MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 Maret 2017 13:02
Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang
DITARGET: DPRD meminta eksekutif lebih serius dalam kelulusan siswa tahun ini. Tidak tanggung-tanggung tahun ini tingkat kelulusan ditarget 100 persen.

PROKAL.CO,  

DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah yang ada di lapangan, target 100 persen UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk semua SMP di Banjarbaru terus berjalan. 

***********

SEKRETARIS Panitia Pelaksana UNBK Banjarbaru, Simon menegaskan ke-14 SMP di kota ini sudah didaftarkan ke Puspendik dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Yang terlanjur mendaftar tak bisa mundur. Karena proses sinkronisasi jaringan sekolah dan Puspendik sedang berjalan," ujarnya. 

Diceritakannya, gagasan ini bukan dicetuskan Disdik, tapi bermula dari tantangan Puspendik. Alasan pusat, secara geografis medan Banjarbaru tidak seekstrem Kabupaten Banjar. SMP pinggiran yang terjauh sekalipun, masih bisa diakses lewat jalur darat. "Tak sampai menyeberang sungai atau pulau," jelasnya. 

Dalam surat edaran Mendikbud, disebut dua pasal. Pertama, bagi SMP yang minimal punya 20 unit komputer dan satu server harus melaksanakan UNBK. Kedua, bagi sekolah yang komputernya tak sampai 20 unit, menumpang ke sekolah tetangga yang mampu melaksanakan UNBK. 

Di Banjarbaru, disebutkan Simon, ada tiga SMP yang sanggup melaksanakan UNBK mandiri. Yakni SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 4. Sisanya harus menumpang ke SMP, SMA atau SMK terdekat yang fasilitas komputer, koneksi internet dan daya listriknya lebih memadai. 

Masalahnya, dalam rapat dengar pendapat antara kepala sekolah dengan Komisi I dan III di gedung dewan pekan lalu, terungkap banyak masalah. Contoh SMPN 11 yang menumpang ke SMAN 1, jaraknya hampir 20 kilometer. Dalam simulasi, banyak siswa yang telat datang ke sekolah karena masalah jarak. 

Itu belum terhitung SMP yang kekurangan komputer, kekurangan daya listrik, atau koneksi internetnya lemot. Hingga anggota dewan merekomendasikan agar hanya beberapa SMP saja yang melaksanakan UNBK, sisanya kembali ke sistem lama. Khawatirnya, siswa bakal menjadi korban dari ketidaksiapan pelaksanaan UNBK. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan SMP Disdik Banjarbaru, Fathusyar'i menceritakan, gagasan 100 persen ini juga bermula dari keluhan beberapa sekolah. Tahun lalu, hanya beberapa SMP yang melaksanakan UNBK. Sisanya masih bertahan dengan model lama, memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). 

Siswa-siswi dari SMP favorit yang terkenal berprestasi nilai ujiannya jeblok. Kalah dibanding sekolah pinggiran yang menggunakan LJK. Fathusyar'i menduga, ketimpangan nilai lantaran ujian berbasis online yang dikenal tak bisa diakali.

"Anda tahu sendiri, ada sekolah yang bikin tim pemenangan. Kecurangan dibuat rapi dan dalam sistem LJK itu perkara mudah," cecarnya. Karena itulah, menurutnya Banjarbaru tak pernah memperoleh nilai integritas dari Kemendikbud. "Jadi nilai integritas itulah yang dikejar. Dibanding nilai akademik, kejujuran jauh lebih penting," tegasnya. 

Disdik juga berani memasang target ambisius itu, lantaran semua Kepsek bersedia membubuhkan tanda tangan. Di atas surat pernyataan bahwa mereka sanggup mengawal UNBK serempak. 

Namun, cuma bermodal niat baik toh tidak cukup. Soal ini, Simon menyebutkan bakal ada bantuan 210 unit komputer dari Disdik. Bantuan difokuskan pada tiga SMP penyelenggaran UNBK mandiri. "Ditambah empat unit server dari pusat," tukasnya. 

Walaupun, jumlah bantuan itu masih dari kata cukup. Sebab, dari 14 SMP calon peserta uNBK mencapai 4.109 siswa. Untuk ini, Disdik menyiapkan rencana cadangan. "UNBK kami bikin dua gelombang. Tapi sekali lagi ini Plan B. Hanya dipakai ketika masalah yang benar-benar gawat muncul," pungkas Simon. (fud/ran/ema)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .