MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 15:21
Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Berawal dari Kelompok Diskusi Dosen-Dosen IAIN

KEBERAGAMAN – Diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman di sekretariat LK3.

PROKAL.CO, Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata ada organisasi yang fokus mengkampanyekan isu keberagaman.

 -----------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Sekretariatnya berada di sudut perkotaan. Tepatnya, di Jalan Soetoyo S, Komplek Rajawali. Dari luar komplek, tidak terlihat ada papan informasi apapun mengenai keberadaan organisasi ini. Setelah masuk ke dalam beberapa puluh meter, baru penulis menemukannya.

Sampai di tempat, penulis bertemu dengan Rofiqah, Direktur dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) ini. Ia bercerita banyak mengenai sepak terjang organisasi ini, mengkampanyekan isu keberagaman yang ada di Banua. “Sudah 23 tahun lembaga ini berjalan,” ujar Rofiqah menceritakan awal mula dimulainya perjalanan lembaga ini.

Awalnya, kata dia lembaga ini hanyalah sekadar wadah diskusi dosen-dosen IAIN yang memperbicangkan masalah keagamaan dan isu-isu sosial, namun lama kelamaan mereka berkembang menjadi lembaga yang fokus terhadap isu pluralisme atau keberagaman.

Sejak tahun 2000 awal, masyarakat Indonesia disuguhi dengan beragam isu-isu dengan sentimen keagamaan. Hal tersebut yang melatarbelakangi kenapa lembaga non profit ini mengkampanyekan isu-isu keberagaman. “Kami ingin, konflik yang terjadi di masyarakat akibat sentimen-sentimen tersebut diselesaikan tanpa memunculkan permasalahan baru,” ujar Rofiqoh.

Soal pengalaman mereka memperjuangkan isu keberagaman, Rofiqoh bercerita lembaga ini dahulu sempat menjembatani penyelesaian permasalahan yang terjadi antara Ahmadiyah Banjarmasin dengan masyarakat. “Dulu mereka sempat dikirimi Walikota surat teguran karena aktivitas mereka yang diduga meresahkan warga,” tuturnya. Namun, surat tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh komunitas Ahmadiyah. “Mereka malah menganggap surat tersebut adalah surat cinta,” ceritanya.

Akhirnya, karena masyarakat setempat tidak terima dengan statement tersebut, masyarakat malah tambah berang. Namun syukur, karena LK3 sempat menjembatani permasalahan ini, konflik akhirnya usai. “Kita coba cari jalan keluar yang memang non diskriminatif,” tegasnya.

Rofiqoh menerangkan, jika ada pihak minoritas yang memerlukan bantuan untuk memperjuangkan hak-haknya, pihak LK3 siap memfasilitasi hal tersebut. “Tapi kita lihat dulu track record-nya, apabila tidak sesuai ya tidak bisa dibantu,” ujarnya.

Selain melakukan advokasi mereka juga sering melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengkampanyekan isu keberagaman. “Seperti kemarin acara religi expo di Menara Pandang,” ujarnya.

Kemudian, mereka juga aktif melakukan diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman yang ada di Banjarmasin. “Namun kita tidak berdebat soal kepercayaan di sini, dalam diskusi tersebut kita mencoba membicarakan permasalahan sosial yang ada,” ceritanya.

Mereka juga aktif memberikan keterampilan kepada perempuan-perempuan yang ada di Kota Banjarmasin untuk bisa mandiri secara perekonomian.  “Karena akar dari munculnya radikalisme seringkali adalah perekonomian masyarakat,” ceritanya.

Rofiqoh berharap di 23 tahun perjalanan LK3 ini, mereka bisa terus merawat keberagaman yang ada di Banua dengan program-program mereka. “Sesuai dengan moto kami, Haragu Banua, Rakat Barataan,” terangnya. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…

Jumat, 09 Juni 2017 16:37

Ekspedisi Islam Jilid 3: Oase Islam di Punggung Meratus

  Keberadaan pondok pesantren Raudhatul Ulum yang persis berada di punggung pegunungan meratus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .