MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 Maret 2017 13:02
Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang
DITARGET: DPRD meminta eksekutif lebih serius dalam kelulusan siswa tahun ini. Tidak tanggung-tanggung tahun ini tingkat kelulusan ditarget 100 persen.

PROKAL.CO,  

DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah yang ada di lapangan, target 100 persen UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk semua SMP di Banjarbaru terus berjalan. 

***********

SEKRETARIS Panitia Pelaksana UNBK Banjarbaru, Simon menegaskan ke-14 SMP di kota ini sudah didaftarkan ke Puspendik dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Yang terlanjur mendaftar tak bisa mundur. Karena proses sinkronisasi jaringan sekolah dan Puspendik sedang berjalan," ujarnya. 

Diceritakannya, gagasan ini bukan dicetuskan Disdik, tapi bermula dari tantangan Puspendik. Alasan pusat, secara geografis medan Banjarbaru tidak seekstrem Kabupaten Banjar. SMP pinggiran yang terjauh sekalipun, masih bisa diakses lewat jalur darat. "Tak sampai menyeberang sungai atau pulau," jelasnya. 

Dalam surat edaran Mendikbud, disebut dua pasal. Pertama, bagi SMP yang minimal punya 20 unit komputer dan satu server harus melaksanakan UNBK. Kedua, bagi sekolah yang komputernya tak sampai 20 unit, menumpang ke sekolah tetangga yang mampu melaksanakan UNBK. 

Di Banjarbaru, disebutkan Simon, ada tiga SMP yang sanggup melaksanakan UNBK mandiri. Yakni SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 4. Sisanya harus menumpang ke SMP, SMA atau SMK terdekat yang fasilitas komputer, koneksi internet dan daya listriknya lebih memadai. 

Masalahnya, dalam rapat dengar pendapat antara kepala sekolah dengan Komisi I dan III di gedung dewan pekan lalu, terungkap banyak masalah. Contoh SMPN 11 yang menumpang ke SMAN 1, jaraknya hampir 20 kilometer. Dalam simulasi, banyak siswa yang telat datang ke sekolah karena masalah jarak. 

Itu belum terhitung SMP yang kekurangan komputer, kekurangan daya listrik, atau koneksi internetnya lemot. Hingga anggota dewan merekomendasikan agar hanya beberapa SMP saja yang melaksanakan UNBK, sisanya kembali ke sistem lama. Khawatirnya, siswa bakal menjadi korban dari ketidaksiapan pelaksanaan UNBK. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan SMP Disdik Banjarbaru, Fathusyar'i menceritakan, gagasan 100 persen ini juga bermula dari keluhan beberapa sekolah. Tahun lalu, hanya beberapa SMP yang melaksanakan UNBK. Sisanya masih bertahan dengan model lama, memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). 

Siswa-siswi dari SMP favorit yang terkenal berprestasi nilai ujiannya jeblok. Kalah dibanding sekolah pinggiran yang menggunakan LJK. Fathusyar'i menduga, ketimpangan nilai lantaran ujian berbasis online yang dikenal tak bisa diakali.

"Anda tahu sendiri, ada sekolah yang bikin tim pemenangan. Kecurangan dibuat rapi dan dalam sistem LJK itu perkara mudah," cecarnya. Karena itulah, menurutnya Banjarbaru tak pernah memperoleh nilai integritas dari Kemendikbud. "Jadi nilai integritas itulah yang dikejar. Dibanding nilai akademik, kejujuran jauh lebih penting," tegasnya. 

Disdik juga berani memasang target ambisius itu, lantaran semua Kepsek bersedia membubuhkan tanda tangan. Di atas surat pernyataan bahwa mereka sanggup mengawal UNBK serempak. 

Namun, cuma bermodal niat baik toh tidak cukup. Soal ini, Simon menyebutkan bakal ada bantuan 210 unit komputer dari Disdik. Bantuan difokuskan pada tiga SMP penyelenggaran UNBK mandiri. "Ditambah empat unit server dari pusat," tukasnya. 

Walaupun, jumlah bantuan itu masih dari kata cukup. Sebab, dari 14 SMP calon peserta uNBK mencapai 4.109 siswa. Untuk ini, Disdik menyiapkan rencana cadangan. "UNBK kami bikin dua gelombang. Tapi sekali lagi ini Plan B. Hanya dipakai ketika masalah yang benar-benar gawat muncul," pungkas Simon. (fud/ran/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .