MANAGED BY:
KAMIS
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 17:28
Ketika Sopir Angkut Barang Tergerus, Harus Punya Siasat untuk Bertahan
BERTAHAN: Agus dan mobil pikap angkutannya saat mangkal di jalan Adyaksa Banjarmasin.

PROKAL.CO, Menjadi sopir angkutan barang bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi membuat kaya bagi Agus. Namun, ketika semuanya serba susah, ia harus tetap bersyukur dengan profesi ini.

---------------------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Agus sering mangkal di Jalan Adhyaksa. Tepatnya di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel. Sudah lebih tujuh tahun ia menempati tempat tersebut untuk menggantungkan hidup sebagai sopir angkutan barang.

Ketika penulis menyambanginya, terlihat ia sedang mendengarkan saluran radio kesukaannya sambil memandangi jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan bermotor. “Radio ini yang sering menemani,” ceritanya. Musik dangdut terdengar mengalun dari radio mobil pikapnya.

Sehari-harinya, ia mengangkut barang-barang masyarakat yang akan pindah rumah dan material bangunan. “Tapi yang paling banyak biasanya mengangkut material bangunan,” tuturnya. Menurutnya, menjadi sopir angkutan di zaman sekarang, bukanlah perkara mudah.

Agus menuturkan, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih membeli transportasi pribadi. “Coba kita lihat, sudah banyak orang yang memakai motor dan mobil, soalnya biaya kredit murah dan mudah, ” jelasnya.
Dulu, ketika masyarakat belum banyak mengenal sistem kredit, usahanya mengangkut barang cukup ramai. “Dulu sering angkut barang orang sampai lebih tiga kali tarikan sehari,” paparnya.

Satu kali angkut, Agus biasanya memasang tarif sebesar Rp 75 ribu. “Sekarang, mencari dua kali angkutan saja susah. Bahkan ada yang tidak dapat angkutan sama sekali,” ceritanya.

Hasil yang ia dapatkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Asal cukup untuk makan cukuplah,” tambahnya. Selain kebutuhan sehari-hari ia juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan pajak mobil.

Namun, Agus tak kenal dengan kata menyerah. Ia teringat pesan orang tuanya. “Kamu jangan bangga punya keluarga kaya dan punya uang, banggalah saat kamu yang punya uang,” tiru Agus mengutif ucapan orang tuanya. Pesan tersebut terus diingatnya sampai sekarang agar terus bertahan hidup.

Mengatasi sepinya angkutan tersebut, Agus mempunyai siasat untuk mencari relasi lebih banyak. “Hubungan harus dijaga baik-baik,” tuturnya. Hasilnya, ada saja yang memanggil Agus untuk mengangkut keperluan barang mereka. “Hidup harus punya siasat agar bisa bertahan,” jelasnya.

Sampai sekarang, ia sudah mempunyai banyak relasi. Dari kuli bangunan sampai dengan beberapa pengusaha skala menengah ia kenal. Hal tersebut menurut Agus adalah untuk kebaikannya ke depan. “Siapa tahu orang memerlukan jasa kita,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .