MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 24 Maret 2017 15:04
Berita Tanah Laut
Tiga Desa di Tanah Laut Siaga Serangan Bangkui

Tangkap Bangkui Putih Dapat 1 Juta

BERJAGA-Puluhan Warga dan aparat Polsek Batu Ampar serta pihak BKSDA sedang berjaga adanya gerombolan Bangkui memasuki perkebunan.

PROKAL.CO, Tiga Warga Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resah  dengan keberadaan beruk atau di Banua biasa disebut bangkui.  Jenis hewan yang menyerupai kera namun tidak berekor panjang itu suka menyerang warga yang sedang berkebun.

------------------------------------------------------------

ARDIAN HAIRIANSYAH, PELAIHARI

------------------------------------------------------------

Diketahui, ketiga desa itu diantaranya Desa Bluru, Desa Pantai Linuh di Kecamatan Batu Ampar dan Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin. Secara geografis ketiga desa itu sangat berdekatan dengan batas perkebunan karet dan sawit, baik itu lahan milik pribadi maupun milik perusahaan.

Kemunculan bangkui ini datang secara bergerombol yang berada di tengah perkebunan tersebut, dalam satu gerombolan itu dipenuhi baik bangkui dewasa maupun masih anak. Sehingga keberadaaan bangkui itu membuat warga tidak berani pergi ke kebun.

Slamet Purwadi (30) warga RT 7 Desa Bluru Kecamatan Batu Ampar menjadi korban keganasan bangkui tersebut bersama Istrinya Siti Fadilah.“Saya luka diterjang bangkui itu,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (22/5).

Dirinya menceritakan, saat itu dirinya sedang menyadah pohon karet pada pagi  dan secara tiba-tiba dari belakang datang dua ekor bangkui.  Satu bangkui menerjangnya sementara bangkui yang lain menunggu. Slamet pun bergumul dengan bangkui sembari berteriak-teriak minta tolong.   

“Leher saya mau digigit dan tangan saya dipelintir oleh bangkui,” jelasnya.

Beruntung, suara tolong tersebut didengar warga lain dan akhirnya bangkui berlari. Luka di punggung dan di tangan Slamet   harus mendapat perawatan dari petugas kesehatan. “Saya luka langsung ke mantri dan disuntik antibiotik,” ungkapnya.

Kejadian ini juga dialami oleh Supriyono warga RT 6 Desa Pantai Linuh. Namun dia masih beruntung saat diserang oleh bangkui karena sempat berlari manjauhi binatang primata tersebut.

“Saya lari, tak berani melawan hewan itu,” tandasnya.

Kejadian ini membuat Kepala Desa Pantai Linuh  M Ali Ma’ruf selama seminggu ini dipusingkan oleh keresahan warga dengan keberadaan Bangkui, sehingga dirinya membuat status desanya “siaga satu” terhadap keberadaan bangkui ini.

“Seratus ekor lebih ada berkeliaran di desa kami,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga membuat sayembara bagi warganya yang berhasil menangkap Bangkui ini, akan mendapat imbalan Rp 200 ribu dan jika menemukan bangkui berwarna putih akan mendapatkan imbalan Rp 1 Juta.

“Ada 7 ekor yang menyerang warga dan yang berwarna putih itu paling besar,” jelasnya.

Adanya bangkui ini juga sudah didengar oleh Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru dan Polsek Batu Ampar, dan jajarannya sudah melakukan penjagaan terhadap keberadaan bangkui ini.

Saragih salah satu Polisi Kehutanan BKSDA Kalsel menyebutkan, keberadaan Bangkui memasuki areal perkebunan warga ini, akibat kawasan yang menjadi tempat tinggalnya terusik. Lantaran hutan yang seharusnya menjadi habitat bangkui menjadi terganggu. Sehingga kelompok Bangkui ini mencari lokasi baru sebagai tempat tinggal.

“Ini semua ulah manusia sendiri,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Pantai Linuh masih melakukan pencarian, bahkan malam hari perburuan juga dilakukan  warga. (ard/ay/ran) 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Senin, 09 Oktober 2017 14:47

Kala Warga Berjuang Selamatkan Bekantan yang Terjebak di Pohon

Seekor Bekantan (Nasalis Larvatus) terkulai lemah di rumah salah satu warga di Komplek Berlian 4, Keluarahan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:57

Kasus Sengketa Makam Ulama di HSU, Makam Dibongkar, Nama Diubah

Makam tua di depan Masjid Jami Sungai Banar Kecamatan Amuntai Selatan menjadi sengketa warga sekitar.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:44

Usaha Merebut Hati Masyarakat Melalui Bhabinkamtibmas

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas jadi andalan kepolisian…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:08

Kala Penyandang Difabel Mendapatkan Hak Bekerja

Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebut kaum difabel memiliki hak untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .