MANAGED BY:
RABU
26 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 20 Maret 2017 16:09
Fenomena Kos Bebas di Banjarmasin, dari Zenit, Miras sampai Transaksi Seks pun Ada
PERINGATAN: Salah satu kos mahasiswa pria di Jalan Hasan Basri memberikan peringatan tertulis kepada penghuni.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin sebagai kota yang memiliki slogan “Baiman” (bersih wan nyaman) yang menyiratkan kesan religus ternyata masih menyimpan kisah menarik di baliknya.

Salah satunya adalah mengenai fenomena kos yang masih saja memperbolehkan penempatan laki-laki dan perempuan dalam satu tempat. Padahal, hal tersebut sudah dilarang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Rumah Kos.

Radar Banjarmasin mencobai menemui RA (23). Ia adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri yang pernah tinggal di kos bebas campur yang lokasinya berada di Jalan Hasan Basri bagian ujung. Ia berbicara banyak hal mengenai pengalamannya tinggal di kos tersebut selama satu setengah tahun.

“Sebelumnya, aku tekankan dulu bahwa Banjarmasin itu keras,” ujar RA memulai pembicaraan. Lalu ia berbicara mengenai awal kedatangannya di Kota Banjarmasin untuk menjalani perkuliahan. “Waktu itu masih polos sama sekali, belum bisa minum apalagi main perempuan” tuturnya. Karena masih belum mempunyai tempat tinggal, ia mulai mencari-cari kos untuk ditempati. Ia mengajak salah satu temannya. “Kami kos berdua dalam satu kamar,” ujar mahasiswa asal Banjarbaru ini.

Ia menemukan salah satu kos yang dikira cocok di Jalan Hasan Basri. “Tempatnya bersih,” terangnya. Kemudian ia putuskan untuk tinggal di sana bersama temannya. Belum genap satu bulan ia merasa bingung ketika mendapati kosnya bercampur. “Di sebelah kamar ada binian (perempuan), di sampingnya lagi ada yang kayaknya berkeluarga,” jelasnya. Namun, ia memutuskan tetap tinggal di sana karena sudah terlanjur mengangkut semua barang. 

Genap satu bulan, teman sekamar RA yang berinisial WR memutuskan untuk pindah gara-gara tak tahan melihat aktivitas dalam kos tersebut. “Sarang maksiat katanya,” ujar RA. Namun, RA masih bertahan di sana. Jadi, ia tinggal seorang diri. Pembicaraan semakin menarik. “Setelah menjalani beberapa hari baru sadar kos ini bebas banar (sangat bebas),” ujarnya.

Ia menyaksikan sendiri beberapa penghui kos pria yang dengan terang-terangan membawa lawan jenis masuk ke dalam kamar. “Ternyata pengelola kos sendiri yang memperbolehkan hal tersebut,” tuturnya. Tak hanya itu, ia juga menerangkan aktivitas sewa-menyewa perempuan juga ada dalam tempat tersebut. “Dari mahasiswa

juga yang jadi agennya, mereka ibaratnya jual teman sendiri” tuturnya mengejutkan. Soal tarif sewa perempuan, ia menerangkan bervariasi. “Ada yang lima ratus ribu, ada yang satu juta,” tambahnya. Jika si pelanggan bisa merayu, tanpa bayar alias gratis pun bisa.

Selain dijadikan tempat esek-esek, RA menerangkan bahwa kos tersebut juga jadi sarang peredaran obat ilegal. “Zineth tahu ja lo? Nah di sana sering transaksi,” tuturnya. Selain peredaran obat terlarang, kos tersebut juga menjadi wadah bebas untuk minum-minuman keras.

Akibat tinggal di tempat tersebut, RA menerangkan bahwa dirinya sempat terjerumus dalam aktivitas tersebut. “Aku jadi kenal minuman keras dan perempuan di sana,” tuturnya. Tak tanggung-tanggung, ia mengonsumsi minuman keras itu setiap hari. (mr-149/tof)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 17:40

OTT Empat Pegawai Dinas Perizinan Banjar Diamankan Tim Saber Pungli

MARTAPURA - Tim Saber Pungli Polda Kalimantan Selatan kembali mengejutkan publik dengan operasi tangkap…

Selasa, 25 Juli 2017 17:38

MENCEKAM..!! Begini Kisah Lengkap Kerusuhan Lapas Kelas III Banjarbaru

BANJARBARU - Suasana Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru kemarin (24/7) malam mencekam. Berawal…

Selasa, 25 Juli 2017 17:22

Kisah Lengkap Tahanan Gantung Diri di Sel Isolasi

MARABAHAN - Warga binaan rumah tahanan (Rutan) Marabahan dibuat geger dengan ulah seorang tahanan yang…

Selasa, 25 Juli 2017 17:19

Lunasi Utang, Jualan Zenith

BANJARMASIN - Berdalih karena memiliki utang, Ahmad Fauzi alias Ipal (42) nekat menjadi penjual Zenith.…

Selasa, 25 Juli 2017 16:10

Tiga Warga Samarinda Diamankan di Tabalong Gara-gara ini

TANJUNG -Tiga pelaku asal Samarinda Provinsi Kalimantan Timur diamakan jajaran Polsek Jaro Kabupaten…

Senin, 24 Juli 2017 21:10

Napi Rusuh, Lapas Kelas III Banjarbaru Mencekam

BANJARBARU - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru malam ini (24/7) mencekam. Ratusan personil…

Senin, 24 Juli 2017 12:36
BREAKING NEWS

Napi Marabahan Gantung Diri di Sel Isolasi

MARABAHAN - warga binaan rumah tahanan (Rutan) Marabahan dibuat geger dengan ulah seorang narapidana…

Senin, 24 Juli 2017 12:21
BREAKING NEWS

Polda Kalsel Bongkar Jaringan Prostitusi Online Lintas Provinsi 

BANJARMASIN - Unit Resmob Polda Kalsel bersama Unit Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus…

Senin, 24 Juli 2017 10:53

YA AMPUN, Zenith Sudah Masuk Pedalaman Meratus

KOTABARU - Kata siapa pelosok desa di dalam pegunungan bersih? Buktinya, polisi menemukan ribuan butir…

Senin, 24 Juli 2017 10:25
BREAKING NEWS

BRAAK..! Tabrakan Beruntun di Jalan Ahmad Yani Kilometer 36

BANJARBARU - Terjadi tabrakan beruntun di Jalan Ahmad Yani kilometer 36 seberang Hotel Batung Batulis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .