MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 24 Maret 2017 15:04
Berita Tanah Laut
Tiga Desa di Tanah Laut Siaga Serangan Bangkui

Tangkap Bangkui Putih Dapat 1 Juta

BERJAGA-Puluhan Warga dan aparat Polsek Batu Ampar serta pihak BKSDA sedang berjaga adanya gerombolan Bangkui memasuki perkebunan.

PROKAL.CO, Tiga Warga Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resah  dengan keberadaan beruk atau di Banua biasa disebut bangkui.  Jenis hewan yang menyerupai kera namun tidak berekor panjang itu suka menyerang warga yang sedang berkebun.

------------------------------------------------------------

ARDIAN HAIRIANSYAH, PELAIHARI

------------------------------------------------------------

Diketahui, ketiga desa itu diantaranya Desa Bluru, Desa Pantai Linuh di Kecamatan Batu Ampar dan Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin. Secara geografis ketiga desa itu sangat berdekatan dengan batas perkebunan karet dan sawit, baik itu lahan milik pribadi maupun milik perusahaan.

Kemunculan bangkui ini datang secara bergerombol yang berada di tengah perkebunan tersebut, dalam satu gerombolan itu dipenuhi baik bangkui dewasa maupun masih anak. Sehingga keberadaaan bangkui itu membuat warga tidak berani pergi ke kebun.

Slamet Purwadi (30) warga RT 7 Desa Bluru Kecamatan Batu Ampar menjadi korban keganasan bangkui tersebut bersama Istrinya Siti Fadilah.“Saya luka diterjang bangkui itu,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (22/5).

Dirinya menceritakan, saat itu dirinya sedang menyadah pohon karet pada pagi  dan secara tiba-tiba dari belakang datang dua ekor bangkui.  Satu bangkui menerjangnya sementara bangkui yang lain menunggu. Slamet pun bergumul dengan bangkui sembari berteriak-teriak minta tolong.   

“Leher saya mau digigit dan tangan saya dipelintir oleh bangkui,” jelasnya.

Beruntung, suara tolong tersebut didengar warga lain dan akhirnya bangkui berlari. Luka di punggung dan di tangan Slamet   harus mendapat perawatan dari petugas kesehatan. “Saya luka langsung ke mantri dan disuntik antibiotik,” ungkapnya.

Kejadian ini juga dialami oleh Supriyono warga RT 6 Desa Pantai Linuh. Namun dia masih beruntung saat diserang oleh bangkui karena sempat berlari manjauhi binatang primata tersebut.

“Saya lari, tak berani melawan hewan itu,” tandasnya.

Kejadian ini membuat Kepala Desa Pantai Linuh  M Ali Ma’ruf selama seminggu ini dipusingkan oleh keresahan warga dengan keberadaan Bangkui, sehingga dirinya membuat status desanya “siaga satu” terhadap keberadaan bangkui ini.

“Seratus ekor lebih ada berkeliaran di desa kami,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga membuat sayembara bagi warganya yang berhasil menangkap Bangkui ini, akan mendapat imbalan Rp 200 ribu dan jika menemukan bangkui berwarna putih akan mendapatkan imbalan Rp 1 Juta.

“Ada 7 ekor yang menyerang warga dan yang berwarna putih itu paling besar,” jelasnya.

Adanya bangkui ini juga sudah didengar oleh Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru dan Polsek Batu Ampar, dan jajarannya sudah melakukan penjagaan terhadap keberadaan bangkui ini.

Saragih salah satu Polisi Kehutanan BKSDA Kalsel menyebutkan, keberadaan Bangkui memasuki areal perkebunan warga ini, akibat kawasan yang menjadi tempat tinggalnya terusik. Lantaran hutan yang seharusnya menjadi habitat bangkui menjadi terganggu. Sehingga kelompok Bangkui ini mencari lokasi baru sebagai tempat tinggal.

“Ini semua ulah manusia sendiri,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Pantai Linuh masih melakukan pencarian, bahkan malam hari perburuan juga dilakukan  warga. (ard/ay/ran) 


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .