MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 28 Maret 2017 20:17
Kala Penggemar Love Bird Adakan Pameran

Sarana Penghilang Stres, Harganya Capai Jutaan Rupiah Per Ekor

PROKAL.CO, Komunitas hewan peliharaan di Banjarmasin semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Komunitas Love Bird Indonesia (KLI) DA Banjarmasin. Mengklaim memiliki ribuan anggota penggemar love bird, komunitas ini tampil di Siring Tendean Banjarmasin.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Love bird memang burung yang mempesona. Betapa tidak, walaupun berpostur mungil dan mini, ternyata keindahan love bird terletak pada corak warnanya. Menurut Dion,Ketua Panitia Pameran Love Bird Beauty, semakin beragam gradasi warnanya, maka makin mahal pula harga jualnya. “Kalau yang kami pamerkan ini, paling mahal ada yang seharga Rp15 jutaan per ekor.

Ditawarkan seharga tersebut lantaran punya corak warna yang sangat mencolok, beragam, serta memiliki bentuk kepala yang bulat sempurna,” ungkap Dion yang juga aktif dalam kepengurusan KLI DA Banjarmasin, kemarin (26/3).

Dion menuturkan dalam setiap kontes love bird, indikator penilaian memang menitikberatkan pada corak warna. Namun, di kontes lainnya, love bird juga kerap dinilai dari kicauannya. “Bahkan, ada beberapa kontes yang khusus mempertandingkan keindahan kicauan love bird. Kalau jenis ini, tentunya sang burung cinta harus rajin dilatih berkicau,” ujarnya.

Untuk saat ini, menurutnya belum ada seorangpun komunitas KLI DA Banjarmasin yang berhasil menang di ajang kontes keindahan maupun kontes kicauan love bird tingkat nasional. Pasalnya, dikatakan Dion, persaingannya sangat sengit. “Para penggemar love bird di Pulau Jawa memang sulit dikalahkan. Mereka memiliki berbagai varian love bird yang terbilang multi talenta. Yakni, bagus secara corak bulunya, serta pandai berkicau,” sambung Dion.

Kendatipun demikian, Dion optimistis ke depan akan ada anggota komunitas KLI DA Banjarmasin yang bisa memenangkan kontes love bird berskala nasional maupun internasional. “Oleh karena itulah, persiapan demi persiapan kami lakukan mulai sekarang.

Mulai dari mengembangkan penangkaran, pembibitan, hingga penelitian nutrisi. Sehingga, ke depan love bird yang dikembangkan oleh KLI DA Banjarmasin mampu menembus kontes nasional maupun internasional. Ini juga jadi upaya kami untuk melesatkan harga jual love bird, terutama bibit unggul,” tuturnya.

Untuk memelihara love bird, dikatakan Dion tidak susah. Karena, hanya dikasih makan berupa milet (sejenis pakan burung berukuran seperti biji-bijian), racikan sayuran, dan aneka nutrisi yang bisa dengan mudah diperoleh di pasar hewan peliharaan.

“Tinggal kesungguhan dan konsistensi sang pemilik love bird, kalau rajin dikasih makan yang bergizi, maka burungnya akan tumbuh sehat dengan corak warna yang menarik. Yang paling penting, love bird jangan dibiarkan kehujanan, nanti bisa sakit dan cepat mati,” ingatnya.

Di sisi lain, Yanto, salah satu pehobi love bird mengaku baru-baru saja mengenal burung yang kerap diartikan sebagai Burung Cinta itu. “Awalnya ya biasa saja. Tapi, lama kelamaan kalau memandangi love bird ternyata asyik juga. Bulunya yang beraneka ragam warna membuat mata dan pikiran jadi teduh. Inilah salah satu sarana penghilang stress,” tandasnya.(oza/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .