MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 17:28
Ketika Sopir Angkut Barang Tergerus, Harus Punya Siasat untuk Bertahan
BERTAHAN: Agus dan mobil pikap angkutannya saat mangkal di jalan Adyaksa Banjarmasin.

PROKAL.CO, Menjadi sopir angkutan barang bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi membuat kaya bagi Agus. Namun, ketika semuanya serba susah, ia harus tetap bersyukur dengan profesi ini.

---------------------------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Agus sering mangkal di Jalan Adhyaksa. Tepatnya di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel. Sudah lebih tujuh tahun ia menempati tempat tersebut untuk menggantungkan hidup sebagai sopir angkutan barang.

Ketika penulis menyambanginya, terlihat ia sedang mendengarkan saluran radio kesukaannya sambil memandangi jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan bermotor. “Radio ini yang sering menemani,” ceritanya. Musik dangdut terdengar mengalun dari radio mobil pikapnya.

Sehari-harinya, ia mengangkut barang-barang masyarakat yang akan pindah rumah dan material bangunan. “Tapi yang paling banyak biasanya mengangkut material bangunan,” tuturnya. Menurutnya, menjadi sopir angkutan di zaman sekarang, bukanlah perkara mudah.

Agus menuturkan, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih membeli transportasi pribadi. “Coba kita lihat, sudah banyak orang yang memakai motor dan mobil, soalnya biaya kredit murah dan mudah, ” jelasnya.
Dulu, ketika masyarakat belum banyak mengenal sistem kredit, usahanya mengangkut barang cukup ramai. “Dulu sering angkut barang orang sampai lebih tiga kali tarikan sehari,” paparnya.

Satu kali angkut, Agus biasanya memasang tarif sebesar Rp 75 ribu. “Sekarang, mencari dua kali angkutan saja susah. Bahkan ada yang tidak dapat angkutan sama sekali,” ceritanya.

Hasil yang ia dapatkan biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Asal cukup untuk makan cukuplah,” tambahnya. Selain kebutuhan sehari-hari ia juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan pajak mobil.

Namun, Agus tak kenal dengan kata menyerah. Ia teringat pesan orang tuanya. “Kamu jangan bangga punya keluarga kaya dan punya uang, banggalah saat kamu yang punya uang,” tiru Agus mengutif ucapan orang tuanya. Pesan tersebut terus diingatnya sampai sekarang agar terus bertahan hidup.

Mengatasi sepinya angkutan tersebut, Agus mempunyai siasat untuk mencari relasi lebih banyak. “Hubungan harus dijaga baik-baik,” tuturnya. Hasilnya, ada saja yang memanggil Agus untuk mengangkut keperluan barang mereka. “Hidup harus punya siasat agar bisa bertahan,” jelasnya.

Sampai sekarang, ia sudah mempunyai banyak relasi. Dari kuli bangunan sampai dengan beberapa pengusaha skala menengah ia kenal. Hal tersebut menurut Agus adalah untuk kebaikannya ke depan. “Siapa tahu orang memerlukan jasa kita,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .