MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 06 April 2017 16:30
Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Kue Bolu Bisa Tembus Jutaan Rupiah

TRADISI: Proses Saprah Amal di Desa Rantau Bujur Kecamatan Sungai Tabukan HSU.

PROKAL.CO, Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara. Kebiasaan ini hadir sebagai solusi mencari dana untuk proses pembangunan masjid dan musala bahkan kas kosong desa.

-----------------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

-----------------------------------------------------

Tradisi Saprah Amal atau Lelang Jajanan dan barang rumah tangga lainnya sudah melekat lama pada kebiasaan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tradisi ini masih bisa dijumpai pada desa sampai sekarang.

Acara Saprah Amal tidak mengenal musim, namun lebih pada kebutuhan fasilitas ibadah masyarakat yang proses pencarian dana dilaksanakan melalui tradisi tersebut. Salah satu kegiatan yang baru dilaksanakan di Desa Rantau Bujur Darat Kecamatan Sungai Tabukan.

Panitia pelaksana Marsuki pada Radar Banjarmasin, belum lama tadi, mengakui bahwa acara Saprah Amal yang dilaksanakan di desanya tidak lain merupakan agenda untuk menggalang dana melalui proses lelang.

Dana yang dikumpulkan akan dimasukkan pada kas pembangunan masjid maupun kas sosial desa. Animo warga sangat baik setiap dilaksanakannya Saprah Amal yang dilaksanakan baru-baru ini.

"Warga kami datang selain untuk melihat kegiatan, ada juga datang sebagai peserta lelang yang niat untuk ikut lelang produk seperti jajanan (kue) ataupun produk rumah tangga yang ditawarkan panitia," ungkapnya.

Untuk pastinya pelaksanaan tradisi ini berjalan, tentu sudah lama dan turun temurun. Dulu masih menggunakan obor atau pertromaks saat ini bertabur cahaya dengan adanya listrik.

Yang disediakan dalam proses lelang yakni kue-kue termasuk gorengan dan alat-alat rumah tangga. Dan yang paling jadi ciri yakni hadirnya kue Gulambin (Bolu, red) yang kerap diburu oleh peserta lelang.

"Karena niat ibadah. Maka warga rela menawar dengan harga tinggi. Jika perang tawaran terjadi kue bisa naik menjadi ratusan ribu. Bahkan tembus jutaan rupiah. Uang Saprah tidak kami ambil namun dimasukkan dalam kas masjid atau kas sosial desa," terangnya.

Sementara itu, menurut pandangan pemerhati tradisi warga Amuntai, Ahdiat Gazali Rahman, menilai bahwa acara Saprah Amal sudah jadi ciri masyarakat Banjar khususnya di HSU.

Makna dari tradisi ini yakni penanaman jiwa gotong royong, sebab mustahil mendapatkan dana puluhan juta untuk pembangunan masjid tanpa urunan dengan warga. Hadirnya tradisi ini di tengah-tengah warga kala itu.

"Sejak saya anak-anak tradisi Saprah Amal sudah ada. Kapan pastinya dan siapa yang memulai belum dikaji mendalam," ungkap Ahdiat yang juga seorang penulis buku budaya tersebut.

Mengapa ada jajanan atau alat-alat rumah tangga yang sederhana nilainya secara ekonomi, namun mampu dijual dengan harga lebih?

"Kue ataupun alat hanya sebagai bentuk penghargaan pada donatur (pemenang lelang, red). Dari pihak panitia. Dan cara ini jitu sebab setiap pelaksanaan sapral amal mampu mendatangkan sumbangan mencapai puluhan juta rupiah," terangnya.

Bahkan masyarakat Amuntai di perantauan yang sukses, apabila mengetahui ada acara ini maka dipastikan mereka akan pulang ke kampung untuk mengikuti lelang di Saprah Amal. "Ini bukti bahwa tradisi ini sangat dinanti-nanti warga," terangnya lagi. (mar)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .