MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 16 Maret 2017 11:01
Berita Batola
WADUH..! Conch Manfaatkan Buku KIR yang Dikeluarkan UPTD PKB Handil Bakti
UPT: Kantor UPT KIR Handil Bhakti, Barito Kuala.

 

Kemudian dokumen surat izin numpang uji ditambah fotocopy STNK dan buku KIR asli dikirim ke Dinas Perhubungan yang mengeluarkan buku KIR untuk dilakukan perpanjangan. “Jadi pembuatan KIR ini bisa di mana saja asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Terkait buku KIR yang digunakan untuk mengangkut semen Conch, pihaknya tidak tahu karena di dalam buku KIR hanya menyebutkan angkutan barang saja. Dalam buku KIR juga mencantumkan daya angkut orang dan jumlah berat yang diizinkan. 

Misal dump truk,  daya angkut hanya tiga orang dengan jumlah berat yang diizinkan sekitar 4 ton. “Kalau melebihi jumlah berat yang diizinkan tersebut tentu tidak boleh dan bisa ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

      Ditanya soal angkutan semen Conch yang beratnya mencapai 50 ton lebih, Ismail mengatakan angkutan trailer tersebut memang melebihi tonase. Biasanya batas angkutan trailer tonasenya kurang dari 50 ton. Bila melebihi tonase maka berdampak pada kerusakan jalan. “Bila ada kendaraan yang membawa barang melebihi tonase seharusnya diturunkan di jembatan timbang. Jadi pengawasan angkutan barang ada di jembatan timbang,” cetusnya. 

Kepala Dishub Kalsel Rusdiansyah juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Tabalong tersebut bukan pelanggaran. Menurut pejabat yang akrab disapa Rusdi itu, terbitnya izin buku KIR dari daerah/kabupaten lain diperbolehkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 

Dia menjelaskan, biasanya pemilik angkutan menghindari matinya KIR. Karena itu, biasanya pengusaha mengurus KIR terlebih dahulu di lokasi terdekat. Dia memberi contoh, ketika batas waktu KIR angkutan mati esok hari, biasanya para pengusaha atau sopir mengurus di daerah pemilik asal atas nama angkutan kendaraan tersebut. Hal ini untuk menghidari pelanggaran karena KIR angkutan mati. “Jika tak dibayar malah melanggar peraturan. Istilahnya numpang uji,” kata Rusdi, Rabu (15/3) kemarin.

Pemprov sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan mengeluarkan KIR yang ranahnya ada di kabupaten dan kota. “Kami (Dishub Kalsel) tak punya kewenangan perpanjangan KIR ini. Namun, pemprov selalu mendorong daerah untuk memberikan pelayanan prima soal KIR ini,” ujarnya. (hni/mof)

MARABAHAN – Buku uji kendaraan bermotor (KIR) yang dikeluarkan Kantor Dinas Perhubungan dan Komunikasi UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Handil Bakti, Batola jadi sorotan.       Sebab, ada beberapa kendaraan trailer yang mengakut semen Conch  di Tabalong memanfaatkan buku KIR yang dikeluarkan oleh UPTD PKB Handil Bakti untuk mendapatkan izin muatan. Izin muatan ini disalahgunakan oleh oknum sopir trailer dengan mengangkut semen Conch melebihi kapasitas muatan dalam KIR. Aktivitas angkutan ilegal yang melebihi tonase ini terungkap setelah Bupati Tabalong Anang Syakhfiani bersama dengan tim gabungan melakukan razia terhadap trailer yang mengakut semen Conch di areal Bandara Warukin Desa Padang Panjang, Senin (13/3) malam.Menanggapi soal KIR dari UPTD PKB Handil Bakti, salah seorang tim penguji kendaraan bermotor UPTD PKB Handil Bakti, Ismail Marzuki mengatakan, persyaratan untuk membuat KIR sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mulai dari mengisi formulir, fotocopi KTP, BPKB, STNK yang berlaku, hingga membawa kendaraan ke unit pelaksana untuk dilakukan pengujian.Untuk pengujian kendaraan, ada beberapa objek yang diperiksa, diantaranya sistem pengereman dan daya pengereman, lampu-lampu dan daya pancar lampu utama, emisi gas buangan, dimensi dan bobot kendaraan, sistem kemudi, dan speedometer. “Setiap buku KIR yang kami terbitkan sudah sesuai prosedur dan tahapan pengujian,” bebernya.Dalam pembuatan KIR, kendaraan yang diuji tersebut tidak harus berasal dari wilayah UPTD yang mengeluarkan buku KIR. Artinya kendaraan tersebut bisa saja berasal dari luar wilayah UPTD yang mengeluarkan buku KIR.       Contohnya adalah numpang uji masuk. Isitilah ini dilakukan apabila kendaraan diuji KIR berada di luar wilayah. Contoh mobil plat B (Jakarta), mobil tersebut saat ini berada di Banjarmasin. Maka yang harus dilakukan pembuat KIR adalah membuat surat permohonan numpang uji KIR dengan menjelaskan alasan dengan dilampiri Buku KIR asli dan fotocopi STNK. Nanti di Jakarta akan diminta untuk membayar biaya administrasi.       Kemudian dokumen surat izin numpang uji ditambah fotocopy STNK dan buku KIR asli dikirim ke Dinas Perhubungan yang mengeluarkan buku KIR untuk dilakukan perpanjangan. “Jadi pembuatan KIR ini bisa di mana saja asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.      Terkait buku KIR yang digunakan untuk mengangkut semen Conch, pihaknya tidak tahu karena di dalam buku KIR hanya menyebutkan angkutan barang saja. Dalam buku KIR juga mencantumkan daya angkut orang dan jumlah berat yang diizinkan.       Misal dump truk,  daya angkut hanya tiga orang dengan jumlah berat yang diizinkan sekitar 4 ton. “Kalau melebihi jumlah berat yang diizinkan tersebut tentu tidak boleh dan bisa ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.      Ditanya soal angkutan semen Conch yang beratnya mencapai 50 ton lebih, Ismail mengatakan angkutan trailer tersebut memang melebihi tonase. Biasanya batas angkutan trailer tonasenya kurang dari 50 ton. Bila melebihi tonase maka berdampak pada kerusakan jalan. “Bila ada kendaraan yang membawa barang melebihi tonase seharusnya diturunkan di jembatan timbang. Jadi pengawasan angkutan barang ada di jembatan timbang,” cetusnya.             Kepala Dishub Kalsel Rusdiansyah juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Tabalong tersebut bukan pelanggaran. Menurut pejabat yang akrab disapa Rusdi itu, terbitnya izin buku KIR dari daerah/kabupaten lain diperbolehkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.       Dia menjelaskan, biasanya pemilik angkutan menghindari matinya KIR. Karena itu, biasanya pengusaha mengurus KIR terlebih dahulu di lokasi terdekat. Dia memberi contoh, ketika batas waktu KIR angkutan mati esok hari, biasanya para pengusaha atau sopir mengurus di daerah pemilik asal atas nama angkutan kendaraan tersebut. Hal ini untuk menghidari pelanggaran karena KIR angkutan mati. “Jika tak dibayar malah melanggar peraturan. Istilahnya numpang uji,” kata Rusdi, Rabu (15/3) kemarin.      Pemprov sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan mengeluarkan KIR yang ranahnya ada di kabupaten dan kota. “Kami (Dishub Kalsel) tak punya kewenangan perpanjangan KIR ini. Namun, pemprov selalu mendorong daerah untuk memberikan pelayanan prima soal KIR ini,” ujarnya. (hni/mof)

 

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:58

Ibu Negara: Kamu Mau Minta Apa Nak? Mobil Bu!

BANJARBARU - Sesuai dengan rencana, Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo bersama Mufidah Jusuf Kalla dan…

Rabu, 26 April 2017 13:48

Balita Penderita Atresia Ani Diunjungi Kadinkes Banjar

MARTAPURA - Sehari setelah pemberitaan soal Winda Bungsu Selvina (4), balita penderita Atresia Ani atau…

Rabu, 26 April 2017 13:10

Warga Adat Dayak Meratus Demo, Mereka Menuntut Agar..

BATULICIN - Puluhan warga Adat Dayak Meratus berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tanah Bumbu, kemarin…

Rabu, 26 April 2017 12:52

11 Menit Ibu Negara Berkunjung ke Pasar Ulin, Pasar Malah jadi Sepi

Kunjungan Ibu Negara Iriana ke Pasar Ulin Raya hanya selama 11 menit. Tapi dampaknya bukan main, pasar…

Rabu, 26 April 2017 12:48
Berita Tanah Bumbu

Harus Sesuai Kualifikasi

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menyambut baik dengan dilaksanakanya pelatihan keterampilan…

Rabu, 26 April 2017 12:47
Berita Tanah Bumbu

Menekan Angka Pengangguran

BATULICIN - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanbu menggelar Pelatihan dan Pemagangan Dalam Negeri…

Rabu, 26 April 2017 12:46
Berita Tanah Bumbu

Bagikan Sembako ke Lansia

BATULICIN - Duet kepemimpinan Bupati Mardani H Maming dan Wakil Bupati H. Sudian Noor terus berkomitmen…

Rabu, 26 April 2017 12:13
Parlementaria Banjarbaru

Gemes Melihat Layanan Farmasi RSD Idaman

BANJARBARU - Anggota Komisi I DPRD Banjarbaru, Diah Sawitri gregetan melihat pelayanan Rumah Sakit Daerah…

Rabu, 26 April 2017 12:09
Parlementaria Banjarbaru

Soal Raskin, Pemko Diminta Jangan Pasif

BANJARBARU - Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Emmi Lasari menilai pemko harus lebih aktif dalam…

Rabu, 26 April 2017 11:40

Warga Mantuil Tolak Pembangunan TPS3R di Lingkungannya

BANJARMASIN - Rencana pembangunan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) di kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .