MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 07 April 2017 11:22
Mengunjungi Rumah Lanting Tersisa di Kampung Sasirangan

Dulu Jualan Solar, Sekarang Hidup Pas-pasan

BERTAHAN: Salah satu rumah lanting yang masih tersisa, Kamis (6/4) .

PROKAL.CO, Di tengah gencarnya pembangunan siring beton yang menggusur pinggiran sungai, masih ada tersisa warga yang tinggal di rumah lanting. Bagaimana kehidupan mereka kini?

--------------------------------------------

Donny Muslim, Banjarmasin

--------------------------------------------

Nurhasanah tinggal bersama anak bungsunya di sebuah rumah lanting sederhana yang terletak di Kampung Sasirangan, Kelurahan Seberang Mesjid. Untuk menuju rumahnya, motor parkir di halaman rumah warga di pinggir jalan. Terlihat ada ibu-ibu sedang mengerjakan kain sasirangan. Di samping rumah orang lantas melalui titian kayu sekitar 50 meter.

Anak bungsunya sedang mencuci piring di pelataran rumah. Wanita berumur 54 tahun itu kebetulan sedang keluar. Ketika ditunggu di pelataran dan dipanggilkan anaknya, Hasanah akhirnya pulang.

Dari rumah Hasanah terlihat ada enam buah lanting yang masih bertahan sampai sekarang. “Awalnya dulu rami banar rumah lanting. Dari Jembatan Dewi situ sampai ke wadah kami ini, ada sekitar puluhan rumah lanting,” tunjuknya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kenangan 40 tahun yang lalu.

Sambil bercerita, terasa ombak sungai menggerakkan rumah Hasanah. “Sudah biasa kami,” ujarnya mengomentari kondisi ini.

Air sungai yang bersih masih dikenang Hasanah ketika mencoba mengulang kembali memorinya. “Apapun dahulu di sungai, soalnya bersih,” ujarnya.

Hasanah dan keluarganya berasal dari Nagara, Hulu Sungai Selatan. Datang ke Banjarmasin untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Tinggal di rumah lanting tersebut sejak 40 tahun lalu. “Dulu saya jualan solar lawan ces mesin gasan kelotok,” tuturnya.

Dulu arus lalu lintas transportasi sungai sangat aktif. Melihat peluang bisnis itu, Hasanah berjualan solar untuk perahu mesin yang lalu-lalang setiap hari. Namun, bisnis ini sudah tergerus zaman.

Nurhasanah memutuskan berhenti menjadi penjual solar karena lalu-lalang transportasi air semakin sepi. Kini hidupnya pas-pasan saja. “Syukuri apa yang ada ai. Apabila anak ada membantu, kita terima,” tutur Hasanah.

Berharap banyak dengan pemerintah, menurutnya juga tidak mungkin. “Tidak ada pesan apa-apa untuk pemerintah,” ujarnya. “Mau dibantu, ayo. Kalau kada, ya sudah ai,” tambahnya.

Akademisi dari Fisip ULM, Khairussalam, mengatakan bahwa rumah lanting termasuk dalam kearifan lokal di kota Banjarmasin yang berbasis sungai.

Namun, perekonomian dari mereka yang turut melestarikan kearifan lokal ini juga harus diperhatikan. “Pemberdayaan terhadap masyarakat seperti itu harusnya lebih digaungkan lagi,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Khuzaimi, memaparkan bahwa pihaknya akan terus menjaga rumah-rumah lanting yang masih tersisa. “Itu kan termasuk destinasi wisata yang kita rekomendasikan juga,” ujarnya.

Khuzaimi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Banjar.(az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .