MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 11:22
Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Dulu Jualan Solar, Sekarang Hidup Pas-pasan

BERTAHAN: Salah satu rumah lanting yang masih tersisa, Kamis (6/4) .

PROKAL.CO, Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga yang tinggal di rumah lanting. Bagaimana kehidupan mereka kini?

--------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------------

Nurhasanah tinggal bersama anak bungsunya di sebuah rumah lanting sederhana yang terletak di Kampung Sasirangan, Kelurahan Seberang Mesjid. Untuk menuju rumahnya, motor parkir di halaman rumah warga di pinggir jalan. Terlihat ada ibu-ibu sedang mengerjakan kain sasirangan. Di samping rumah orang lantas melalui titian kayu sekitar 50 meter.

Anak bungsunya sedang mencuci piring di pelataran rumah. Wanita berumur 54 tahun itu kebetulan sedang keluar. Ketika ditunggu di pelataran dan dipanggilkan anaknya, Hasanah akhirnya pulang.

Dari rumah Hasanah terlihat ada enam buah lanting yang masih bertahan sampai sekarang. “Awalnya dulu rami banar rumah lanting. Dari Jembatan Dewi situ sampai ke wadah kami ini, ada sekitar puluhan rumah lanting,” tunjuknya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kenangan 40 tahun yang lalu.

Sambil bercerita, terasa ombak sungai menggerakkan rumah Hasanah. “Sudah biasa kami,” ujarnya mengomentari kondisi ini.

Air sungai yang bersih masih dikenang Hasanah ketika mencoba mengulang kembali memorinya. “Apapun dahulu di sungai, soalnya bersih,” ujarnya.

Hasanah dan keluarganya berasal dari Nagara, Hulu Sungai Selatan. Datang ke Banjarmasin untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Tinggal di rumah lanting tersebut sejak 40 tahun lalu. “Dulu saya jualan solar lawan ces mesin gasan kelotok,” tuturnya.

Dulu arus lalu lintas transportasi sungai sangat aktif. Melihat peluang bisnis itu, Hasanah berjualan solar untuk perahu mesin yang lalu-lalang setiap hari. Namun, bisnis ini sudah tergerus zaman.

Nurhasanah memutuskan berhenti menjadi penjual solar karena lalu-lalang transportasi air semakin sepi. Kini hidupnya pas-pasan saja. “Syukuri apa yang ada ai. Apabila anak ada membantu, kita terima,” tutur Hasanah.

Berharap banyak dengan pemerintah, menurutnya juga tidak mungkin. “Tidak ada pesan apa-apa untuk pemerintah,” ujarnya. “Mau dibantu, ayo. Kalau kada, ya sudah ai,” tambahnya.

Akademisi dari Fisip ULM, Khairussalam, mengatakan bahwa rumah lanting termasuk dalam kearifan lokal di kota Banjarmasin yang berbasis sungai.

Namun, perekonomian dari mereka yang turut melestarikan kearifan lokal ini juga harus diperhatikan. “Pemberdayaan terhadap masyarakat seperti itu harusnya lebih digaungkan lagi,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Khuzaimi, memaparkan bahwa pihaknya akan terus menjaga rumah-rumah lanting yang masih tersisa. “Itu kan termasuk destinasi wisata yang kita rekomendasikan juga,” ujarnya.

Khuzaimi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Banjar.(az/dye)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .