MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 17:28
Ketika Sopir Angkut Barang Tergerus, Harus Punya Siasat untuk Bertahan
BERTAHAN: Agus dan mobil pikap angkutannya saat mangkal di jalan Adyaksa Banjarmasin.

PROKAL.CO, Menjadi sopir angkutan barang bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi membuat kaya bagi Agus. Namun, ketika semuanya serba susah, ia harus tetap bersyukur dengan profesi ini.

---------------------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Agus sering mangkal di Jalan Adhyaksa. Tepatnya di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel. Sudah lebih tujuh tahun ia menempati tempat tersebut untuk menggantungkan hidup sebagai sopir angkutan barang.

Ketika penulis menyambanginya, terlihat ia sedang mendengarkan saluran radio kesukaannya sambil memandangi jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan bermotor. “Radio ini yang sering menemani,” ceritanya. Musik dangdut terdengar mengalun dari radio mobil pikapnya.

Sehari-harinya, ia mengangkut barang-barang masyarakat yang akan pindah rumah dan material bangunan. “Tapi yang paling banyak biasanya mengangkut material bangunan,” tuturnya. Menurutnya, menjadi sopir angkutan di zaman sekarang, bukanlah perkara mudah.

Agus menuturkan, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih membeli transportasi pribadi. “Coba kita lihat, sudah banyak orang yang memakai motor dan mobil, soalnya biaya kredit murah dan mudah, ” jelasnya.
Dulu, ketika masyarakat belum banyak mengenal sistem kredit, usahanya mengangkut barang cukup ramai. “Dulu sering angkut barang orang sampai lebih tiga kali tarikan sehari,” paparnya.

Satu kali angkut, Agus biasanya memasang tarif sebesar Rp 75 ribu. “Sekarang, mencari dua kali angkutan saja susah. Bahkan ada yang tidak dapat angkutan sama sekali,” ceritanya.

Hasil yang ia dapatkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Asal cukup untuk makan cukuplah,” tambahnya. Selain kebutuhan sehari-hari ia juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan pajak mobil.

Namun, Agus tak kenal dengan kata menyerah. Ia teringat pesan orang tuanya. “Kamu jangan bangga punya keluarga kaya dan punya uang, banggalah saat kamu yang punya uang,” tiru Agus mengutif ucapan orang tuanya. Pesan tersebut terus diingatnya sampai sekarang agar terus bertahan hidup.

Mengatasi sepinya angkutan tersebut, Agus mempunyai siasat untuk mencari relasi lebih banyak. “Hubungan harus dijaga baik-baik,” tuturnya. Hasilnya, ada saja yang memanggil Agus untuk mengangkut keperluan barang mereka. “Hidup harus punya siasat agar bisa bertahan,” jelasnya.

Sampai sekarang, ia sudah mempunyai banyak relasi. Dari kuli bangunan sampai dengan beberapa pengusaha skala menengah ia kenal. Hal tersebut menurut Agus adalah untuk kebaikannya ke depan. “Siapa tahu orang memerlukan jasa kita,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 13:35

Ekspedisi Islam Jilid III; Bubur Legenda Masjid Sultan Suriansyah (Bagian 2)

Bubur Ayam Khas Banjar yang acap kali jadi santapan khas buka di Masjid Sultan Suriansyah mempunyai…

Sabtu, 27 Mei 2017 08:48

Ekspedisi Islam Jilid III; Tradisi Rumpi Jelang Berbuka di Tanah “Merdeka” (Bagian 1)

Setelah sukses melakukan Ekspedisi Islam di Kawasan Pesisir pada Ramadan lalu, kini Ekspedisi Islam…

Minggu, 14 Mei 2017 17:31

EKSLUSIF, Wawancara dengan Ajeng, Teman Dekat Siswa yang Tewas Bunuh Diri

Ajeng Siti Aisyah bersedia berbagi kisahnya secara ekslusif kepada Radar Banjarmasin. Ajeng adalah pacar…

Sabtu, 06 Mei 2017 16:34

Curahan Hati Jawara Paper Competition UMY Asal Banjarbaru, Susahnya Berprestasi di Negeri Joget

Gabrielle dan Fatima merasa bahagia sekaligus getir. Satu sisi memenangi kompetisi bergengsi. Sisi lain…

Rabu, 03 Mei 2017 18:28

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Bernostalgia di Sekolahnya

"Dulu saya pernah bersekolah di sini," kata Anang Syakhfiani. Bupati Tabalong ini bercerita kepada puluhan…

Selasa, 02 Mei 2017 16:14

Kala Buruh Bikin Agenda Tak Biasa di May Day

Ada yang berbeda pada peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei, kemarin. DPW Kofenderasi Serikat Pekerja…

Minggu, 30 April 2017 16:51

Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju…

Sabtu, 29 April 2017 12:50

Melihat Indahnya Masjid Agung Al-Falah di Batulicin

Mengunjungi masjid dengan gaya arsitektur timur tengah tidak perlu ke Arab. Di Batulicin sudah berdiri…

Sabtu, 29 April 2017 12:34

Lihat Nih Aksi Nyentrik Aiptu Mujianto, Acara Nikahan Jadi Heboh

Masih ingat dengan polisi yang suka bagi-bagikan sembako ke fakir miskin? Usai ledakan popularitasnya…

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .