MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 24 Maret 2017 15:04
Berita Tanah Laut
Tiga Desa di Tanah Laut Siaga Serangan Bangkui

Tangkap Bangkui Putih Dapat 1 Juta

BERJAGA-Puluhan Warga dan aparat Polsek Batu Ampar serta pihak BKSDA sedang berjaga adanya gerombolan Bangkui memasuki perkebunan.

PROKAL.CO, Tiga Warga Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resah  dengan keberadaan beruk atau di Banua biasa disebut bangkui.  Jenis hewan yang menyerupai kera namun tidak berekor panjang itu suka menyerang warga yang sedang berkebun.

------------------------------------------------------------

ARDIAN HAIRIANSYAH, PELAIHARI

------------------------------------------------------------

Diketahui, ketiga desa itu diantaranya Desa Bluru, Desa Pantai Linuh di Kecamatan Batu Ampar dan Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin. Secara geografis ketiga desa itu sangat berdekatan dengan batas perkebunan karet dan sawit, baik itu lahan milik pribadi maupun milik perusahaan.

Kemunculan bangkui ini datang secara bergerombol yang berada di tengah perkebunan tersebut, dalam satu gerombolan itu dipenuhi baik bangkui dewasa maupun masih anak. Sehingga keberadaaan bangkui itu membuat warga tidak berani pergi ke kebun.

Slamet Purwadi (30) warga RT 7 Desa Bluru Kecamatan Batu Ampar menjadi korban keganasan bangkui tersebut bersama Istrinya Siti Fadilah.“Saya luka diterjang bangkui itu,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (22/5).

Dirinya menceritakan, saat itu dirinya sedang menyadah pohon karet pada pagi  dan secara tiba-tiba dari belakang datang dua ekor bangkui.  Satu bangkui menerjangnya sementara bangkui yang lain menunggu. Slamet pun bergumul dengan bangkui sembari berteriak-teriak minta tolong.   

“Leher saya mau digigit dan tangan saya dipelintir oleh bangkui,” jelasnya.

Beruntung, suara tolong tersebut didengar warga lain dan akhirnya bangkui berlari. Luka di punggung dan di tangan Slamet   harus mendapat perawatan dari petugas kesehatan. “Saya luka langsung ke mantri dan disuntik antibiotik,” ungkapnya.

Kejadian ini juga dialami oleh Supriyono warga RT 6 Desa Pantai Linuh. Namun dia masih beruntung saat diserang oleh bangkui karena sempat berlari manjauhi binatang primata tersebut.

“Saya lari, tak berani melawan hewan itu,” tandasnya.

Kejadian ini membuat Kepala Desa Pantai Linuh  M Ali Ma’ruf selama seminggu ini dipusingkan oleh keresahan warga dengan keberadaan Bangkui, sehingga dirinya membuat status desanya “siaga satu” terhadap keberadaan bangkui ini.

“Seratus ekor lebih ada berkeliaran di desa kami,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga membuat sayembara bagi warganya yang berhasil menangkap Bangkui ini, akan mendapat imbalan Rp 200 ribu dan jika menemukan bangkui berwarna putih akan mendapatkan imbalan Rp 1 Juta.

“Ada 7 ekor yang menyerang warga dan yang berwarna putih itu paling besar,” jelasnya.

Adanya bangkui ini juga sudah didengar oleh Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru dan Polsek Batu Ampar, dan jajarannya sudah melakukan penjagaan terhadap keberadaan bangkui ini.

Saragih salah satu Polisi Kehutanan BKSDA Kalsel menyebutkan, keberadaan Bangkui memasuki areal perkebunan warga ini, akibat kawasan yang menjadi tempat tinggalnya terusik. Lantaran hutan yang seharusnya menjadi habitat bangkui menjadi terganggu. Sehingga kelompok Bangkui ini mencari lokasi baru sebagai tempat tinggal.

“Ini semua ulah manusia sendiri,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Pantai Linuh masih melakukan pencarian, bahkan malam hari perburuan juga dilakukan  warga. (ard/ay/ran) 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 18:15

Kala Para Guru Honorer di Balangan Harus Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Tampil di depan kelas sebagai penyelamat sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Namun, penghasilan…

Sabtu, 24 Februari 2018 18:07

Ini Nih Perempuan-Perempuan Penggiat MMA di Banjarmasin

Mixed Martial Arts (MMA). Seni bela diri gabungan yang belakangan mulai digandrungi warga Banjarmasin.…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Kisah Perajin Tajau yang Hanya Tersisa Satu di Banjarmasin

Gentong penampungan air yang terbuat dari pasir dan campuran semen atau biasa disebut dengan tajau masih…

Kamis, 22 Februari 2018 12:55

Khairil Azhar, Pendonor Darah 112 Kali, Diungdang Presiden ke Istana Negara

Khairil Azhar tak menyangka bisa bertemu presiden. Dia diungdang ke Istana Negara Bogor, Desember 2017…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Kala Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir Pulang Kampung

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kedatangan tamu tak biasa. Kemarin (20/2) kampus tertua di Banua…

Rabu, 21 Februari 2018 11:10

Kisah Bengkel Asal Banua Anyar yang Mereplika Supercar

Lamborghini Aventador dibandrol Rp11,8 miliar. Agus Cahyo mereplikasi supercar itu hanya dengan Rp350…

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .