MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 02 April 2017 12:43
Melihat Industri Kopiah Hulu Pasar Hulu Sungai Utara

Orang Brunai Suka Motif Kopiah Bahrani

SERIUS -Pekerja Bahrani tengah menyelesaikan pesanan kopiah yang mulai banjir jelang Ramadan tahun ini.

PROKAL.CO, Kopiah merupakan sebuah penutup kepala yang identik dengan Muslim. Semua negara punya kopiah berbeda-beda. Nah di Kabupaten HSU ada sentra kopiah home industri yang menembus pasar Brunai Darussalam dan Malaysia.

 

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

 

Usaha peternakan dan mebel telah menjadikan Hulu Sungai Utara terkenal. Tetapi,konveksi di daerah yang berjarak 190 kilometer dari Banjarmasin juga membuat ekonomi daerah tua ini bergeliat. Salah satunya adalah industri kopiah HSU.

Home industri kopiah di HSU yang paling populer adalah milik H Bahrani yang berada di Desa ulu Pasar Kecamatan Amuntai Tengah.

Soal kualitas dan pemasaran kopiah yang memiliki corak dan motif dari buah sampai hewan tersebut, tidak usah diragukan. Penjualannya bahkan sudah menembus pasar Asia Tenggara. Kopiah ini disebut lebih populer di suku melayu yang ada di Brunai Darussalam dan Malaysia. Bahkan cabang pemasaran kopiah ini dipusatkan di Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Senin (30/7) sekira pukul 10. 45 Wita wartawan koran ini, berkesempatan mengunjungi sentra industri kupiah H Bahrani, di Desa Hulu Pasar Kecamatan Amuntai Tengah, ketika sampai dilokasi H Bahrani tidak sedang ditempat, menurut pekerjanya yang bersangkutan sedang berada di cabang kupiah yang berada di Surabaya (Jawa Timur).

Wartawan yang mendatangi sentra pembuatan penutup kepala itu itu mendengar suara mesin jahit ramai. Di sela-sela, kebisingan itu, Aulia anak dari sang pemilik mau berbagai kisah dengan industri kopiah kebanggan keluarganya tersebut.

"Sekarang permintaan mulai tinggi, sebab tidak lama lagi masuk Bulan Ramadan, disusul hari raya idul fitri dan pemberangkatan haji usai Idul Adha. Maka itu orderan lagi banyak-banyaknya," sebut Aulia.

Untuk pemasaran selain memenuhi pasar lokal banua baik HSU maupun Kalsel, saat ini pemasaran sudah menasional sebab cabang pemasaran kopiah ini juga ada di Surabaya. Memang benar kopiah yang didesain oleh ayahnya memiliki pasar di luar Indonesia.

"Pasar kopiah ini sudah sampai di Brunai Darussalam dan Malaysia. Masyarakat melayu disana menyukai kopiah dari Amuntai ini," terangnya.

Ada motif khas dari kopiah ini yakni motif buah seperti jambu, manggis dan beberapa buah lainnya, termasuk motif cumi juga kembang atau bunga-bunga. Semua itu tutur Aulia dikerjakan secara manual, ini yang membuat pecinta kopiah punya tempat masyarakat.

Aroma khas kain yang merupakan bahan dasar pembuatan kopiah ini tercium diareal penjahit yang tengah serius menuntaskan hasil produksinya. "Kalau orderan bertambah banyak, maka karyawan juga kerja ekstra. Sebab tidak sembarang penjahit yang bisa memahami alur motif yang menjadi ciri Kopiah Bahrani," terangnya.

Untuk produksi, satu penjahit mampu menyelesaikan dua kodi kopiah atau sekitar 40 kopiah. Menariknya pekerja dibagi berbagai tugas ada yang membuat pola dasar kopiah, memberikan motif sampai dengan proses penyatuan bahan menjadi kopiah.

"Jadi target memang tidak kami berikan. Hal itu semata-mata menjaga kualitas produksi dan orisinil kopiah Bahrani. Semua dikerjakan secara manual bukan mesin produksi massal," terang Aulia yang dipercayakan dalam proses pemasaran.

Zainal (23) karyawan Bahrani yang sudah bekerja kurang lebih 3 tahun mengamini permintaan kopiah mengalami peningkatan. Meski demikian, mereka memang tidak pernah diberi target. Semua dilakukan dengan santai, agar hasil jahitan dan bordir kopiah berkualitas baik," jawabnya yang mengatakan karyawan di tempat pengrajin kopiah H Bahrani sekarang berjumlah 9 orang pekerja.

Biasanya, mahasiswa Amuntai yang kuliah di Mesir, Maroko dan pemondokan di negara-negara muslim, juga menjadikan kopiah Bahrani sebagai buah tangan ataupun dijual disana.
Dinas Koperindakop, UKM dan Pasar melalui Kabid Industri Maionor, mengakui usaha Kopiah Bahrani menembus pasar Brunei dan Kuala Lumpur.

Bahkan kerajinan Bahrani kerap diikutakan pada pameran lokal, regional bahkan nasional. "Kami ada pembinaan setiap home industri yang ada di wilayah ini. Misalkan pelatihan desain dan kualitas," sampai Maionor pada wartawan koran ini. (mar)

 


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .