MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 17 Maret 2017 15:37
Kisah Iptu Misransyah dan Pengalamannya Membina Para Tahanan

Punya Rumus Tahanan Tak Boleh Dikerasi

SENAM - Tahanan Polres HSU saat mendapat kesegaran jasmani dari Iptu Misransyah di halaman Sel Tahanan.

PROKAL.CO, Tegas tak mesti keras, itulah prinsip teguh dipegang oleh Iptu Misransyah dalam melaksanan tugas. Sebagai Kasat Tahanan dan Barang Bukti, perwira balok dua ini punya jurus jitu membina tahanan dari multi kasus, berikut kisah singkatnya.

Muhammad Akbar, Amuntai

"Pagi, komandan!"
Sapaan itu sudah terdengar akrab di telinga Kepala Satuan Tahti Polres Hulu Sungai Utara Iptu Misransyah. Setiap pagi, dia harus mengeluarkan para tahanan keluar dari sel untuk berolahraga alias senam.

Pagi itu, satu persatu pelaku kejahatan baik judi, curanmor, narkoba dan perampokan satu persatu keluar dari sel sambil bercanda. Wajah mereka terlihat kusut, tapi tetap ceria. Iptu Misransyah menyapa dan mengajak mereka berbincang-bincang. Sesekali candaan terdengar diiringi dengan tawa.

"Ya ini kegiatan rutin para tahanan yang belum menyandang status terdakwa. Mereka semua masih menunggu proses pelimpahan kasus dari pihak kami ke kejaksaan. Mereka penjahat namun kami tidak perlu untuk jahat kepada mereka," sebut Misransyah yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Babirik tersebut.

Dia mengatakan bagian Tahti atau Tahanan dan Barang Bukti pada unit kepolisian mungkin kalah populernya dengan unit lainnya seperti lalulintas ataupun reskrim. Padahal bagian ini punya tugas yang tak kalah berat dan penuh risiko.

Pasalnya sehari-harinya harus bergaul dengan para tahanan. Unit Tahti juha harus benar-benar mereka yang "kuat iman." Banyak iming-iming dan sogokan dari tahanan yang mendapat keringanan saat proses penahanan.

Menurut Misransyah, sebagai petugas hukum, dirinya yakin tahanan-tahanan itu, pasti memiliki jiwa yang baik. Mungkin pergaulan atau masalah-masalah klasik kehidupan membawa mereka menjadi warga yang melanggar hukum.

"Saya punya rumus, tahanan tidak boleh dikerasi. Mereka manusia juga, mungkin kesempatan dalam hidup saja berbeda. Pendekatan kekeluargaan mungkin lebih baik, ketimbang mereka dikerasi. Tegas tidak harus marah," sebutnya.

Jadi usai latihan, kalau kebetulan bertepatan dengan hari Jumat para tahanan ini disuguhkan tausyiah. "Biar hati mereka sejuk dan menyadari perbuatannya yang salah karena melanggar hukum negara bahkan diagamapun dipastikan salah tindakan yang mereka lakukan," ucap Misransyah.

Apakah ada perbaikan perilaku dengan pendekatan ini?
"Yang sangat kelihatan etika mereka yang dulu kurang setelah ikut senam pagi dan bimbingan agama jauh lebih baik dalam perubahan prilaku mereka," cetusnya polisi lepasan SPN Balikpapan tahun 1995 ini.

Salah satu tahanan sebut saja Curat, yang ditahan dalam kasus pencurian kendaraan roda dua mengaku banyak mendapatkan hal positif dalam hidupnya setelah ikut acara bimbingan tahti. "Badan segar, otak jadi lebih adem dengan nasehat para ustadz yang datang membina kami," ungkapnya. (mar)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .