MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 05 April 2017 16:10
Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Sempat Diusir dari Kontrakan, Sekarang Anak Sudah Jadi Polisi

PENGALAMAN HIDUP: Yuda dan istrinya, Lia, di rumah sewaan mereka. Yuda punya enam orang anak.

PROKAL.CO, Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan terkenal karena videonya yang menjadi viral di sejumlah media sosial. Kepada Radar Banjarmasin dia bercerita masa lalunya yang cukup pilu.

------------------------------------------------------

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------------------

Lelaki berusia 44 tahun ini menceritakan kepada Radar Banjarmasin lika liku kehidupan yang dilaluinya hingga akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya sebagai pengamen. Sekitar tahun 1995 dirinya hijrah ke Jakarta dia bekerja sebagai sekuriti di sebuah mall di kawasan Jalan Lebak Bulus, Jakarta.

Selama beberapa tahun pria kelahiran Banjarmasin di sana, dia mengenal seorang wanita bernama Lia Ekawati anak seorang anggota Polri. Meskipun saat itu hanya seorang petugas keamanan, Yuda yakin bisa bertanggungjawab dan memberi nafkah.

Hingga akhirnya 1997 ia mempersunting wanita yang sampai sekarang setia mendampinginya.

Beberapa tahun setelah menikah dan dikaruniai anak, cobaan mulai menerpa. Perusahaan tempatnya bekerja melakukan perampingan karyawan. Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya. Dia mencoba melamar kemana-mana tapi tidak ada satu pun pekerjaan didapatnya. Ia harus luntang lantung hidup tak menentu bersama anak dan istrinya.

Kadang untuk mendapatkan uang pun ia harus bekerja di terminal. “Pernah diusir dari kontrakan ketika mau lebaran, kami cuma bawa baju barang -barang disita oleh pemilk rumah,” katanya.

Hingga tahun 2006, Yuda dan istrinya sepakat untuk pindah ke Banjarmasin. Beberapa kali pindah kontrakan, sekarang dia tinggal di kawasan Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat. Meskipun masih ada sanak saudaranya, tapi Yuda tidak mau tergantung dengan mereka. Dia mulai mengirimkan surat lamaran ke perusahaan-perusahaan. Namun lagi-lagi tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan.

Keuangan yang sudah menipis membuatnya harus berfikir keras untuk menghidupi istri dan dua orang anaknya yang saat itu masih kecil. Kelihaiannya memainkan gitar dan bernyanyi ia memberanikan diri ngamen dari warung ke warung. Awal ngamen penghasilan yang didapat antara Rp15 ribu-Rp30 ribu.

Beberapa tahun terakhir ini, kata Yuda, hasil dari mengamen juga mengalami penurunan. Tapi itu tidak mematahkan semangatnya untuk bekerja demi menghidupi anak dan istrinya, karena dia yakin rejeki sudah diatur oleh yang maha kuasa.

“Dulu ngamen dari warung ke warung, tapi sekarang pagi sampai sore saya mangkal di rumah makan Soto Kuwin Jaya di Jalan Katamso saja, kalau malam di Bakso Pal 1,” tutur Yuda.

Meskipun penghasilan ngamen tidak terlalu banyak, tapi Yuda dan Lia selalu bersyukur atas apa yang sudah didapat. “Yang penting pekerjaan suami halal tidak mencuri atau narkoba,” ucap Lia bangga.

Walau hanya mengantungkan hidup dari mengamen, Yuda tidak ingin keenam orang anaknya nanti seperti dirinya. Mereka harus lebih sukses dan bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dan kalau perlu sampai perguruan tinggi. Terbukti berkat kesabaran dan kegigihannya akhirnya mulai berbuah manis.

Anak pertamanya bernama Gilang (19) sekarang sudah menjadi polisi dan bertugas di Jakarta, kedua Gadis (16) sekolah kelas 2 SMA di Jakarta tingga bersama mertuanya. Abin (14) kelas 1 SMP, Dindi (11) kelas 6 SD, Fathur (9) kelas 4 SD dan terakhir Davin (5) duduk di bangku TK.

Dia mengaku banyak orang ingin meminta anaknya, tapi dia tidak mau. Karena karena menurut Yuda, anak itu adalah anugerah. Walau ngamen, biar rumah nyewa tapi anak harus tetap dijaga dan dirawat, karena itu pemberian Tuhan. “Biar tidak kaya harta tapi saya kaya anak,” katanya sembari tersenyum. (ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…

Jumat, 14 April 2017 18:09

Kala Gubernur Keliling Naik Sepeda Motor, Curi Kesempatan Lepas Pengawalan

Mengikuti atau mengawal Gubernur Sahbirin Noor bukan perkara mudah, ketika Gubernur melakukan kunjungan…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 15:14

Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana…

Jumat, 07 April 2017 11:22

Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .