MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 Maret 2017 10:49
Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Hujan Pergi ke Luar Kelas, Teduh Masuk Lagi ke Dalam

TAUNGKAP: Meja ini rusak akibat dimakan usia, paku-pakunya tidak berfungsi merapatkan papan. [Foto: Amin/Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru.

------------------------------------------------------

MUHAMMAD AMIN, Sungai Tabuk

------------------------------------------------------

Celotehan puluhan bocah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Huda, Jalan Handil 2, Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk jadi gambaran keseharian anak didik setingkat sekolah dasar itu.

Salah satunya Arman, bocah berusia 12 tahun duduk di kelas 6 ini mengaku tiada hari tanpa bermain. Saling ledek dengan goyunan menurut mereka lucu jadi hiburan bahwa belajar di kelas dengan kondis buruk tidak jadi soal.

Pasalnya, si anak tidak memiliki perbandingan mana bangunan baik dan tidak, ia merasa, kelas 6 ini sangat baik kendati di sana sini mengalami kerusakan, mulai ventilasi, pintu kelas, lemari, meja dan kursi.

“Neh pak coba lihat, kayu meja belajar ini bisa diangkat, coba foto saja, kursi saya juga hilang sandaranya,” ucap Arman spontan menunjukan meja berlaci namun kayu bagian atas bisa diangkat-angkat.

Arman bercita-cita mondok setelah lulus dari MIS Nurul Huda merasa nyaman saja belajar di kelas 6. Selama tiga tahun dari kelas 1 sampai 3, kondisi bangunan kelasnya lebih mengenaskan.

”Bangunan kelas ini kan baru, coba kalau masih belajar di ruang kelas 1 dan 3 lebih buruk lagi kan,” timpalnya sambil menunjuk bangunan memprihatinkan bekas kelasnya sewaktu diawal bersekolah.

“Pian tahukan Tampias, nah paling itu yang kami takutkan kalau hujan. Airnya masuk ke ruang kelas. buku pelajaran harus diamankan, dan berbagi tempat duduk,” tambahnya.

Teman sekelas Arman yang biasa dipanggil Lukman atau Luluk juga tak mau kalah bercerita. Ia mengundang penulis ke sekolah kalau hujan lagi lebat dan merasakan sendiri rasa belajar di kelas 1 dan 3. Nekad bertahan di dalam kelas saat hujan, dijamin basah kuyup, ratusan loban di atap menghiasi bagian atas kelas tanpa plafon itu.

“Di sini beda pak, kalau hujan, kami lari ke luar kelas dan berteduh. Orang kan bila hujan masuk ke dalam. Itulah hebatnya kami, terbalik,” terangya sambil tersenyum.

Ruang bekas perpustakaan yang kondisiya lebih parah sering dijadikan tempat bermain, dinding kusam keropos dan bolong-bolong jadi tempat favorit untuk mengintip teman sedang belajar di kelas 1 dan 2. Ruang perpustakaan ini letaknya menyatu ditengah kelas 1 dan 2.

Jainab dari kelas 4 juga tidak terganggu kurang nyamannya wadah belajar. Anak cewek ini asyik bermain kartu bergambar superhero bersama Lindawati, Mina Farida, dan Siti Salbiah setelah bel jam istirahat berdering. Dipojok belakang kelas, bergerombol melantai, sambil nyemil jajanan, asyik mengadu hebat-hebatan kartu.

“Kemana lagi kami bisa main, bangunan kelas 4 dan 6 ini kan tinggi, dan tidak ada halaman, jadi main di dalam kelas saja setelah belajar,” tutur Jainab.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 14 Mei 2017 17:31

EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri

Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar…

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34

Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget

Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain…

Rabu, 03 Mei 2017 18:28

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Bernostalgia di Sekolahnya

"Dulu saya pernah bersekolah di sini," kata Anang Syakhfiani. Bupati Tabalong ini bercerita kepada puluhan…

Selasa, 02 Mei 2017 16:14

Kala Buruh Bikin Agenda Tak Biasa di May Day

Ada yang berbeda pada peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei, kemarin. DPW Kofenderasi Serikat Pekerja…

Minggu, 30 April 2017 16:51

Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju…

Sabtu, 29 April 2017 12:50

Melihat Indahnya Masjid Agung Al-Falah di Batulicin

Mengunjungi masjid dengan gaya arsitektur timur tengah tidak perlu ke Arab. Di Batulicin sudah berdiri…

Sabtu, 29 April 2017 12:34

Lihat Nih Aksi Nyentrik Aiptu Mujianto, Acara Nikahan Jadi Heboh

Masih ingat dengan polisi yang suka bagi-bagikan sembako ke fakir miskin? Usai ledakan popularitasnya…

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .