MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 17:28
Ketika Sopir Angkut Barang Tergerus, Harus Punya Siasat untuk Bertahan
BERTAHAN: Agus dan mobil pikap angkutannya saat mangkal di jalan Adyaksa Banjarmasin.

PROKAL.CO, Menjadi sopir angkutan barang bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi membuat kaya bagi Agus. Namun, ketika semuanya serba susah, ia harus tetap bersyukur dengan profesi ini.

---------------------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Agus sering mangkal di Jalan Adhyaksa. Tepatnya di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel. Sudah lebih tujuh tahun ia menempati tempat tersebut untuk menggantungkan hidup sebagai sopir angkutan barang.

Ketika penulis menyambanginya, terlihat ia sedang mendengarkan saluran radio kesukaannya sambil memandangi jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan bermotor. “Radio ini yang sering menemani,” ceritanya. Musik dangdut terdengar mengalun dari radio mobil pikapnya.

Sehari-harinya, ia mengangkut barang-barang masyarakat yang akan pindah rumah dan material bangunan. “Tapi yang paling banyak biasanya mengangkut material bangunan,” tuturnya. Menurutnya, menjadi sopir angkutan di zaman sekarang, bukanlah perkara mudah.

Agus menuturkan, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih membeli transportasi pribadi. “Coba kita lihat, sudah banyak orang yang memakai motor dan mobil, soalnya biaya kredit murah dan mudah, ” jelasnya.
Dulu, ketika masyarakat belum banyak mengenal sistem kredit, usahanya mengangkut barang cukup ramai. “Dulu sering angkut barang orang sampai lebih tiga kali tarikan sehari,” paparnya.

Satu kali angkut, Agus biasanya memasang tarif sebesar Rp 75 ribu. “Sekarang, mencari dua kali angkutan saja susah. Bahkan ada yang tidak dapat angkutan sama sekali,” ceritanya.

Hasil yang ia dapatkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Asal cukup untuk makan cukuplah,” tambahnya. Selain kebutuhan sehari-hari ia juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan pajak mobil.

Namun, Agus tak kenal dengan kata menyerah. Ia teringat pesan orang tuanya. “Kamu jangan bangga punya keluarga kaya dan punya uang, banggalah saat kamu yang punya uang,” tiru Agus mengutif ucapan orang tuanya. Pesan tersebut terus diingatnya sampai sekarang agar terus bertahan hidup.

Mengatasi sepinya angkutan tersebut, Agus mempunyai siasat untuk mencari relasi lebih banyak. “Hubungan harus dijaga baik-baik,” tuturnya. Hasilnya, ada saja yang memanggil Agus untuk mengangkut keperluan barang mereka. “Hidup harus punya siasat agar bisa bertahan,” jelasnya.

Sampai sekarang, ia sudah mempunyai banyak relasi. Dari kuli bangunan sampai dengan beberapa pengusaha skala menengah ia kenal. Hal tersebut menurut Agus adalah untuk kebaikannya ke depan. “Siapa tahu orang memerlukan jasa kita,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…

Kamis, 16 November 2017 11:52

Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 4 dan 5 Banjarbaru

Kelas Inspirasi Rabu (15/11) kemarin dilaksanakan di dua sekolah sekaligus, yaitu di SMPN 4 Banjarbaru…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .