MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 06 April 2017 16:30
Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Kue Bolu Bisa Tembus Jutaan Rupiah

TRADISI: Proses Saprah Amal di Desa Rantau Bujur Kecamatan Sungai Tabukan HSU.

PROKAL.CO, Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara. Kebiasaan ini hadir sebagai solusi mencari dana untuk proses pembangunan masjid dan musala bahkan kas kosong desa.

-----------------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

-----------------------------------------------------

Tradisi Saprah Amal atau Lelang Jajanan dan barang rumah tangga lainnya sudah melekat lama pada kebiasaan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tradisi ini masih bisa dijumpai pada desa sampai sekarang.

Acara Saprah Amal tidak mengenal musim, namun lebih pada kebutuhan fasilitas ibadah masyarakat yang proses pencarian dana dilaksanakan melalui tradisi tersebut. Salah satu kegiatan yang baru dilaksanakan di Desa Rantau Bujur Darat Kecamatan Sungai Tabukan.

Panitia pelaksana Marsuki pada Radar Banjarmasin, belum lama tadi, mengakui bahwa acara Saprah Amal yang dilaksanakan di desanya tidak lain merupakan agenda untuk menggalang dana melalui proses lelang.

Dana yang dikumpulkan akan dimasukkan pada kas pembangunan masjid maupun kas sosial desa. Animo warga sangat baik setiap dilaksanakannya Saprah Amal yang dilaksanakan baru-baru ini.

"Warga kami datang selain untuk melihat kegiatan, ada juga datang sebagai peserta lelang yang niat untuk ikut lelang produk seperti jajanan (kue) ataupun produk rumah tangga yang ditawarkan panitia," ungkapnya.

Untuk pastinya pelaksanaan tradisi ini berjalan, tentu sudah lama dan turun temurun. Dulu masih menggunakan obor atau pertromaks saat ini bertabur cahaya dengan adanya listrik.

Yang disediakan dalam proses lelang yakni kue-kue termasuk gorengan dan alat-alat rumah tangga. Dan yang paling jadi ciri yakni hadirnya kue Gulambin (Bolu, red) yang kerap diburu oleh peserta lelang.

"Karena niat ibadah. Maka warga rela menawar dengan harga tinggi. Jika perang tawaran terjadi kue bisa naik menjadi ratusan ribu. Bahkan tembus jutaan rupiah. Uang Saprah tidak kami ambil namun dimasukkan dalam kas masjid atau kas sosial desa," terangnya.

Sementara itu, menurut pandangan pemerhati tradisi warga Amuntai, Ahdiat Gazali Rahman, menilai bahwa acara Saprah Amal sudah jadi ciri masyarakat Banjar khususnya di HSU.

Makna dari tradisi ini yakni penanaman jiwa gotong royong, sebab mustahil mendapatkan dana puluhan juta untuk pembangunan masjid tanpa urunan dengan warga. Hadirnya tradisi ini di tengah-tengah warga kala itu.

"Sejak saya anak-anak tradisi Saprah Amal sudah ada. Kapan pastinya dan siapa yang memulai belum dikaji mendalam," ungkap Ahdiat yang juga seorang penulis buku budaya tersebut.

Mengapa ada jajanan atau alat-alat rumah tangga yang sederhana nilainya secara ekonomi, namun mampu dijual dengan harga lebih?

"Kue ataupun alat hanya sebagai bentuk penghargaan pada donatur (pemenang lelang, red). Dari pihak panitia. Dan cara ini jitu sebab setiap pelaksanaan sapral amal mampu mendatangkan sumbangan mencapai puluhan juta rupiah," terangnya.

Bahkan masyarakat Amuntai di perantauan yang sukses, apabila mengetahui ada acara ini maka dipastikan mereka akan pulang ke kampung untuk mengikuti lelang di Saprah Amal. "Ini bukti bahwa tradisi ini sangat dinanti-nanti warga," terangnya lagi. (mar)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .