MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 16 Maret 2017 11:01
Berita Batola
WADUH..! Conch Manfaatkan Buku KIR yang Dikeluarkan UPTD PKB Handil Bakti
UPT: Kantor UPT KIR Handil Bhakti, Barito Kuala.

 

Kemudian dokumen surat izin numpang uji ditambah fotocopy STNK dan buku KIR asli dikirim ke Dinas Perhubungan yang mengeluarkan buku KIR untuk dilakukan perpanjangan. “Jadi pembuatan KIR ini bisa di mana saja asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Terkait buku KIR yang digunakan untuk mengangkut semen Conch, pihaknya tidak tahu karena di dalam buku KIR hanya menyebutkan angkutan barang saja. Dalam buku KIR juga mencantumkan daya angkut orang dan jumlah berat yang diizinkan. 

Misal dump truk,  daya angkut hanya tiga orang dengan jumlah berat yang diizinkan sekitar 4 ton. “Kalau melebihi jumlah berat yang diizinkan tersebut tentu tidak boleh dan bisa ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

      Ditanya soal angkutan semen Conch yang beratnya mencapai 50 ton lebih, Ismail mengatakan angkutan trailer tersebut memang melebihi tonase. Biasanya batas angkutan trailer tonasenya kurang dari 50 ton. Bila melebihi tonase maka berdampak pada kerusakan jalan. “Bila ada kendaraan yang membawa barang melebihi tonase seharusnya diturunkan di jembatan timbang. Jadi pengawasan angkutan barang ada di jembatan timbang,” cetusnya. 

Kepala Dishub Kalsel Rusdiansyah juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Tabalong tersebut bukan pelanggaran. Menurut pejabat yang akrab disapa Rusdi itu, terbitnya izin buku KIR dari daerah/kabupaten lain diperbolehkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 

Dia menjelaskan, biasanya pemilik angkutan menghindari matinya KIR. Karena itu, biasanya pengusaha mengurus KIR terlebih dahulu di lokasi terdekat. Dia memberi contoh, ketika batas waktu KIR angkutan mati esok hari, biasanya para pengusaha atau sopir mengurus di daerah pemilik asal atas nama angkutan kendaraan tersebut. Hal ini untuk menghidari pelanggaran karena KIR angkutan mati. “Jika tak dibayar malah melanggar peraturan. Istilahnya numpang uji,” kata Rusdi, Rabu (15/3) kemarin.

Pemprov sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan mengeluarkan KIR yang ranahnya ada di kabupaten dan kota. “Kami (Dishub Kalsel) tak punya kewenangan perpanjangan KIR ini. Namun, pemprov selalu mendorong daerah untuk memberikan pelayanan prima soal KIR ini,” ujarnya. (hni/mof)

MARABAHAN – Buku uji kendaraan bermotor (KIR) yang dikeluarkan Kantor Dinas Perhubungan dan Komunikasi UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Handil Bakti, Batola jadi sorotan.       Sebab, ada beberapa kendaraan trailer yang mengakut semen Conch  di Tabalong memanfaatkan buku KIR yang dikeluarkan oleh UPTD PKB Handil Bakti untuk mendapatkan izin muatan. Izin muatan ini disalahgunakan oleh oknum sopir trailer dengan mengangkut semen Conch melebihi kapasitas muatan dalam KIR. Aktivitas angkutan ilegal yang melebihi tonase ini terungkap setelah Bupati Tabalong Anang Syakhfiani bersama dengan tim gabungan melakukan razia terhadap trailer yang mengakut semen Conch di areal Bandara Warukin Desa Padang Panjang, Senin (13/3) malam.Menanggapi soal KIR dari UPTD PKB Handil Bakti, salah seorang tim penguji kendaraan bermotor UPTD PKB Handil Bakti, Ismail Marzuki mengatakan, persyaratan untuk membuat KIR sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mulai dari mengisi formulir, fotocopi KTP, BPKB, STNK yang berlaku, hingga membawa kendaraan ke unit pelaksana untuk dilakukan pengujian.Untuk pengujian kendaraan, ada beberapa objek yang diperiksa, diantaranya sistem pengereman dan daya pengereman, lampu-lampu dan daya pancar lampu utama, emisi gas buangan, dimensi dan bobot kendaraan, sistem kemudi, dan speedometer. “Setiap buku KIR yang kami terbitkan sudah sesuai prosedur dan tahapan pengujian,” bebernya.Dalam pembuatan KIR, kendaraan yang diuji tersebut tidak harus berasal dari wilayah UPTD yang mengeluarkan buku KIR. Artinya kendaraan tersebut bisa saja berasal dari luar wilayah UPTD yang mengeluarkan buku KIR.       Contohnya adalah numpang uji masuk. Isitilah ini dilakukan apabila kendaraan diuji KIR berada di luar wilayah. Contoh mobil plat B (Jakarta), mobil tersebut saat ini berada di Banjarmasin. Maka yang harus dilakukan pembuat KIR adalah membuat surat permohonan numpang uji KIR dengan menjelaskan alasan dengan dilampiri Buku KIR asli dan fotocopi STNK. Nanti di Jakarta akan diminta untuk membayar biaya administrasi.       Kemudian dokumen surat izin numpang uji ditambah fotocopy STNK dan buku KIR asli dikirim ke Dinas Perhubungan yang mengeluarkan buku KIR untuk dilakukan perpanjangan. “Jadi pembuatan KIR ini bisa di mana saja asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.      Terkait buku KIR yang digunakan untuk mengangkut semen Conch, pihaknya tidak tahu karena di dalam buku KIR hanya menyebutkan angkutan barang saja. Dalam buku KIR juga mencantumkan daya angkut orang dan jumlah berat yang diizinkan.       Misal dump truk,  daya angkut hanya tiga orang dengan jumlah berat yang diizinkan sekitar 4 ton. “Kalau melebihi jumlah berat yang diizinkan tersebut tentu tidak boleh dan bisa ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.      Ditanya soal angkutan semen Conch yang beratnya mencapai 50 ton lebih, Ismail mengatakan angkutan trailer tersebut memang melebihi tonase. Biasanya batas angkutan trailer tonasenya kurang dari 50 ton. Bila melebihi tonase maka berdampak pada kerusakan jalan. “Bila ada kendaraan yang membawa barang melebihi tonase seharusnya diturunkan di jembatan timbang. Jadi pengawasan angkutan barang ada di jembatan timbang,” cetusnya.             Kepala Dishub Kalsel Rusdiansyah juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Tabalong tersebut bukan pelanggaran. Menurut pejabat yang akrab disapa Rusdi itu, terbitnya izin buku KIR dari daerah/kabupaten lain diperbolehkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.       Dia menjelaskan, biasanya pemilik angkutan menghindari matinya KIR. Karena itu, biasanya pengusaha mengurus KIR terlebih dahulu di lokasi terdekat. Dia memberi contoh, ketika batas waktu KIR angkutan mati esok hari, biasanya para pengusaha atau sopir mengurus di daerah pemilik asal atas nama angkutan kendaraan tersebut. Hal ini untuk menghidari pelanggaran karena KIR angkutan mati. “Jika tak dibayar malah melanggar peraturan. Istilahnya numpang uji,” kata Rusdi, Rabu (15/3) kemarin.      Pemprov sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan mengeluarkan KIR yang ranahnya ada di kabupaten dan kota. “Kami (Dishub Kalsel) tak punya kewenangan perpanjangan KIR ini. Namun, pemprov selalu mendorong daerah untuk memberikan pelayanan prima soal KIR ini,” ujarnya. (hni/mof)

 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 14:54

Dewan: Bekas Kantor Gubernur Pasti Dibongkar

BANJARMASIN – Gedung bekas kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) dipastikan dibongkar tahun…

Jumat, 17 November 2017 14:38

Kabar Baik, Orang Utan Kalsel Masuk SRAK

BANJARMASIN – Orang Utan Kalsel akhirnya dimasukkan dalam perencanaan strategi dan rencana aksi…

Jumat, 17 November 2017 14:28

Sambil Susur Sungai Kenalkan Cawapres

BANJARMASIN – Pemilu presiden (Pilpres) memang masih dua tahun lagi. Namun sudah bermunculan sejumlah…

Jumat, 17 November 2017 14:16

Wawali Ingatkan Perusahaan, UMP 2018 Rp2,4 Juta

BANJARBARU - Pemkot Banjarbaru Kamis (16/11) kemarin mengumpulkan para perwakilan perusahaan, baik swasta…

Jumat, 17 November 2017 14:07

Perajin di Kampung Purun Masih Gunakan Mesin Jahit Modifikasi

BANJARBARU - Kerajinan purun dari Kampung Purun, Kelurahan Palm mulai naik daun. Setiap bulannya ribuan…

Jumat, 17 November 2017 13:35

Riduansyah Gantikan Hamsiah

BATULICIN - DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Rabu (15/11), dengan agenda…

Jumat, 17 November 2017 13:35

Luncurkan Aplikasi Salam Tanbu

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanbu meluncurkan sebuah…

Jumat, 17 November 2017 13:31

Tenaga Kesehatan Teladan Diberi Penghargaan

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan berupa uang tunai Rp15.000.000…

Kamis, 16 November 2017 14:38

Gubernur Kalsel Raih Ki Hajar Dewantara Award 2017

BANJARMASIN – Usai meraih anugerah Pandu Negeri 2017, Gubernur Kalse Sahbirin Noor kembali mendapat…

Kamis, 16 November 2017 14:36

LOH..!! 26 Target Perda di Akhir Tahun, Baru Delapan Selesai

BANJARMASIN – Target DPRD Kalsel untuk menyelesaikan 26 perda tahun ini terancam tak tercapai.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .