MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 28 Maret 2017 20:17
Kala Penggemar Love Bird Adakan Pameran

Sarana Penghilang Stres, Harganya Capai Jutaan Rupiah Per Ekor

PROKAL.CO, Komunitas hewan peliharaan di Banjarmasin semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Komunitas Love Bird Indonesia (KLI) DA Banjarmasin. Mengklaim memiliki ribuan anggota penggemar love bird, komunitas ini tampil di Siring Tendean Banjarmasin.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Love bird memang burung yang mempesona. Betapa tidak, walaupun berpostur mungil dan mini, ternyata keindahan love bird terletak pada corak warnanya. Menurut Dion,Ketua Panitia Pameran Love Bird Beauty, semakin beragam gradasi warnanya, maka makin mahal pula harga jualnya. “Kalau yang kami pamerkan ini, paling mahal ada yang seharga Rp15 jutaan per ekor.

Ditawarkan seharga tersebut lantaran punya corak warna yang sangat mencolok, beragam, serta memiliki bentuk kepala yang bulat sempurna,” ungkap Dion yang juga aktif dalam kepengurusan KLI DA Banjarmasin, kemarin (26/3).

Dion menuturkan dalam setiap kontes love bird, indikator penilaian memang menitikberatkan pada corak warna. Namun, di kontes lainnya, love bird juga kerap dinilai dari kicauannya. “Bahkan, ada beberapa kontes yang khusus mempertandingkan keindahan kicauan love bird. Kalau jenis ini, tentunya sang burung cinta harus rajin dilatih berkicau,” ujarnya.

Untuk saat ini, menurutnya belum ada seorangpun komunitas KLI DA Banjarmasin yang berhasil menang di ajang kontes keindahan maupun kontes kicauan love bird tingkat nasional. Pasalnya, dikatakan Dion, persaingannya sangat sengit. “Para penggemar love bird di Pulau Jawa memang sulit dikalahkan. Mereka memiliki berbagai varian love bird yang terbilang multi talenta. Yakni, bagus secara corak bulunya, serta pandai berkicau,” sambung Dion.

Kendatipun demikian, Dion optimistis ke depan akan ada anggota komunitas KLI DA Banjarmasin yang bisa memenangkan kontes love bird berskala nasional maupun internasional. “Oleh karena itulah, persiapan demi persiapan kami lakukan mulai sekarang.

Mulai dari mengembangkan penangkaran, pembibitan, hingga penelitian nutrisi. Sehingga, ke depan love bird yang dikembangkan oleh KLI DA Banjarmasin mampu menembus kontes nasional maupun internasional. Ini juga jadi upaya kami untuk melesatkan harga jual love bird, terutama bibit unggul,” tuturnya.

Untuk memelihara love bird, dikatakan Dion tidak susah. Karena, hanya dikasih makan berupa milet (sejenis pakan burung berukuran seperti biji-bijian), racikan sayuran, dan aneka nutrisi yang bisa dengan mudah diperoleh di pasar hewan peliharaan.

“Tinggal kesungguhan dan konsistensi sang pemilik love bird, kalau rajin dikasih makan yang bergizi, maka burungnya akan tumbuh sehat dengan corak warna yang menarik. Yang paling penting, love bird jangan dibiarkan kehujanan, nanti bisa sakit dan cepat mati,” ingatnya.

Di sisi lain, Yanto, salah satu pehobi love bird mengaku baru-baru saja mengenal burung yang kerap diartikan sebagai Burung Cinta itu. “Awalnya ya biasa saja. Tapi, lama kelamaan kalau memandangi love bird ternyata asyik juga. Bulunya yang beraneka ragam warna membuat mata dan pikiran jadi teduh. Inilah salah satu sarana penghilang stress,” tandasnya.(oza/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .