MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 01 April 2017 22:10
Kisah Suami Istri Pembuat Gula Merah di Desa Kaliring Dalam

Keterampilan yang Dikuasai Turun-temurun

MEMBUAT GULA MERAH: Siti Munawarah mengaduk bahan gula merah dan memasukkannya ke dalam cetakan.

PROKAL.CO, Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi salah satu daerah pembuat gula merah secara tradisional. Berbahan bakunya diambil dari air nira atau aren yang keberadaannya memang berlimpah di daerah ini.

SALAHUDIN, Kandangan

SALAH satu pembuatan gula merah tradisional di Kabupaten HSS terdapat di Kecamatan Padang Batung. Tidak terkecuali Desa Kaliring Dalam yang ditekuni sepasang suami istri bernama Siti Munawarah (39) dan Sakerani (43).
Sore Selasa (28/3) lalu penulis sengaja berkunjung untuk melihat bagaimana cara Munawarah membuat gula merah yang ditekuninya bersama suami.

Saat ditemui, ibu satu anak ini sedang asyik mengaduk-aduk air nira di sekitar rumahnya yang sudah mengental setelah melalui proses direbus atau di masak sekitar tujuh jam sampai delapan jam dalam kuali besar, di atas tungku yang terbuat dari tanah liat. “Jam sembilan pagi tadi mulai memasaknya, ini di aduk-aduk dulu biar merata,” ujarnya mengawali pembicaraan.

Setelah cukup merata, air nira yang sudah mengental dan berwarna merah tersebut langsung dimasukan ke cetakan berbahan plastik. “Satu cetakannya sekitar setengah kilogram,” ucapnya.

Diceritakan Munawarah, menekuni pembuatan gula merah sudah sekitar sepuluh tahun terakhir dilakukannya. Setelah mertuanya yang juga pembuat gula merah meninggal dunia. “Sejak sekitar 2007 lalu saya bersama suami membuat gula merah. Setelah mertua meninggal, jadi bisa dikatakan turunanlah membuat ini (pembuatan gula merah),” tuturnya.

Diungkapkannya, membuat gula merah hampir setiap hari dilakukannya dibantu suaminya. Di pagi harinya suami yang mencari pohon aren untuk mengambil air yang lebih dikenal oleh warga dengan sebutan lahang yang berada di belakang rumahnya.

“Mulai pagi suami mengambil lahang dulu untuk dikumpulkan, setelah terkumpul sekitar 45 liter sampai 50 liter baru di masak di tungku yang sudah ada. Sedangkan buat besoknya lahang diambil sore hari,” ucapnya.

Dijelaskan Munawarah, saat proses memasak baru dirinya yang melakukannya. Meski proses memasak cukup mudah tetapi, ada trik-trik khusus yang dilakukan, agar hasilnya yang didapatkan menjadi lebih manis. “Sebab kalau lahangnya agak tua bisa kurang manis. Tapi, dengan trik-trik tertentu hasilnya menjadi manis,” katanya.

Menurutnya, dalam setiap hari membuat gula merah dari 45 liter sampai 50 liter lahang yang dimasak bisa menghasilkan sekitar sepuluh kilogram gula merah yang siap dijual kepada pembelinya. “Ya sekitar sepuluh kilogramlah setiap harinya saya bersama suami bisa membuat gula merahnya,” terangnya.

Dikatakan Munawarah, gula merah yang sudah jadi dibuatnya kebanyakan tidak dijual ke pasar lagi, karena sudah ada orang yang membelinya. “Langganan nanti langsung datang ke rumah, per kilogramnya dijual Rp 15 ribu,” imbuhnya.

Dari hasil membuat gula merah setiap harinya, Munawarah mengaku cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Ya alhamdulillah bisa buat tambah penghasilan keluarga lah selain bertani,” pungkasnya. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:04

Ini Dia Sosok Penjahit Pakaian Adat Presiden Jokowi di Hari Kemerdekaan

Warga Banua bangga ketika menyaksikan Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas Banjar dan tenun…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:35

Wow, Di Banjarbaru Ada Konter Puisi, Pertama di Indonesia Loh!

Biasanya konter identik dengan handphone atau permak levis. Di Banjarbaru, ada sebuah konter yang baru…

Selasa, 15 Agustus 2017 16:40

Kisah Anak-Anak Darussalam Menyiasati Pengeluaran Uang Kiriman

Menjadi anak kos yang jauh dari orangtua, tentu harus bisa mengatur uang sebaik mungkin agar jatah bulanan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21

Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan

Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus.…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .