas 6. Selama tiga tahun dari kelas 1 sampai 3, kondisi bangunan kelasnya lebih mengenaskan.

”Bangunan kelas ini kan baru, coba kalau masih belajar di ruang kelas 1 dan 3 lebih buruk lagi kan,” timpalnya sambil menunjuk bangunan memprihatinkan bekas kelasnya sewaktu diawal bersekolah.

“Pian tahukan Tampias, nah paling itu yang kami takutkan kalau hujan. Airnya masuk ke ruang kelas. buku pelajaran harus diamankan, dan berbagi tempat duduk,” tambahnya.

Teman sekelas Arman yang biasa dipanggil Lukman atau Luluk juga tak mau kalah bercerita. Ia mengundang penulis ke sekolah kalau hujan lagi lebat dan merasakan sendiri rasa belajar di kelas 1 dan 3. Nekad bertahan di dalam kelas saat hujan, dijamin basah kuyup, ratusan loban di atap menghiasi bagian atas kelas tanpa plafon itu.

“Di sini beda pak, kalau hujan, kami lari ke luar kelas dan berteduh. Orang kan bila hujan masuk ke dalam. Itulah hebatnya kami, terbalik,” terangya sambil tersenyum.

Ruang bekas perpustakaan yang kondisiya lebih parah sering dijadikan tempat bermain, dinding kusam keropos dan bolong-bolong jadi tempat favorit untuk mengintip teman sedang belajar di kelas 1 dan 2. Ruang perpustakaan ini letaknya menyatu ditengah kelas 1 dan 2.

Jainab dari kelas 4 juga tidak terganggu kurang nyamannya wadah belajar. Anak cewek ini asyik bermain kartu bergambar superhero bersama Lindawati, Mina Farida, dan Siti Salbiah setelah bel jam istirahat berdering. Dipojok belakang kelas, bergerombol melantai, sambil nyemil jajanan, asyik mengadu hebat-hebatan kartu.

“Kemana lagi kami bisa main, bangunan kelas 4 dan 6 ini kan tinggi, dan tidak ada halaman, jadi main di dalam kelas saja setelah belajar,” tutur Jainab.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 15:19

Kisah Khairani, Rela Makan tak Pakai Lauk, Asal Uang Kuliah Anak Tercukupi

Meski memiliki keterbatasan, Khairani punya keinginan tinggi untuk menyukseskan anaknya. Sebagai tuna…

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 23 April 2018 13:15
Dita Lestari

Hobi Bermusik, Tugas Tetap Oke

Musik is my life. Ungkapan bahasa Inggris itu pas ditujukan pada Dita Lestari. Polwan berpangkat Brigadir…

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .