MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 15:21
Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Berawal dari Kelompok Diskusi Dosen-Dosen IAIN

KEBERAGAMAN – Diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman di sekretariat LK3.

PROKAL.CO, Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata ada organisasi yang fokus mengkampanyekan isu keberagaman.

 -----------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Sekretariatnya berada di sudut perkotaan. Tepatnya, di Jalan Soetoyo S, Komplek Rajawali. Dari luar komplek, tidak terlihat ada papan informasi apapun mengenai keberadaan organisasi ini. Setelah masuk ke dalam beberapa puluh meter, baru penulis menemukannya.

Sampai di tempat, penulis bertemu dengan Rofiqah, Direktur dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) ini. Ia bercerita banyak mengenai sepak terjang organisasi ini, mengkampanyekan isu keberagaman yang ada di Banua. “Sudah 23 tahun lembaga ini berjalan,” ujar Rofiqah menceritakan awal mula dimulainya perjalanan lembaga ini.

Awalnya, kata dia lembaga ini hanyalah sekadar wadah diskusi dosen-dosen IAIN yang memperbicangkan masalah keagamaan dan isu-isu sosial, namun lama kelamaan mereka berkembang menjadi lembaga yang fokus terhadap isu pluralisme atau keberagaman.

Sejak tahun 2000 awal, masyarakat Indonesia disuguhi dengan beragam isu-isu dengan sentimen keagamaan. Hal tersebut yang melatarbelakangi kenapa lembaga non profit ini mengkampanyekan isu-isu keberagaman. “Kami ingin, konflik yang terjadi di masyarakat akibat sentimen-sentimen tersebut diselesaikan tanpa memunculkan permasalahan baru,” ujar Rofiqoh.

Soal pengalaman mereka memperjuangkan isu keberagaman, Rofiqoh bercerita lembaga ini dahulu sempat menjembatani penyelesaian permasalahan yang terjadi antara Ahmadiyah Banjarmasin dengan masyarakat. “Dulu mereka sempat dikirimi Walikota surat teguran karena aktivitas mereka yang diduga meresahkan warga,” tuturnya. Namun, surat tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh komunitas Ahmadiyah. “Mereka malah menganggap surat tersebut adalah surat cinta,” ceritanya.

Akhirnya, karena masyarakat setempat tidak terima dengan statement tersebut, masyarakat malah tambah berang. Namun syukur, karena LK3 sempat menjembatani permasalahan ini, konflik akhirnya usai. “Kita coba cari jalan keluar yang memang non diskriminatif,” tegasnya.

Rofiqoh menerangkan, jika ada pihak minoritas yang memerlukan bantuan untuk memperjuangkan hak-haknya, pihak LK3 siap memfasilitasi hal tersebut. “Tapi kita lihat dulu track record-nya, apabila tidak sesuai ya tidak bisa dibantu,” ujarnya.

Selain melakukan advokasi mereka juga sering melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengkampanyekan isu keberagaman. “Seperti kemarin acara religi expo di Menara Pandang,” ujarnya.

Kemudian, mereka juga aktif melakukan diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman yang ada di Banjarmasin. “Namun kita tidak berdebat soal kepercayaan di sini, dalam diskusi tersebut kita mencoba membicarakan permasalahan sosial yang ada,” ceritanya.

Mereka juga aktif memberikan keterampilan kepada perempuan-perempuan yang ada di Kota Banjarmasin untuk bisa mandiri secara perekonomian.  “Karena akar dari munculnya radikalisme seringkali adalah perekonomian masyarakat,” ceritanya.

Rofiqoh berharap di 23 tahun perjalanan LK3 ini, mereka bisa terus merawat keberagaman yang ada di Banua dengan program-program mereka. “Sesuai dengan moto kami, Haragu Banua, Rakat Barataan,” terangnya. (by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .