MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 11:22
Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Dulu Jualan Solar, Sekarang Hidup Pas-pasan

BERTAHAN: Salah satu rumah lanting yang masih tersisa, Kamis (6/4) .

PROKAL.CO, Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga yang tinggal di rumah lanting. Bagaimana kehidupan mereka kini?

--------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------------

Nurhasanah tinggal bersama anak bungsunya di sebuah rumah lanting sederhana yang terletak di Kampung Sasirangan, Kelurahan Seberang Mesjid. Untuk menuju rumahnya, motor parkir di halaman rumah warga di pinggir jalan. Terlihat ada ibu-ibu sedang mengerjakan kain sasirangan. Di samping rumah orang lantas melalui titian kayu sekitar 50 meter.

Anak bungsunya sedang mencuci piring di pelataran rumah. Wanita berumur 54 tahun itu kebetulan sedang keluar. Ketika ditunggu di pelataran dan dipanggilkan anaknya, Hasanah akhirnya pulang.

Dari rumah Hasanah terlihat ada enam buah lanting yang masih bertahan sampai sekarang. “Awalnya dulu rami banar rumah lanting. Dari Jembatan Dewi situ sampai ke wadah kami ini, ada sekitar puluhan rumah lanting,” tunjuknya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kenangan 40 tahun yang lalu.

Sambil bercerita, terasa ombak sungai menggerakkan rumah Hasanah. “Sudah biasa kami,” ujarnya mengomentari kondisi ini.

Air sungai yang bersih masih dikenang Hasanah ketika mencoba mengulang kembali memorinya. “Apapun dahulu di sungai, soalnya bersih,” ujarnya.

Hasanah dan keluarganya berasal dari Nagara, Hulu Sungai Selatan. Datang ke Banjarmasin untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Tinggal di rumah lanting tersebut sejak 40 tahun lalu. “Dulu saya jualan solar lawan ces mesin gasan kelotok,” tuturnya.

Dulu arus lalu lintas transportasi sungai sangat aktif. Melihat peluang bisnis itu, Hasanah berjualan solar untuk perahu mesin yang lalu-lalang setiap hari. Namun, bisnis ini sudah tergerus zaman.

Nurhasanah memutuskan berhenti menjadi penjual solar karena lalu-lalang transportasi air semakin sepi. Kini hidupnya pas-pasan saja. “Syukuri apa yang ada ai. Apabila anak ada membantu, kita terima,” tutur Hasanah.

Berharap banyak dengan pemerintah, menurutnya juga tidak mungkin. “Tidak ada pesan apa-apa untuk pemerintah,” ujarnya. “Mau dibantu, ayo. Kalau kada, ya sudah ai,” tambahnya.

Akademisi dari Fisip ULM, Khairussalam, mengatakan bahwa rumah lanting termasuk dalam kearifan lokal di kota Banjarmasin yang berbasis sungai.

Namun, perekonomian dari mereka yang turut melestarikan kearifan lokal ini juga harus diperhatikan. “Pemberdayaan terhadap masyarakat seperti itu harusnya lebih digaungkan lagi,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Khuzaimi, memaparkan bahwa pihaknya akan terus menjaga rumah-rumah lanting yang masih tersisa. “Itu kan termasuk destinasi wisata yang kita rekomendasikan juga,” ujarnya.

Khuzaimi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Banjar.(az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Senin, 24 Juli 2017 08:33

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri Seorang ibu rumah tangga tenaga kesehatan Puskesmas…

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .