MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 Maret 2017 13:02
Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang
DITARGET: DPRD meminta eksekutif lebih serius dalam kelulusan siswa tahun ini. Tidak tanggung-tanggung tahun ini tingkat kelulusan ditarget 100 persen.

PROKAL.CO,  

DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah yang ada di lapangan, target 100 persen UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk semua SMP di Banjarbaru terus berjalan. 

***********

SEKRETARIS Panitia Pelaksana UNBK Banjarbaru, Simon menegaskan ke-14 SMP di kota ini sudah didaftarkan ke Puspendik dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Yang terlanjur mendaftar tak bisa mundur. Karena proses sinkronisasi jaringan sekolah dan Puspendik sedang berjalan," ujarnya. 

Diceritakannya, gagasan ini bukan dicetuskan Disdik, tapi bermula dari tantangan Puspendik. Alasan pusat, secara geografis medan Banjarbaru tidak seekstrem Kabupaten Banjar. SMP pinggiran yang terjauh sekalipun, masih bisa diakses lewat jalur darat. "Tak sampai menyeberang sungai atau pulau," jelasnya. 

Dalam surat edaran Mendikbud, disebut dua pasal. Pertama, bagi SMP yang minimal punya 20 unit komputer dan satu server harus melaksanakan UNBK. Kedua, bagi sekolah yang komputernya tak sampai 20 unit, menumpang ke sekolah tetangga yang mampu melaksanakan UNBK. 

Di Banjarbaru, disebutkan Simon, ada tiga SMP yang sanggup melaksanakan UNBK mandiri. Yakni SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 4. Sisanya harus menumpang ke SMP, SMA atau SMK terdekat yang fasilitas komputer, koneksi internet dan daya listriknya lebih memadai. 

Masalahnya, dalam rapat dengar pendapat antara kepala sekolah dengan Komisi I dan III di gedung dewan pekan lalu, terungkap banyak masalah. Contoh SMPN 11 yang menumpang ke SMAN 1, jaraknya hampir 20 kilometer. Dalam simulasi, banyak siswa yang telat datang ke sekolah karena masalah jarak. 

Itu belum terhitung SMP yang kekurangan komputer, kekurangan daya listrik, atau koneksi internetnya lemot. Hingga anggota dewan merekomendasikan agar hanya beberapa SMP saja yang melaksanakan UNBK, sisanya kembali ke sistem lama. Khawatirnya, siswa bakal menjadi korban dari ketidaksiapan pelaksanaan UNBK. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan SMP Disdik Banjarbaru, Fathusyar'i menceritakan, gagasan 100 persen ini juga bermula dari keluhan beberapa sekolah. Tahun lalu, hanya beberapa SMP yang melaksanakan UNBK. Sisanya masih bertahan dengan model lama, memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). 

Siswa-siswi dari SMP favorit yang terkenal berprestasi nilai ujiannya jeblok. Kalah dibanding sekolah pinggiran yang menggunakan LJK. Fathusyar'i menduga, ketimpangan nilai lantaran ujian berbasis online yang dikenal tak bisa diakali.

"Anda tahu sendiri, ada sekolah yang bikin tim pemenangan. Kecurangan dibuat rapi dan dalam sistem LJK itu perkara mudah," cecarnya. Karena itulah, menurutnya Banjarbaru tak pernah memperoleh nilai integritas dari Kemendikbud. "Jadi nilai integritas itulah yang dikejar. Dibanding nilai akademik, kejujuran jauh lebih penting," tegasnya. 

Disdik juga berani memasang target ambisius itu, lantaran semua Kepsek bersedia membubuhkan tanda tangan. Di atas surat pernyataan bahwa mereka sanggup mengawal UNBK serempak. 

Namun, cuma bermodal niat baik toh tidak cukup. Soal ini, Simon menyebutkan bakal ada bantuan 210 unit komputer dari Disdik. Bantuan difokuskan pada tiga SMP penyelenggaran UNBK mandiri. "Ditambah empat unit server dari pusat," tukasnya. 

Walaupun, jumlah bantuan itu masih dari kata cukup. Sebab, dari 14 SMP calon peserta uNBK mencapai 4.109 siswa. Untuk ini, Disdik menyiapkan rencana cadangan. "UNBK kami bikin dua gelombang. Tapi sekali lagi ini Plan B. Hanya dipakai ketika masalah yang benar-benar gawat muncul," pungkas Simon. (fud/ran/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 12:04

Kelas Inspirasi di Tiga Sekolah Sekaligus

BANJARBARU - Kelas Inspirasi, Selasa (21/11) kemarin diisi oleh tiga pimpinan perusahaan sekaligus di…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .