MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 16:10
Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Sempat Diusir dari Kontrakan, Sekarang Anak Sudah Jadi Polisi

PENGALAMAN HIDUP: Yuda dan istrinya, Lia, di rumah sewaan mereka. Yuda punya enam orang anak.

PROKAL.CO, Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan terkenal karena videonya yang menjadi viral di sejumlah media sosial. Kepada Radar Banjarmasin dia bercerita masa lalunya yang cukup pilu.

------------------------------------------------------

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Lelaki berusia 44 tahun ini menceritakan kepada Radar Banjarmasin lika liku kehidupan yang dilaluinya hingga akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya sebagai pengamen. Sekitar tahun 1995 dirinya hijrah ke Jakarta dia bekerja sebagai sekuriti di sebuah mall di kawasan Jalan Lebak Bulus, Jakarta.

Selama beberapa tahun pria kelahiran Banjarmasin di sana, dia mengenal seorang wanita bernama Lia Ekawati anak seorang anggota Polri. Meskipun saat itu hanya seorang petugas keamanan, Yuda yakin bisa bertanggungjawab dan memberi nafkah.

Hingga akhirnya 1997 ia mempersunting wanita yang sampai sekarang setia mendampinginya.

Beberapa tahun setelah menikah dan dikaruniai anak, cobaan mulai menerpa. Perusahaan tempatnya bekerja melakukan perampingan karyawan. Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya. Dia mencoba melamar kemana-mana tapi tidak ada satu pun pekerjaan didapatnya. Ia harus luntang lantung hidup tak menentu bersama anak dan istrinya.

Kadang untuk mendapatkan uang pun ia harus bekerja di terminal. “Pernah diusir dari kontrakan ketika mau lebaran, kami cuma bawa baju barang -barang disita oleh pemilk rumah,” katanya.

Hingga tahun 2006, Yuda dan istrinya sepakat untuk pindah ke Banjarmasin. Beberapa kali pindah kontrakan, sekarang dia tinggal di kawasan Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat. Meskipun masih ada sanak saudaranya, tapi Yuda tidak mau tergantung dengan mereka. Dia mulai mengirimkan surat lamaran ke perusahaan-perusahaan. Namun lagi-lagi tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan.

Keuangan yang sudah menipis membuatnya harus berfikir keras untuk menghidupi istri dan dua orang anaknya yang saat itu masih kecil. Kelihaiannya memainkan gitar dan bernyanyi ia memberanikan diri ngamen dari warung ke warung. Awal ngamen penghasilan yang didapat antara Rp15 ribu-Rp30 ribu.

Beberapa tahun terakhir ini, kata Yuda, hasil dari mengamen juga mengalami penurunan. Tapi itu tidak mematahkan semangatnya untuk bekerja demi menghidupi anak dan istrinya, karena dia yakin rejeki sudah diatur oleh yang maha kuasa.

“Dulu ngamen dari warung ke warung, tapi sekarang pagi sampai sore saya mangkal di rumah makan Soto Kuwin Jaya di Jalan Katamso saja, kalau malam di Bakso Pal 1,” tutur Yuda.

Meskipun penghasilan ngamen tidak terlalu banyak, tapi Yuda dan Lia selalu bersyukur atas apa yang sudah didapat. “Yang penting pekerjaan suami halal tidak mencuri atau narkoba,” ucap Lia bangga.

Walau hanya mengantungkan hidup dari mengamen, Yuda tidak ingin keenam orang anaknya nanti seperti dirinya. Mereka harus lebih sukses dan bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dan kalau perlu sampai perguruan tinggi. Terbukti berkat kesabaran dan kegigihannya akhirnya mulai berbuah manis.

Anak pertamanya bernama Gilang (19) sekarang sudah menjadi polisi dan bertugas di Jakarta, kedua Gadis (16) sekolah kelas 2 SMA di Jakarta tingga bersama mertuanya. Abin (14) kelas 1 SMP, Dindi (11) kelas 6 SD, Fathur (9) kelas 4 SD dan terakhir Davin (5) duduk di bangku TK.

Dia mengaku banyak orang ingin meminta anaknya, tapi dia tidak mau. Karena karena menurut Yuda, anak itu adalah anugerah. Walau ngamen, biar rumah nyewa tapi anak harus tetap dijaga dan dirawat, karena itu pemberian Tuhan. “Biar tidak kaya harta tapi saya kaya anak,” katanya sembari tersenyum. (ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 16:58

Berpuasa di Negeri Ratu Elizabeth; Belajar Toleransi dan Persaudaraan

  Hari itu adalah puasa hari kelima. Setelah bersahur, saya teringat bahwa saya harus bertemu dengan…

Rabu, 21 Juni 2017 15:45

Ekspedisi Islam 3: Kain Hijau di Nisan & Kisah Pembantaian Pangeran

Ada makam misterius yang nisannya dibalut kain hijau di Desa Mantewe, kecamatan Mantewe kabupaten Tanah…

Selasa, 20 Juni 2017 17:06

Ekspedisi Islam 3: Keteguhan Iman & Raksasa Mata Satu (Bagian 25)

Praktik melawan tahayul pernah dilakukan habis-habisan oleh warga transmigran di Desa Rejosari, Kecamatan…

Minggu, 18 Juni 2017 18:03

Ekspedisi Islam 3: Meraba Islam di Kampung Tionghoa

Jika Balangan punya Majelis Ta'lim untuk menampung mualaf di punggung Pegunungan Meratus, Tanah Laut…

Sabtu, 17 Juni 2017 14:46

Ekspedisi Islam Kalsel 3: Nyala Pelita di Malam Suka Cita (Bagian 22)

Malam-malam terakhir di bulan Ramadan selalu dinanti warga Desa Kiram Atas. Salah satu desa di pelosok…

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dianugerahi Kemampuan Menyembunyikan Warga

Syiar Islam di daerah punggung Meratus Balangan juga tak luput dari peran seorang habib. Sisi lain Habib…

Jumat, 16 Juni 2017 14:29

Ekspedisi Islam Jilid 3: Setitik Asa di Kampung Muallaf

Bagaimana jadinya apabila para muallaf yang tinggal di punggung Pegunungan Meratus membentuk sebuah…

Senin, 12 Juni 2017 09:05

Ekspedisi Islam Jilid 3: Tinggalkan Jejak Islam di Tanah Dayak

Khatib Dayan tak main-main soal misinya menyebarkan ajaran agama. Setelah Pangeran Sultan Suriansyah…

Sabtu, 10 Juni 2017 11:28

Ekspedisi Islam Jilid 3: Dapat Amanah Berdakwah Dari Rasulullah (Bagian 13)

Perintah Rasulullah SAW membawa Syekh Abubakar akhirnya hijrah ke Tanah Banjar untuk berdakwah. Kini,…

Jumat, 09 Juni 2017 16:37

Ekspedisi Islam Jilid 3: Oase Islam di Punggung Meratus

  Keberadaan pondok pesantren Raudhatul Ulum yang persis berada di punggung pegunungan meratus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .