MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 11:22
Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Dulu Jualan Solar, Sekarang Hidup Pas-pasan

BERTAHAN: Salah satu rumah lanting yang masih tersisa, Kamis (6/4) .

PROKAL.CO, Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga yang tinggal di rumah lanting. Bagaimana kehidupan mereka kini?

--------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------------

Nurhasanah tinggal bersama anak bungsunya di sebuah rumah lanting sederhana yang terletak di Kampung Sasirangan, Kelurahan Seberang Mesjid. Untuk menuju rumahnya, motor parkir di halaman rumah warga di pinggir jalan. Terlihat ada ibu-ibu sedang mengerjakan kain sasirangan. Di samping rumah orang lantas melalui titian kayu sekitar 50 meter.

Anak bungsunya sedang mencuci piring di pelataran rumah. Wanita berumur 54 tahun itu kebetulan sedang keluar. Ketika ditunggu di pelataran dan dipanggilkan anaknya, Hasanah akhirnya pulang.

Dari rumah Hasanah terlihat ada enam buah lanting yang masih bertahan sampai sekarang. “Awalnya dulu rami banar rumah lanting. Dari Jembatan Dewi situ sampai ke wadah kami ini, ada sekitar puluhan rumah lanting,” tunjuknya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kenangan 40 tahun yang lalu.

Sambil bercerita, terasa ombak sungai menggerakkan rumah Hasanah. “Sudah biasa kami,” ujarnya mengomentari kondisi ini.

Air sungai yang bersih masih dikenang Hasanah ketika mencoba mengulang kembali memorinya. “Apapun dahulu di sungai, soalnya bersih,” ujarnya.

Hasanah dan keluarganya berasal dari Nagara, Hulu Sungai Selatan. Datang ke Banjarmasin untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Tinggal di rumah lanting tersebut sejak 40 tahun lalu. “Dulu saya jualan solar lawan ces mesin gasan kelotok,” tuturnya.

Dulu arus lalu lintas transportasi sungai sangat aktif. Melihat peluang bisnis itu, Hasanah berjualan solar untuk perahu mesin yang lalu-lalang setiap hari. Namun, bisnis ini sudah tergerus zaman.

Nurhasanah memutuskan berhenti menjadi penjual solar karena lalu-lalang transportasi air semakin sepi. Kini hidupnya pas-pasan saja. “Syukuri apa yang ada ai. Apabila anak ada membantu, kita terima,” tutur Hasanah.

Berharap banyak dengan pemerintah, menurutnya juga tidak mungkin. “Tidak ada pesan apa-apa untuk pemerintah,” ujarnya. “Mau dibantu, ayo. Kalau kada, ya sudah ai,” tambahnya.

Akademisi dari Fisip ULM, Khairussalam, mengatakan bahwa rumah lanting termasuk dalam kearifan lokal di kota Banjarmasin yang berbasis sungai.

Namun, perekonomian dari mereka yang turut melestarikan kearifan lokal ini juga harus diperhatikan. “Pemberdayaan terhadap masyarakat seperti itu harusnya lebih digaungkan lagi,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Khuzaimi, memaparkan bahwa pihaknya akan terus menjaga rumah-rumah lanting yang masih tersisa. “Itu kan termasuk destinasi wisata yang kita rekomendasikan juga,” ujarnya.

Khuzaimi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Banjar.(az/dye)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…

Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .