MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 Maret 2017 13:02
Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang
DITARGET: DPRD meminta eksekutif lebih serius dalam kelulusan siswa tahun ini. Tidak tanggung-tanggung tahun ini tingkat kelulusan ditarget 100 persen.

PROKAL.CO,  

DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah yang ada di lapangan, target 100 persen UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk semua SMP di Banjarbaru terus berjalan. 

***********

SEKRETARIS Panitia Pelaksana UNBK Banjarbaru, Simon menegaskan ke-14 SMP di kota ini sudah didaftarkan ke Puspendik dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Yang terlanjur mendaftar tak bisa mundur. Karena proses sinkronisasi jaringan sekolah dan Puspendik sedang berjalan," ujarnya. 

Diceritakannya, gagasan ini bukan dicetuskan Disdik, tapi bermula dari tantangan Puspendik. Alasan pusat, secara geografis medan Banjarbaru tidak seekstrem Kabupaten Banjar. SMP pinggiran yang terjauh sekalipun, masih bisa diakses lewat jalur darat. "Tak sampai menyeberang sungai atau pulau," jelasnya. 

Dalam surat edaran Mendikbud, disebut dua pasal. Pertama, bagi SMP yang minimal punya 20 unit komputer dan satu server harus melaksanakan UNBK. Kedua, bagi sekolah yang komputernya tak sampai 20 unit, menumpang ke sekolah tetangga yang mampu melaksanakan UNBK. 

Di Banjarbaru, disebutkan Simon, ada tiga SMP yang sanggup melaksanakan UNBK mandiri. Yakni SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 4. Sisanya harus menumpang ke SMP, SMA atau SMK terdekat yang fasilitas komputer, koneksi internet dan daya listriknya lebih memadai. 

Masalahnya, dalam rapat dengar pendapat antara kepala sekolah dengan Komisi I dan III di gedung dewan pekan lalu, terungkap banyak masalah. Contoh SMPN 11 yang menumpang ke SMAN 1, jaraknya hampir 20 kilometer. Dalam simulasi, banyak siswa yang telat datang ke sekolah karena masalah jarak. 

Itu belum terhitung SMP yang kekurangan komputer, kekurangan daya listrik, atau koneksi internetnya lemot. Hingga anggota dewan merekomendasikan agar hanya beberapa SMP saja yang melaksanakan UNBK, sisanya kembali ke sistem lama. Khawatirnya, siswa bakal menjadi korban dari ketidaksiapan pelaksanaan UNBK. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan SMP Disdik Banjarbaru, Fathusyar'i menceritakan, gagasan 100 persen ini juga bermula dari keluhan beberapa sekolah. Tahun lalu, hanya beberapa SMP yang melaksanakan UNBK. Sisanya masih bertahan dengan model lama, memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). 

Siswa-siswi dari SMP favorit yang terkenal berprestasi nilai ujiannya jeblok. Kalah dibanding sekolah pinggiran yang menggunakan LJK. Fathusyar'i menduga, ketimpangan nilai lantaran ujian berbasis online yang dikenal tak bisa diakali.

"Anda tahu sendiri, ada sekolah yang bikin tim pemenangan. Kecurangan dibuat rapi dan dalam sistem LJK itu perkara mudah," cecarnya. Karena itulah, menurutnya Banjarbaru tak pernah memperoleh nilai integritas dari Kemendikbud. "Jadi nilai integritas itulah yang dikejar. Dibanding nilai akademik, kejujuran jauh lebih penting," tegasnya. 

Disdik juga berani memasang target ambisius itu, lantaran semua Kepsek bersedia membubuhkan tanda tangan. Di atas surat pernyataan bahwa mereka sanggup mengawal UNBK serempak. 

Namun, cuma bermodal niat baik toh tidak cukup. Soal ini, Simon menyebutkan bakal ada bantuan 210 unit komputer dari Disdik. Bantuan difokuskan pada tiga SMP penyelenggaran UNBK mandiri. "Ditambah empat unit server dari pusat," tukasnya. 

Walaupun, jumlah bantuan itu masih dari kata cukup. Sebab, dari 14 SMP calon peserta uNBK mencapai 4.109 siswa. Untuk ini, Disdik menyiapkan rencana cadangan. "UNBK kami bikin dua gelombang. Tapi sekali lagi ini Plan B. Hanya dipakai ketika masalah yang benar-benar gawat muncul," pungkas Simon. (fud/ran/ema)

 


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 15:59

Seminar Nasional Dies Natalis ULM ke-59

Tahun ini, usia Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah memasuki ke-59. Menyambut bertambahnya usia…

Sabtu, 16 September 2017 17:32

Menengok Kehidupan Pekerja Sosial di Panti Budi Luhur Banjarbaru

Bagi banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) hari Jumat berarti waktunya pulang lebih cepat. Namun, hal tersebut…

Jumat, 15 September 2017 13:47

Mengenal Peserta Duta Damai Dunia Maya Kalsel

Propaganda dan provokasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa melalui dunia maya, saat…

Senin, 11 September 2017 15:22

Penyair Joko Pinurbo Bicara Pajak Penulis di Banjarbaru

Komunitas Penulis Banjarbaru menghadirkan Penyair Joko Pinurbo ke Banjarbaru. Banyak hal yang dibincangkan…

Senin, 11 September 2017 12:06

Perjuangan Suratman dan Rusmi, Suami Istri Transmigran Batu Ampar

Andai mereka menyerahkan dan balik kembali ke daerah asalnya di Tuban, tentulah Tanah Laut tidak mengenal…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Jumat, 08 September 2017 14:52

Langka, Aksi Polisi Aribowo “Jinakkan” ODMK

Sepertinya tidak sembarang polisi mampu menjadi Bhabinkamtibmas. Seorang yang serba bisa di samping…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .