MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 22:10
Kisah Suami Istri Pembuat Gula Merah di Desa Kaliring Dalam

Keterampilan yang Dikuasai Turun-temurun

MEMBUAT GULA MERAH: Siti Munawarah mengaduk bahan gula merah dan memasukkannya ke dalam cetakan.

PROKAL.CO, Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi salah satu daerah pembuat gula merah secara tradisional. Berbahan bakunya diambil dari air nira atau aren yang keberadaannya memang berlimpah di daerah ini.

SALAHUDIN, Kandangan

SALAH satu pembuatan gula merah tradisional di Kabupaten HSS terdapat di Kecamatan Padang Batung. Tidak terkecuali Desa Kaliring Dalam yang ditekuni sepasang suami istri bernama Siti Munawarah (39) dan Sakerani (43).
Sore Selasa (28/3) lalu penulis sengaja berkunjung untuk melihat bagaimana cara Munawarah membuat gula merah yang ditekuninya bersama suami.

Saat ditemui, ibu satu anak ini sedang asyik mengaduk-aduk air nira di sekitar rumahnya yang sudah mengental setelah melalui proses direbus atau di masak sekitar tujuh jam sampai delapan jam dalam kuali besar, di atas tungku yang terbuat dari tanah liat. “Jam sembilan pagi tadi mulai memasaknya, ini di aduk-aduk dulu biar merata,” ujarnya mengawali pembicaraan.

Setelah cukup merata, air nira yang sudah mengental dan berwarna merah tersebut langsung dimasukan ke cetakan berbahan plastik. “Satu cetakannya sekitar setengah kilogram,” ucapnya.

Diceritakan Munawarah, menekuni pembuatan gula merah sudah sekitar sepuluh tahun terakhir dilakukannya. Setelah mertuanya yang juga pembuat gula merah meninggal dunia. “Sejak sekitar 2007 lalu saya bersama suami membuat gula merah. Setelah mertua meninggal, jadi bisa dikatakan turunanlah membuat ini (pembuatan gula merah),” tuturnya.

Diungkapkannya, membuat gula merah hampir setiap hari dilakukannya dibantu suaminya. Di pagi harinya suami yang mencari pohon aren untuk mengambil air yang lebih dikenal oleh warga dengan sebutan lahang yang berada di belakang rumahnya.

“Mulai pagi suami mengambil lahang dulu untuk dikumpulkan, setelah terkumpul sekitar 45 liter sampai 50 liter baru di masak di tungku yang sudah ada. Sedangkan buat besoknya lahang diambil sore hari,” ucapnya.

Dijelaskan Munawarah, saat proses memasak baru dirinya yang melakukannya. Meski proses memasak cukup mudah tetapi, ada trik-trik khusus yang dilakukan, agar hasilnya yang didapatkan menjadi lebih manis. “Sebab kalau lahangnya agak tua bisa kurang manis. Tapi, dengan trik-trik tertentu hasilnya menjadi manis,” katanya.

Menurutnya, dalam setiap hari membuat gula merah dari 45 liter sampai 50 liter lahang yang dimasak bisa menghasilkan sekitar sepuluh kilogram gula merah yang siap dijual kepada pembelinya. “Ya sekitar sepuluh kilogramlah setiap harinya saya bersama suami bisa membuat gula merahnya,” terangnya.

Dikatakan Munawarah, gula merah yang sudah jadi dibuatnya kebanyakan tidak dijual ke pasar lagi, karena sudah ada orang yang membelinya. “Langganan nanti langsung datang ke rumah, per kilogramnya dijual Rp 15 ribu,” imbuhnya.

Dari hasil membuat gula merah setiap harinya, Munawarah mengaku cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Ya alhamdulillah bisa buat tambah penghasilan keluarga lah selain bertani,” pungkasnya. (yn/ram)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…

Kamis, 12 April 2018 14:45

Mantan Gubernur Kalsel Terpesona Keindahan Desa Kiram

MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, HM Said, terpesona ketika berkunjung ke Desa Kiram, Kecamatan Karang…

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .