MANAGED BY:
JUMAT
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 Maret 2017 13:02
Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang
DITARGET: DPRD meminta eksekutif lebih serius dalam kelulusan siswa tahun ini. Tidak tanggung-tanggung tahun ini tingkat kelulusan ditarget 100 persen.

PROKAL.CO,  

DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah yang ada di lapangan, target 100 persen UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk semua SMP di Banjarbaru terus berjalan. 

***********

SEKRETARIS Panitia Pelaksana UNBK Banjarbaru, Simon menegaskan ke-14 SMP di kota ini sudah didaftarkan ke Puspendik dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Yang terlanjur mendaftar tak bisa mundur. Karena proses sinkronisasi jaringan sekolah dan Puspendik sedang berjalan," ujarnya. 

Diceritakannya, gagasan ini bukan dicetuskan Disdik, tapi bermula dari tantangan Puspendik. Alasan pusat, secara geografis medan Banjarbaru tidak seekstrem Kabupaten Banjar. SMP pinggiran yang terjauh sekalipun, masih bisa diakses lewat jalur darat. "Tak sampai menyeberang sungai atau pulau," jelasnya. 

Dalam surat edaran Mendikbud, disebut dua pasal. Pertama, bagi SMP yang minimal punya 20 unit komputer dan satu server harus melaksanakan UNBK. Kedua, bagi sekolah yang komputernya tak sampai 20 unit, menumpang ke sekolah tetangga yang mampu melaksanakan UNBK. 

Di Banjarbaru, disebutkan Simon, ada tiga SMP yang sanggup melaksanakan UNBK mandiri. Yakni SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 4. Sisanya harus menumpang ke SMP, SMA atau SMK terdekat yang fasilitas komputer, koneksi internet dan daya listriknya lebih memadai. 

Masalahnya, dalam rapat dengar pendapat antara kepala sekolah dengan Komisi I dan III di gedung dewan pekan lalu, terungkap banyak masalah. Contoh SMPN 11 yang menumpang ke SMAN 1, jaraknya hampir 20 kilometer. Dalam simulasi, banyak siswa yang telat datang ke sekolah karena masalah jarak. 

Itu belum terhitung SMP yang kekurangan komputer, kekurangan daya listrik, atau koneksi internetnya lemot. Hingga anggota dewan merekomendasikan agar hanya beberapa SMP saja yang melaksanakan UNBK, sisanya kembali ke sistem lama. Khawatirnya, siswa bakal menjadi korban dari ketidaksiapan pelaksanaan UNBK. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan SMP Disdik Banjarbaru, Fathusyar'i menceritakan, gagasan 100 persen ini juga bermula dari keluhan beberapa sekolah. Tahun lalu, hanya beberapa SMP yang melaksanakan UNBK. Sisanya masih bertahan dengan model lama, memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). 

Siswa-siswi dari SMP favorit yang terkenal berprestasi nilai ujiannya jeblok. Kalah dibanding sekolah pinggiran yang menggunakan LJK. Fathusyar'i menduga, ketimpangan nilai lantaran ujian berbasis online yang dikenal tak bisa diakali.

"Anda tahu sendiri, ada sekolah yang bikin tim pemenangan. Kecurangan dibuat rapi dan dalam sistem LJK itu perkara mudah," cecarnya. Karena itulah, menurutnya Banjarbaru tak pernah memperoleh nilai integritas dari Kemendikbud. "Jadi nilai integritas itulah yang dikejar. Dibanding nilai akademik, kejujuran jauh lebih penting," tegasnya. 

Disdik juga berani memasang target ambisius itu, lantaran semua Kepsek bersedia membubuhkan tanda tangan. Di atas surat pernyataan bahwa mereka sanggup mengawal UNBK serempak. 

Namun, cuma bermodal niat baik toh tidak cukup. Soal ini, Simon menyebutkan bakal ada bantuan 210 unit komputer dari Disdik. Bantuan difokuskan pada tiga SMP penyelenggaran UNBK mandiri. "Ditambah empat unit server dari pusat," tukasnya. 

Walaupun, jumlah bantuan itu masih dari kata cukup. Sebab, dari 14 SMP calon peserta uNBK mencapai 4.109 siswa. Untuk ini, Disdik menyiapkan rencana cadangan. "UNBK kami bikin dua gelombang. Tapi sekali lagi ini Plan B. Hanya dipakai ketika masalah yang benar-benar gawat muncul," pungkas Simon. (fud/ran/ema)

 


BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 15:56

Kisah Gauzie, Pria yang Mengkliping Berita Guru Sekumpul

Rasa cinta Gauzie, 56, kepada Guru Al Arifbillah HM Zaini bin Abdul Ghani membuat dirinya ingin selalu…

Rabu, 29 Maret 2017 11:49

Asiik Ngerokok, Tiba-tiba Disiram Bensin, Bwarr.. Api Langsung Menyala

BANJARBARU - Hanya karena masalah sepele, Hermansyah disiram bensin dan mengalami luka bakar serius…

Selasa, 28 Maret 2017 20:17

Kala Penggemar Love Bird Adakan Pameran

Komunitas hewan peliharaan di Banjarmasin semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Komunitas…

Selasa, 28 Maret 2017 19:18

Tak ingin Ditangkap, Pengedar ini Ceburkan Diri ke Sungai

BANJARMASIN - Yudi (41), pengedar narkotika jenis sabu, warga Desa Pagatan Besar Rt 9 Rw 1, Kecamatan…

Sabtu, 25 Maret 2017 17:56

Ini Nih Puncak Halinjuangan, jadi Ajang Foto Selfie Baru

Bagi penikmat pemandangan kawasan pegunungan bisa mencoba objek wisata yang baru saja dibuka di Kabupaten…

Jumat, 24 Maret 2017 15:04
Berita Tanah Laut

Tiga Desa di Tanah Laut Siaga Serangan Bangkui

Tiga Warga Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resah  dengan keberadaan beruk atau di Banua biasa…

Kamis, 23 Maret 2017 18:01

Kisah Empat Bersaudara Anak Rawa Penghuni Dusun Terpencil di Pedalaman HSU

Siapa sangka, Dusun Sambujurdi Hulu Sungai Utara ternyata menyimpan kisah anak rawa. Mereka hidup terpencil…

Selasa, 21 Maret 2017 11:46

Kiprah Windi Novianto, Pemuda yang Berdayakan Petani Jagung

Banyak pemuda yang memilih bekerja di kantor ketimbang menjadi seorang petani. Tapi anggapan itu tak…

Senin, 20 Maret 2017 16:12

Rayakan Milad Batalyon Infanteri 623/BWU di Tengah Medan Konflik Sudan

Di tengah misi sebagai pasukan perdamaian di Darfur, Sudan, sebanyak 352 personel Batalyon Infanteri…

Sabtu, 18 Maret 2017 20:05
Berita HSS

Binmas Polres HSS Gelar Lomba Hidupkan Kembali Pos Kamling

Jajaran Binmas Polres HSS punya ide menarik untuk menghidupkan kembali Pos Kamling. Mereka menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .