MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 17:28
Ketika Sopir Angkut Barang Tergerus, Harus Punya Siasat untuk Bertahan
BERTAHAN: Agus dan mobil pikap angkutannya saat mangkal di jalan Adyaksa Banjarmasin.

PROKAL.CO, Menjadi sopir angkutan barang bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi membuat kaya bagi Agus. Namun, ketika semuanya serba susah, ia harus tetap bersyukur dengan profesi ini.

---------------------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Agus sering mangkal di Jalan Adhyaksa. Tepatnya di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel. Sudah lebih tujuh tahun ia menempati tempat tersebut untuk menggantungkan hidup sebagai sopir angkutan barang.

Ketika penulis menyambanginya, terlihat ia sedang mendengarkan saluran radio kesukaannya sambil memandangi jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan bermotor. “Radio ini yang sering menemani,” ceritanya. Musik dangdut terdengar mengalun dari radio mobil pikapnya.

Sehari-harinya, ia mengangkut barang-barang masyarakat yang akan pindah rumah dan material bangunan. “Tapi yang paling banyak biasanya mengangkut material bangunan,” tuturnya. Menurutnya, menjadi sopir angkutan di zaman sekarang, bukanlah perkara mudah.

Agus menuturkan, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih membeli transportasi pribadi. “Coba kita lihat, sudah banyak orang yang memakai motor dan mobil, soalnya biaya kredit murah dan mudah, ” jelasnya.
Dulu, ketika masyarakat belum banyak mengenal sistem kredit, usahanya mengangkut barang cukup ramai. “Dulu sering angkut barang orang sampai lebih tiga kali tarikan sehari,” paparnya.

Satu kali angkut, Agus biasanya memasang tarif sebesar Rp 75 ribu. “Sekarang, mencari dua kali angkutan saja susah. Bahkan ada yang tidak dapat angkutan sama sekali,” ceritanya.

Hasil yang ia dapatkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Asal cukup untuk makan cukuplah,” tambahnya. Selain kebutuhan sehari-hari ia juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan pajak mobil.

Namun, Agus tak kenal dengan kata menyerah. Ia teringat pesan orang tuanya. “Kamu jangan bangga punya keluarga kaya dan punya uang, banggalah saat kamu yang punya uang,” tiru Agus mengutif ucapan orang tuanya. Pesan tersebut terus diingatnya sampai sekarang agar terus bertahan hidup.

Mengatasi sepinya angkutan tersebut, Agus mempunyai siasat untuk mencari relasi lebih banyak. “Hubungan harus dijaga baik-baik,” tuturnya. Hasilnya, ada saja yang memanggil Agus untuk mengangkut keperluan barang mereka. “Hidup harus punya siasat agar bisa bertahan,” jelasnya.

Sampai sekarang, ia sudah mempunyai banyak relasi. Dari kuli bangunan sampai dengan beberapa pengusaha skala menengah ia kenal. Hal tersebut menurut Agus adalah untuk kebaikannya ke depan. “Siapa tahu orang memerlukan jasa kita,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .