MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 11:22
Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Dulu Jualan Solar, Sekarang Hidup Pas-pasan

BERTAHAN: Salah satu rumah lanting yang masih tersisa, Kamis (6/4) .

PROKAL.CO, Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga yang tinggal di rumah lanting. Bagaimana kehidupan mereka kini?

--------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------------

Nurhasanah tinggal bersama anak bungsunya di sebuah rumah lanting sederhana yang terletak di Kampung Sasirangan, Kelurahan Seberang Mesjid. Untuk menuju rumahnya, motor parkir di halaman rumah warga di pinggir jalan. Terlihat ada ibu-ibu sedang mengerjakan kain sasirangan. Di samping rumah orang lantas melalui titian kayu sekitar 50 meter.

Anak bungsunya sedang mencuci piring di pelataran rumah. Wanita berumur 54 tahun itu kebetulan sedang keluar. Ketika ditunggu di pelataran dan dipanggilkan anaknya, Hasanah akhirnya pulang.

Dari rumah Hasanah terlihat ada enam buah lanting yang masih bertahan sampai sekarang. “Awalnya dulu rami banar rumah lanting. Dari Jembatan Dewi situ sampai ke wadah kami ini, ada sekitar puluhan rumah lanting,” tunjuknya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kenangan 40 tahun yang lalu.

Sambil bercerita, terasa ombak sungai menggerakkan rumah Hasanah. “Sudah biasa kami,” ujarnya mengomentari kondisi ini.

Air sungai yang bersih masih dikenang Hasanah ketika mencoba mengulang kembali memorinya. “Apapun dahulu di sungai, soalnya bersih,” ujarnya.

Hasanah dan keluarganya berasal dari Nagara, Hulu Sungai Selatan. Datang ke Banjarmasin untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Tinggal di rumah lanting tersebut sejak 40 tahun lalu. “Dulu saya jualan solar lawan ces mesin gasan kelotok,” tuturnya.

Dulu arus lalu lintas transportasi sungai sangat aktif. Melihat peluang bisnis itu, Hasanah berjualan solar untuk perahu mesin yang lalu-lalang setiap hari. Namun, bisnis ini sudah tergerus zaman.

Nurhasanah memutuskan berhenti menjadi penjual solar karena lalu-lalang transportasi air semakin sepi. Kini hidupnya pas-pasan saja. “Syukuri apa yang ada ai. Apabila anak ada membantu, kita terima,” tutur Hasanah.

Berharap banyak dengan pemerintah, menurutnya juga tidak mungkin. “Tidak ada pesan apa-apa untuk pemerintah,” ujarnya. “Mau dibantu, ayo. Kalau kada, ya sudah ai,” tambahnya.

Akademisi dari Fisip ULM, Khairussalam, mengatakan bahwa rumah lanting termasuk dalam kearifan lokal di kota Banjarmasin yang berbasis sungai.

Namun, perekonomian dari mereka yang turut melestarikan kearifan lokal ini juga harus diperhatikan. “Pemberdayaan terhadap masyarakat seperti itu harusnya lebih digaungkan lagi,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Khuzaimi, memaparkan bahwa pihaknya akan terus menjaga rumah-rumah lanting yang masih tersisa. “Itu kan termasuk destinasi wisata yang kita rekomendasikan juga,” ujarnya.

Khuzaimi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Banjar.(az/dye)


BACA JUGA

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…

Jumat, 14 April 2017 18:09

Kala Gubernur Keliling Naik Sepeda Motor, Curi Kesempatan Lepas Pengawalan

Mengikuti atau mengawal Gubernur Sahbirin Noor bukan perkara mudah, ketika Gubernur melakukan kunjungan…

Minggu, 09 April 2017 17:06
Kiprah Para Novelis Wanita Kalsel

Cantik itu Pujangga

Dunia kepenulisan di Kalimantan Selatan semakin bergairah akhir-akhir ini karena diramaikan para novelis…

Jumat, 07 April 2017 15:14

Kisah Abdulrahman, Lulusan Sarjana Teknik yang Setia Berjualan Koran

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru pasti pernah melihatnya. Abdulrahman, adalah lulusan sarjana…

Kamis, 06 April 2017 16:30

Saprah Amal, Tradisi Lelang Tradisional yang Masih Dipertahankan di HSU

Saprah Amal atau proses lelang jajanan atau barang lekat pada tradisi masyarakat Hulu Sungai Utara.…

Rabu, 05 April 2017 16:10

Kisah Pilu Yuda, Pengamen Banjarmasin Bersuara Mirip Charly Setia Band

Yuda Karsa Saputra, pengamen bersuara merdu yang suaranya mirip Charly ‘Setia Band’ belakangan…

Rabu, 05 April 2017 15:21

Mengenal LK3, Pengawal Keberagaman di Banua

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sentimen SARA yang terjadi akhir-akhir ini, di Banjarmasin ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .