MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 06 April 2017 16:06
Toleransi di Kalsel Ternyata Masih Rendah, ini Buktinya..
Masjid, Gereja dan Pura berdiri berdampingan. [Foto: ilustrasi]

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Taufiq Sugiono, mengungkapkan tingkat kebebasan berkeyakinan dan toleransi di daerah ini masih cukup rendah. Dirinya mengungkapkan, banyak indikasi yang menekan optimalisasi toleransi belum tercapai di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketentuan tertulis seperti peraturan daerah yang menyentuh wilayah keagamaan. “Jadi toleransi belum maksimal. Misalkan saat Ramadan tidak boleh berjualan siang hari, harusnya cukup sampai tengah hari saja,” kata Taufiq Sugiono di sela sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia di Kalsel, Rabu (5/4) kemarin.

Mengutip variabel aspek kebebasan sipil di Kalsel dari tahun 2010 hingga 2015, indeks kebebasan berkeyakinan melorot dari 51,16 pada 2010 menukik ke angka 37,79 pada 2015. Sedangkan Indeks kebebasan dari diskriminasi pun juga melorot dari 90,69 pada 2010 menjadi 86,87 pada 2015.

Adapun indeks aspek kebebasan sipil yang dihimpun dari variabel kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan dari diskriminasi secara akumulasi tercatat merosot dari 67,74 pada 2010 turun ke angka 54,15 pada 2015.  “Ini karena aktifnya peneliti, perlu di-breakdown lagi karena isu sensitif. Memang ada indikasi toleransi turun, tapi bukan berarti semakin jauh dari toleransi. Ini baru temuan,” ujar Taufiq.

Dilanjutkannya, masyarakat butuh mengamalkan nilai-nilai universal dan wawasan yang luas di tengah kemajemukan. “Semua agama pasti punya nilai positif, ini yang harus dikembangkan agar toleransi tetap optimal di Kalsel,” imbuhnya.

Kondisi ini menurut mantan anggota Polri itu, bermula dari unsur psikologi sosial masyarakat yang belum maksimal membangun sikap saling melindungi. “Inilah perlunya tingkat kedewasaan semu pemuluk agama,” tukasnya.

Taufiq mengakui ada indikasi intoleransi yang berpotensi memicu konflik agama di daerah ini. Untuk itu pihaknya terus mendorong dan mengembangkan kemampuan saling menghargai antar sesama umat beragama. Dirinya berharap peran Forum Kerukunan Umat Beragama semakin terampil memberdayakan tokoh masyarakat di tengah kemajemukan.

“Masih ada juga laporan persoalan publik yang dapat ancaman dan melaporkan ke ombudsman. Mungkin niatnya baik, tapi cara menyampaikannya yang belum benar. Semua harus dikomunikasikan, kita harus berwawasan kebangsaan yang baik,” pungkasnya. (mof/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 24 Januari 2018 11:46

Perwira Polres Batola Kembali Dirombak

MARABAHAN - Jajaran Polres Batola kembali melakukan mutasi perwira. Selasa (23/1) pagi,  dilaksanakan…

Rabu, 24 Januari 2018 11:43

Pengurus IKMA Tanbu Dilantik

BATULICIN - Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu (IKMA Tanbu) Kalsel Periode 2017-2018 dilaksanakan…

Rabu, 24 Januari 2018 11:42

Pemkab Tanbu Memberhentikan 22 PTT

BATULICIN - Pemkab Tanbu melakukan pemberhentian kerja kepada 22 Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan tenaga…

Rabu, 24 Januari 2018 11:42

Pemda Reviu Penyerapan Dana Desa

BATULICIN - Untuk menghindari terjadinya korupsi, Pemkab Tanbu terus melakukan pengawasan terhadap dana…

Rabu, 24 Januari 2018 11:33

Penggunaan Dermaga Apung Tunggu Kesepakatan Acil-acil

BANJARMASIN – Dermaga apung di Siring Pierre Tendean mestinya sudah aktif awal Januari 2018. Namun,…

Rabu, 24 Januari 2018 11:21

Berbahaya..!! Jalan Titian Gang Al Amin Rusak, Banyak Anak-anak Terjatuh

BANJARMASIN - Rasa khawatir bercampur jengkel bergelut di benak warga Gang Al Amin, Sungai Andai. Tepatnya…

Rabu, 24 Januari 2018 11:10

Kawal Raperda RZWP3K, Lindungi Masyarakat Pesisir

BANJARBARU - Proses penggodokan Perda Rencana Zonasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K)…

Rabu, 24 Januari 2018 11:03
Berita Tabalong

Warga Tujuh Desa Terpencil di Tabalong Kini Bisa Nelpon

TANJUNG - Masyarakat di desa-desa terpencil di Kabupaten Tabalong kini bisa menelpon. Hal itu sejak…

Selasa, 23 Januari 2018 15:32
Parlementaria Balangan

DPRD Balangan Tengahi Permasalahan Warga dan Perusahaan Tambang

PARINGIN - Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan…

Selasa, 23 Januari 2018 14:48

DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel Saling Tuding Soal Tambang

KOTABARU - Aksi saling tuding antara anggota DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel sempat mewarnai jalannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .