MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 16:10
Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Sempat Diusir dari Kontrakan, Sekarang Anak Sudah Jadi Polisi

PENGALAMAN HIDUP: Yuda dan istrinya, Lia, di rumah sewaan mereka. Yuda punya enam orang anak.

PROKAL.CO, Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan terkenal karena videonya yang menjadi viral di sejumlah media sosial. Kepada Radar Banjarmasin dia bercerita masa lalunya yang cukup pilu.

------------------------------------------------------

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Lelaki berusia 44 tahun ini menceritakan kepada Radar Banjarmasin lika liku kehidupan yang dilaluinya hingga akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya sebagai pengamen. Sekitar tahun 1995 dirinya hijrah ke Jakarta dia bekerja sebagai sekuriti di sebuah mall di kawasan Jalan Lebak Bulus, Jakarta.

Selama beberapa tahun pria kelahiran Banjarmasin di sana, dia mengenal seorang wanita bernama Lia Ekawati anak seorang anggota Polri. Meskipun saat itu hanya seorang petugas keamanan, Yuda yakin bisa bertanggungjawab dan memberi nafkah.

Hingga akhirnya 1997 ia mempersunting wanita yang sampai sekarang setia mendampinginya.

Beberapa tahun setelah menikah dan dikaruniai anak, cobaan mulai menerpa. Perusahaan tempatnya bekerja melakukan perampingan karyawan. Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya. Dia mencoba melamar kemana-mana tapi tidak ada satu pun pekerjaan didapatnya. Ia harus luntang lantung hidup tak menentu bersama anak dan istrinya.

Kadang untuk mendapatkan uang pun ia harus bekerja di terminal. “Pernah diusir dari kontrakan ketika mau lebaran, kami cuma bawa baju barang -barang disita oleh pemilk rumah,” katanya.

Hingga tahun 2006, Yuda dan istrinya sepakat untuk pindah ke Banjarmasin. Beberapa kali pindah kontrakan, sekarang dia tinggal di kawasan Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat. Meskipun masih ada sanak saudaranya, tapi Yuda tidak mau tergantung dengan mereka. Dia mulai mengirimkan surat lamaran ke perusahaan-perusahaan. Namun lagi-lagi tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan.

Keuangan yang sudah menipis membuatnya harus berfikir keras untuk menghidupi istri dan dua orang anaknya yang saat itu masih kecil. Kelihaiannya memainkan gitar dan bernyanyi ia memberanikan diri ngamen dari warung ke warung. Awal ngamen penghasilan yang didapat antara Rp15 ribu-Rp30 ribu.

Beberapa tahun terakhir ini, kata Yuda, hasil dari mengamen juga mengalami penurunan. Tapi itu tidak mematahkan semangatnya untuk bekerja demi menghidupi anak dan istrinya, karena dia yakin rejeki sudah diatur oleh yang maha kuasa.

“Dulu ngamen dari warung ke warung, tapi sekarang pagi sampai sore saya mangkal di rumah makan Soto Kuwin Jaya di Jalan Katamso saja, kalau malam di Bakso Pal 1,” tutur Yuda.

Meskipun penghasilan ngamen tidak terlalu banyak, tapi Yuda dan Lia selalu bersyukur atas apa yang sudah didapat. “Yang penting pekerjaan suami halal tidak mencuri atau narkoba,” ucap Lia bangga.

Walau hanya mengantungkan hidup dari mengamen, Yuda tidak ingin keenam orang anaknya nanti seperti dirinya. Mereka harus lebih sukses dan bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dan kalau perlu sampai perguruan tinggi. Terbukti berkat kesabaran dan kegigihannya akhirnya mulai berbuah manis.

Anak pertamanya bernama Gilang (19) sekarang sudah menjadi polisi dan bertugas di Jakarta, kedua Gadis (16) sekolah kelas 2 SMA di Jakarta tingga bersama mertuanya. Abin (14) kelas 1 SMP, Dindi (11) kelas 6 SD, Fathur (9) kelas 4 SD dan terakhir Davin (5) duduk di bangku TK.

Dia mengaku banyak orang ingin meminta anaknya, tapi dia tidak mau. Karena karena menurut Yuda, anak itu adalah anugerah. Walau ngamen, biar rumah nyewa tapi anak harus tetap dijaga dan dirawat, karena itu pemberian Tuhan. “Biar tidak kaya harta tapi saya kaya anak,” katanya sembari tersenyum. (ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…

Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .