MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 15:21
Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Berawal dari Kelompok Diskusi Dosen-Dosen IAIN

KEBERAGAMAN – Diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman di sekretariat LK3.

PROKAL.CO, Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata ada organisasi yang fokus mengkampanyekan isu keberagaman.

 -----------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Sekretariatnya berada di sudut perkotaan. Tepatnya, di Jalan Soetoyo S, Komplek Rajawali. Dari luar komplek, tidak terlihat ada papan informasi apapun mengenai keberadaan organisasi ini. Setelah masuk ke dalam beberapa puluh meter, baru penulis menemukannya.

Sampai di tempat, penulis bertemu dengan Rofiqah, Direktur dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) ini. Ia bercerita banyak mengenai sepak terjang organisasi ini, mengkampanyekan isu keberagaman yang ada di Banua. “Sudah 23 tahun lembaga ini berjalan,” ujar Rofiqah menceritakan awal mula dimulainya perjalanan lembaga ini.

Awalnya, kata dia lembaga ini hanyalah sekadar wadah diskusi dosen-dosen IAIN yang memperbicangkan masalah keagamaan dan isu-isu sosial, namun lama kelamaan mereka berkembang menjadi lembaga yang fokus terhadap isu pluralisme atau keberagaman.

Sejak tahun 2000 awal, masyarakat Indonesia disuguhi dengan beragam isu-isu dengan sentimen keagamaan. Hal tersebut yang melatarbelakangi kenapa lembaga non profit ini mengkampanyekan isu-isu keberagaman. “Kami ingin, konflik yang terjadi di masyarakat akibat sentimen-sentimen tersebut diselesaikan tanpa memunculkan permasalahan baru,” ujar Rofiqoh.

Soal pengalaman mereka memperjuangkan isu keberagaman, Rofiqoh bercerita lembaga ini dahulu sempat menjembatani penyelesaian permasalahan yang terjadi antara Ahmadiyah Banjarmasin dengan masyarakat. “Dulu mereka sempat dikirimi Walikota surat teguran karena aktivitas mereka yang diduga meresahkan warga,” tuturnya. Namun, surat tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh komunitas Ahmadiyah. “Mereka malah menganggap surat tersebut adalah surat cinta,” ceritanya.

Akhirnya, karena masyarakat setempat tidak terima dengan statement tersebut, masyarakat malah tambah berang. Namun syukur, karena LK3 sempat menjembatani permasalahan ini, konflik akhirnya usai. “Kita coba cari jalan keluar yang memang non diskriminatif,” tegasnya.

Rofiqoh menerangkan, jika ada pihak minoritas yang memerlukan bantuan untuk memperjuangkan hak-haknya, pihak LK3 siap memfasilitasi hal tersebut. “Tapi kita lihat dulu track record-nya, apabila tidak sesuai ya tidak bisa dibantu,” ujarnya.

Selain melakukan advokasi mereka juga sering melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengkampanyekan isu keberagaman. “Seperti kemarin acara religi expo di Menara Pandang,” ujarnya.

Kemudian, mereka juga aktif melakukan diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman yang ada di Banjarmasin. “Namun kita tidak berdebat soal kepercayaan di sini, dalam diskusi tersebut kita mencoba membicarakan permasalahan sosial yang ada,” ceritanya.

Mereka juga aktif memberikan keterampilan kepada perempuan-perempuan yang ada di Kota Banjarmasin untuk bisa mandiri secara perekonomian.  “Karena akar dari munculnya radikalisme seringkali adalah perekonomian masyarakat,” ceritanya.

Rofiqoh berharap di 23 tahun perjalanan LK3 ini, mereka bisa terus merawat keberagaman yang ada di Banua dengan program-program mereka. “Sesuai dengan moto kami, Haragu Banua, Rakat Barataan,” terangnya. (by/ram)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…

Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .