MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 21 Maret 2017 11:46
Kiprah Windi Novianto, Pemuda yang Berdayakan Petani Jagung

Percaya Pesan Bung Karno, Pilih Jadi Petani Ketimbang Kerja Kantoran

BENAHI DESA: Windi Novanto, sulap banyak lahan tidur menjadi perkebunan jagung.

PROKAL.CO, Banyak pemuda yang memilih bekerja di kantor ketimbang menjadi seorang petani. Tapi anggapan itu tak berlaku bagi Windi Novianto. Meskipun bertitel sarjana, ia memilih menjadi petani. Bersama puluhan petani di Tanah Laut, ia mengembangkan lahan tidur menjadi perkebunan jagung.

----------------------------------------------------

TATAS DWI UTAMA, Gunung Raja

----------------------------------------------------

Hujan membasahi sepanjang jalan dari Banjarbaru menuju Bati-Bati, Tanah Laut, Minggu (19/3) pekan lalu. Namun hal itu tak menyurutkan langkah penulis mengunjungi perkebunan jagung di Desa Gunung Raja. Di lahan tersebut, seorang pemuda 28 tahun, Windi Novianto berkarya. Ia memberdayakan puluhan petani untuk bersama-sama mengembangkan lahan tidur menjadi perkebunan jagung.

Jalan menuju perkebunan jagung sebenarnya tidak terlalu jauh dari Jalan Ahmad Yani. Lokasi kebun tersebut tak jauh dari SDN Gunung Raja. Di sebelah sekolah tersebut ada jalan masuk beraspal. Aspal mulus masih bisa dirasakan sekitar 3 kilometer. Namun setelah itu harus masuk ke jalan tanah melewati perkebunan karet dan kelapa sawit. Karena penulis menggunakan mobil city car perjalanan lumayan sulit apalagi kawasan tersebut sedang diguyur hujan. Beruntung penulis dipandu langsung oleh Windi. Dalam rombongan penulis juga ikut serta kakak ipar yang kebetulan lama malang melintang di perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Barat dan Riau.

“Medan seperti ini belum ada apa-apanya,” celetuknya usai membantu memandu mobil penulis agar tak terjebak dikubangan lumpur.

Setelah perjalanan melalui jalan tanah yang cukup mendembarkan akhirnya penulis memasuki lahan luas yang ditanami jagung. Di tengah lahan ada pohon Akasia. Di sebelah pohon itulah didirikan semacam pondok dari kayu yang dijadikan tempat istirahat para petani.

“Kalau mau makan-makan di pondok juga bisa,” ucap Windi mengawali pembicaraan.

Di sekitar pondok ada puluhan karung jagung yang sudah dipanen. Menurut Windi, jagung itu sudah ada pembelinya yakni sebuah perusahaan pakan ternak di Tanah Laut.

Kepada penulis, alumni Prodi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat ini bercerita awal mula tertarik mengembangkan jagung khususnya jagung pakan. Awal mula usaha budidaya jagung pakan karena adanya pembangunan pabrik pakan ternak yang baru di Kabupaten Tanah Laut. Saat itu, Windi diminta mengerjakan penanaman tanaman untuk landscape di perusahaan tersebut.

“Saya berbincang dan dapat informasi dari perusahaan tersebut bahwa kebutuhan jagung pakan di Kalsel masih belum terpenuhi untuk kebutuhan pabrik pakan ternak yang ada, artinya ada potensi,” ucapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 11:52

Ekspedisi Islam 3: Habib Penjaga Kotabaru (habis)

  Situs makam Assyarif Al-Habib Husein menjadi makam keramat paling tertua di Kotabaru. Apabila…

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .